p-Index From 2021 - 2026
17.777
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Psikologi JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Jurnal Psikologi Indonesian Journal of Disability Studies Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Counsellia Jurnal Psikologi Integratif AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Mirai Management SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL DIVERSITA Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Philanthropy: Journal of Psychology Motiva: Jurnal Psikologi GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Journal of Psychology and Instructions Bisma The Journal of Counseling Jurnal Ilmu Perilaku JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JOURNAL OF SPORT EDUCATION (JOPE) Psikostudia : Jurnal Psikologi Psibernetika PSIKOVIDYA Jurnal Psikohumanika Psikologi Prima Jurnal Pendidikan dan Konseling Psychocentrum Review ANIMA Indonesian Psychological Journal Indonesian Journal of Islamic Psychology Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Bulletin of Counseling and Psychotherapy Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Journal of Psychological Perspective Jurnal Psikologi Malahayati G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Majalah Kesehatan Indonesia Economics and Digital Business Review COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Journal of Community Mental Health and Public Policy Journal La Sociale Kafa’ah: Journal of Gender Studies Molucca Medica Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal Social Library Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Media Bina Ilmiah Innovative: Journal Of Social Science Research Karya Kesehatan Siwalima Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Indonesian Journal of Islamic Psychology
Claim Missing Document
Check
Articles

Description of Resilience in Adolescents with HIV/AIDS Anggi Oktapia S; Arthur Huwae
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1: April 2023
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2023119

Abstract

The stigmatization of PLWHA persists, causing it difficult for PLWHA to participate in social activities. Due to prejudice, intimidation, and neglect, self-exploration is inhibited for HIV-positive individuals, particularly adolescents. As PLWHA, adolescents must be able to learn and develop their resilience to survive in challenging conditions and times. Therefore, this study aims to determine the resilience profile of adolescents affected with HIV/AIDS in Salatiga City. The methodology employed is qualitative and phenomenologically descriptive. The participants were two adolescents in their late 20s who were infected with the HIV/AIDS virus and resided in Salatiga City. Interviews, observations, and data triangulation were used to collect information. The results indicated that the resilience of PLWHA adolescents was correlated with their capacity to respond to problems healthily and effectively. The resilience-building processes of the two PLWHA adolescents share similarities. This was evident from the two PLWHA adolescents' emotional regulation, impulse control, optimism, problem-solving skills, empathy, self-efficacy, and accomplishment. In addition to elements, the two PLWHA adolescents experienced a variety of characteristics that affect resilience, including spirituality, self-esteem, and social support. Despite specific disparities in creating resilience, it is evident that the two adolescents living with HIV are already resilient since they can adjust to their conditions as PLWHA and continue to live productive lives as late adolescents. Abstrak: Stigmatisasi pada ODHA masih terus terjadi, sehingga sering kali individu ODHA merasa sulit untuk hidup di tengah kehidupan sosial. Individu ODHA khususnya remaja juga mengalami problematika mental yang sengat berat ketika ada dalam lingkungan sosial, sehingga eksplorasi diri menjadi terhambat karena adanya dikriminasi, intimidasi, dan pengabaian. Sebagai ODHA, individu remaja harus bisa belajar dan membentuk sarana diri berupa kemampuan resilien, agar dapat bertahan di situasi dan masa-masa sulit. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi secara mendalam mengenai gambaran resiliensi pada remaja yang terjangkit virus HIV/AIDS di Kota Salatiga. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif fenomenologi. Partisipan yang terlibat sebanyak 2 remaja akhir usia 20 tahun yang terjangkit virus HIV/AIDS dan tinggal di Kota Salatiga, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi remaja ODHA berhubungan dengan bagaimana mereka dapat merespon setiap permasalahan secara sehat dan produktif. Kedua remaja ODHA memiliki kemiripan dalam proses pembentukan resiliensi. Hal ini tampak dari bagaimana kedua remaja ODHA dapat memenuhi aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, kemampuan menganalisis masalah, empati, efikasi diri, dan pencapaian. Selain aspek, kedua remaja ODHA juga mengalami berbagai faktor yang membentuk resiliensi, yaitu spiritualitas, harga diri, dan dukungan sosial. Meskipun terdapat beberapa perbedaan dalam proses pembentukan resiliensi, secara keseluruhan dapat dilihat bahwa kedua remaja ODHA sudah resilien karena dapat beradaptasi dengan kondisi mereka sebagai ODHA serta tetap produktif menjalani hidup mereka sebagai individu remaja akhir.
KESEPIAN DAN KECENDERUNGAN NARSISME PADA REMAJA PENYANDANG DISABILITAS FISIK PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI INDONESIA: STUDI KORELASI: Loneliness and Narcissism Tendency in Adolescents with Physical Disabilities when Using Social Media in Indonesia : A Correlation Study Agustin Grace Alfeudi Prasetyo; Arthur Huwae
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 5 No. 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v5i2.92

