Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Dengan Benar Pada Nasyiatul Aisyiyah Desa Surodadi Pemalang: Health Education on Guidelines for Proper Medicine Handling (DUSE: Dispense, Use, Store, Eliminate) for the Women's Group of Nasyiatul Aisyiyah in Surodadi Village of Pemalang Indonesia Wiharti, Irda Rizky; Fatkhiya, Musa Fitri; Murty, Daru Anggara
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7325

Abstract

Pengobatan mandiri sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia dengan pembelian obat tanpa resep di apotek atau toko obat, yang membuat kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan, penyimpanan, serta pembuangan obat yang tidak tepat. Program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) ini diadakan di Desa Surodadi Pemalang Jawa Tengah yang melibatkan ibu-ibu anggota organisasi Nasyiatul Aisyiyah sebagai perwakilan komunitas yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan sekitar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya para perempuan tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Metode yang digunakan adalah presentasi dan penyuluhan serta pembagian buku saku. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias pada saat pemaparan materi dan aktif melakukan tanya jawab mengenai DAGUSIBU. Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat tentang mengelola obat dengan baik dan benar.
PENGARUH HOME PHARMACY CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, KEPATUHAN, DAN OUTCOME KLINIK PASIEN HIPERTENSI Fatkhiya, Musa Fitri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5189

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Tingkat kepatuhan dan pengetahuan penderita hipertensi akan sangat mempengaruhi keberhasilan terapi. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh hubungan tingkat kepatuhan dan pengetahuan terhadap outcome klinik pasien hipertensi di Desa Pakisputih Kedungwuni. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dan data diambil secara prospektif dengan menyebarkan kuisioner pre-test dan post- test untuk mengukur tingkat kepatuhan, pengetahuan, serta melakukan pengukuran nilai tekanan darah. Metode sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis univariat dan bivariate menggunakan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan diberikan intervensi berupa home pharmacy care. Hasil penelitian diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien antara sebelum dan sesudah diberikan home pharmacy care yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Begitupula pada outcome klinik pasien dilihat dari nilai tekanan darah pasien yang mengalami penurunan sebelum dan sesudah diberikan home pharmacy care. Simpulan dari penelitian ini yaitu home pharmacy care memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan dan outcome klinik pasien.
EDUKASI PENCEGAHAN GANGGUAN KECEMASAN DI KALANGAN REMAJA DENGAN PENDEKATAN FARMAKOTERAPI Fatkhiya, Musa Fitri; Wiharti, Irda Rizky; Murty, Daru Anggara; Khasanah, Shinta Qusnul; Ayu, Shulfalia Risma
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i7.1614

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah Kesehatan mental yang  makin meluas khususnya dikalangan remaja yang biasa diisukan dengan sebutan “mental health”. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi “mental health” pada remaja yaitu pergaulan, tekanan akademik maupun non akademik, serta perubahan hormon. Namun masih banyak remaja yang belum memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai kondisi gangguan kecemasan dan cara penanganannya terutama dalam lingkup pendekatan farmakoterapi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lebih dalam mengenai gangguan kecemasan serta pencegahan dan penanganannya khususnya pada aspek farmakoterapi. Kegiatan ini berupa diskusi interaktif, edukasi dan komunikasi dengan tenaga farmasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2025 di SMA Negeri 1 Comal dengan jumlah peserta 431 siswa. Dalam  kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman tentang apa itu gangguan kecemasan, gejala yang menyertainya, serta cara membedakannya dengan kecemasan normal. Selain itu, dijelaskan pula peran penting farmakoterapi sebagai salah satu pilihan terapi yang digunakan oleh tenaga medis dalam menangani kasus gangguan kecemasan. Diakhir sesi disampaikan bahwa penggunaan obat bukanlah satu-satunya jalan, melainkan dapat dikombinasikan dengan pendekatan non-farmakologis seperti konseling. Salah satu media yang dapat digunakan oleh siswa yaitu  konseling online melalui bit.ly/farmasikonsultasi.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP INKOMPATIBILITAS PENCAMPURAN SEDIAAN OBAT INTRAVENA Wiharti, Irda Rizky; Anjani , Rosi Hayyu; Fatkhiya, Musa Fitri; Efrilia, Erin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47481

