Articles
Regulasi Emosi dan Stres Akademik pada Mahasiswa Asing di Indonesia
Paramartha, Bianda;
Huwae, Arthur
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/sl.v4i3.371
Menjalani peran sebagai mahasiswa asing di Indonesia, bukanlah hal yang mudah karena diperhadapkan pada perbedaan budaya secara holistik. Aspek pendidikan yang ditempuh juga memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga menimbulkan permasalahan stres akademik. Meningkat maupun menurunnya stres akademik dapat dipicu oleh faktor regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan stres akademik mahasiswa asing di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional bivariat cross-sectional yang melibatkan 101 orang mahasiswa asing yang berkuliah di Indonesia dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (α = 0,836) dan Student-Life Stress Inventory (α = 0,935). Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa asing di Indonesia (r = 0,091; p0,05). Hal ini berarti bahwa ketika terjadi peningkatan maupun penurunan stres akademik, bukan disebabkan oleh penurunan maupun peningkatan regulasi emosi mahasiswa asing di Indonesia.
Resiliensi dan Kesepian pada Remaja Broken Home Perceraian
Leobety, Mira Yunita;
Huwae, Arthur
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/sl.v4i3.372
Perceraian orang tua dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masalah mental remaja, terutama mereka yang broken home. Persoalan psikologis yang sering muncul dalam konteks ini adalah resiliensi dan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan tingkat resiliensi dengan kesepian pada remaja yang broken home akibat perceraian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasionl cross-sectional. Sebanyak 87 orang yang menjadi partisipan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. pengukuran penelitian menggunakan The Resiliency Attitudes and Skills Profile (α = 0,890) dan R-UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale Version 3 (α = 0,883). Penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan negatif signifikan antara resiliensi dan kesepian. Artinya, ketika terjadi peningkatan maupun penurunan kesepian, bukan disebabkan oleh penurunan maupun peningkatan resiliensi.
Locus of Control dan Resiliensi pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah
Rani, Mareta Darma Sylva;
Huwae, Arthur
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/sl.v4i3.374
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan resiliensi pada remaja yang hamil di luar nikah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional sederhana. Sebanyak 101 remaja yang hamil di luar nikah menjadi partisipan dalam penelitian ini. Dengan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala locus of control (α = 0,878) dan Connor-Davidson Resilience Scale (α = 0,900). Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan antara internal locus of control dengan resiliensi (r=0,078 dengan sig.=0,219 (p0,05) dan tidak terdapat juga hubungan antara external locus of control dengan resiliensi (r=0,114 dengan sig.=0,128 (p0,05)). Hal ini menunjukkan bahwa locus of control bukan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan meningkat atau menurunnya resiliensi pada remaja yang hamil di luar nikah.
Parenting Style dan Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Penyandang Disabilitas Fisik
Nathan, Felicia Christofani;
Huwae, Arthur
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/personifikasi.v15i2.22137
Parenting patterns are one of the challenges and can also be risky in the lives of children including adolescents with physical disabilities if the patterns applied are not appropriate. This will greatly impact the process of achieving psychological well-being in the daily lives of adolescents with disabilities. For this reason, this study aims to determine the relationship between parenting style and psychological well-being in adolescents with physical disabilities. The method used is quantitative with cross-sectional correlation analysis. The participants in this study were 109 adolescents with physical disabilities. Research measurements used Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWBS) and Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). The results prove a significant positive relationship between authoritative parenting style and psychological well-being (r = 0.564 and sig. = 0.000). There is a significant negative relationship between authoritarian parenting style and psychological well-being (r = -0.587 and sig. = 0.000). There is a significant negative relationship between permissive parenting style and psychological well-being (r = -0.557 and sig. = 0.000). The application of appropriate parenting patterns from parents will greatly help adolescents with physical disabilities face various challenges and tough situations in their daily lives.