Abstract

ABSTRAK Background: The advancement of social media and increasingly sophisticated devices, makes teenagers interested in using it as a place to socialize online and reluctant to socialize in person. Adolescents with physical disabilities who have a tendency towards narcissism are more interested in things that only involve the desire to be loved and be the center of attention. Purpose: This study aims to determine the relationship between loneliness and narcissism tendencies in adolescents with physical disabilities when using social media. Methods: The method used was quantitative with a correlation design. A total of 108 adolescents with physical disabilities aged 18-22 years using social media were used as research participants using purposive sampling technique. Loneliness was measured using University of California Loneliness Scale Version 3 (a= 0,828) and Narcissism was measured using narcissistic Personality Inventory (a= 0,867). Result: showed that loneliness and narcissism in adolescents with disabilities when using social media had a significant positive relationship (r= 0,897 with sig. = 0,000). Conclusion: Loneliness has contributes of 64% on narcissism tendencies. This reserach is an initial effort to prevent narcissistic tendencies among adolescents with disabilities, because researchers see that some perople with disabilities feel lonely constantly. ABSTRAK Latar Belakang: Kemajuan media sosial dan gawai yang semakin canggih, membuat remaja tertarik menggunakannya sebagai tempat untuk bersosialisasi secara online dan enggan untuk bersosialisasi secara langsung. Remaja penyandang disabilitas fisik yang memiliki kecenderungan narsisme, lebih tertarik dengan hal yang hanya menyangkut keinginan untuk dicintai dan dijadikan pusat perhatian oleh orang lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan narsisme pada remaja penyandang disabilita fisik dalam penggunaan media sosial. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasi. Sebanyak 108 remaja penyandang disabilitas fisik berusia 18-22 tahun pengguna media sosial dijadikan sebagai partisipan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kesepian diukur menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 (a = 0,828) dan lkecenderungan narsisme diukur menggunakan Narcissistic Personality Inventory (a= 0,867). Hasil: penelitian membuktikan bahwa kesepian dengan kecenderungan narsisme pada remaja penyandang disabilitas pengguna media sosial memiliki hubungan positif signifikan (r= 0,897 dengan sig. = 0,000). Kesimpulan: Kesepian memberi pengaruh sebesar 64% terhadap kecenderungan narsisme. Penelitian ini sebagai upaya awal guna mencegah kecenderungan narsisme di kalangan remaja penyandang disabilitas, karena peneliti melihat bahwa beberapa penyandang disabilitas merasa kesepian yang terus-menerus.
Optimisme dan Kualitas Hidup Pada Mantan Pecandu Narkoba Hizkia Caesaryo Pehala Rondonuwu; Arthur Huwae
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.315

Abstract

Mantan pecandu narkoba adalah seseorang yang sudah melewati tahap rehabilitasi BNN maupun secara mandiri, yang berarti sudah tidak menggunakan narkoba. Seorang mantan pecandu narkoba yang memulai hidupnya kembali dengan menyandang status mantan pecandu narkoba memiliki tantangan tersendiri untuk mencapai kualitas hidup yang baik, hal ini membuat pentingnya peran optimisme yang baik dalam diri seorang mantan pecandu narkoba untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kualitas hidup pada mantan pecandu narkoba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif desain korelasional untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kualitas hidup, khususnya pada mantan pecandu narkoba. Populasi dalam penelitian ini adalah mantan pecandu narkoba yang berjumlah 71 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran menggunakan Life Orientation Test-Revised (LOT-R) (a = 0,769) dan skala WHOQOL-BREF (a = 0,899). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif signifikan antara optimisme dengan kualitas hidup mantan pecandu narkoba (r = 0,919 dengan sig. = 0,000). Hal ini mengindikasikan bahwa optimisme menjadi salah satu faktor yang berhubungan pada mantan pecandu narkoba. Implementasi penelitian, diharapkan agar mantan pecandu narkoba yang akan menjalani kehidupan selajutnya dapat mengembangkan peran optimisme dalam dirinya agar dapat mencapai kualitas hidup yang baik.
Komitmen Organisasi Dan Burnout Pada Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Agrayni Toding; Arthur Huwae
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i1.4258