Abstract

Pencampuran sediaan obat intravena merupakan hal yang sangat beresiko terjadi kesalahan. Kesalahan yang paling mungkin terjadi adalah terjadi inkompatibilitas pencampuran sediaan intravena. Inkompatibilitas obat merupakan perubahan yang dihasilkan pada obat yang dapat mempengaruhi keamanan, efektivitas, penampilan serta stabilitas obat. Salah satu cara untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga kesehatan terkait inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena adalah dengan melalui survei. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pembuatan kuisioner standar yang dapat digunakan untuk penelitian tentang pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena. Item kuesioner dikembangkan melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson guna menguji validitas kuesioner, sedangkan uji reliabilitas penelitian ini menggunakan Chronbach’s-alpha. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 responden yang diberikan kuisioner untuk diisi menjadi sampel. Pengujian validitas instrumen dengan expert judgment menghasilkan beberapa perbaikan kalimat dari beberapa pertanyaan kuisioner. Sedangkan untuk menguji validitas, item pertanyaan pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan yang valid karena r hitung lebih besar sama dengan r tabel, sedangkan pertanyaan sikap sebanyak 24 pertanyaan dan pertanyaan perilaku sebanyak 12 item pertanyaan. Sedangkan uji reliabilitas pengetahuan didapatkan nilai cronbach alpha ≥ 0,70 dinyatakan reliabel. Oleh karena itu, indikator yang valid dan reliabel dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompabilitas pencampuran sediaan obat intravena.
EFEK PENGGUNAAN BETA BLOCKER TERHADAP KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW Adisaputra, Arya Dibyo; Susilawati, Ni Made; Fatkhiya, Musa Fitri; Gibran, Nabial Chiekal; Futihat, Chilyati Eky
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1501

Abstract

Elderly patients are considered a vulnerable population, as advanced age may exacerbate existing conditions or predispose individuals to adverse effects such as hypoglycemia. While hypoglycemia most frequently occurs in patients with diabetes who are treated with insulin or oral hypoglycemic agents, it may also develop in non-diabetic individuals under certain circumstances. The use of beta-blockers has been identified as one potential contributing factor to hypoglycemic events. This article aims to review the adverse effects of beta-blocker therapy in relation to hypoglycemia among older adults. A narrative review was conducted through electronic databases including PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect. The inclusion criteria were studies published within the last 10 years involving older patients who experienced hypoglycemia while receiving beta-blocker therapy. The search yielded 38 articles, of which only 4 met the inclusion criteria. In conclusion, the use of β-blockers appears to be associated with an increased risk of severe hypoglycemia; however, evidence specifically addressing the geriatric population remains limited.
ANALISIS BIAYA SAKIT PERSPEKTIF MASYARAKAT PADA PENDERITA DRESS (Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms) DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Fatkhiya, Musa Fitri; Perwitasari, Dyah Aryani; Febriana, Sri Awalia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.15928

Abstract

Penyakit akibat induksi obat merupakan suatu efek yang tidak diinginkan  yang dapat menyebabkan mortalitas maupun morbiditas. Reaksi pada kulit yang mungkin muncul dapat berupa efek ringan hingga berat seperti Severe Cutaneous Adverse Reaction (SCAR) sehingga memerlukan perhatian khusus. SCAR bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga menjadi beban keuangan yang signifikan untuk individu yang terkena dampak. Salah satu variasi SCAR yang memiliki periode latensi yang panjang adalah DRESS (Drug Reaction With Eosinophilia and Systemic Symptom). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya medis langsung, biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung pada pasien DRESS. Pengambilan data dalam penelitian ini secara cohort retrospective di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2015-2018 pada pasien DRESS akibat induksi NSAID, antibiotik, antikonvulsan, antiretroviral, antituberkulosis berdasarkan data rekam medis, data akuntansi serta CRF. Hasil data dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft office excel. Rata-rata biaya medis langsung rawat inap sebesar Rp. 11.643.405 dengan komponen biaya tertinggi adalah biaya obat (31%),  biaya tindakan medis (27%), biaya laboratorium (24%), biaya akomodasi (15%) dan biaya lainnya (3%). Biaya rawat jalan  sebesar Rp. 1.027.894 dengan komponen tertinggi yaitu biaya tindakan medis (39%), biaya laboratorium (36%), biaya obat (14%), biaya lainnya (6%) dan terendah adalah biaya transportasi (5%). Rata-rata biaya non medis langsung sebesar Rp 491.035 dan biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 1.675.369 yang merupakan biaya loss income. Biaya medis langsung merupakan biaya tertinggi dibandingkan biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung.
Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Dengan Benar Pada Nasyiatul Aisyiyah Desa Surodadi Pemalang: Health Education on Guidelines for Proper Medicine Handling (DUSE: Dispense, Use, Store, Eliminate) for the Women's Group of Nasyiatul Aisyiyah in Surodadi Village of Pemalang Indonesia Wiharti, Irda Rizky; Fatkhiya, Musa Fitri; Murty, Daru Anggara
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7325

Abstract

Pengobatan mandiri sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia dengan pembelian obat tanpa resep di apotek atau toko obat, yang membuat kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan, penyimpanan, serta pembuangan obat yang tidak tepat. Program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) ini diadakan di Desa Surodadi Pemalang Jawa Tengah yang melibatkan ibu-ibu anggota organisasi Nasyiatul Aisyiyah sebagai perwakilan komunitas yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan sekitar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya para perempuan tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Metode yang digunakan adalah presentasi dan penyuluhan serta pembagian buku saku. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias pada saat pemaparan materi dan aktif melakukan tanya jawab mengenai DAGUSIBU. Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat tentang mengelola obat dengan baik dan benar.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotika di Masyarakat Dusun Sidungkal Desa Gerlang Astriyani, Yunfika Ida; Fatkhiya, Musa Fitri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4629

