p-Index From 2021 - 2026
7.232
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Abdimas Mandiri Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Journal of Community Development Bioinformatics and Biomedical Research Journal Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-fiqh : Journal of Islamic Studies JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Nanggroe: Journal of Scholarly Service Sosiosaintika : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Socius: Social Sciences Research Journal JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Irajagaddhita : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat Jurnal Pendidikan Islam Masyarakat: Jurnal Pengabdian Profetika: Jurnal Studi Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENTINGYA OLAH RAGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH BAGI LANSIA Risdiani, Risdiani; Setianto, Gigih; Fatin Fatinabila, Helmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.91-98

Abstract

Proses penuaan merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. Secara biologis proses penuaan ditandai adanya penurunan stamina dan fungsi anggota tubuh serta munculnya beberapa gangguan kesehatan. Aktivitas olahraga secara teratur dapat menjadi sarana bagi para lansia untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani, maupun mental. Jenis olahraga yang dapat dipilih disesuaikan dengan kemampuan, khususnya bagi lansia dapat memilih aktivitas olahraga seperti berenang, bersepeda, berjalan kaki, yoga dan senam ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu-ibu lansia tentang pentingnya olahraga untuk meningkatkan kualitas ibadah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Ranting Aisyiyah Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Pengabdian diawali dengan pre test, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan sesudah edukasi diberikan peserta mengisi lembar post test. Dari hasil post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan. Melalui program ini diharapkan ibu-ibu lansia dapat melakukan aktivitas olahraga untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup dan kualitas ibadah mereka
Pemberdayaan Santriwati IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dalam Mengolah Kunyit untuk Kesehatan Reproduksi dan Penguatan Karakter Mandiri Berbasis Nilai-Nilai Islam Fuad, Asfal; Widiastuti, Windha; Wirotomo, Tri Sakti; Setianto, Gigih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v5i3.4338

Abstract

Reproductive health is an essential aspect of maintaining the quality of life and well-being among young generations, particularly female students in Islamic boarding schools (santriwati). This Community Service Program (PKM) aims to enhance reproductive health literacy based on Islamic herbal knowledge, develop practical skills in processing turmeric (Curcuma longa L.) as a natural remedy for menstrual pain (dysmenorrhea), and foster independent and religious character formation rooted in Islamic values. This study employed a field research method with a participatory approach, involving 30 female students aged 15–20 years from IMBS Miftahul Ulum Islamic Boarding School, Pekajangan. Data were collected through observation, interviews, documentation, and pre-test–post-test assessments to evaluate changes in knowledge, skills, and attitudes. The results indicate a significant improvement in students’ literacy regarding turmeric’s bioactive compounds and their benefits for reproductive health (from 27% to 80%), skills in processing fresh turmeric slices into herbal beverages (from 23% to 83%), and integration of Islamic values in health awareness (from 30% to 87%). Furthermore, 90% of the participants reported that drinking turmeric infusion effectively helped reduce menstrual pain while strengthening their spiritual awareness that maintaining health is an act of worship and part of the maqashid al-syari‘ah principle of hifdz an-nafs (preserving life). This program demonstrates that the integration of modern health science, traditional herbal wisdom, and Islamic values is effective in strengthening students’ independence, self-awareness, and sustainable healthy behavior. The PKM model can be replicated in other Islamic boarding schools as a holistic health education strategy grounded in Islamic principles, harmoniously combining science, spirituality, and practical skills.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Kampanye 'Sholat Sehat': Integrasi Ibadah dan Kesehatan Fisik Setianto, Gigih; M. Ghilang Maulud Setyawan; Risdiani
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6110

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan mitra Warga Muhammadiyah Doro Kabupaten Pekalongan dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka mengenai manfaat kesehatan dari gerakan sholat. Permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah pandangan masyarakat yang masih memandang sholat hanya sebagai kewajiban spiritual, tanpa memahami nilai fisiologisnya. Hal ini semakin relevan mengingat meningkatnya fenomena gaya hidup sedentari di tengah masyarakat modern. Gerakan dalam sholat, seperti rukuk, sujud, dan berdiri tegak, memiliki manfaat terhadap kelenturan otot, sirkulasi darah, serta keseimbangan tubuh jika dilakukan dengan benar dan konsisten. Metode pelaksanaan program mencakup kegiatan sosialisasi, seminar edukatif, dan pelatihan praktis mengenai tata cara sholat yang sesuai tuntunan syariat sekaligus memperhatikan aspek kesehatan. Program ini melibatkan tokoh agama, praktisi kesehatan, dan masyarakat lintas usia. Selain itu, dilakukan diskusi interaktif untuk menumbuhkan motivasi spiritual dan fisik peserta agar lebih konsisten dalam beribadah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat kesehatan sholat, ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam menerapkan gerakan sholat yang benar. Program ini juga menghasilkan kader masyarakat yang siap menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi serupa di lingkungannya. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi ganda, yaitu memperkuat dimensi spiritual sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan gaya hidup aktif masyarakat.
The Effectiveness of the Mentimeter-Based 5E Model in Islamic Religious Education Risdiani, Risdiani; Raharjo, Raharjo; Saminanto, Saminanto; Warsiyah, Warsiyah; Qutni, Darul; Rizkillah, Rijal Wakhid; Setianto, Gigih
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 1 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i1.8482

