Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat semester, dan status tempat tinggal. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian dilakukan pada 94 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang mengisi instrumen DASS-21 subskala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada variasi kategori, dengan proporsi terbesar pada kategori sangat berat (28,7%). Perbedaan kecemasan terlihat jelas pada kelompok demografis tertentu, di mana mahasiswa usia 19–20 tahun, perempuan, mahasiswa semester 3–4, dan mereka yang tinggal bersama keluarga maupun kos/asrama menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor perkembangan, tuntutan akademik, dan konteks sosial berperan dalam munculnya kecemasan. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis berbasis kampus dan intervensi preventif untuk kelompok mahasiswa yang lebih rentan.