Abstract

Komitmen organisasi merupakan hal penting yang patut dimiliki seseorang dalam berorganisasi. Komitmen organisasi dibutuhkan agar meminimalisir terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan burnout pada fungsionaris LK fakultas psikologi UKSW. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu, terdapat hubungan negatif antara komitmen organisasi dengan burnout pada fungsionaris LK fakultas psikologi UKSW. Semakin tinggi komitmen organisasi, maka semakin rendah burnout yang dialami fungsionaris LK fakultas Psikologi UKSW. Sebaliknya, semakin rendah komitmen organisasi, maka semakin tinggi burnout yang dialami fungsionaris LK fakultas Psikologi UKSW. Metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu fungsionaris LK fakultas Psikologi UKSW dengan teknik sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh dimana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Data yang terkumpul di uji menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dengan bantuan program komputer IBM SPSS Statistic 21. Diperoleh hasil uji hipotesis nilai korelasi sebesar -0,615 dengan sig = 0,000 (p < 0,01) maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara komitmen organisasi dengan burnout. Artinya, semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki, maka kecenderungan burnout yang ada dalam diri fungsionaris LK semakin rendah. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Kata Kunci: Komitmen organisasi, burnout, fungsionaris, lembaga kemahasiswaan.
Apakah Overprotektif Orang Tua Berkorelasi Dengan Agresivitas? Studi Pada Mahasiswa Rantau Asal Daerah Yang Pernah Berkonflik Sosial Marice Meigy Wattimena; Arthur Huwae
Jurnal Psikologi Integratif Vol 11, No 1 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2478

Abstract

Aggressive behavior is a form of action whose purpose is to hurt or injure another person, physically or verbally. There are several factors behind the emergence of aggressive behavior, one of which is overprotective parenting. Overprotective parenting causes children to feel pressured and less free. Moving on from this, this study aims to find out the correlation between overprotective parents and the aggressiveness of wander students from regions who have had social conflicts. The research method used is correlational quantitative. The study participants were 60 students who came from areas that had experienced social conflict (Moluccas, Papua, Central Borneo and Central Sulawesi) using the incidental sampling technique. Data collection used the Parent Overprotectiveness Scale (α = 0.863) and the Aggressiveness Scale (α = 0.898). The research results prove that the research hypothesis is accepted (r = 0.387 and sig. = 0.002). It can be concluded that the increased aggressiveness of wander students from regions who have had social conflicts is due to an increase in parental overprotectiveness. Perilaku agresif merupakan bentuk tindakan yang tujuannya meyakiti atau melukai orang lain, secara fisik maupun verbal. Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi timbulnya perilaku agresif, salah satunya pola pengasuhan orang tua yang overprotektif. Pengasuhan orang tua yang overprotektif menyebabkan anak merasa tertekan dan kurang bebas. Beranjak dari hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan mencari tahu korelasi antara overprotektif orang tua dan agresivitas mahaswa rantau asal daerah yang pernah berkonflik sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian sebanyak 60 mahasiswa yang berasal dari daerah yang pernah berkonflik sosial (Maluku, Papua, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah) dengan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Overprotektif Orang Tua (α = 0,863) dan Skala Agresivitas (α = 0,898). Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima (r = 0,387 dan sig. = 0,002). Dapat disimpulkan bahwa meningkatnya agresivitas mahasiswa rantau asal daerah yang pernah berkonflik sosial, karena adanya peningkatan overprotektif orang tua yang diterapkan.
PROBLEMATIKA STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHUN PERTAMA: BAGAIMANA KETERHUBUNGANNYA DENGAN KONSEP DIRI? Anetha Ferderika Juniasi; Arthur Huwae
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2530

