p-Index From 2021 - 2026
19.532
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Psikologi JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Jurnal Psikologi Indonesian Journal of Disability Studies Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Counsellia Jurnal Psikologi Integratif AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Mirai Management SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL DIVERSITA Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Philanthropy: Journal of Psychology Motiva: Jurnal Psikologi GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Journal of Psychology and Instructions Bisma The Journal of Counseling Jurnal Ilmu Perilaku JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JOURNAL OF SPORT EDUCATION (JOPE) Psikostudia : Jurnal Psikologi Psibernetika PSIKOVIDYA Jurnal Psikohumanika Psikologi Prima Jurnal Pendidikan dan Konseling Psychocentrum Review ANIMA Indonesian Psychological Journal Indonesian Journal of Islamic Psychology Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Bulletin of Counseling and Psychotherapy Jurnal Inovasi Penelitian Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Journal of Psychological Perspective Jurnal Psikologi Malahayati G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Majalah Kesehatan Indonesia Economics and Digital Business Review COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Journal of Community Mental Health and Public Policy Journal La Sociale Kafa’ah: Journal of Gender Studies Molucca Medica Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal Social Library Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Media Bina Ilmiah Innovative: Journal Of Social Science Research Karya Kesehatan Siwalima Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Indonesian Journal of Islamic Psychology Jurnal Psikologi Udayana
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERIMAAN DIRI DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN SALATIGA Melani Wasti Tanesib; Arthur Huwae
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6814

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan masih memandang bahwa hidup mereka kurang beruntung yang mengakibatkan ketidakbahagiaan, perasaan tidak berharga dan berbagai persoalan psikologis ketika tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari penerimaan diri terhadap kebermaknaan hidup pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi Pearson. Sebanyak 61 remaja berusia 15-18 tahun yang tinggal di panti asuhan Salatiga lebih dari 3 tahun dijadikan partisipan penelitian dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Skala Penerimaan diri (α = 0.894) dan Meaning in Life Questionnaire (α = 0.801). Hasil penelitian membuktikan bahwa penerimaan diri berhubungan positif signifikan dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan Salatiga (r = 0,423 dengan sig. = 0,000), yang berarti bahwa semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi kebermaknaan hidup, dan sebaliknya, semakin rendah penerimaan diri maka semakin rendah kebermaknaan hidup. penerimaan diri berkontribusi sebesar 17,9% terhadap kebermaknaan hidup. penerapan penerimaan diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan dapat membantu meningkatkan kebermaknaan hidup pada hidup yang mereka jalani.Kata kunci : Penerimaan Diri, Kebermaknaan Hidup, Remaja, Panti Asuhan
NEUROTICISM TRAIT PERSONALITY, SOCIAL SUPPORT, DAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati; Arthur Huwae
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i1.3684

Abstract

Perkembangan pendidikan di era digital yang juga beriringan dengan hadirnya wabah COVID-19, menyebabkan terjadinya pergeseran pembelajaran melalui sistem luring ke daring dengan begitu cepat tanpa adanya persiapan yang kuat. Keadaan ini menghasilkan gejolak mental bagi mahasiswa, sehingga mengalami ketidakberdayaan untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh neuroticism trait personality dan social support terhadap resiliensi akademik mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah kuantitatif regresi berganda. Partisipan yang dilibatkan sebanyak 427 mahasiswa, dengan menggunakan teknik convenience sampling. Skala yang digunakan terdiri dari skala resiliensi akademik, skala neuroticism trait personality, dan skala social support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh neuroticism trait personality dan social support terhadap resiliensi akademik mahasiswa. Untuk tetap memiliki mental yang sehat dalam menempuh studi, maka individu mampu untuk bangkit dan beradaptasi terhadap situasi pandemi COVID-19 yang sangat krusial, dengan terus melatih dan membentuk kepribadian yang sehat lewat stabilitas emosi, dan selalu mencari serta mendapatkan dukungan yang penuh dari lingkungan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat yang berharga bagi individu.
Hardiness and Resilience in Women Who have Spontaneous Abortions Hana Pratiwi Putri; Arthur Huwae
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v7i2.6718