Abstract

This study examines the effectiveness of integrating the 5E learning model with the Mentimeter application in enhancing students’ critical and creative thinking skills in Islamic Religious Education courses at three universities in Semarang. Using a quantitative pre-experimental design with a multi-group pretest–posttest structure, the study involved 133 first-semester students from three universities selected through purposive sampling with a minimum attendance criterion of 80%. The data were drawn from pretest and posttest scores obtained through essay-type test instruments, with data collection carried out at the beginning and the end of the semester. Data were analyzed using paired statistical tests (Paired Sample t-Test and Wilcoxon Signed Rank Test), N-Gain calculations, and the Kruskal–Wallis test to examine the consistency of improvement across institutions. The findings indicate significant increases in critical thinking skills (N-Gain = 0.48) and creative thinking skills (N-Gain = 0.40) with a high level of significance (p < 0.01). These improvements were consistent across universities with different institutional characteristics (p > 0.05), indicating that the 5E syntax based on Mentimeter is robust and adaptive to various learning contexts. The results suggest that technology-based contextual learning can bridge the gap between traditional religious instruction and the cognitive demands of the Society 5.0 era. This study offers a new pedagogical framework for religious education by combining structured inquiry stages with interactive digital technology, and recommends further research employing longitudinal or experimental designs that consider variables such as digital literacy, learning styles, and socio-economic background.
Bimbingan Shalat Untuk Meningkatkan Kesehatan Bagi Ibu-Ibu Lansia Risdiani; Gigih Setianto; Yuni Sandra Pratiwi; Marshanda Salasabila Malinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.553

Abstract

Manusia di ciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Adapun tujuan penciptaan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Salah satu bentuk pengabdian seorang hamba adalah shalat. Ibadah shalat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, sehat ataupun sakit, muda ataupun tua, sehingga lansia pun berkewajiban untuk tetap menjalankan ibadah shalat. Oleh karenanya dalam agama Islam, shalat menempati posisi kunci dalam ibadah Mahdlah dan kunci manusia dalam meraih kebaikan. Shalat juga memiliki manfaat bagi kesehatan jasmani. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan tentang pelaksanaan ibadah shalat dan meningkatkan kesehatan bagi lansia pada Ibu-ibu ‘Aisyiyah Ranting Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Sebelum dimulainya kegiatan, responden mengisi lembar pre test dan sesudah kegiatan mengisi lembar post test. Metode yang digunakan adalah bentuk pelatihan berupa bimbingan. Hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah terlaksananaya ibadah shalat sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam, khususnya bagi ibu-ibu lansia di ‘Aisyiyah Ranting Karangjati dan masyarakat pada umumnya. Kata kunci: Bimbingan, Shalat, Lansia
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Upaya Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan Lia Dwi Prafitri; Suparni Suparni; Gigih Setianto
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.287

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is a crucial indicator to assess public health, reflecting female deaths due to complications of pregnancy, childbirth, and postpartum per 100,000 live births. In Indonesia, MMR is still high, reaching 305 per 100,000 live births, mainly due to the lack of early detection of the high risk of pregnancy. Assisted activities for pregnant women in the Working Area of the Tirto I Health Center, Pekalongan Regency, to improve the detection and management of high-risk of pregnancy. This activity was carried out through a community empowerment program involving 32 pregnant women from Samborejo Village and Pandanarum Village, for eight months. The methods used include socialization, mentoring, and continuous education with the Islamic Religion and Health approach. The results of the activity showed an increase in pregnant women's knowledge about pregnancy risks, increased community participation, and early identification of risky medical conditions such as pre-eclampsia, KEK, anemia, and hypertension. Emotional and psychological support is provided through an Islamic values-based approach, which helps reduce stress and improve the mental health of pregnant women. Collaboration between the service team, village midwives, and health cadres strengthens efforts to detect and handle the high risk of pregnancy. This program successfully increased the knowledge of pregnant women by 13% and sufficient knowledge by 3% about the prenatal care. It reduced the risk of pregnancy complications, which ultimately contributed to the reduction of maternal mortality and infant mortality rates in the Tirto I Health Center Working Area.. Evaluation and follow-up show that the main goal is achieved and recommend future improvements. Efforts are needed to increase collaboration between various parties such as health offices, health centers, universities, and community organizations to create a stronger support network for early detection of high-risk pregnancies.
Pelatihan Pembuatan Pembalut Kain di Desa Proto Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan Dwi Bagus Pambudi; Mahdanya Puteri; Indah Aulia; Khoerurrohim Khoerurrohim; Imroatul Maghfiroh; Gigih Setianto
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol4.iss2.260