Abstract

ABSTRACTBeing a student is the most dreamed-of thing, especially for first-year students who have just entered the world of lectures. However, when living life in the world of lectures it is not uncommon to find difficulties in the process. These obstacles make students tend to experience stress. The stress experienced by these students is certainly influenced by a variety of different stressors. Therefore, this study aims to determine the correlation between self-concept and academic stress of first-year students at UKSW. In the study, a correlational quantitative method was used. A total of 302 first-year students at UKSW became participants using the incidental sampling technique. Data collection used Self Concept Scale (α = 0.894) and Academic Stress Scale (α = 0.900). The results prove that the hypothesis is rejected, meaning that self-concept is not significantly negatively related to the academic stress of first-year students at UKSW.Keywords: Self-Concept, Academic Stress, First-year Students.  ABSTRAKMenjadi mahasiswa adalah hal yang paling diimpikan khususnya bagi mahasiswa tahun pertama yang baru memasuki dunia perkuliahan. Namun, ketika menjalani kehidupan di dunia perkuliahan tidak jarang ditemukan kesulitan dalam prosesnya. Hambatan tersebut membuat mahasiswa cenderung rentang mengalami stres. Stres yang dialami mahasiswa tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam stressor yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara konsep diri dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW. Pada penelitian, menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sebanyak 302 orang mahasiswa tahun pertama di UKSW yang menjadi pastisipan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Self Concept Scale (α = 0,894) dan Academic Stress  Scale (α = 0,900). Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis ditolak, artinya konsep diri tidak berhubungan negatif signifikan dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW.Kata Kunci : Konsep Diri, Stres Akademik, Mahasiswa tahun pertama.
Effect of physical activity based on traditional games on the psychological well-being of elementary school children. Dennys Christovel Dese; Arthur Huwae; Panji Arvino Putra Nugraha
Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Vol 13, No 1 (2023): VOLUME 13 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jm.v13i1.3150

Abstract

A holistic learning program is essential to provide high-quality human resources (HR) in the education system. An optimal human resource is attained through a healthy child development process physically and psychologically. Children will experience physical, cognitive, emotional, and psychosocial changes or the child development phase. This study aims to identify the effect of traditional game-based physical activities on the psychological well-being of elementary school children at MI Sabilul Huda Jimbaran. The qualitative experimental method, particularly a one-group pretest-posttest design, was applied as the research design. Moreover, the research instrument employed the questionnaire by purposively involving 80 students selected from fourth and fifth grade. They were the students of MI Sabilul Huda Jimbaran. This study's data analysis covers validity, reliability, normality, and hypothesis tests. The results indicated that physical activities based on traditional games significantly affect elementary school children's psychological well-being. Keywords: traditional games, psychological well-being, elementary school students
ReligiositReligiositas dan Kebahagiaan pada Keluarga yang Menjalankan Ritual To Makula’ di Tana Torajaas dan Kebahagiaan pada Keluarga yang Menjalankan Ritual To Makula’ di Tana Toraja Anugerah Arianto Pasauran; Arthur Huwae
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 22, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v22i1.4865

Abstract

Kebahagiaan merupakan hal yang diinginkan oleh semua orang termasuk keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Pencapaian kebahagiaan melibatkan berbagai faktor, salah satunya ialah religiositas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan kebahagiaan pada keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Sebanyak 40 keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja menjadi partisipan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Skala yang digunakan terdiri dari skala religiositas dan skala kebahagiaan. Hasil uji hipotesis dari nilai Pearson correlation sebesar 0,014 dengan signifikansi 0,467 (p0,05), yang menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ditolak. Hasil ini mengindikasikan bahwa religiositas bukan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kebahagiaan pada keluarga yang menjalankan ritual To Makula’ di Tana Toraja. Artinya, ketika terjadi peningkatan atau penurunan religiositas, tidak ada kaitannya dengan peningkatan atau penurunan kebahagiaan.
Kesepian Dan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Di Lembaga Pemasyarakatan Ambon Marshanda Mozes; Arthur Huwae
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.1829