Abstract

Women who experience spontaneous abortion result in various psychological impacts. To overcome this, they must have a hardiness that can help individuals become strong and resilient in the face of complex events to survive and become resilient. This study aims to examine the relationship between hardiness and resilience in women who experience spontaneous abortion. The research method used is quantitative correlation design. Participants in this study were 117 women who had spontaneous abortions using the accidental sampling technique. The measuring instruments in this study used the Hardiness scales (α = 0.857) and Adult Resilience Scale (α = 0.920). The correlation test results showed a significant positive relationship between hardiness and resilience (r = 0.256 and sig. = 0.003), indicating that hardiness is one of the factors that has a relationship with strength. The higher the hardiness, the higher the resilience in the life of women who have experienced spontaneous abortion. The character of hardiness must continue to be formed by getting used to the dynamics of every challenge that exists to help individuals be resilient to face every difficult period in life.Keywords: Hardiness, resilience, woman, spontaneous abortion.
Parenting Style and Resilience among Homosexual in Indonesia Ruly Feby Kurniasari; Arthur Huwae
Journal La Sociale Vol. 5 No. 3 (2024): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v5i3.1182

Abstract

This study aims to determine the relationship of parenting styles and resilience in homosexuals (gay) in Indonesia. The research method used is quantitative with correlational design. A total of 454 homosexuals (gay) in Indonesia are used as participants using incidental sampling techniques. The measurement of this study used the Parental Authority Questionnaire (PAQ) scale with fathers’ authoritarian parenting style (α = .868), fathers’ authoritative parenting style (α = .766), fathers’ permissive parenting style (α = .768), mothers’ authoritarian parenting style (α = .868), mothers’ authoritative parenting style (α = .843), mothers’ permissive parenting style (α = .746), and the Resilience Quotient Scale (RQ) (α = .873). Data analysis was conducted using Karl Pearson's product-moment correlation test. The results of this study indicated that there is no relationship between fathers’ authoritarian parenting style and resilience (r = .065 and sig. = .084). Likewise, for the fathers’ authoritative parenting style, it showed no relationship with resilience (r = .003 and the sig. = .472). Similarly, there was no significant relationship found between fathers’ permissive parenting style and resilience (r = -.034 and sig. = .235). The results also revealed that there is no relationship between mothers’ authoritarian parenting style and resilience (r = .008) and sig. = .435). Likewise, no significant relationship was found between mothers’ authoritative parenting style and resilience (r = .005 and sig. = .457). Furthermore, the study found no relationship between mothers’ permissive parenting style and resilience (r = .015 and sig. = .379).
Emotional Regulation and Resilience in Students with Disabilities Devi, Jessica Sekar Adhika; Huwae, Arthur
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v13i1.6379

Abstract

Education is a fundamental right for every citizen of Indonesia. However, in reality, disabled students are frequently subjected to discriminatory attitudes, frequently viewed as troublesome and pitiable individuals. The impact experienced by disabled students is that they are more likely to be easily disheartened, lack confidence, and easy experience stress. Low emotional regulation causes disabled students to be unable to control their emotions and affects their resilience. Consequently, this study aimed to determine the relationship between emotion regulation and resilience in disabled students. The research employed a quantitative method with a correlational design to determine the relationship between emotion regulation and resilience. The study's participants comprised 86 disabled students aged 18 and 27 who studied at Satya Wacana Christian University, Malang State University, and Gadjah Mada University. The sampling technique utilised snowball sampling. The Emotion Regulation Questionnaire (α=0,851) and The Connor-Davidson Resilience Scale (α=0,914) were used for the study's measurement. The findings revealed a positive relationship between emotion regulation and resilience (r=0,207, sig. = 0,028). Emotion regulation affects resilience by 4%. High emotional regulation could enhance resilience in disabled students.
Penerimaan Diri dan Subjective Well-Being pada Penyandang Difabel yang Berkarier Gratia Yahwelin Tumion; Arthur Huwae
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.7.2.140-163.2023

