Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pembinaan Kepribadian Muslimah Melalui Kegiatan Forum Annisa di MAN 2 Bukittinggi Vedira, Mila; Nurhasnah; Arsya, Fajriyani; Ilmi, Darul
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8354

Abstract

Personality based on Islamic law is an important aspect that must be present in a Muslim woman. Annisa forum activities are one of the efforts to shape and foster the personality of Muslim women so that they do not deviate from Islamic teachings. Providing knowledge about religion that is a guideline to strengthen the faith of a Muslim woman. This study aims to determine the implementation of Annisa forum activities in shaping the personality of Muslim women. Annisa forum activities are a special forum for women to foster and shape a person's personality, there are religious activities such as providing material about women's jurisprudence, women's rights in Islam and religious preaching about women's emancipation, as well as non-religious activities such as counseling, crafts and women's health studies. The research method used is a qualitative study with observation, interview, and documentation techniques. The results of the study show that Annisa forum activities are effective in shaping the personality of Muslim women through various activities in the religious and non-religious fields that provide knowledge about Muslim women to students of MAN 2 Bukittinggi. Active participation in these activities can increase understanding and shape attitudes and behaviors that are in accordance with Islamic values. From this research, it can be seen the importance of the role of Annisa forum activities in forming a strong and integrated Muslim personality. Abstrak Kepribadian yang berlandaskan syariat islam merupakan aspek penting yang harus ada pada diri seorang muslimah. Kegiatan forum Annisa merupakan salah satu upaya untuk membentuk dan membina kepribadian Muslimah agar tidak melenceng dari ajaran islam. Memberikan ilmu tentang keagamaan yang menjadi pedoman untuk memperkuat keimanan seorang Muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan forum Annisa dalam membentuk kepribadian Muslimah. Kegiatan forum annisa adalah sebuah wadah syiar khusus kaum mulimah untuk membina dan membentuk kepribadian seseorang, adanya kegiatan keagamaan seperti memberikan materi seputar fiqih kewanitaan, hak wanita dalam islam dan syiar agama tentang emansipasi wanita, serta kegiatan non keagamaan seperti adanya penyuluhan, kerajinan dan kajian kesehatan wanita.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan forum Annisa efektif dalam membentuk kepribadian Muslimah melalui berbagai kegiatan dalam bidang keagamaan dan non keagamaan yang memberikan ilmu tentang Muslimah kepada siswi MAN 2 Bukittinggi. Partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap serta perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dari penelitian ini dapat diketahui tentang pentingnya peran kegiatan forum Annisa dalam membentuk kepribadian Muslimah yang kuat dan berintegritas.
Pembinaan Kreatifitas Siswa melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di MAN 2 Kuantan Singingi Tiffani; Martin Kustati; Rezki Amelia; Mardianto; Nurhasnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 1 Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i1.348

Abstract

This coaching aims to increase students' creativity in writing scientific papers and achieve success in participating in scientific writing competitions. Apart from achieving achievements in writing scientific papers, coaching also aims to form students' attitudes of obedience, perseverance and discipline in writing scientific papers. KIR Extracurricular is a forum for students who have an interest in writing scientific papers at MAN 2 Kuantan Singingi. The method used in this mentoring is the service learning method by following three stages, namely: the preparation stage, namely the preparation of KIR Extracurricular learning modules, the service stage, fostering students' creativity in writing, which is held in one meeting on Saturdays, and the reflection stage, namely looking at the results of written work. students who have been created. The target for coaching is students who are members of the KIR Extracurricular consisting of classes X-XII. The results of this assistance show that fostering student creativity through KIR extracurricular activities, it was found that there were changes and increases in student creativity in writing scientific papers at MAN 2 Kuantan Singingi. This coaching runs smoothly by following all stages with the hope of improving student achievement in writing scientific papers.
Integration of Indigenous Knowledge and Modern Science: An Ethnopharmacological Study of Lansano (Pterocarpus indicus Willd.) as a Traditional Medicine in West Sumatra Nurhasnah; Roza, Media; Meriko, Lince; Kencanawati, Indah; Lufri; Razak, Abdul
Al Jahiz Vol 6 No 2 (2025): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v6i2.11005

