Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pemahaman Siswa Melalui Pelatihan Preventif Maintenance Alat Praktikum di SMK Negeri 8 Pinrang Husda, Baso Riadi; Agung, Muhammad; Nur Fuadah; Anwar, Badaruddin; Erniyani, Erniyani
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10586

Abstract

SMK Negeri 8 Pinrang merupakan salah satu sekolah SMK yang banyak diminati oleh masyarakat di Pinrang. Siswa Siswi dibekali dengan ilmu berupa teori dan praktik yang dapat mereka aplikasikan langsung setelah tamat nantinya. Beberapa siswa-siswi  setiap saat melakukan praktikum demi ketercapaian kompetensinya. Siswa-siswa yang memilih untuk praktik  akan banyak bergelut dengan alat praktikum akan tetapi terkadang peralatan  yang sudah digunakan tidak dibersihkan dan dikembalikan dengan baik di posisi tempat semula sehingga kondisi peralatan  menjadi memprihatinkan . Hal ini di akibatkan karena masih minimnya pemahaman terkait prosedur perawatan yang dilakukan terhadap mesin atau peralatan yang sudah digunakan. Dengan kondisi ini, maka dilakukan pelatihan Preventif Maintenance alat praktikum untuk meningkatkan pemahaman mendalam  siswa tentang strategi perawatan yang mencegah kerusakan peralatan. Metode yang digunakan adalah memberikan pemahaman teori kepada peserta yang didalamnya terdapat diskusi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan  memberikan pelatihan dengan menerapkan model evaluasi kirkpatrick untuk level 2 dan level 4. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan dalam pemahaman siswa setelah diberikan pelatihan preventif maintenance dengan penerapan model evaluasi kirkpatrick diperoleh untuk level 2 pada gambar 1 di peroleh rata-rata nilai pre-test sebesar 61,7 % meningkat menjadi 83,4% pada post-test,  peningkatan yang terjadi sebesar 37,9%. Setelah pelatihan, beberapa bulan berikutnya dilakukan pengecekan kembali untul level 4 pada gambar 2 , diperoleh data yang  menunjukkan penurunan tingkat kerusakan alat sebesar 44% dibandingkan semester sebelumnya. Dengan penerapan pelatihan preventif maintenance yang dievaluasi melalui model Kirkpatrick dapat dijadikan strategi pembelajaran vokasional yang efektif dan berkelanjutan.
SOSIALISASI KONSEP RANTAI PASOK DAN LOGISTIK LAST-MILE DALAM PEMASARAN PRODUK BUMDES MELALUI MARKETPLACE DIGITAL Fole, Asrul; Erniyani; Safitri, Khoerun Nisa; Kulsaputro, Januar
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v5i1.1381

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) play a strategic role in driving rural economic development; however, many still face limitations in supply chain management and distribution logistics, particularly in last-mile delivery to end consumers. These challenges restrict market reach and reduce the efficiency of product marketing. This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the understanding and capacity of BUMDes Bumi Pacellekang managers in Gowa Regency to apply supply chain and last-mile logistics concepts through the utilization of digital marketplaces. The methods employed included socialization sessions, interactive discussions, distribution flow mapping simulations, and participatory technical assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments involving 30 participants. The results indicated a significant improvement in participants’ average understanding, increasing from 56.3% in the pre-test to 80.1% in the post-test, with improvements observed across all assessment indicators. Furthermore, 73% of participants were able to systematically map product distribution flows, and 67% began integrating digital marketplaces into their product marketing activities. Participant satisfaction was high, with 88% stating that the program was highly beneficial. These findings demonstrate that the PKM activities were effective in strengthening BUMDes readiness to expand market access and support the sustainability of village-based enterprises.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO ERGONOMIS GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PERTANIAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Erniyani Erniyani; Famelga Clea Putri; Muhsin. Z; Aqfi Nur Firdaus; Nur Fuadah
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38672

