Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI LINGKUNGAN KERJA PADA PROSES PERAKITAN PRODUK PADAT KARYA MENGGUNAKAN PENGUJIAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Anwar, Fahri; Erniyani, Erniyani; Romadin, Achmad; Cahyani, Vika Puji; Baharuddin, Siti Ruqaiyah
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 10 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v10i2.9920

Abstract

This research discusses work ergonomics based on influencing factors including noise levels, lighting, and temperature to increase worker productivity to achieve production targets and protect workers from work fatigue on an ongoing basis. Systematic analysis is used with initial experiments to evaluate and then optimize parameters such as lighting, noise, and temperature. These factor dimensions can influence workers' skills and influence work productivity and work fatigue. The response surface method methodology is used to optimize parameters. The findings from the research showed that the optimal level with the scenario was that the most suitable noise level was 55.17 dB, the optimal environmental temperature was 26.35°C, and the optimal lighting level reached 2983 Lux. With this combination of conditions, knitting assembly time can be minimized to 12 seconds per unit. The novelty of this research work lies in its application to labor-intensive industries with skilled workers as production personnel where these factors can influence work productivity. The obtained regression model can be widely used for further research and adjust parameters based on various data such as anthropometry.
UPAYA PENGENDALIAN RISIKO BAHAYA PRAKTIKUM DESAIN FABRIKASI PELAT MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) Erniyani, Erniyani; Nurfuadah, Nurfuadah; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Hasbullah, Hasbullah
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 10 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v10i2.9935

Abstract

Occupational safety and health have a major role in organizations. Occupational safety and health (K3) is a supporting factor for the productivity of an organization. One of the activities with potential danger is in the laboratory which can endanger practitioners during the teaching and learning process due to non-compliance with occupational safety and health (K3) procedures. Such as welding a work object without wearing glasses, thereby potentially being exposed to flames. The plate fabrication design laboratory majoring in mechanical engineering education has many activities carried out, namely cutting workpieces, welding, soldering, etc. Therefore, as an effort to eliminate the risk of work accidents in the laboratory, job safety analysis (JSA) is implemented. The implementation of JSA gives workers a sense of security when working because they can know the dangers that exist in a job so they can take control measures and increase awareness of the importance of K3. Increasing K3 knowledge using Job Safety Analysis (JSA) plays a role in eliminating dangers in the workplace so that work accidents can be prevented. The research results show that the greatest priority risks are in the cutting and welding process, such as injuries caused by sharp objects, exposure to heat, and the presence of sparks. So risk mitigation is needed so that practicum implementation remains safe and efficient.
Penentuan Peramalan Permintaan dengan Metode Peramalan Single Exponential Smoothing pada Industri Percetakan Raodah, Raodah; Erniyani, Erniyani; Ramdhani, Irin
Journal of Industrial Engineering Innovation Vol. 3 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Insight Publisher, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jiei.v3i01.225

Abstract

Peramalan permintaan merupakan aspek penting dalam pengelolaan usaha, terutama dalam usaha mikro dan menengah seperti Fotocopy dan Percetakan XYZ yang berlokasi di Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode peramalan time series menggunakan pendekatan Single Exponential Smoothing (SES) dalam meramalkan permintaan jasa percetakan. Data yang digunakan adalah data historis permintaan bulanan selama tahun 2024. Metode yang diterapkan menghasilkan dua nilai smoothing parameter, yaitu α = 0,1 dan α = 0,05, yang masing-masing memberikan hasil peramalan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SES dengan α = 0,1 menghasilkan prediksi yang lebih akurat dengan nilai MAPE sebesar 63,855%, meskipun nilai MAD dan MSE sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan α = 0,05. Prediksi permintaan untuk periode berikutnya adalah sebesar 26.903,33 unit dengan α = 0,1 dan 20.700,28 unit dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemilik usaha Fotocopy dan Percetakan XYZ dalam merencanakan persediaan dan pengambilan keputusan strategis, serta meningkatkan efisiensi operasional usaha.
Identifikasi Risiko Kecelakaan Kerja Penggilingan Daging Menggunakan Metode HIRARC Erniyani, Erniyani; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah
Journal of Industrial Engineering Innovation Vol. 3 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Insight Publisher, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jiei.v3i01.248