Abstract

Being a disabled person with a career is not easy in living a daily life in the world of work. In the work environment, people with disabilities often experience social inequality. The problems faced make it difficult for people with disabilities to achieve subjective well-being in a career due to poor self-acceptance factors. This study aims to determine the relationship between self-acceptance and subjective well-being in people with disabilities who have a career. The research method used was quantitative with a correlational design. 127 career-disabled people were used as participants in the study using a purposive sampling technique. Research data collection for self-acceptance variables using the Berger Self Acceptance Scale (BSAS) and subjective well-being variables using the Satisfaction with Life Scale (SWLS) and Positive Affect Negative Affect Scale (PANAS). The results of data analysis from the Pearson Correlation value of 0.053 and sig. = 0.283 (p > 0.05) showed that the research hypothesis was rejected, meaning there was no significant relationship with self-acceptance. This indicates that self-acceptance is not one of the factors associated with subjective well-being in people with disabilities who have a career.
Kesejahteraan Psikologis dan Psychological Distress pada Mahasiswa yang Telah Berkeluarga Darrel Samuel Maukar; Arthur Huwae
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5811

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan psychological distress pada mahasiswa yang telah berkeluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 105 mahasiswa yang telah berkeluarga dijadikan sebagai partisipan penelitian dengan menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Ryff Psychological Well-Being Scale (0,605-0,795) dan Psychological Distress K-10 Scale (0,835). Hasil penelitian berdasarkan nilai korelasi Karl Pearson sebesar 0,103 dan sig. = 0,147, yang berarti hipotesis penelitian ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesejahteraan psikologis bukan menjadi faktor yang berhubungan dengan psychological distress pada mahasiswa yang telah berkeluarga. Artinya, tinggi atau rendahnya tingkat psychological distress, tidak disebabkan oleh tinggi atau rendahnya kesejahteraan psikologis yang dialami oleh mahasiswa yang telah berkeluarga. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, psychological distress, mahasiswa berkeluarga.
Hope dan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Yang Menjalani Long Distance Relationship Intan Injili Mumek; Arthur Huwae
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5864

Abstract

Kompleksitas persoalan yang terjadi pada mahasiswa yang menjalani LDR seringkali menjadi tantangan. Selain tanggung jawab akademik dan kehidupan sosial, perpisahan jarak dengan pasangan dapat menimbulkan berbagai masalah kompleks yang mengganggu kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hope dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang menjalani LDR. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 174 mahasiswa aktif yang sedang menjalani LDR dengan rentang usia 18-24 tahun dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran menggunakan skala hope dan skala kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara hope dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang menjalani LDR ( r = 0,756 dan sig. = 0,000). Selain itu, hope juga berhubungan positif signifikan dengan masing-masing dimensi kesejahteraan psikologis mahasiswa yang menjalani LDR (p < 0,01).  Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu hope menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang menjalani LDR. Kata kunci: hope, kesejahteraan psikologis, LDR, mahasiswa
School Engagement and Academic Resilience of High School Students in Klungkung Regency Bali Komang Merisa Naraswari Zarinathi; Arthur Huwae
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5930

Abstract

This study explores the correlation between school engagement and academic resilience among high school students in Klungkung Regency, Bali, using a quantitative approach with a correlational analysis design. 243 students from five high schools were selected via simple random sampling. Measures included the School Engagement Measure (SEM)-MacArthur (α = 0.851) and the Academic Resilience Scale-30 (ARS-30) (α = 0.884). Hypothesis testing revealed a Pearson correlation value of 0.615, with a significance level of 0.000 (p<0.01), These findings demonstrate that school engagement is a factor that significantly correlates with academic resilience among high school students in Klungkung Regency, Bali. Keywords: school engagement, academic resilience, high school students.
Resiliensi Dan Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Difabel Di Indonesia Rindu Rosa Hadelina Padang; Arthur Huwae
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6088