Abstract

Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotika, kejadian resistesi antibiotika dapat disebabkan apabila kurangnya pengetahuan masyarakat dan perilaku penggunaan antibiotika yang tidak tepat. Masyarakat cenderung tidak mengetahui bahwa menggunakan antibiotika dengan dosis dan waktu yang tidak tepat akan menimbulkan masalah pada kesehatan mereka sendiri. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dalam penggunaan antibiotika. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskripif dengan pengambilan data secara prospektif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 75 responden. Penelitian ini dilakukan dengan memperoleh data dari responden dengan mengedarkan lembar pertanyaan (Kuisioner) yang berupa data primer ke responden secara langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Penelitian ini dilakukan pada 75 reponden yang memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh hasil nilai signifikasi yang didapatkan sebesar 0,507, nilai signifikasi >0,05 maka tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel-variabel. Maka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap penggunaan antibiotika di Dusun Sidungkal Desa Gerlang.
PENYULUHAN TENTANG PENGENALAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA DI DESA BEBEL PEKALONGAN Fatkhiya, Musa Fitri; Desiani, Ekanita; Jeff, Jamaludin Al; Prasetyo, Eko Budi; Wiwiduri, Wiwiduri; Sakti, Muhammad
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Maret 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/y703az68

Abstract

ABSTRACT Acute respiratory infection (ARI) is a disease that develops in areas with quite high levels of pollution, such as in Pekalongan. ARI attacks babies, children, adults and the elderly. ISPA can be treated independently or with a doctor's consultation. To minimize undesirable events from the use of these drugs, sufficient knowledge and health education are needed. The activity was held on December 18 2022 in Bebel Village, Pekalongan and was attended by 19 participants. The activity began with a pretest, then a leaflet was given containing material about ARI and non-pharmacological and physiotherapy treatment of ARI. At the end of the activity, given a posttest. Analyzed using a t-test to determine the differences between the pre-test and post-test of the extension activities. Based on the test results, the differences between the pretest and posttest were obtained with sig. 0.000 towards public knowledge about the recognition and prevention of ARI. The results of this community activity show an increase in knowledge. Keywords: Acure Respiratory Infection, handling, prevention, counseling   ABSTRAK   Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang berkembang di daerah dengan angka polusi yang cukup tinggi, seperti di Pekalongan. ISPA menyerang mulai dari bayi, anak-anak maupun dewasa dan lansia. Penanganan ISPA dapat diobati secara mandiri maupun konsultasi dokter. Untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan dari penggunaan obat tersebut maka diperlukan pengetahuan yang cukup dengan penyuluhan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2022 di Kelurahan Bebel Kota Pekalongan dan dihadiri oleh 19 peserta pemuda karangtaruna. Kegiatan diawali dengan pretest tentang ISPA, kemudian diberikan leaflet berisi materi tentang ISPA dan penanganan ISPA secara non farmakologi dan fisioterapi. Di akhir kegiatan dilakukan posttest tentang ISPA kemudian di analisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan pre-test dan post-test kegiatan penyuluhan. Berdasarkan hasil uji diperoleh perbedaan prestest dan post test dengan sig. 0,000 terhadap pengetahuan masyarakat tentang pengenalan dan pencegahan ISPA. Hasil kegiatan kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan.  
PENGENALAN BAHAYA DAN PENANGANAN PENYAKIT DEGENERATIF  PADA USIA MUDA Fatkhiya, Musa Fitri; Jeff, Jamaludin Al; Faza, Febi Ilma; Ananda, Luthfiah; Chelsea, Najwa
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/169waj73

Abstract

Penyakit degenerative adalah penyakit jangka panjang yang bersifat progresif. Penyakit degenerative yang paling umum diketahui adalah penyakit kardiovaskuler atau penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah dan penyakit neurodegenerative atau penyakit jangka panjang yang menyerang system neuron atau saraf. Penyakit degenerative tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikontrol gejalanya menggunakan obat-obatan. Penggunaan obat yang tidak patuh dapat menyebabkan perburukan kondisi pasien, dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain bahkan kematian. Salah satu factor resiko dari timbulnya penyakit kardiovaskuler adalah gaya hidup yang tidak baik dan benar. Untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler, maka diperlukan pemahaman dan pengetahuan yang cukup dalam menjaga pola hidup yang baik yang dimulai sejak sedini mungkin. Kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu penyuluhan Pengenalan Bahaya Dan Penanganan Penyakit Degeneratif Pada Usia Muda yang akan dilaksanakan di Smk Nusantara Comal. Hasil kegiatan kepada masyarakat ini menunjukkan perbedaan pada sebelum dan setelah diberikan penyuluhan yang diharapkan kegiatan penyuluhan dapat rutin dilakukan dan dapat membantu anak-anak usia muda mencegah terjadinya komplikasi dan gangguan kardiovaskuler