Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation Of CCTV Operator Work Performance Reviewed from the Aspects of Ergonomics: Working Methods, Posture, And Environmental Conditions Clea Putri, Famelga; Erniyani, Erniyani
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi November)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v4i2.58

Abstract

CCTV monitoring activities are static tasks that require continuous visual focus and prolonged sitting, making operators prone to physical fatigue, visual impairment, and decreased performance. Common problems include non-ergonomic work postures, thermal discomfort, and lighting glare on monitors. This study aims to evaluate CCTV operator performance through a comprehensive ergonomic approach that includes posture analysis, work activity patterns, and environmental conditions. The methods used include work sampling to measure the proportion of productive and idle time, posture analysis using REBA to determine musculoskeletal risk, and measurement of environmental parameters such as temperature, air velocity, viewing distance, and lighting quality. The results showed a REBA score of 3 (low risk but improvement needed), operator focus time of only 8–10 minutes, normal idle time of 15 minutes, and an allowance of 17 minutes. Nighttime thermal conditions were below comfort standards, and glare was found to interfere with visibility. These findings confirm the need to redesign workstations and improve working conditions to improve CCTV operator performance.
Peningkatan Pemahaman Siswa Melalui Pelatihan Preventif Maintenance Alat Praktikum di SMK Negeri 8 Pinrang Husda, Baso Riadi; Agung, Muhammad; Nur Fuadah; Anwar, Badaruddin; Erniyani, Erniyani
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10586

Abstract

SMK Negeri 8 Pinrang merupakan salah satu sekolah SMK yang banyak diminati oleh masyarakat di Pinrang. Siswa Siswi dibekali dengan ilmu berupa teori dan praktik yang dapat mereka aplikasikan langsung setelah tamat nantinya. Beberapa siswa-siswi  setiap saat melakukan praktikum demi ketercapaian kompetensinya. Siswa-siswa yang memilih untuk praktik  akan banyak bergelut dengan alat praktikum akan tetapi terkadang peralatan  yang sudah digunakan tidak dibersihkan dan dikembalikan dengan baik di posisi tempat semula sehingga kondisi peralatan  menjadi memprihatinkan . Hal ini di akibatkan karena masih minimnya pemahaman terkait prosedur perawatan yang dilakukan terhadap mesin atau peralatan yang sudah digunakan. Dengan kondisi ini, maka dilakukan pelatihan Preventif Maintenance alat praktikum untuk meningkatkan pemahaman mendalam  siswa tentang strategi perawatan yang mencegah kerusakan peralatan. Metode yang digunakan adalah memberikan pemahaman teori kepada peserta yang didalamnya terdapat diskusi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan  memberikan pelatihan dengan menerapkan model evaluasi kirkpatrick untuk level 2 dan level 4. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan dalam pemahaman siswa setelah diberikan pelatihan preventif maintenance dengan penerapan model evaluasi kirkpatrick diperoleh untuk level 2 pada gambar 1 di peroleh rata-rata nilai pre-test sebesar 61,7 % meningkat menjadi 83,4% pada post-test,  peningkatan yang terjadi sebesar 37,9%. Setelah pelatihan, beberapa bulan berikutnya dilakukan pengecekan kembali untul level 4 pada gambar 2 , diperoleh data yang  menunjukkan penurunan tingkat kerusakan alat sebesar 44% dibandingkan semester sebelumnya. Dengan penerapan pelatihan preventif maintenance yang dievaluasi melalui model Kirkpatrick dapat dijadikan strategi pembelajaran vokasional yang efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Lean Manufacturing dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mengurangi pemborosan Produksi Bakso Erniyani, Erniyani; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Fuadah, Nur; Jayanegara, Sudarmanto
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1234

Abstract

Persaingan industri manufaktur menuntut setiap perusahaan untuk mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksinya. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Lean Manufacturing, yang fokus pada upaya mengurangi pemborosan (limbah) dan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses produksi bakso pada UMKM FA Frozen dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (Value Added/VA), aktivitas yang tidak bernilai tambah (Non Value Added/NVA), serta aktivitas yang perlu tetapi tidak menambah nilai (Necessary but NonValue Added/NBVA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran waktu siklus pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berklasifikasi VA dengan total waktu 10.620 detik, namun masih terdapat aktivitas NVA sebesar 2.220 detik yang berpotensi menimbulkan pemborosan, seperti penggilingan berlebih, waktu tunggu, dan produk cacat. Selain itu, aktivitas NBVA tercatat sebesar 6.000 detik yang berlangsung, menyerap waktu yang cukup besar dalam proses produksi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Lean Manufacturing berbasis VSM mampu mengidentifikasi titik pemborosan sekaligus memberikan peluang perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta menghasilkan produk yang lebih konsisten dan kompetitif di pasar.
Peramalan Permintaan Produk Bakso Frozen FA Menggunakan Metode Time Series Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Erniyani, Erniyani
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1248

