p-Index From 2021 - 2026
17.777
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Psikologi JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Jurnal Psikologi Indonesian Journal of Disability Studies Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Counsellia Jurnal Psikologi Integratif AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Mirai Management SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL DIVERSITA Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Philanthropy: Journal of Psychology Motiva: Jurnal Psikologi GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Journal of Psychology and Instructions Bisma The Journal of Counseling Jurnal Ilmu Perilaku JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JOURNAL OF SPORT EDUCATION (JOPE) Psikostudia : Jurnal Psikologi Psibernetika PSIKOVIDYA Jurnal Psikohumanika Psikologi Prima Jurnal Pendidikan dan Konseling Psychocentrum Review ANIMA Indonesian Psychological Journal Indonesian Journal of Islamic Psychology Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Bulletin of Counseling and Psychotherapy Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Journal of Psychological Perspective Jurnal Psikologi Malahayati G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Majalah Kesehatan Indonesia Economics and Digital Business Review COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Journal of Community Mental Health and Public Policy Journal La Sociale Kafa’ah: Journal of Gender Studies Molucca Medica Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal Social Library Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Media Bina Ilmiah Innovative: Journal Of Social Science Research Karya Kesehatan Siwalima Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Indonesian Journal of Islamic Psychology
Claim Missing Document
Check
Articles

Kerasnya Hidup Ditengah Keluarga Broken Home Perceraian: Pengaruh Religiositas Terhadap Psychological Distress Pada Remaja Pirade, Victoria Jeanet; Huwae, Arthur
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas terhadap psychological distress pada remaja keluarga broken home perceraian. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan desain analisis regresi. Partisipan dalam penelitian ini sebanyakl 141 remaja broken home yang diambil menggunakan teknik snow ball sampling. Pengukuran menggunakan The Centrality of Religiosity Scale (CRS) (α=0,901) dan Kessler Psychological Distress Scale (α=0,909). Metode yang digunakan dalam analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas tidak berpengaruh terhadap psychological distress (t = 1,197  dan sig. = 0,233). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang memengaruhi psychological distress remaja dari keluarga broken home. Implikasi dalam penelitian ini adalah perlu adanya tindakan yang dapat meningkatkan religiositas remaja dari keluarga broken home, supaya remaja broken home memiliki keseimbangan dalam pendidikan dan kehidupannya sehingga dapat menurunkan psychological distress yang dialaminya. Penelitian yang akan datang diharapkan dapat merancang cara menurunkan psychological distress pada remaja broken home dari keluarga yang bercerai. Kata kunci: religiositas, remaja, broken home, psychological distress, indonesia
Regulasi Emosi dan Subjective Well-Being Pada Fungsionaris Lembaga Kemahasiswa Lasut, Linqa Gracia Ferilya; Huwae, Arthur
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i2.25107

Abstract

Menjalankan peran sebagai fungsionaris lembaga kemahasiswaan memiliki tantangan miskomunikasi, perbedaan pendapat, serta pengorbanan,sehingga menyebabkan tekanan dan kesulitan dalam mengelola emosi yang berdampak pada subjective well-being. Upaya mencapai kebahagiaan dapat melalui regulasi emosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan subjective well-being pada fungsionaris lembaga kemahasiswaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analisis korelasi. Subjek penelitian adalah 204 dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Emotional Regulation Questionnaire,  Satisfaction with Life Scale(SWLS) dan PANAS. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan subjective well-being (r=0,258 dan sig= 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa regulasi emosi menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan meningkatnya subjective well-being fungsionaris lembaga kemahasiswaan. Implikasi dari penelitian ini adalah para fungsionaris lembaga kemahasiswaan diberikan ruang untuk berpendapat dan menghindari permasalahan seperti perbedaan pendapat antar sesama fungsionaris dengan mengelola emosi yang baik agar mencapai subjective well-being yang baik pula. 
Academic Hardiness and Healthy Lifestyle Behavior on Student Athletes Wijaya, Michael; Huwae, Arthur
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/peshr.v13i2.1777

