Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengetahuan Pasien Terhadap Adverse Drug Reactions (ADRs) Penggunaan Obat Antibiotik Beta-Laktam di RSUD Bendan Tahun 2024 Ghiska Ma’alia Yusuf; Musa Fitri Fatkhiya
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): May: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i3.1295

Abstract

Knowledge is the result of the process of understanding and recognizing something obtained through sensing an object. Beta-lactam antibiotics are a type of broad-spectrum antibiotic commonly used to treat bacterial infections, but their use still has the potential to cause side effects in the form of Adverse Drug Reactions (ADRs). This study aims to assess the level of patient knowledge regarding ADRs due to the use of beta-lactam antibiotics at Bendan Pekalongan Regional Hospital in 2024. This study used a prospective correlation design with a non-experimental approach. A total of 29 outpatients taking beta-lactam antibiotics were sampled, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires, medical records, and analyzed descriptively using Microsoft Excel. The results showed that 41% of respondents had low knowledge regarding ADRs, 28% had sufficient knowledge, and 31% had good knowledge. These findings indicate the need for more intensive education regarding the risks of ADRs in order to improve the safety of antibiotic use.
KARAKTERISTIK PASIEN PARKINSON DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG Indriyani, Widya; fatkhiya, musa fitri
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 02 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i02.3772

Abstract

Latar belakang : Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif sistem saraf pusat yang melibatkan hilangnya neuron dopaminergik pada otak bagian tengah yang dapat ditandai dengan gejala motorik dan non-motorik. Di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan secara global menunjukkan lebih dari 8,5 juta orang menderita penyakit Parkinson. Stimulasi otak dalam dan terapi lain dapat membantu mengatasi tremor dan mengurangi kebutuhan akan obat-obatan. Penyakit Parkinson menyebabkan tingginya tingkat kecacatan dan kebutuhan akan perawatan.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien Parkinson di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang.Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan metode retrospelif terhadap sampel pasien penderita Parkinson rawat jalan RSUD Dr. M. Ashari Pemalang pada bulan Januari hingga Juli 2023. Variabel penelitian pada penelitian ini adalah karakteristik pasien Parkinsom di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang yang meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, jenis pengobatan dan penyakit penyerta. Hasil karakteristik pasien Parkinson dianalisis menggunakan Microsoft Excel dalam bentuk persentase.Hasil : Pada penelitian yang dilakukan pada 55 pasien Parkinson, didapatkan hasil paling besar pada usia 55-65 tahun sebanyaak 23 orang (42%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 34 orang (62%), dengan pekerjaan paling banyak adalah IRT (Ibu Rumah Tangga) 21 orang (38%), tingkat pendidikan paling banyak tidak tamat SD sejumlah 29 orang (53%), penyakit penyerta paling banyak Hipertensi sejumlah 24 orang (35%), dan jenis pengobatan paling banyak adalah kombinasi terapi antara Levopar + Triheksifenidil sebanyak 8 orang (43%).
ANALISIS PERMASALAHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN METODE PHARMACEUTICAL CARE NETWORK EUROPE DI PUSKESMAS X KOTA PEKALONGAN Kurniawan, Andre; Fatkhiya, Musa Fitri; Oktaviani, Nila; Izzul Haq, M Fahmi; Widyaningrum, Widyaningrum; Zahra, Ani Matuz
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1505

Abstract

Latar Belakang: Kompleksitas terapi diabetes melitus meningkatkan risiko drug related problems (DRPs) yang dapat mempengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis DRPs pada pasien diabetes melitus menggunakan metode PCNE V9.1 di Puskesmas X Kota Pekalongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan data rekam medik pasien diabetes melitus di Puskesmas X Kota Pekalongan. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus periode Januari-Maret 2024. Sampel yang didapatkan adalah 140 yang telah memenuuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk mengidentifikasi drug related problems. Hasil: Mayoritas pasien perempuan (68,57%), usia 50-60 tahun (57,14%), dengan 21,43% memiliki penyakit penyerta. Metformin HCl merupakan antidiabetik yang paling banyak diresepkan (63,57%), menunjukkan kepatuhan baik terhadap pedoman PERKENI 2021, sementara Glimipride hanya 0,71%. Namun, dokumentasi komorbiditas sangat rendah (10% memiliki komorbiditas spesifik yang tercatat) dengan peripheral circulatory sebagai yang tersering (4,29%). Penggunaan obat kardiovaskular sangat terbatas (<1%) meskipun prevalensi komorbiditas seharusnya lebih tinggi. Penggunaan NSAID ditemukan pada 2,85% kasus yang perlu mendapat perhatian terkait risiko keamanan. Saran: Puskesmas X perlu meningkatkan skrining dan dokumentasi komorbiditas serta peran apoteker dalam medication review.Kata kunci : Diabetes Melitus, Metformin, PCNE, Pharmaceutical Care, Puskesmas
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA IBU PKK Musa Fitri Fatkhiya; Luthfia Ayu Rachmadila; Revalina Pricilla Putryanto; Keyla Maesluha; Fatkhirotul Khusna; Vironica Anarta Putri
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2877