Abstract

Peramalan permintaan menjadi aspek penting dalam mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor pangan beku. Fluktuasi permintaan yang tidak menentu seringkali menimbulkan permasalahan dalam perencanaan produksi, baik berupa kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan maupun kekurangan stok yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode deret waktu, yaitu Moving Average, Weighted Moving Average, dan Single Exponential Smoothing, untuk meramalkan permintaan produk Bakso Frozen Fatimah Asri. Data yang digunakan berupa catatan penjualan bulanan tahun 2024. Evaluasi akurasi model dilakukan menggunakan tiga ukuran kesalahan, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing menghasilkan nilai MAD dan MAPE terendah, masing-masing sebesar 46,129 dan 11,216%, sehingga memberikan hasil peramalan yang lebih mendekati data aktual. Sementara itu, metode Weighted Moving Average memiliki nilai MSE terendah sebesar 6636,046, sehingga dapat mengurangi dampak kesalahan besar. Dengan demikian, Single Exponential Smoothing dipandang sebagai metode terbaik untuk digunakan dalam peramalan permintaan jangka pendek produk Bakso Frozen FA. Penerapan metode ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam meningkatkan akurasi perencanaan produksi, mengoptimalkan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan efisiensi biaya operasional.
SOSIALISASI KONSEP RANTAI PASOK DAN LOGISTIK LAST-MILE DALAM PEMASARAN PRODUK BUMDES MELALUI MARKETPLACE DIGITAL Fole, Asrul; Erniyani; Safitri, Khoerun Nisa; Kulsaputro, Januar
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v5i1.1381

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) play a strategic role in driving rural economic development; however, many still face limitations in supply chain management and distribution logistics, particularly in last-mile delivery to end consumers. These challenges restrict market reach and reduce the efficiency of product marketing. This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the understanding and capacity of BUMDes Bumi Pacellekang managers in Gowa Regency to apply supply chain and last-mile logistics concepts through the utilization of digital marketplaces. The methods employed included socialization sessions, interactive discussions, distribution flow mapping simulations, and participatory technical assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments involving 30 participants. The results indicated a significant improvement in participants’ average understanding, increasing from 56.3% in the pre-test to 80.1% in the post-test, with improvements observed across all assessment indicators. Furthermore, 73% of participants were able to systematically map product distribution flows, and 67% began integrating digital marketplaces into their product marketing activities. Participant satisfaction was high, with 88% stating that the program was highly beneficial. These findings demonstrate that the PKM activities were effective in strengthening BUMDes readiness to expand market access and support the sustainability of village-based enterprises.
Hybrid AHP TOPSIS Approach for Evaluating Green Supply Chain Management Barriers in the Poultry Processing Industry Fole, Asrul; Safitri, Khoerun Nisa; 'Aini, Nurul; Erniyani; Syufrian, Bili
Cognitia : International Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Cognitia : International Engineering Journal
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/ciej.v2i1.17

Abstract

The implementation of Green Supply Chain Management (GSCM) has become increasingly important in the agro-industrial sector, particularly in the poultry processing industry, due to rising environmental concerns and growing demand for sustainable production practices. However, its adoption remains limited because of various operational, technological, and managerial barriers. This study aims to identify and evaluate the major barriers to GSCM implementation and determine the most appropriate strategic solutions using a hybrid multi-criteria decision-making approach. The methods applied combine the Analytical Hierarchy Process (AHP) to assess the priority weights of barriers and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to rank alternative strategies. Data were collected through literature review, expert validation, and questionnaires distributed to 37 respondents involved in poultry supply chain activities, with all instruments proven valid and reliable. The findings reveal five primary barriers, namely limited environmentally friendly technology, low management commitment, limited investment capacity, inadequate human resource training, and unclear regulatory support and incentives. The TOPSIS analysis indicates that training and awareness enhancement is the most effective strategy, achieving the highest closeness coefficient value of 0.812. The study concludes that strengthening internal organizational capabilities, particularly through training and awareness, along with improving external support mechanisms, is essential to facilitate effective and sustainable GSCM implementation in the agro-industrial sector.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO ERGONOMIS GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PERTANIAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Erniyani Erniyani; Famelga Clea Putri; Muhsin. Z; Aqfi Nur Firdaus; Nur Fuadah
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38672