Hubungan Hardiness dan Adaptabilitas Karir Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Pasangkin, Femi;
Huwae, Arthur
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/counsellia.v12i1.11949
Adulthood has an important role in a career. However, individuals often make mistakes in designing and making career choices. Determining and preparing for a career are usually experienced by final year students in college. In preparing for a career, individuals need to have career adaptability so that they are able to determine the career achieved, be confident about the career achieved, and be able to overcome obstacles in a career. Therefore, this study aims to determine the relationship between hardiness and career adaptability in final year students. The type of research method used is quantitative with a correlational design. The participants involved in this study were 165 people spread throughout Indonesia. The measurement scale used is a hardiness scale and a career adaptability scale. The results based on the product moment-Pearson correlation test, r = 0.661 with sig. = 0.000 (p<0.01). From the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between hardiness and career adaptability in final year students. So, the hypothesis proposed in this study can be accepted
Resiliensi Dan Work-Family Conflict Pada Orang Tua Single Parent
Sabanari, Enjelita Putri;
Huwae, Arthur
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6199
Menjalankan peran sebagai orang tua single parent, tampaknya diperhadapkan pada berbagai situasi atau kondisi yang menyulitkan. Keadaan ini membuat orang tua single parent berada pada situasi konflik peran ganda. Terjadinya peningkatan maupun penurunnya konflik peran ganda, dapat disebabkan oleh tinggi dan rendahnya kemampuan resiliensi yang dibentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan work-family conflict pada orang tua single parent. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional bivariat. Partisipan penelitian ini adalah 125 orang tua single parent dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (α = 0,871) dan Work Family Scale (α = 0,898). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara resiliensi dengan work family conflict (r = -0,483 dan sig = 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa resiliensi menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan work-family conflict. Artinya, ketika terjadi peningkatan atau penurunan resiliensi, ada kaitannya dengan penurunan atau peningkatan work-family conflict padan orang tua single parent. Kata kunci: resiliensi, work family conflict, orang tua single parent
Kerasnya Hidup Ditengah Keluarga Broken Home Perceraian: Pengaruh Religiositas Terhadap Psychological Distress Pada Remaja
Pirade, Victoria Jeanet;
Huwae, Arthur
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6646
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas terhadap psychological distress pada remaja keluarga broken home perceraian. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan desain analisis regresi. Partisipan dalam penelitian ini sebanyakl 141 remaja broken home yang diambil menggunakan teknik snow ball sampling. Pengukuran menggunakan The Centrality of Religiosity Scale (CRS) (α=0,901) dan Kessler Psychological Distress Scale (α=0,909). Metode yang digunakan dalam analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas tidak berpengaruh terhadap psychological distress (t = 1,197 dan sig. = 0,233). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang memengaruhi psychological distress remaja dari keluarga broken home. Implikasi dalam penelitian ini adalah perlu adanya tindakan yang dapat meningkatkan religiositas remaja dari keluarga broken home, supaya remaja broken home memiliki keseimbangan dalam pendidikan dan kehidupannya sehingga dapat menurunkan psychological distress yang dialaminya. Penelitian yang akan datang diharapkan dapat merancang cara menurunkan psychological distress pada remaja broken home dari keluarga yang bercerai. Kata kunci: religiositas, remaja, broken home, psychological distress, indonesia
SPIRITUALITY AND RESILIENCE OF FORMER DRUG ADDICTS
Nugroho, Dimas Dwi;
Huwae, Arthur
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 5 No 2 (2024): COUNSENESIA 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/cijgc.v5i2.3879
Having the status as a former drug addict who has served his sentence and rehabilitation, it seems that he faces two biggest challenges when returning to society, namely negative stigma and relapse. When facing the challenges of life in society, the ability to renew oneself is needed which is related to spirituality and resilience. The purpose of this study was to determine the relationship between spirituality and resilience in former drug addicts. The method used was quantitative with a correlational design. A total of 55 former drug addicts became participants using incidental sampling techniques. The research measurement used a spirituality scale (? = 0.855) and a resilience scale (? = 0.930). The results showed that there was a significant positive relationship between spirituality and resilience in former drug addicts (r = 0.903 and sig. = 0.000; p <0.01). Spirituality made a strong contribution to the resilience of former drug addicts by 81.5%. (r²). This indicates that spirituality is one of the triggering factors for former drug addicts to be resilient, which includes connectedness with oneself, connectedness with other people or nature, and connectedness with transcendental powers.
Hubungan Antara Social Support dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Penyintas COVID-19
Eunike Vesca Pakau;
Arthur Huwae
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1813
Pandemi COVID-19 yang terjadi pada saat ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Begitu pula dengan mahasiswa rantau yang menjadi penyintas COVID-19. Para mahasiswa rantau penyintas COVID-19 diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri dan menjalankan berbagai protokol kesehatan lainnya untuk mencegah penularan COVID-19. Perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mengalami kecemasan, ketakutan, dan kesepian. Oleh karena itu, mahasiswa rantau penyintas COVID-19 semestinya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan baik atau memiliki kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 68 mahasiswa rantau penyintas COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi positif COVID-19 di tempat rantau. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai pearson correlation sebesar 0,572 dengan P-value = 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Dukungan yang diterima oleh mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mampu membantu mahasiswa untuk bertahan dari kesulitan yang dialami yakni terpapar COVID-19.
Former Drug Addicts Quality of Life: A Qualitative Study
Huwae, Arthur;
Rugebregt, Joanne Marrijda;
Mage, Mernon Yerlinda Carlista;
Rondonuwu, Hizkia Caesaryo Pehala
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 1 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/002025071215000
Living life as a former drug addict poses significant challenges. Holistically, the impact felt will be very heavy to live. However, life goes on and as a former drug addict is required to improve bad life into a healthy and better quality. The purpose of this study is to explore the description of quality of life in former drug addicts. The method used was qualitative with a descriptive phenomenological design. The participants involved were 3 former drug addicts using purposive sampling technique. The results showed that quality of life physically, psychologically, socially, and environmentally varied in meaning by the three participants. Although, the three participants continue to learn to improve their lives, there is no denying that there are still internal judgments that are expressed about their existence as former drug addicts. Furthermore, the process of improving themselves and their lives continues to be carried out by the three participants by continuing to try positive things to realize a life that has a positive impact on themselves and the environment, in order to achieve quality of life in totality. Social support is important from family, friends, and close people to former addicts, so that they can see opportunities for self-esteem. Future studies should explore social interventions to educate communities on providing holistic support to former drug addicts to overcome the challenges of reintegration.