Abstract

This study aims to determine the relationship between academic hardiness and healthy lifestyle behavior in student athletes. The method used is quantitative with a correlational design. The data analysis method employed the Karl Pearson product-moment correlation test. The population in this study were all student athletes, in this case including high school students and university students in Indonesia. A total of 174 student athletes participated in the study using snowball sampling technique. The research measurements used the Revised Academic Hardiness Scale (α = 0.898) and The Health-Promoting Lifestyle Profile II (α = 0.885).  The results showed a significant positive relationship between academic hardiness and healthy lifestyle behavior (r = 0.161 and sig. = 0.017). This indicates that academic hardiness is one of the factors associated with the improvement of healthy lifestyle behavior in student athletes. The implications of this research suggest that future researchers should focus on studying student athletes who reside in athletic dormitories or attend schools or universities with a sports-based curriculum and are also recipients of sports scholarships.
Work Engagement Dan Burnout Pada Karyawan Produksi Di Cv Yang Bergerak Di Bidang Karoseri Bis Pratama, Rega Pandu; Huwae, Arthur
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i3.6222

Abstract

Karyawan produksi di CV yang bergerak di bidang karoseri bis, di tuntut untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi job desk mereka, dalam pemberian jasa yang dilakukan, karyawan produksi pasti memiliki target yang di berikan oleh atasan, mengakibatkan kelelahan secara fisik maupun emosional yang di sebut dengan burnout, problematika karyawan produksi di CV yang bergerak di bidang karoseri bis membuat ketidaktercapainnya semangat kerja yang di sebut dengan work engagement, dan berakibat pada kelelahan fisik atau emosional yang di sebut dengan burnout dan dapat berimbas pada kualitas pemberian jasa karyawan produksi, untuk menurangi burnout yang muncul, maka di perlukan semangat kerja, dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan, dan kosentrasi terhadap pekerjaan yang di sebut dengan work engagement. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan hubungan antara work engagement dengan burnout pada karyawan produksi di CV yang beregerak di bidang karoseri bis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah karyawan produksi yang berjumlah 110 orang menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran menggunakan Utrecht Work Engagement Scale ( = 0,798) dan The Maslach-Trisni Burnout Inventory ( = 0,837). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara work engagement dengan burnout pada karyawan produksi di CV yang bergerak di bidang karoseri bis. Hal ini mengindikasikan bahwa work engagement menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan burnout pada karyawan produksi di CV yang bergerak di bidang karoseri bis. Implementasi penelitian, di harapkan agar katyawan produksi di CV yang bergerak di bi bidang karoseri bis, agar tetap meningkatkan work engagement yang di milikinya untuk tetap semangat dalam melakukan pekerjaan, sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan burnout pada karyawan produksi yang muncul rendah.
RESILIENSI DAN KEBAHAGIAAN PADA CAREGIVER ODGJ Marannu, Gitareja Maega; Huwae, Arthur
Psikologi Prima Vol. 6 No. 1 (2023): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v6i1.3716

Abstract

In various professions, work is often faced with pressure and risk from every task and responsibility undertaken. The same thing also happened to ODGJ caregivers when carrying out their duties. It becomes a challenge for caregivers to provide optimal services and assistance to ODGJ, which must be interpreted joyfully. Regardless of the role, as a caregiver, you must form good self-resilience to carry out your duties. Therefore, this study aims to determine the relationship between resilience and happiness in ODGJ caregivers. The method used is a quantitative correlation. A total of 35 ODGJ caregivers became participants through the snowball sampling technique. The measurement uses a resilience scale and a happiness scale. The study's results showed a significant positive relationship between resilience and happiness in caregivers of ODGJ (r = 0.499 and sig. = 0.001). This indicates that resilience is one of the factors related to the increased happiness experienced by ODGJ caregivers in carrying out their duties and responsibilities.
Wander Alone: Study of Psychological Well-Being and Loneliness of Students with Disabilities: [Merantau Sendiri: Studi Kesejahteraan Psikologis dan Kesepian Mahasiswa Difabel] Andriani, Gresia; Huwae, Arthur
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v39i1.5333

