Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM PARENTING : KONSEP DAN TAHAPAN PEMBENTUKAN PROGRAM PARENTING Zahidah, Ummi; Rizki Afifa, Fika; Trisia, Enda; Nopita Sari, Sinta; Putri, Yecha Febrieanitha
JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research Vol 1 No 01 (2022): JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jimr.v1i01.236

Abstract

Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan anak. anak usia dini memiliki batasan usia dan pemahaman yang beragam tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Teori lama mengatakan bahwa yang disebut anak usia dini adalah anak usia dewasa mini masih polos dan belum bisa apa-apa atau dengan kata lain belum mampu berfikir. Jadi pendidikan anak usia dini adalah suatu pembinaan anak sejak lahir sampai usia enam tahun, pada masa ini pendidikan menjadi pondasi awal anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik sesuai dengan potensi yang dimilikinya, yang mampu mengantarkan anak kepada tahap pendidikan selanjutnya. Dalam artikel ini akan membahas tentang bagaimana konsep program parenting, macam-macam materi kegiatan program parenting, tahapan pembentukan program parenting, jenis-jenis program parenting, peran orangtua dalam pelaksanaan program parenting, serta bentuk-bentuk kegiatan parenting.
Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Di KB Penerus Bangsa Desa Tanjung Kepayang Ana, Herliana; Putri, Yecha Febrieanitha; Fahmi, Fahmi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7436

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Permainan Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di KB Penerus Bangsa Desa Tanjung Kepayang. Adapun yang menjadi permasalahan yaitu suatu gambaran bahwa peserta didik pada kemampuan mengenal huruf belum berkembang dengan maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak di KB Penerus Bangsa Desa Tanjung Kepayang. Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan one group pretest-posttest design (satu kelompok subjek). Jumlah sampel berjumlah 13 anak di KB Penerus Bangsa Desa Tanjung Kepayang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi awal sebelum diberi perlakuan dengan media permainan puzzle, observasi digunakan untuk mengumpulkan data pada saat treatment, tes berbentuk skor yang dilakukan untuk mengetahui hasil setelah diberi perlakuan dan dokumentasi berupa foto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil hipotesis nilai signifikansi (2-tailed) = 0.000 0.05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir, ini menunjukkan hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak artinya permainan puzzle berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak di KB Penerus Bangsa Desa Tanjung Kepayang.
PARENTING ISLAMI DAN KEDUDUKAN ANAK DALAM ISLAM Anggraini , Puput; Khasanah, Eka Robiul; Pratiwi, Putri; Zakia, Alya; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v1i02.169

Abstract

Mendidik anak dalam Islam memiliki tatacara dan aturan tersendiri yang harus kita jadikan pegangan dalam memilih model/cara mendidik anak yang akan kita lakukan. Orang tua dalam keluarga memiliki peran dan tanggung jawab terhadap anaknya. Setiap orang tua ingin mempunyai anak yang berkepribadian akhlak mulia. Untuk mencapai keinginan tersebut, orang tua diharapkan untuk mengoptimalkan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anaknya. Mengasuh dan mendidik anak yang dilakukan orang tua dengan berbagai macam pola asuh seperti demokratis; otoriter; permisif; dan penelantar (acuh tak acuh). Islam sebagai agama solutif terhadap permasalahan yang terjadi dalam keluarga tentang bagaimana mendidik anak sesuai dengan usia dan masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola asuh ini telah dipraktikkan oleh Rasulullah Saw. Adapun pola asuh tersebut, yaitu: membimbing cara belajar sambil bermain pada jenjang usia 0-7 tahun; menanamkan sopan santun dan disiplin pada jenjang usia 7-14 tahun; dan ajaklah bertukar pikiran pada jenjang usia 14-21 tahun, dan sesudah itu lepaskan mereka untuk mandiri.
Pengaruh Media Pohon Angka Terhadap Pengenalan Lambang Bilangan Pada Kelompok B2 Di TK Negeri Pembina 4 Palembang Annisa, Dwi; Hartatiana, Hartatiana; Putri, Yecha febrieanitha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh media pohon angka terhadap pengenalan lambang bilangan. Penelitian ini dilakukan di kelas B2 TK Negeri Pembina 4 Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design dan teknik pengambilan sampel dengan random intact group. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal pengenalan lambang bilangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara pengenalan lambang bilangan anak yang belajar menggunakan pembelajaran media pohon angka dan anak yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji-t menggunakan SPSS yang telah dilakukan, diperoleh t = -7.822 dengan tingkat signifikansi (Sig 2-tailed) adalah 0.000. Dari hasil perhitungan tersebut signifikansi (Sig 2-tailed) yang diperoleh kurang dari taraf signifikansi = 0.05 sehingga bedasarkan kriteria pengujian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pohon angka terhadap pengenalan lambang bilangan.
Pengaruh Kegiatan Melukis Terhadap Kreativitas Anak pada Kelompok B di RA Perwanida 2 Palembang Wengi, Oktarina; Marlina, Leny; Putri, Yecha Febrieanitha; Febriyanti, Febriyanti; Sartika, Indah Dwi
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1648