Abstract

Industri pengolahan makanan, khususnya penggilingan daging, merupakan sektor yang sangat bergantung pada peralatan mekanis dan keterampilan tenaga kerja manusia. Proses penggilingan daging melibatkan penggunaan mesin pemotong, penggiling, dan peralatan bantu lainnya yang memiliki risiko tinggi jika tidak dioperasikan dengan benar. Kurangnya perhatian terhadap keselamatan kerja dalam aktivitas ini sering menjadi penyebab utama kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko kecelakaan kerja pada industri penggilingan daging menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Industri ini memiliki potensi bahaya tinggi akibat penggunaan mesin mekanis dan lingkungan kerja yang lembap serta licin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil identifikasi menunjukkan berbagai potensi risiko, seperti tersengat listrik, tangan tersangkut mesin, luka sayat, hingga gangguan pendengaran dan iritasi akibat bahan kimia. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan matriks kombinasi antara tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Risiko tertinggi terdapat pada aktivitas memasukkan daging ke mesin. Pengendalian risiko meliputi pemasangan pelindung mesin, pelatihan SOP, penggunaan alat pelindung diri, serta peningkatan pengawasan dan kebersihan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan keselamatan kerja pada industri kecil dan menengah, serta menjadi referensi dalam penyusunan SOP dan program pelatihan K3 yang lebih efektif.
Sosialisasi dan Pelatihan Penanaman 1000 Pohon Mangrove di Taman Wisata Mangrove Irawan, I Putu Redy; Idkhan, A. Muhammad; Putra, Iswahyudi Indra; Erniyani; Raodah
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): April 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v5i4.2331

Abstract

Damage to coastal ecosystems due to abrasion, land conversion, and environmental pollution is a serious issue that threatens the sustainability of natural resources and the livelihoods of coastal communities. One effective solution to address this problem is the planting of mangroves, which serve as natural protectors of coastlines, habitats for marine life, and carbon sinks. The Community Service Kegiatan (PKM) aims to plant 1000 mangrove trees in the Klawalu Mangrove Tourism Park, Sorong City, as part of efforts to rehabilitate the environment and strengthen community-based ecotourism. This activity is conducted in several stages, namely socialization and education for the surrounding community, mapping and analysis of land conditions, selection and planting of mangrove seedlings, as well as monitoring and evaluation of plant growth. Community participation, especially from fishermen and tourist groups, is the key to the success of this kegiatan. The results of the activity indicate that mangrove planting not only provides ecological benefits, such as reducing erosion and enhancing biodiversity, but also has socio-economic impacts by increasing tourist attraction and environment-based economic opportunities. With this kegiatan, it is hoped that public awareness of the importance of mangrove conservation will increase, and it will also have a long-term impact on the balance of coastal ecosystems. Furthermore, the success of this kegiatan can serve as a model for other regions in implementing ecotourism-based environmental rehabilitation and community empowerment.
Pengaruh Kepuasan Petani Ubi Terhadap Harga dan Pelayanan di Pabrik Astutik, Widi; Yanasim, Nurwindy; Erniyani, Erniyani
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i1.9189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan pelayanan terhadap kepuasan petani ubi jalar yang bermitra dengan pabrik pengolahan PT. ABC di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Sampel diambil secara jenuh dari seluruh populasi petani mitra. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sementara pelayanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara parsial. Nilai koefisien determinasi sebesar 62% menunjukkan bahwa harga dan pelayanan secara bersama-sama menjelaskan sebagian besar variasi kepuasan petani. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan penetapan harga yang adil untuk meningkatkan loyalitas dan keberlanjutan kemitraan antara petani dan pabrik pengolahan.
Pembelajaran Ergonomi Berbasis Proyek untuk Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin: Studi Implementasi dan Dampaknya Erniyani, Erniyani
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 6, No 1 APR (2025): Jurnal Profesi Kependidikan
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin pesat telah membawa dampak signifikan terhadap dunia industri, termasuk dalam bidang teknik mesin. Di era industri 4.0 dan menuju masyarakat 5.0, sektor industri dituntut untuk tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk implementasi pembelajaran ergonomi berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin serta dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 30 mahasiswa semester V yang terlibat aktif dalam pembelajaran. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok dan melaksanakan proyek identifikasi serta perbaikan stasiun kerja berdasarkan prinsip ergonomi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pre-post test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 67 menjadi 84,5, serta peningkatan partisipasi aktif dari 62% menjadi 91%. Mahasiswa juga berhasil menurunkan skor risiko ergonomi (REBA/RULA) melalui solusi yang dirancang. Selain aspek kognitif, pembelajaran ini juga memperkuat keterampilan kolaboratif dan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja. Penerapan PjBL terbukti efektif menjembatani teori dan praktik serta layak diadopsi dalam kurikulum teknik berbasis industri.
Analisis Produktivitas Penjahit dengan Menggunakan Metode Work Sampling Raodah, Raodah; Aqsha, Ismail; Husda, Baso Riadi; Ramdhani, Irin; Erniyani, Erniyani
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.48400