Abstract

“Wandering” is a form of exploring education for every individual, especially when they want to enter higher education. Becoming a student wanderer, especially for students with disabilities is a challenge for every individual because of various problems that affect individual loneliness. This is inseparable to psychological well-being, and therefore, this study aims to determine the relationship between psychological well-being and loneliness of student wanderers with disabilities. The study method is quantitative with correlational design. A total of 76 student wanderers with disabilities who studied at Universitas Brawijaya were recruited as study participants utilizing total sampling. Measurements utilized the Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (α = .923) and the Revised University of California, Los Angeles (R-UCLA) Loneliness Scale Version 3 (α = .848). Study results prove that psychological well-being is correlated with the loneliness of student wanderers with disabilities (r = - .452; sig. = .000; p < .01), indicating that psychological well-being is one of the factors related to loneliness in student wanderers with disabilities. Merantau menjadi salah satu bentuk pengeksplorasian pendidikan bagi tiap individu secara khusus ketika hendak masuk perguruan tinggi. Menjadi mahasiswa yang merantau, terlebih bagi mahasiswa difabel, merupakan tantangan tersendiri bagi tiap individu karena berbagai permasalahan yang berdampak pada kesepian individu. Hal ini tidak terlepas dari kesejahteraan psikologis, dan maka dari itu itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesejahteraan psikologis dan kesepian mahasiswa difabel yang merantau. Metode studi adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 76 mahasiswa difabel yang merantau dan berkuliah di Universitas Brawijaya dijadikan sebagai partisipan studi dengan total sampling. Pengukuran variabel menggunakan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (α = 0,923) dan Revised University of California, Los Angeles (R-UCLA) Loneliness Scale Version 3 (α = 0,848). Hasil studi membuktikan bahwa kesejahteraan psikologis berkorelasi dengan kesepian mahasiswa difabel yang merantau (r = - 0,452; sig. = 0,000; p < 0,01), mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kesepian pada mahasiswa difabel yang merantau.
Dukungan Sosial, Resiliensi, dan Kepuasan Pernikahan Studi Cross-Sectional pada Pasangan yang memutuskan untuk Childfree di Indonesia Hutahaean, Kearin Evelyn; Huwae, Arthur
Psychocentrum Review Vol 7, No 2 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.723942

Abstract

Di Indonesia, pasangan yang menikah dan memutuskan untuk tidak memiliki anak (childfree) bukanlah hal yang mudah karena keputusan tersebut sering menimbulkan berbagai persoalan dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analisis regresi linier berganda. Sebanyak 1.201 pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak dijadikan partisipan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Multidimensional Scale of Perceived Social Support (α = 0,757), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) (α = 0,873), dan ENRICH Marital Satisfaction Scale (α = 0,873). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak (F = 7.863,76; sig. = 0,000). Secara khusus, dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (t = 9,634; sig. = 0,000). Demikian pula, resiliensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (t = 36,749; sig. = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa dalam memilih untuk hidup tanpa anak, pasangan perlu memiliki keseimbangan antara dukungan sosial yang memadai dan kemampuan resiliensi yang baik agar tetap dapat merasakan kepuasan dalam pernikahan yang dijalani.
Kesepian, Kontrol Diri dan Nomophobia pada Remaja di Indonesia Putri, Cynthia Andini; Huwae, Arthur
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15110

Abstract

Riset menunjukkan bahwa 85% anak di Indonesia menggunakan dan mengalami ketergantungan terhadap smartphone. Ketergantungan terhadap smartphone hingga menyebabkan perasaan cemas ketika berada jauh dan tidak dapat mengakses smartphone merupakan indikasi adanya nomophobia atau no mobile phone phobia. Kesepian dan kontrol diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya nomophobia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prediktor kesepian dan kontrol terhadap nomophobia yang dialami oleh remaja di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 500 remaja yang berusia 12-21 tahun dari berbagai daerah di Indonesia, yang diperoleh menggunakan teknik sampling insidental. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linear berganda. Instrumen penelitian terdiri dari UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale Version 3 (α=0,922), Skala Kontrol Diri (α=0,840), dan Nomophobia Questionnaire (α=0,945). Hasil analisa membuktikan bahwa kesepian dan kontrol diri secara bersama-sama tidak menjadi prediktor terhadap nomophobia. Namun, secara spesifik kesepian menjadi prediktor secara signifikan terhadap nomophobia, sedangkan kontrol diri tidak menjadi prediktor secara signifikan terhadap nomophobia. Temuan ini mengindikasikan perlunya upaya untuk mengurangi rasa kesepian guna meminimalisir terjadinya nomophobia pada remaja.
KECEMBURUAN DAN AGRESIVITAS PADA PASANGAN YANG BERPACARAN BEDA SUKU DI INDONESIA Lapian, Bulaniktya; Huwae, Arthur
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6210