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengamati apakah terdapat pengaruh kegiatan melukis terhadap kreativitas anak pada kelompok B di RA perwanida 2 Palembang, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Eksperiment one group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5–6 tahun, objek penelitian yaitu kreativitas anak. Berdasarkan hasil perhitungan dalam penelitian ini diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 56 sedangkan nilai rata-rata post-test mencapai 97, yang berarti nilai post-test > nilai pre-test atau memiliki peningkatkan setelah diberi perlakuan kegiatan elukis terhadap kreativitas anak. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan uji-t yang memperoleh thitung = 46.9613 sedangkan dk =15+15-2=28 dengan taraf nyata 5% sehingga didapat ttabel = 2.145, karena thitung 46.9613 > ttabel = 2.145, maka dapat disimpulkan Ho ditolak Ha diterima artinya ada pengaruh kegiatan melukis terhadap kreativitas anak pada kelompok B Di RA Perwanida 2 Palembang. Kemudian pada hasil penelitian kegiatan melukis sangat efektif diterapkan sebagai kegiatan melukis yang disukai anak, dapat mengenalkan anak bentuk serta warna yang unik. Dan dapat mengembangkan kreativitas yang pasti dimiliki setiap anak.
KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN : PENTINGNYA GIZI BAGI PERKEMBANGAN ANAK Juairia, Juairia; Malinda, Wini; Hayati, Zalmi; Ramadhanty, Nora; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya gizi bagi perkembangan anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa jurnal dan buku terlebih dahulu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi. Hasil penelitian yang ingin dicapai berupa kesehatan diri dan lingkungan : pentingnya gizi bagi perkembangan anak usia dini yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh individu dan lembaga yang membutuhkannya. Anak usia dini berada pada masa yang disebut dengan masa keemasan atau golden age. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut pertumbuhan dan perkembangan manusia sedang terjadi dengan pesatnya. Gizi atau nutrisi merupakan komponen yang harus ada dan keberadaannya sangat diperlukan oleh tubuh terutama dalam proses tumbuh kembang fisik, sistem saraf dan otak, serta tingkat intelektualitas dan kecerdasan manusia. Pemenuhan kebutuhan gizi (nutrien) merupakan faktor utama untuk mencapai hasil tumbuh kembang agar sesuai dengan potensial genetik. Pertumbuhan adalah setiap perubahan tubuh yang dihubungkan dengan bertambahnya ukuran-ukuran tubuh secara fisik dan struktural. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh anak yang lebih komplek.Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang manusia adalah nutrisi/gizi. Kebutuhan akan gizi pada anak usia dini sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya, terutama perkembangan otaknya. perkembangan otak sangat tergantung pada asupan gizi yang dikonsumsi. Setiap makanan yang dikonsumsi memiliki manfaatnya masing-masing bagi tubuh anak, ini dikarenakan kandungan nutrisi pada makanan berbeda-beda. Anak-anak sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makan yang beragam dengan jumlah yang sesuai dengan kutuhan tubuhnya. Ini dikarenakan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak dan dewasa berbeda demikian juga dengan asupan nurisi yang dibutuhkan anak laki-laki juga berbeda dengan anak perempuan. Artikel ini membahan tentang peran kandungan nutrisi pada makanan serta kegunaanya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
PROGRAM PARENTING KELAS PERTEMUAN ORANG TUA (KPO) DAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM KELOMPOK/ KELASANAK (KOK) Rahmah, Annisa Ajeng Tri; Salsabila, Salsabila; Septiani, Vesi Tri; Fatya, InasSafira; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.217