Abstract

Cloth pads are a necessity during menstruation. According to research, disposable sanitary napkins currently in use are carcinogenic and contain harmful substances that have the potential to cause dangerous diseases for the reproductive organs. This training aims to find out how to manufacture, use and advantages of eco-friendly cloth sanitary napkins. These innovative cloth pads are made of fleece, diadora, cotton, waterproof, thread, sewing needle, ruler, scissors, pencil/ballpoint pen/marker, and adhesive. The method used with several steps, such as the presentation of material on how to make cloth pads and the advantages and disadvantages of cloth pads, product making begins with pattern making to the sewing stage, and the conclusion of the activity. The result is a product in the form of eco-friendly cloth pads.
Penguatan Literasi Parenting melalui Edukasi Neurosains dalam Pengasuhan Islami pada Anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Doro Gigih Setianto; Aisyah Dzil Kamalah; Risdiani Risdiani
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 5, No 2: August 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v5i2.40265

Abstract

Early childhood parenting is critical for supporting brain development and shaping children's cognitive, socio-emotional, and character development. However, many parents still rely on personal experience rather than scientific knowledge of brain development, indicating the need to strengthen parenting literacy through a neuroscience-based approach integrated with Islamic values. This community service program aimed to improve the parenting literacy of members of the Doro Branch of Nasyiatul Aisyiyah (PCNA Doro). Twenty-one active members, consisting of mothers and prospective mothers, participated in a participatory educational program involving interactive lectures, group discussions, case studies, reflective learning, and the distribution of a Brain-Based Islamic Parenting leaflet. Program effectiveness was evaluated using a one-group pretest-posttest design and analyzed through descriptive statistics and a paired-samples t-test. The mean knowledge score increased significantly from 84.62 to 95.71, representing an improvement of 11.10 points (13.11%) (p 0.001). Participants also demonstrated greater understanding of emotional regulation, positive parent-child communication, and parental role modeling. These findings indicate that the program effectively strengthened parenting literacy and has the potential to be implemented as a community-based family education initiative.
Meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur'an guru Aisyiyah Busthanul Athfal melalui pelatihan metode murottal Cholisa Rosanti; Muh Andi Sulaiman; Asfal Fuad; Gigih Setianto
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - Oktober in Press
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i4.168

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur'an anggota Ikatan Guru Aisyiyah Busthanul Athfal (IGABA) cabang Pekajangan kabupaten Pekalongan melalui pelatihan menggunakan metode murottal. Metode: menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi tajwid, demonstrasi metode murottal, praktik membaca Al-Qur'an, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan pada aspek ketepatan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, kelancaran membaca, dan kepercayaan diri, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: pelatihan metode murottal berhasil meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur'an peserta pada aspek ketepatan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, kelancaran membaca, dan kepercayaan diri. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap pelatihan karena metode murottal dinilai mudah diterapkan, menarik, dan efektif dalam memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an. Kesimpulan: pelatihan berbasis metode murottal efektif meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur'an guru Aisyiyah Busthanul Athfal serta berpotensi menjadi model pembinaan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di lembaga pendidikan anak usia dini. Kontribusi: memperkuat kompetensi profesional guru serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi Al-Qur'an di lembaga Aisyiyah Busthanul Athfal.
Mentimeter in Islamic Religious Education: A Systematic Review of Research Trends, Reported Pedagogical Impacts, and Implementation Challenges Risdiani; Gigih Setianto; Siti Nur’aini
Al-fiqh Vol. 4 No. 2 (2026): Al-fiqh : Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/al-fiqh.v4i2.1188

Abstract

This study aims to map research trends, synthesize reported pedagogical impacts, and identify implementation challenges associated with Mentimeter in Islamic Religious Education (PAI). A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in ScienceDirect, SINTA, and Google Scholar on 15 June 2026 for publications from 2021 to 2026. Of 150 identified records, 20 studies met the inclusion criteria. The included studies covered quantitative, qualitative, and mixed-methods research, with varied sample sizes and research contexts. Data were synthesized using thematic synthesis to identify recurring patterns. Across the reviewed literature, student participation and classroom interaction were frequently reported as pedagogical outcomes associated with Mentimeter use. Several studies also reported improvements in indicators of critical and creative thinking, although the evidence varied in study design, samples, and outcome measures. Reported implementation challenges included limited technological infrastructure, lecturers’ digital competencies, and institutional readiness. Overall, the evidence suggests that Mentimeter may support participatory and interactive IRE/PAI learning environments; however, the heterogeneous evidence is insufficient to establish causal effectiveness in improving critical and creative thinking. Further multi-site, rigorous, and longitudinal studies are needed.