Abstract

Usia dewasa awal merupakan fase di mana individu mulai menjalin hubungan romantis, termasuk dengan pasangan beda suku, yang umum terjadi di Indonesia. Hubungan semacam ini memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah kecemburuan yang dapat memicu agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecemburuan terhadap agresivitas pada pasangan yang berpacaran beda suku. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analisis regresi. Partisipan berjumlah 211 individu yang berpacaran beda suku, diperoleh melalui teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan yaitu Multidimensional Jealousy Scale (MJS) dan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Analisis data menggunakan regresi (ANOVA) menunjukkan bahwa kecemburuan berpengaruh signifikan terhadap agresivitas (t = 2,609; p = 0,010). Semakin tinggi tingkat kecemburuan, semakin tinggi pula agresivitas dalam hubungan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengendalian kecemburuan guna mencegah agresivitas dalam hubungan beda suku. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan strategi untuk menciptakan hubungan harmonis.
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN PSYCHOLOGICAL DISTRESS PADA REMAJA GENERASI Z Cantika, Bernada; Huwae, Arthur
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan psychological distress pada remaja Generasi Z. Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap tekanan social, terutama dari kelompok sebaya. Generasi Z yang tumbuh di era digital dengan penggunaan media social tinggi lebih beresiko mengalami kecemasan dan depresi. Penlitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi bivariat. Partisipan berjumlah 223 remaja usia 15-21 tahun. Instrumen yang digunakan adalah The Conformity Scale dan Psychological Distress K-10 Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman melalui SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas dan psychological distress. Mayoritas responden memiliki tingkat konformitas tinggi (83,9%) dan psychological distress tinggi (87,4%).
Co-Authors Abi Gael Seribuena Br Singarimbun Adriana Sainafat Aginda, Odelia Sabrina Putri Agrayni Toding Agustin Grace Alfeudi Prasetyo Aisha Saverina Putri Alessandra Florensya Saija Andriani, Gresia Aneta Larasati Gondokusumo Anetha Ferderika Juniasi Angelita Sihotang Anggela Meilinda Anggi Oktapia S Anugerah Arianto Pasauran Asha Kamangat Tanjung Astrid Maria Lasamahu Aura Fajar Kumalasari Aurora Putri Marshanda Badar, Natalie Hizkia Christina Briany Julian Putri Wahyu Cantika, Bernada Chrisseyaningtyas, Dila Christiana Hari Soetjiningsih Christine Marcellin Young Daniel Panggabean Dano, Sarni Destomawati Darrel Samuel Maukar Dartono, Etwin Datuchtidha, Shofiatun Dennys Christovel Dese DESI NATALIA, DESI Desri Marianty Tanga Wila Devi, Jessica Sekar Adhika Devi, Karisma Chandra Devita Madiuw Dewi, Hardini Sabatiana Dian Thiofany Sopacua Dince Deti Fenina Djasmita, Ketrin Putri Eiredania Rynewati Terok Elinda, Bertha Erik Gunawan Eunike Adelya Elaina Sahertian Eunike Claudia Pingkan Hetharia Eunike Ivana Hartantio Eunike Vesca Pakau Feby Manuhutu Feby Valentien