Abstract

Pada kenyataannya, menjadi remaja yang harus menjalani kehidupan selama bertahun-tahun di lembaga pemasyarakatan bukanlah hal yang mudah. Perubahan pola hidup sebelum berada di lembaga pemasyarakatan tentunya dapat menjadi tekanan tersendiri bagi mereka yang menjalaninya. Tekanan inilah yang cenderung mengakibatkan remaja menyikapi apa yang terjadi dalam kehidupannya secara negatif sehingga memunculkan perasaan-perasaan negatif dalam dirinya seperti kecemasan, stres, dan kesepian. Ketika remaja belum dapat terbebas dari perasaan negatif yang membelenggu dirinya, hal ini dapat menunjukkan bahwa remaja tersebut memiliki kesejahteraan psikologis yang tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kesejahteraan psikologis pada remaja di LAPAS Kelas II dan LPKA Kelas II Ambon. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 39 remaja yang berusia 12-21 tahun serta berada di LAPAS Kelas II dan LPKA Kelas II Ambon menjadi partisipan dalam penelitian ini yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran penelitian menggunakan UCLA Loneliness Scale (Third version) (α = 0,817) dan Ryff Psychological Well-Being Scale  (α = 0,922). Metode analisis data penelitian menggunakan uji correlation product moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kesepian dengan kesejahteraan psikologis (r = -0,269 dan sig. = 0,049 (p<0,05) ). Hal ini mengindikasikan bahwa kesepian menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan rendahnya kesejahteraan psikologis remaja di LAPAS dan LPKA Kelas II Ambon. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya tindak lanjut dari instansi untuk memperhatikan perkembangan anak/warga binaan dengan menyediakan program-program yang dapat membantu remaja membangun hubungan sosial antar sesama anak/warga binaan agar remaja terhindar dari perasaan sepi, sehingga bisa melihat diri dan lingkungannya dengan lebih positif.
Harga diri dan resiliensi pada perempuan dewasa awal yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga Sherly Faulina Sianturi; Arthur Huwae
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v9i2.14488