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami pekerja pertanian, terutama di negara berkembang yang masih didominasi aktivitas kerja manual. Aktivitas seperti membungkuk, mengangkat beban, dan melakukan gerakan berulang dalam waktu lama meningkatkan risiko keluhan pada sistem muskuloskeletal. Meskipun penelitian mengenai MSDs pada petani telah banyak dilakukan, hasil penelitian masih tersebar dan menggunakan pendekatan yang beragam sehingga diperlukan sintesis yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi serta mengidentifikasi faktor risiko ergonomis gangguan muskuloskeletal pada pekerja pertanian melalui Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Berdasarkan proses seleksi, sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria dan digunakan dalam sintesis akhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluhan MSDs paling banyak ditemukan pada punggung bawah dan ekstremitas bawah. Faktor risiko utama meliputi postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas repetitif, pengangkatan beban, durasi kerja, usia, kualitas tidur, serta faktor psikososial. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terpadu yang mengintegrasikan faktor ergonomi, individu, dan psikososial sebagai dasar pengembangan intervensi ergonomi pada sektor pertanian.
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: PENDEKATAN ERGONOMI MITIGASI KELELAHAN PEKERJA MENUJU INDUSTRI 5.0 IRIN RAMDHANI; Raodah Raodah; Erniyani Erniyani; Ismail Aqsha
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38669

Abstract

Transisi menuju Industri 5.0 menggeser fokus dari efisiensi operasional murni ke desain yang berpusat pada manusia guna memitigasi kelelahan kerja yang berdampak buruk pada keselamatan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistematis mengenai evolusi berbagai pendekatan ergonomis dalam mengurangi kelelahan pekerja di sektor industri, kesehatan, dan jasa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui basis data ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar. Dari total 374 artikel yang diidentifikasi, terpilih 20 makalah utama (2022–2025) untuk dianalisis secara mendalam melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Temuan menunjukkan bahwa integrasi AI dalam penjadwalan kerja mampu mengurangi kelelahan emosional sebesar 22,8%. Selain itu, intervensi fisik seperti rotasi kerja dan desain ulang tempat kerja terbukti menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSD) hingga 43%. Penggunaan teknologi sensor wearable juga meningkatkan akurasi deteksi dini kelelahan fisik. Mitigasi kelelahan yang efektif memerlukan kerangka kerja terpadu yang menyelaraskan dimensi fisik, kognitif, dan mental untuk menjamin kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan organisasi secara holistic di era indsutri 5.0.
EVALUASI POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS PERBAIKAN DAN PENGELASAN RANGKA MOBIL MENGGUNAKAN RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENYT (REBA) DI PT. WY Erniyani Erniyani; Irin Ramdhani; Raodah Raodah; Fahri Anwar; Achmad Romadin
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 11 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v11i2.11533

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum terjadi pada sektor industri, khususnya pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik tinggi seperti pengelasan dan perbaikan rangka mobil. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis, dilakukan secara berulang-ulang, serta minimnya penggunaan alat bantu kerja. Secara khusus, aktivitas perbaikan dan pengelasan rangka mobil di PT. WY masih dilakukan secara manual dengan posisi kerja tidak alami, seperti membungkuk, jongkok tanpa penopang, dan menjangkau area kerja yang sulit diakses, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai tingkat risiko ergonomi pada aktivitas tersebut menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, serta analisis postur kerja pekerja. Subjek penelitian terdiri atas delapan pekerja yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan intensitas kerja dan potensi risiko ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko sedang dengan skor REBA antara 4 hingga 7, satu pekerja berada pada kategori risiko tinggi dengan skor 9, dan satu pekerja pada kategori risiko rendah dengan skor 3. Temuan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya perbaikan postur kerja untuk mengurangi risiko ergonomi serta meningkatkan keselamatan dan produktivitas kerja
OPTIMALISASI KUALITAS PRODUK AMDK MELALUI PENDEKATAN SIX SIGMA DALAM UPAYA MENURUNKAN CACAT PRODUK Raodah Raodah; Irin Ramdhani; Nurul Ilmi; Erniyani Erniyani; Dwi Handayani
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 11 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v11i2.11553

Abstract

Product quality is a crucial factor in enhancing the competitiveness of the manufacturing industry, particularly in the Bottled Drinking Water (BDW) industry. This study aims to optimize the quality of bottled drinking water products through the Six Sigma approach in an effort to reduce product defect rates. The method employed is Six Sigma with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) framework. The data used consist of product defect records collected over a three-month period, including broken bridge defects, tilted caps, standing caps, and overpressure defects. In the measure phase, defect rates, Defects Per Million Opportunities (DPMO), and sigma levels were calculated to evaluate the performance of the production process. The analyze phase revealed that broken bridge defects were the dominant type of defect based on Pareto diagram analysis, making them the primary focus for improvement efforts. Root cause analysis using a cause-and-effect (fishbone) diagram indicated that the main contributing factors originated from machine, method, and human aspects. Furthermore, in the improve phase, several corrective actions were proposed, including machine torque adjustment, operator training, implementation of Standard Operating Procedures (SOPs), and improvement of raw material quality. The control phase was conducted by establishing operational standards and process monitoring systems to ensure the sustainability of improvements. The results demonstrate that the implementation of Six Sigma provides a systematic solution for reducing product defects and continuously improving the quality of bottled drinking water products.