Felani Omie Timpal Felly Zefanya Lasamahu Galdies Betsi Lembang Giarto, Nicky Angelica Glenis Veronica Toripa Gloria Kumaat Monintja Gondokusumo, Aneta Larasati Graciella Florence Kusila Gratia Militia Christy Tumiwan Gratia Yahwelin Tumion Hana Pratiwi Putri Hizkia Caesaryo Pehala Rondonuwu Hutahaean, Kearin Evelyn Hutapea, Gabriel Gabe Hutapea, Monang Abednego Ika Oktafia Imbiri, Alfian Alexander Pubelius Intan Injili Mumek Intan Injili Mumek Isliko, Eriska Debora Jean Michelle Madeline Sallata Jil Eltha Sopaheluwakan Joan Herly Herwawan Kabelen, Yosepha Putri Karisma Chandra Devi Karunia Dewi Nainggolan Kastanya, Lidia Kehi, Kheren Kenzia Angela Ketrin Putri Djasmita Kohunusa, Yoan Komang Merisa Naraswari Zarinathi Kristalin Rumengan Kuway, Hana Gracya Lapian, Bulaniktya Lasut, Linqa Gracia Ferilya Lavenia Lintin Lembang, Galdies Betsi Lembang, Irsah Bunga Leobety, Mira Yunita Lessy, Putri Pratiwi Lestari, Tut Wuri Tri Lia Yohana Santoso Mage, Mernon Yerlinda Carlista Maharani, Dhea Lhaksmita Makanuay, Almince Jessica Malaikosa, Sandy Chandra Jesmen Mangundap, Faldi Putra Manuhutu, Venessya Marannu, Gitareja Maega Margeljeunita Taneo Maria Prima Novita Marice Meigy Wattimena Marrijda Rugebregt, Joanne Marshanda Mozes Maukar, Darrel Samuel Meisya, Angeline Melani Wasti Tanesib Michael Wijaya Militya Christy Melalondo Mindie Eugene Puteri Alfares Naklui, Dorlin Sebereti Natanael Tertius Gabriel Pelealu Natasha, Neysa Nathan, Felicia Christofani Ndoloe, Angel Lidiandri Mutiara Noya, Qaraan Cotje Nugroho, Dimas Dwi Nugroho, Veronica Tiffani Nurhamidin, Jeskhia Padang, Rindu Rosa Hadelina Panji Arvino Putra Nugraha Paramartha, Bianda Pasalbessy, Alex Fernando Pasangkin, Femi Pirade, Victoria Jeanet Pongdatu, Laurenzia Putri Salo Prabandari, Ruby Bulan Prastiwi, Hana Budi Pratama, Rega Pandu Put'ri Modu Putra, Anugrah Imam Sarwono Putra, Ivandro Arsena Putri Ivana Kezia Tamon Putri, Cynthia Andini Rahel Julia Natali Rahman , Syahnur Rani, Mareta Darma Sylva Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Renata, Reyna Rey Anggita Laurance Suparman Reynardo, Bernardin Dicky Rian Ishak Nubatonis Rikumahu, Marchya Carina Exaudy Rindu Rosa Hadelina Padang Rizky Chandra, Rizky Rondonuwu, Hizkia Caesaryo Pehala Rotua M Siregar Rugebregt, Joanne Marrijda Rugebregt, Joanne Marrijda Ruly Feby Kurniasari Sabanari, Enjelita Putri Sahertian, Eunike Adelya Elaina Saija, Alessandra Flowrence Sakerebau, I.E.P. Ombaga Santi Herawati Sherly Faulina Sianturi Sicilia Tandi Bua Simamora, Yosephin L.A.H Simbolon, Sherina Vioni Siregar, Rotua M Siwalette, Irene Cecilia Sopaheluwakan, Jil Eltha Srituka, Salsa Cheryl Stella Karlina Prabowo Stifhany Angelina Bata Subagyo, I Gede Yulian Nato Sugiarto, Robertha Delvia Sugiharto, Jessica Putri Tanesib, Melani Wasti Tantami, Elisabeth Dian Kurnia Tasijawa, Fandro Armando Tatiwakeng, Rigel Jendrico Tiara Natania Rantelaen Tirta, Olivia Aldora Maria Toha, Farhan Tumion, Gratia Yahwelin Valensya Yeslin Tomasoa Vanny Leutualy Wahyu, Briany Julian Putri William Andre Wiwit Novi Febrianti Wulandari, Agni Kurnia Zarinathi, Komang Merisa Naraswari Zasendy Rehena Za’rani Zefanya Mikha Hombokau