Abstract

Keberhasilan pendidikan anak usia dini dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yakni kurikulum, keterlibatan orang tua, dan kualitas program (Weikert dalam Mulyasa ,2012:38). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini berhasil manakala didukung oleh komponen-komponen yang saling berkaitan, yakni pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Peran orangtua dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini cukup besar. Hal tersebut dikarenakan keluarga, terutama orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Konsekuensi yang ada bahwa orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan (parenting) yang digunakan dalam mengasuh dan mendidik anak dirumah. Pada dasarnya parenting adalah proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dengan anak yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: member makan (nourishing), member petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang (Ishak S. Wonohadidjojo,2001:22). Di sisilain, Euis Sunarti (2004:3) menyatakan bahwa pengasuhan dapat diartikan sebagai implementasi serangkaian keputusan yang dilakukan orang tua atau orang dewasa kepada anak, sehingga memungkinkan anak menjadi bertanggungjawab, menjadi anggota masyarakat yang baik, memiliki karakter yang baik. Parenting merupakan sebuah proses interaksi orang tua terhadap anak. Orang tua penting memperhatikan nutrisi makanan yang akan diberikan kepada anak. Selain itu, orang tua juga harus dapat memberikan arahan
METODE PENGUKURAN DAN PENILAIAN PENGASUHAN: SERTA PENGASUHAN MENURUT RAGAM SOSIAL BUDAYA Rahayu, Titin; Hesa, Chintya Putri; Andriani, Septi; Pangestuti, Diah; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memhamai secara komprehensif tentang metode pengukuran dan penilian pengasuhan: serta pengasuhan menurut ragam sosial budaya. Pengasuhan atau parenting dapat diartikan sebagai segala hal yang mencakup apa seharusnya dilakukan oleh orang tua dalam menjalangkan tugas-tugas dan tanggung jawab terhadap perkembangan anak. Pola asuh orang tua adalah perilaku yang diterapkan orang tua pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Kedudukan pengasuhan dalam kehidupan anak dapat dilihat dengan jelas dalam perspektif ekologi. Dalam perspektif ekologi, pengasuhan dari orang tua merupakan system di lingkungan terdekat atau microsystem anak. Sebagai microsystem anak, pengasuhan berada di bawah pengaruh system lingkungan yang lebih luas (microsystem) yaitu budaya atau nilai-nilai yang dihidupi oleh masyarakat setempat. Keyakinan dan tujuan dalam pengasuhan dipengaruhi oleh harapan masyarkat atau budaya setempat. Oleh karena itu, pengukuran pengasuhan semestinya dikembangkan dalam perspektif kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa artikel jurnal terlebih dahulu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi. Hasil penelitian yang ingin dicapai berupa metode pengukuran dan penilaian pengasuhan: serta pengasuhan menurut ragam sosial budaya yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh individu dan lembaga yang membutuhkannya. Pengasuhan memiliki peran yang penting dan sering dijadikan sebagai determinan utama dalam penelitian di bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak. Akan tetapi, ruang lingkup pengukuran masih terbatas. Maka dari itu peneliti kali ini akan mengkaji lebih dalam mengenai pengukuran dan penilaian pengasuhan. Pengukuran pengasuhan semestinya disusun secara kontekstual. Alat ukur pengasuhan yang sesuai dengan budaya setempat akan memberikan gambaran pengasuhan yang tepat dan hasil penelitian yang akurat.
PARENTING ISLAMI DAN KEDUDUKAN ANAK DALAM ISLAM Pingky, Lisa; Sari, Fuji Punjung; Putri, Salsabilla; Susana, Susana; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.227