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan subjective well-being pada mahasiswa difabel di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sebanyak 102 mahasiswa difabel di Indonesia yang menjadi partisipan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Satisfaction With Life Scale (SWLS), dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS). Hasil uji hipotesis dengan Spearman Rho’ diperoleh nilai r sebesar 0,696 dan sig. = 0,000 (p<0,01), yang berarti hipotesis diterima. Hasil ini berarti bahwa ketika terjadi peningkatan atau penurunan resiliensi, maka akan diikuti dengan peningkatan atau penurunan subjective well-being pada mahasiswa difabel di Indonesia. Dengan demikian, resiliensi dapat dijadikan sebagai sarana atau strategi mental oleh setiap mahasiswa difabel agar memudahkan diri sendiri dalam mencapai subjective well-being di kehidupan akademik maupun aktivitas hidup sehari-hari. Kata kunci: resiliensi, subjective well-being, mahasiswa difabel
Co-Authors Abi Gael Seribuena Br Singarimbun Adriana Sainafat Aginda, Odelia Sabrina Putri Agrayni Toding Agustin Grace Alfeudi Prasetyo Aisha Saverina Putri Alessandra Florensya Saija Alessandra Flowrence Saija Amanda, Michelle Felicia Andriani, Gresia Aneta Larasati Gondokusumo Anetha Ferderika Juniasi Angelita Sihotang Anggela Meilinda Anggi Oktapia S Anggraini, Skolastika Febriana Anugerah Arianto Pasauran Asha Kamangat Tanjung Astrid Maria Lasamahu Aulia Nur Setyaningrum Aura Fajar Kumalasari Aurora Putri Marshanda Badar, Natalie Hizkia Christina Briany Julian Putri Wahyu Cahya, Radya Gardinna Tyo Cantika, Bernada Chrisseyaningtyas, Dila Christiana Hari Soetjiningsih Christine Marcellin Young Daniel Panggabean Dano, Sarni Destomawati Darrel Samuel Maukar Dartono, Etwin Datuchtidha, Shofiatun Dennys Christovel Dese DESI NATALIA, DESI Desri Marianty Tanga Wila Devi, Jessica Sekar Adhika Devi, Karisma Chandra Devita Madiuw Dewi, Hardini Sabatiana Dian Thiofany Sopacua Dince Deti Fenina Djasmita, Ketrin Putri Eiredania Rynewati Terok Elinda, Bertha Erik Gunawan Eunike Adelya Elaina Sahertian Eunike Claudia Pingkan Hetharia Eunike Ivana Hartantio Eunike Vesca Pakau Feby Manuhutu Feby Valentien Felani Omie Timpal Felly Zefanya Lasamahu Gabriel Gabe Hutapea Galdies Betsi Lembang Giarto, Nicky Angelica Glenis Veronica Toripa Gloria Kumaat Monintja Gondokusumo, Aneta Larasati Graciella Florence Kusila Gratia Militia Christy Tumiwan Gratia Yahwelin Tumion Hana Pratiwi Putri Hizkia Caesaryo Pehala Rondonuwu Hutahaean, Kearin Evelyn Hutapea, Monang Abednego Ika Oktafia Imbiri, Alfian Alexander Pubelius Intan Injili Mumek Intan Injili Mumek Irsah Bunga Lembang Isliko, Eriska Debora Jean Michelle Madeline Sallata Jil Eltha Sopaheluwakan Joan Herly Herwawan Joanne Marrijda Rugebregt Kabelen, Yosepha Putri Karisma Chandra Devi Karunia Dewi Nainggolan