Abstract

This study explores ethnoscientific practices surrounding Lansano (Pterocarpus indicus Willd.), a medicinal plant traditionally used in West Sumatra, Indonesia. Qualitative ethnographic methods, including direct observation and semi-structured interviews, were used with 50 respondents from various regions, including Padang, Pariaman, Solok, Sijunjung, Pasaman, Padang Panjang, and Pesisir Selatan. Participants included local healers, herbal practitioners, and community members known to use Lansano for medicinal purposes. This study employed a quantitative ethnobotanical approach with two main parameters: Use Value (UV) and Informant Consensus Factor (ICF). This study revealed a significant relationship between traditional practices and scientific evidence in the use of Lansano as an herbal medicine. This study is the first step in integrating Lansano ethnobotanical practices with bioactive data for the development of local culture-based phytopharmaceuticals. Use Value (UV) analysis showed that the leaves had the highest utilization value (UV = 0.70), followed by the roots (0.44), sap (0.36), and stems (0.30). Meanwhile, Informant Consensus Factor (ICF) analysis showed a complete consensus (ICF = 1.00) among informants regarding the use of lansano for various ailments, with the highest frequency of use for mouth ulcers, followed by diarrhea, menstrual pain, and burns. These results confirm that lansano has high ethnopharmacological value and is widely believed to be a primary traditional medicine in West Sumatra.
ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS Siti Rahayu; Ukhti Mutiara Sayekti; Adek Nurani; Nada Nisrina; Alifah Estuning Hidayah; Linda Rahmawati; Anisa Fadila Azahra; Nurhasnah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan-hambatan dalam penerapan pendekatan deep learning pada proses pembelajaran di SMK Nurul Huda Pringsewu. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pembelajaran mendalam dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan kemandirian belajar siswa, namun implementasinya di kelas masih belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan guru dan siswa yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam penerapan deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi rendahnya kesiapan belajar siswa, kebiasaan belajar berorientasi hafalan, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kondisi lingkungan pondok pesantren yang mengurangi fokus dan kesempatan siswa dalam mendalami materi. Perbedaan kemampuan dasar antar siswa juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Meskipun demikian, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator adaptif, inovator strategi, mediator kebutuhan belajar, dan motivator dalam membantu siswa menyesuaikan diri dengan tuntutan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan deep learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan siswa, dukungan lingkungan, dan kemampuan guru beradaptasi, dengan keterbatasan penelitian pada konteks sekolah yang spesifik sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas.
Psychoeducation and Spiritual Guidance for the Prevention of Violence Against Children in the Context of Creating a Child-Friendly School at the Nurul Ikhlas Islamic Boarding School in Padang Panjang M. Arif; Nurhasnah; Afrinaldi
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v5i2.10161

Abstract

Maraknya kekerasan di institusi pendidikan, yang diperparah oleh kasus fatal di sebuah pondok pesantren di Sumatera Barat, menegaskan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Sebagai respons, sebuah program pengabdian dirancang untuk membekali para guru di sekolah berasrama dengan kompetensi pencegahan kekerasan melalui pendekatan psikoedukasi dan spiritual. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para akademisi untuk merancang intervensi, yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk pendampingan langsung kepada para guru. Program ini mendapat sambutan positif karena memberikan kerangka kerja baru yang memadukan wawasan psikologis dengan fondasi spiritual yang telah ada. Hasilnya menunjukkan bahwa pendampingan ini berhasil memvalidasi praktik-praktik intuitif yang selama ini telah dilakukan guru, sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap berbagai bentuk kekerasan. Guru juga mampu mengidentifikasi tantangan seperti pentingnya kolaborasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, program ini sukses memberdayakan para pendidik dengan strategi konkret untuk membangun lingkungan sekolah yang aman. Para guru kini beralih dari pendekatan naluriah ke metode yang lebih terstruktur dan sadar dalam mencegah kekerasan, menjadi agen perubahan proaktif untuk mewujudkan SRA.