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami pekerja pertanian, terutama di negara berkembang yang masih didominasi aktivitas kerja manual. Aktivitas seperti membungkuk, mengangkat beban, dan melakukan gerakan berulang dalam waktu lama meningkatkan risiko keluhan pada sistem muskuloskeletal. Meskipun penelitian mengenai MSDs pada petani telah banyak dilakukan, hasil penelitian masih tersebar dan menggunakan pendekatan yang beragam sehingga diperlukan sintesis yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi serta mengidentifikasi faktor risiko ergonomis gangguan muskuloskeletal pada pekerja pertanian melalui Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Berdasarkan proses seleksi, sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria dan digunakan dalam sintesis akhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluhan MSDs paling banyak ditemukan pada punggung bawah dan ekstremitas bawah. Faktor risiko utama meliputi postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas repetitif, pengangkatan beban, durasi kerja, usia, kualitas tidur, serta faktor psikososial. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terpadu yang mengintegrasikan faktor ergonomi, individu, dan psikososial sebagai dasar pengembangan intervensi ergonomi pada sektor pertanian.
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: PENDEKATAN ERGONOMI MITIGASI KELELAHAN PEKERJA MENUJU INDUSTRI 5.0 IRIN RAMDHANI; Raodah Raodah; Erniyani Erniyani; Ismail Aqsha
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38669

Abstract

Transisi menuju Industri 5.0 menggeser fokus dari efisiensi operasional murni ke desain yang berpusat pada manusia guna memitigasi kelelahan kerja yang berdampak buruk pada keselamatan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistematis mengenai evolusi berbagai pendekatan ergonomis dalam mengurangi kelelahan pekerja di sektor industri, kesehatan, dan jasa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui basis data ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar. Dari total 374 artikel yang diidentifikasi, terpilih 20 makalah utama (2022–2025) untuk dianalisis secara mendalam melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Temuan menunjukkan bahwa integrasi AI dalam penjadwalan kerja mampu mengurangi kelelahan emosional sebesar 22,8%. Selain itu, intervensi fisik seperti rotasi kerja dan desain ulang tempat kerja terbukti menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSD) hingga 43%. Penggunaan teknologi sensor wearable juga meningkatkan akurasi deteksi dini kelelahan fisik. Mitigasi kelelahan yang efektif memerlukan kerangka kerja terpadu yang menyelaraskan dimensi fisik, kognitif, dan mental untuk menjamin kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan organisasi secara holistic di era indsutri 5.0.
EVALUASI POSTUR KERJA PADA AKTIVITAS PERBAIKAN DAN PENGELASAN RANGKA MOBIL MENGGUNAKAN RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENYT (REBA) DI PT. WY Erniyani Erniyani; Irin Ramdhani; Raodah Raodah; Fahri Anwar; Achmad Romadin
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 11 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v11i2.11533

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum terjadi pada sektor industri, khususnya pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik tinggi seperti pengelasan dan perbaikan rangka mobil. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis, dilakukan secara berulang-ulang, serta minimnya penggunaan alat bantu kerja. Secara khusus, aktivitas perbaikan dan pengelasan rangka mobil di PT. WY masih dilakukan secara manual dengan posisi kerja tidak alami, seperti membungkuk, jongkok tanpa penopang, dan menjangkau area kerja yang sulit diakses, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai tingkat risiko ergonomi pada aktivitas tersebut menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, serta analisis postur kerja pekerja. Subjek penelitian terdiri atas delapan pekerja yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan intensitas kerja dan potensi risiko ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko sedang dengan skor REBA antara 4 hingga 7, satu pekerja berada pada kategori risiko tinggi dengan skor 9, dan satu pekerja pada kategori risiko rendah dengan skor 3. Temuan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya perbaikan postur kerja untuk mengurangi risiko ergonomi serta meningkatkan keselamatan dan produktivitas kerja
OPTIMALISASI KUALITAS PRODUK AMDK MELALUI PENDEKATAN SIX SIGMA DALAM UPAYA MENURUNKAN CACAT PRODUK Raodah Raodah; Irin Ramdhani; Nurul Ilmi; Erniyani Erniyani; Dwi Handayani
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 11 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v11i2.11553