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and causes various complications. Low public knowledge regarding risk factors causes delayed diagnosis. Therefore, this community service activity aims to increase the knowledge and awareness of PKK mothers regarding diabetes mellitus while also conducting early detection through blood sugar level checks. The activity was carried out on June 15, 2026, in Kuripan Kidul Village, Pekalongan, targeting 20 PKK members. The methods used included health education through interactive lectures, discussions and questions and answers, quizzes, distribution of leaflets as educational media, and random blood sugar level checks. Evaluation of the activity was carried out based on the level of participant participation during the education and health checks. The health education program combined with simple screening in the form of blood sugar checks is an effective promotive and preventive strategy to increase public awareness of diabetes mellitus prevention. Similar activities need to be implemented continuously to support the improvement of public health.
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat: Community Outreach on Household Pharmaceutical Waste Management to Promote Green Pharmacy Practices Musa Fitri Fatkhiya; Irda Rizky Wiharti; Rizki Lestari; Gilang Putra Ramadhan; Muhammad Giffard Azami
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8333

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat” diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengelola limbah obat rumah tangga secara benar guna mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap kesehatan. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat dengan materi mencakup definisi limbah obat, jenis-jenisnya, dampak pembuangan sembarangan, serta cara penyimpanan dan pemusnahan yang tepat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi secara visual dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap bahaya limbah farmasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung prinsip Green Pharmacy. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Edukasi Beyond Use Date dan Expiration Date Obat Bagi Ibu-Ibu PKK Bendan Kergon Pekalongan: Health Education on Beyond-Use Date and Expiration Date of Drugs for Women's Group of PKK Bendan Kergon Village Pekalongan City Irda Rizky Wiharti; Musa Fitri Fatkhiya; Daru Anggara Murty
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8690

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK mengenai perbedaan antara Beyond-use date (BUD) dan Expiration date (ED) pada obat. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang batas waktu penggunaan obat yang aman dapat menyebabkan penyimpanan serta penggunaan obat yang tidak tepat sehingga menurunkan efektivitasnya. Kegiatan dilaksanakan dengan metode active learning melalui ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 60 peserta dari ibu-ibu PKK kelurahan Bendan Kergon, kota Pekalongan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30 meningkat menjadi 70 pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dan mampu memahami pentingnya memperhatikan BUD dan ED dalam penyimpanan obat di rumah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
Gambaran Pengelolaan Obat Kadaluwarsa Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Pemalang Dita Evelina Azzahra; Musa Fitri Fatkhiya
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i1.702

Abstract

The management of expired medications in community health centers (Puskesmas) is crucial because it directly relates to the quality of healthcare services, patient safety, and environmental impact. Medications that have passed their expiration date no longer guarantee effectiveness and safety, and therefore require proper handling in accordance with applicable regulations. Furthermore, improper management can lead to waste and the risk of misuse. This study was conducted to describe the expired medication management system in community health centers (Puskesmas) in Pemalang Regency, specifically regarding separation, recording, reporting, and destruction. This study used a descriptive method with a cross-sectional approach to describe the conditions in the field. The data used were primary data obtained through direct observation and interviews with pharmacists at the community health centers. Sampling was conducted using purposive sampling at five community health centers: Losari, Purwoharjo, Sarwodadi, Rowosari, and Kebandaran. The instrument used was an observation sheet as an interview guide, while the collected data was analyzed descriptively to provide an overview of the implementation of expired medication management. The study results indicate that all community health centers (Puskesmas) have properly separated, recorded, and reported expired medications in accordance with regulations. Overall, the management of expired drugs in health centers in the Pemalang Regency area has been running well and in accordance with the guidelines of the Indonesian Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) Regulation Number 20 of 2025 concerning Good Distribution Practices for Medicines (CDOB), reaching 100%.
MENGENAL TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) ATAU OBAT TRADISIONAL DAN PENGGUNAANYA YANG AMAN DI DESA SIDOREJO Irda Rizky Wiharti; Musa Fitri Fatkhiya; Belita Aura Priani Merin; Salsa Rara Sumbada; A&#039;mirotul Hasnah; Ghefira Khoirina Putri; Tine Anistia Putri Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (JPMB), Juni 2026
Publisher : Yayasan Nusa Cendekia Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64020/jpmb.v2i2.66

Abstract

Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA) represent a community empowerment strategy to enhance family self-reliance in maintaining health through the cultivation and utilization of medicinal plants in home gardens. However, public knowledge regarding the types, benefits, processing methods, and safe use of TOGA remains limited. This community service program aimed to improve the knowledge of members of the Family Welfare Empowerment (PKK) organization in Sidorejo Village regarding the utilization of TOGA and the rational and safe use of traditional medicines. The program was conducted on June 17, 2026, at the Sidorejo Village Hall, Warungasem District, Batang Regency, involving PKK members as participants. The educational intervention employed lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, quizzes, and evaluations using pretests and posttests. The results demonstrated that participants actively engaged in the educational activities, as reflected by their enthusiastic participation during discussions and improved posttest scores compared with pretest scores. These findings indicate that the educational program effectively enhanced participants' knowledge of medicinal plant species, their health benefits, cultivation techniques, processing methods, and the appropriate use of traditional medicines. This program is expected to encourage the community to sustainably cultivate and utilize TOGA as a promotive and preventive approach to improving family health.