Abstract

Working as the breadwinner of the family is generally done by men. However, in the current era, women are also the backbone of the family, especially women in early adulthood. Various problems faced by early adult women who work as the backbone of the family have an impact on individual resilience. To achieve good resilience, good self-esteem is needed so that individuals can overcome the problems they face. This study aims to determine the relationship between self-esteem and resilience in early adult women who work as the backbone of the family. Quantitative correlational design is the method employed. The sample in this study amounted to 119 participants aged 20-40 years using incidental sampling. The research measurement used the Self-Esteem Inventory (a = .938) and the Adult Resilience Scale (a = .922). The research data analysis method used the Spearman Rho correlation test. The results showed that there was a significant positive relationship between self-esteem and resilience in young adult women who worked as the backbone of the family (r = .495 and sig. = .000). Self-esteem makes an effective contribution of 24.5% to resilience. This indicates that self-esteem is one of the factors associated with increased resilience. It is expected that early adult women who work as the backbone of the family will maintain good self-esteem every day to achieve good resilience in overcoming any problems in their lives.
Co-Authors Abi Gael Seribuena Br Singarimbun Adriana Sainafat Aginda, Odelia Sabrina Putri Agrayni Toding Agustin Grace Alfeudi Prasetyo Aisha Saverina Putri Alessandra Florensya Saija Andriani, Gresia Aneta Larasati Gondokusumo Anetha Ferderika Juniasi Angelita Sihotang Anggela Meilinda Anggi Oktapia S Anugerah Arianto Pasauran Asha Kamangat Tanjung Astrid Maria Lasamahu Aura Fajar Kumalasari Aurora Putri Marshanda Badar, Natalie Hizkia Christina Briany Julian Putri Wahyu Cantika, Bernada Chrisseyaningtyas, Dila Christiana Hari Soetjiningsih Christine Marcellin Young Daniel Panggabean Dano, Sarni Destomawati Darrel Samuel Maukar Dartono, Etwin Datuchtidha, Shofiatun Dennys Christovel Dese DESI NATALIA, DESI Desri Marianty Tanga Wila Devi, Jessica Sekar Adhika Devi, Karisma Chandra Devita Madiuw Dewi, Hardini Sabatiana Dian Thiofany Sopacua Dince Deti Fenina Djasmita, Ketrin Putri Eiredania Rynewati Terok Elinda, Bertha Erik Gunawan Eunike Adelya Elaina Sahertian Eunike Claudia Pingkan Hetharia Eunike Ivana Hartantio Eunike Vesca Pakau Feby Manuhutu Feby Valentien Felani Omie Timpal Felly Zefanya Lasamahu Galdies Betsi Lembang Giarto, Nicky Angelica Glenis Veronica Toripa Gloria Kumaat Monintja Gondokusumo, Aneta Larasati Graciella Florence Kusila Gratia Militia Christy Tumiwan Gratia Yahwelin Tumion Hana Pratiwi Putri Hizkia Caesaryo Pehala Rondonuwu Hutahaean, Kearin Evelyn Hutapea, Gabriel Gabe Hutapea, Monang Abednego Ika Oktafia Imbiri, Alfian Alexander Pubelius Intan Injili Mumek Intan Injili Mumek Isliko, Eriska Debora Jean Michelle Madeline Sallata Jil Eltha Sopaheluwakan Joan Herly Herwawan Kabelen, Yosepha Putri Karisma Chandra Devi Karunia Dewi Nainggolan Kastanya, Lidia Kehi, Kheren Kenzia Angela Ketrin Putri Djasmita Kohunusa, Yoan Komang Merisa Naraswari Zarinathi Kristalin Rumengan Kuway, Hana Gracya Lapian, Bulaniktya Lasut, Linqa Gracia Ferilya Lavenia Lintin Lembang, Galdies Betsi Lembang, Irsah Bunga Leobety, Mira Yunita Lessy, Putri Pratiwi Lestari, Tut Wuri Tri Lia Yohana Santoso Mage, Mernon Yerlinda Carlista Maharani, Dhea Lhaksmita Makanuay, Almince Jessica Malaikosa, Sandy Chandra Jesmen Mangundap, Faldi Putra Manuhutu, Venessya Marannu, Gitareja Maega Margeljeunita Taneo Maria Prima Novita Marice Meigy Wattimena Marrijda Rugebregt, Joanne Marshanda Mozes Maukar, Darrel Samuel Meisya, Angeline Melani Wasti Tanesib Michael Wijaya Militya Christy Melalondo Mindie Eugene Puteri Alfares Naklui, Dorlin Sebereti Natanael Tertius Gabriel Pelealu Natasha, Neysa Nathan, Felicia Christofani Ndoloe, Angel Lidiandri Mutiara Noya, Qaraan Cotje Nugroho, Dimas Dwi Nugroho, Veronica Tiffani Nurhamidin, Jeskhia Padang, Rindu Rosa Hadelina Panji Arvino Putra Nugraha Paramartha, Bianda Pasalbessy, Alex Fernando Pasangkin, Femi Pirade, Victoria Jeanet Pongdatu, Laurenzia Putri Salo Prabandari, Ruby Bulan Prastiwi, Hana Budi Pratama, Rega Pandu Put'ri Modu Putra, Anugrah Imam Sarwono Putra, Ivandro Arsena Putri Ivana Kezia Tamon Putri, Cynthia Andini Rahel Julia Natali Rahman , Syahnur Rani, Mareta Darma Sylva Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Renata, Reyna Rey Anggita Laurance Suparman Reynardo, Bernardin Dicky Rian Ishak Nubatonis Rikumahu, Marchya Carina Exaudy Rindu Rosa Hadelina Padang Rizky Chandra, Rizky Rondonuwu, Hizkia Caesaryo Pehala Rotua M Siregar Rugebregt, Joanne Marrijda Rugebregt, Joanne Marrijda Ruly Feby Kurniasari Sabanari, Enjelita Putri Sahertian, Eunike Adelya Elaina Saija, Alessandra Flowrence Sakerebau, I.E.P. Ombaga Santi Herawati Sherly Faulina Sianturi Sicilia Tandi Bua Simamora, Yosephin L.A.H Simbolon, Sherina Vioni Siregar, Rotua M Siwalette, Irene Cecilia Sopaheluwakan, Jil Eltha Srituka, Salsa Cheryl Stella Karlina Prabowo Stifhany Angelina Bata Subagyo, I Gede Yulian Nato Sugiarto, Robertha Delvia Sugiharto, Jessica Putri Tanesib, Melani Wasti Tantami, Elisabeth Dian Kurnia Tasijawa, Fandro Armando Tatiwakeng, Rigel Jendrico Tiara Natania Rantelaen Tirta, Olivia Aldora Maria Toha, Farhan Tumion, Gratia Yahwelin Valensya Yeslin Tomasoa Vanny Leutualy Wahyu, Briany Julian Putri William Andre Wiwit Novi Febrianti Wulandari, Agni Kurnia Zarinathi, Komang Merisa Naraswari Zasendy Rehena Za’rani Zefanya Mikha Hombokau