Abstract

Artikel ini membahas tentang parenting islami dan kedudukan anak dalam islam dimana Parenting Islam adalah pola asuh yang dilakukan oleh orang tua yang mendidik dan mengasuh anak berdasar pada ajaran, aturan dan nilai-nilai agama islam kepada anaknya yang bersumber pada Al-Qur’an dam Al-Hadis. Islami parenting adalah suatu metode pengasuhan orang tua kepada anak sebagai solusi metode pendidikan dengan pendekatan karakter budi pekerti dan relegiusitas agama Islam. Prinsip pengasuhan orang tua yang berkaitan dengan pengembangan karakter, prinsip dimaksud meliputi keteladanan diri, kebersamaan dengan anak dalam merealisasikan nilai moral, sikap demokratis, sikap terbuka, jujur dalam diri anak, serta kesatuan kata dan tinfakan yang melahirkan kepercayaan dan kewibawaan. Kedudukan anak dalam islam Islam memandang bahwa anak memiliki kedudukan atau fungsi yang sangat penting, baik untuk orang tuanya sendiri, masyarakat maupun bangsa secara keseluruhan. Semakin tinggi tingkat parenting islami yang dipahami dan diamalkan orang tua, maka semakin tinggi karakter kedisiplinan anak usia dini, begitu pula sebaliknya. Penelitian yang dilakukan pada artikel ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa jurnal-jurnal terlebih dahulu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisi isi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian yang berjudul “Parenting islami dan kedudukan anak dalam islam” adalah berupa artikel-artikel jurnal yang terlebih dahulu. Orang tua mempunyai banyak peran, diantaranya yaitu sebagai pendidik dan pembina sikap pada anak. Namun tidak semua orang tua memahami materi pembinaan sikap yang dibutuhkan anak pada usia dini. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan atau mengetahui seperti apa si parenting islami itu dan bagaimana kedudukan anak dalam islam, dengan menggunakan sumber data artikel jurnal terlebih dahulu.
ANALISIS METODE PENGUKURAN DAN PENILAIAN PENGASUHAN SERTA PENGASUHAN MENURUT RAGAM SOSIAL BUDAYA Meilanda, Loly; Lestari, Widya; Permatasari, Nisa; Audina, Mia; Anisa, Feny; Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.230

Abstract

Pengasuhan adalah faktor yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan dan kehidupan anak-anak. Pengasuhan mencakup berbagai sikap dan perilaku orangtua terhadap anak, namun seringkali konsep dan pengukurannya hanya digambarkan menggunakan konsep pola asuhyang biasanya menggunakan konsep pola asuh dari Baumrind yang melibatkan dua unsur penting dalam pengasuhan yaitu dimensi kendali (control) dan kehangatan (warmth). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis metode pengukuran dan penilaian dalam pengasuhan dan juga metode pengasuhan menurut ragam sosial budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menguraikan tentang metode pengukuran dan penilaian pengasuhan serta pengasuhan menurut ragam sosial budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari buku, jurnal-jurnal ilmiah, literatur-literatur dan publikasi-publikasi lain yang layak dijadikan sumber untuk penelitian yang akan diteliti penulis, dengan cara mendeskripsikan dan menguraikan data tersebut melalui beberapa pendapat para ahli.