Abstract

Product quality is a crucial factor in enhancing the competitiveness of the manufacturing industry, particularly in the Bottled Drinking Water (BDW) industry. This study aims to optimize the quality of bottled drinking water products through the Six Sigma approach in an effort to reduce product defect rates. The method employed is Six Sigma with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) framework. The data used consist of product defect records collected over a three-month period, including broken bridge defects, tilted caps, standing caps, and overpressure defects. In the measure phase, defect rates, Defects Per Million Opportunities (DPMO), and sigma levels were calculated to evaluate the performance of the production process. The analyze phase revealed that broken bridge defects were the dominant type of defect based on Pareto diagram analysis, making them the primary focus for improvement efforts. Root cause analysis using a cause-and-effect (fishbone) diagram indicated that the main contributing factors originated from machine, method, and human aspects. Furthermore, in the improve phase, several corrective actions were proposed, including machine torque adjustment, operator training, implementation of Standard Operating Procedures (SOPs), and improvement of raw material quality. The control phase was conducted by establishing operational standards and process monitoring systems to ensure the sustainability of improvements. The results demonstrate that the implementation of Six Sigma provides a systematic solution for reducing product defects and continuously improving the quality of bottled drinking water products.
Pelatihan ergonomi kognitif sebagai upaya pencegahan beban mental berlebih pada siswa SMK Negeri 6 Bulukumba Erniyani Erniyani; Amiruddin Amiruddin; Fauziah Fauziah; Irin Ramdhani; Iswahyudi Indra Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40538

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi, tuntutan akademik, pembelajaran praktik, dan penggunaan perangkat digital membuat siswa SMK berhadapan dengan aktivitas belajar semakin kompleks. Kondisi ini dapat meningkatkan beban mental, terutama ketika siswa harus menjaga konsentrasi dalam ruang belajar yang panas, jadwal padat, instruksi berlapis, serta tekanan penyelesaian tugas. Permasalahan tersebut menjadi urgen pada siswa SMK Negeri 6 Bulukumba karena lingkungan sekolah berada di kawasan pesisir dengan suhu udara relatif panas dan sirkulasi ruang belum sepenuhnya optimal. Siswa sering mengalami lelah, mengantuk, sulit fokus, dan mudah terdistraksi, sementara pemahaman mereka tentang ergonomi masih terbatas pada aspek keselamatan fisik dan penggunaan alat pelindung diri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai ergonomi kognitif sebagai upaya pencegahan beban mental berlebih dalam proses pembelajaran teori dan praktik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pemberian pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi strategi pengelolaan fokus, serta post-test dan evaluasi. Kebaharuan kegiatan terletak pada pengaitan ergonomi kognitif dengan konteks belajar siswa SMK di wilayah pesisir, meliputi suhu lingkungan, posisi duduk, pencahayaan, penggunaan gawai, manajemen waktu, tekanan tugas, dan teknik relaksasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 51% pada pre-test menjadi 94% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 43%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan ergonomi kognitif efektif membantu siswa mengenali faktor penyebab kelelahan mental dan menerapkan kebiasaan belajar lebih sehat, fokus, nyaman, dan aman secara mental. Program ini juga memberi arah praktis bagi sekolah dalam membangun budaya belajar dengan memperhatikan kesiapan kognitif, bukan hanya pencapaian akademik dan keselamatan fisik. Kata kunci: ergonomi kognitif; beban mental; siswa SMK; konsentrasi belajar; pelatihan partisipatif. Abstract Technological development, academic demands, practical learning, and the use of digital devices mean that SMK students face increasingly complex learning activities. This can increase mental strain, especially when students have to maintain concentration in hot learning environments, with busy schedules, layered instructions, and pressure to complete tasks. This issue is particularly urgent for students at SMK Negeri 6 Bulukumba, as the school is located in a coastal area with relatively high temperatures and poor air circulation. Students often experience fatigue, drowsiness, difficulty focusing, and distraction, while their understanding of ergonomics is limited to physical safety and the use of personal protective equipment. The purpose of this community service activity is to increase students' understanding of cognitive ergonomics a prevent excessive mental strain in both theoretical and practical learning. The implementation method uses an educational-participatory approach by observing partners' needs, preparing materials, administering a pre-test, delivering the materials, holding interactive discussions, simulating focus management strategies, and administering a post-test and evaluation. The novelty of the activity lies in linking cognitive ergonomics with the learning context of SMK students in coastal areas, including environmental temperature, seating position, lighting, mobile device use, time management, task pressure, and simple relaxation techniques. The results of the activity showed an increase in participants' understanding from an average of 51% on the pre-test to 94% on the post-test, a 43% increase. These findings demonstrate that cognitive ergonomics training effectively helps students to recognise the causes of mental fatigue and to develop healthier learning habits that are more focused, comfortable and mentally safe. The programme also provides practical guidance for schools in developing a learning culture that considers cognitive readiness, not just academic achievement and physical safety. Keywords: cognitive ergonomics; cognitive load; vocational students; focused learning; participatory training.