Kehi, Kheren Kenzia Angela Ketrin Putri Djasmita Kohunusa, Yoan Komang Merisa Naraswari Zarinathi Kristalin Rumengan Kusuma, Grace Shielda Yuniar Kuway, Hana Gracya Lapian, Bulaniktya Lasut, Linqa Gracia Ferilya Lavenia Lintin Lembang, Galdies Betsi Lembang, Irsah Bunga Leobety, Mira Yunita Lessy, Putri Pratiwi Lestari, Tut Wuri Tri Lia Yohana Santoso Lidia Kastanya Lie, Agung Daniel Fhilipino Kase Lie, Khesya Margarita Kase Loahandi, Natasyah Febiyani Putri M., Stephanie Magdalena Mage, Mernon Yerlinda Carlista Maharani, Dhea Lhaksmita Makanuay, Almince Jessica Malaikosa, Sandy Chandra Jesmen Mangundap, Faldi Putra Manuhutu, Venessya Manullang, Anggi There Meyolla Marannu, Gitareja Maega Margeljeunita Taneo Maria Prima Novita Marice Meigy Wattimena Marshanda Mozes Maukar, Darrel Samuel Meisya, Angeline Melani Wasti Tanesib Michael Wijaya Militya Christy Melalondo Mindie Eugene Puteri Alfares Naklui, Dorlin Sebereti Natanael Tertius Gabriel Pelealu Natasha, Neysa Nathan, Felicia Christofani Ndoloe, Angel Lidiandri Mutiara Noya, Qaraan Cotje Nugroho, Dimas Dwi Nugroho, Veronica Tiffani Nurhamidin, Jeskhia Padang, Rindu Rosa Hadelina Palar, Riki Grahambel Panji Arvino Putra Nugraha Paramartha, Bianda Pasalbessy, Alex Fernando Pasangkin, Femi Pirade, Victoria Jeanet Pongdatu, Laurenzia Putri Salo Prabandari, Ruby Bulan Prastiwi, Hana Budi Pratama, Rega Pandu Put'ri Modu Putra, Anugrah Imam Sarwono Putra, Ivandro Arsena Putri Ivana Kezia Tamon Putri, Cynthia Andini Rahel Julia Natali Rani, Mareta Darma Sylva Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Renata, Reyna Rey Anggita Laurance Suparman Reynardo, Bernardin Dicky Rian Ishak Nubatonis Rikumahu, Marchya Carina Exaudy Rindu Rosa Hadelina Padang Rizky Chandra, Rizky Rondonuwu, Hizkia Caesaryo Pehala Rotua M Siregar Rugebregt, Joanne Marrijda Rugebregt, Joanne Marrijda Ruly Feby Kurniasari Sabanari, Enjelita Putri Sahertian, Eunike Adelya Elaina Sakerebau, I.E.P. Ombaga Santi Herawati Septia Rachma Putri Sherly Faulina Sianturi Sianturi, Sherly Faulina Sicilia Tandi Bua Simamora, Yosephin L.A.H Simbolon, Sherina Vioni Siregar, Rotua M Siwalette, Irene Cecilia Sopaheluwakan, Jil Eltha Srituka, Salsa Cheryl Stella Karlina Prabowo Stifhany Angelina Bata Subagyo, I Gede Yulian Nato Sudibyo, Rafy Qurniawan Bayu Sugiarto, Robertha Delvia Sugiharto, Jessica Putri Surenayu, Gesry Shielda Syahnur Rahman Tanesib, Melani Wasti Tantami, Elisabeth Dian Kurnia Tasijawa, Fandro Armando Tatiwakeng, Rigel Jendrico Tiara Natania Rantelaen Timpal, Felani Omie Tirta, Olivia Aldora Maria Toha, Farhan Tumengkul, Michelle M. T. Tumion, Gratia Yahwelin Valensya Yeslin Tomasoa Vanny Leutualy Wahyu, Briany Julian Putri William Andre Wiwit Novi Febrianti Wulandari, Agni Kurnia Wulandari, Baiti Nur Isnayanti Zarinathi, Komang Merisa Naraswari Zasendy Rehena Za’rani Zefanya Mikha Hombokau