Abstract

Work sampling is a work measurement method to determine the proportion of time spent in various work system activities, either by humans, machines, or processes. This study identifies the proportion of productive and non-productive activities and determines the standard time as a basis for improving work effectiveness, especially in the activities of sewing operators. The work sampling method was used with 69 random observations over eight working hours of one operator. Analysis involved statistical calculation of proportion distribution, rating factor, allowance, as well as cycle, normal, and standard time. The results showed that 81,16% of the activities performed were productive with a standardized time of 179,79 minutes per work cycle. The idle time level was recorded at 18,84%. This finding indicates that the observed work system still leaves potential for improvement in unproductive time. The conclusion of this study emphasizes the importance of implementing work sampling as a method to design data-driven work system improvements, in order to increase overall work productivity and efficiency.
Identifikasi Risiko Kecelakaan Kerja di Bengkel Konstruksi Dengan Metode HIRA Romadin, Achmad; Erniyani, Erniyani; Irfan, Andi Muhammad; Pramono, Ashar; Fuadah, Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2643

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam dunia industri yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Namun pelanggaran terhadap norma K3, seperti ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), tata kelola area kerja yang buruk, serta peralatan tidak layak, masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko kecelakaan kerja di Bengkel Konstruksi PT. ABS menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) . Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi dilakukan pada tujuh aktivitas kerja utama yang berpotensi menimbulkan bahaya. Hasil analisis menunjukkan dua aktivitas masuk kategori risiko ekstrem, yaitu pekerja tidak memakai helm dan kabel listrik terkelupas, dengan nilai risiko 20. Tiga aktivitas dinilai berisiko tinggi, seperti pengoperasian mesin tanpa APD, bahasa gaul FCAW berserakan, serta pengawasan penggunaan APD tidak optimal. Sementara itu, dua aktivitas lainnya berada pada kategori sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tindakan preventif dan korektif, termasuk kewajiban APD, inspeksi rutin, pelatihan, dan pengawasan manajerial, sangat diperlukan untuk menekan angka kecelakaan kerja. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam penegakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di sektor konstruksi..
Perancangan Ulang Tata Letak Laboratorium Produksi Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Blocplan Pramono, Ashar; Husda, Baso Riadi; Anwar, Fahri; Romadin, Achmad; Erniyani
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v9i1.6826

Abstract

The current layout of the production laboratory still faces obstacles that hinder both practicum activities and production processes. Inefficient machine placement causes long material transfer distances, while simultaneous machine usage leads to activity congestion that disrupts workflow. This study aims to redesign the laboratory layout by applying Systematic Layout Planning (SLP) in the higher education context. Data were collected through purposive sampling, covering existing conditions, material flow, and space requirements. The analysis was carried out using SLP to generate alternative layouts, which were then evaluated with the Blocplan program as an optimization tool. The results show that the initial layout produced material transfer distances of 125 m in the Welding Lab, 50 m in the Milling Lab, and 88 m in the Turning Lab. The proposed SLP layout reduced these distances to 55 m, 30 m, and 62 m, while Blocplan only achieved 75 m, 43 m, and 73 m, respectively. Thus, SLP proved more effective than Blocplan, reducing transfer distances by more than 50% in several laboratories. This study contributes theoretically by enriching the literature on laboratory layout and practically by offering a more efficient design that can serve as a reference for developing practicum facilities in higher education.