Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kesehatan Mental Emosional dan Penyelesaian Konflik Perkawinan Pada Pasangan Menikah di Kota Makassar Murdiana, Sitti; Ismail, Ismalandari; Djoeddawi, Siti Naga Uleng Purnama Sari; Haq, Izzul
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.81267

Abstract

Abstrak. Pada umumnya pernikahan tidak selalu bahagia dan berjalan normal seperti yang diharapkan. Kenyataannya pada sehari-hari akan terdapat perbedaan pendapat, tantangan finansial, konflik kecil hingga besar yang dapat mengakibatkan perceraian jika tidak diselesaikan dengan baik. Sehingga setiap pasangan menikah membutuhkan penyelesaian konflik perkawinan sebagai fondasi untuk mempertahankan stabilitas rumah tangga. Namun ternyata salah satu hal yang mempengaruhi penyelesaian konflik perkawinan yaitu kondisi kesehatan mental emosional pada pasangan menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara penyelesaian konflik perkawinan dilihat dari kondisi kesehatan mental emosional pada pasangan menikah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan skala General Health Questionnaire (GHQ-12) dan skala Penyelesaian Konflik Perkawinan (PKP-26) yang terbagi menjadi dua dimensi yaitu konstruktif dan destruktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan angket untuk mengumpulkan data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 105 orang dewasa berusia 24 – 56 tahun berdomisili di Kota Makassar. Data yang terkumpul kemudian dilakukan uji analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan SmartPLS 3.29. Hasil penelitian menemukan nilai path coefficients antara GHQ dan Konstruktif PKP yaitu -0,631 yang berarti terdapat pengaruh negatif dan kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika kondisi kesehatan mental memburuk, berarti semakin menurun pula penyelesaian konflik konstruktif (positif) pada pasangan menikah. Sedangkan nilai path coefficients antara GHQ dan Destruktif PKP yaitu 0,646 yang berarti terdapat pengaruh positif dan kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin kondisi kesehatan mental memburuk, maka semakin tinggi penyelesaian konflik destruktif (negatif). Kesimpulannya yaitu semakin tinggi skor GHQ berarti kondisi kesehatan mental bermasalah, maka semakin rendah konstruktif PKP, dan semakin tinggi destruktif PKP. Penelitian ini diharapkan mampu memberi edukasi pasangan menikah untuk menjaga kesehatan mental emosional agar lebih baik dalam menyelesaikan konflik perkawinan. Kata Kunci: Kesehatan mental emosional, Penyelesaian konflik perkawinan, Pasangan menikah.
Tingkat Kecemasan Mahasiswa: Kajian Deskriptif Berdasarkan Faktor Demografis dan Lingkungan Tempat Tinggal Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Kusuma, Perdana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat semester, dan status tempat tinggal. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian dilakukan pada 94 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang mengisi instrumen DASS-21 subskala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada variasi kategori, dengan proporsi terbesar pada kategori sangat berat (28,7%). Perbedaan kecemasan terlihat jelas pada kelompok demografis tertentu, di mana mahasiswa usia 19–20 tahun, perempuan, mahasiswa semester 3–4, dan mereka yang tinggal bersama keluarga maupun kos/asrama menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor perkembangan, tuntutan akademik, dan konteks sosial berperan dalam munculnya kecemasan. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis berbasis kampus dan intervensi preventif untuk kelompok mahasiswa yang lebih rentan.
Efektivitas Pelatihan Self-talk Dalam Menurunkan Stres Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Ramadhani, Devita Rezky; Ridfah, Ahmad; Ismail, Ismalandari
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17993883

Abstract

Academic stress can have negative effects on students because it can disrupt psychological and physical well-being; therefore, self-talk is needed. This study aims to determine whether self-talk is effective in reducing academic stress among students of the Faculty of Psychology, Makassar State University. The participants in this study totaled 16 students, divided into two groups: 8 in the control group and 8 in the experimental group. This study used a true experimental research design with a pretest–posttest control group design. The scale used in this study had a reliability value of 0.754. The results showed a decrease in the mean score of academic stress in the experimental group, from 76.13 to 51.63, while the academic stress score in the control group changed from 64 to 63.75. The findings indicate that the Mann–Whitney test produced a p-value of 0.002 (p 0.05). The Wilcoxon test for the experimental group showed a significant decrease in academic stress scores after the treatment, with p = 0.006 (p 0.05). It can be concluded that self-talk is effective in reducing academic stress among students of the Faculty of Psychology, Makassar State University. Self-talk has been proven to reduce academic stress among these students.
Strategi Kesadaran Komunikasi untuk Membangun Kerja Sama Tim yang Lebih Kuat Ismail, Ismalandari; Nurfadila; Alfisah, Dhita; Tahir, Andi Ayu Lestari
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.636

Abstract

Dalam lingkungan kerja modern, kualitas komunikasi antar anggota tim menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas kolaborasi dan pencapaian tujuan organisasi. Berbagai tantangan seperti miskomunikasi, kurangnya kejelasan pesan, dan minimnya kemampuan mendengar aktif sering kali menghambat dinamika kerja tim. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat meningkatkan kesadaran karyawan terhadap proses komunikasi yang sehat dan konstruktif. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menilai efektivitas strategi kesadaran komunikasi dalam meningkatkan kerja tim pada karyawan. Program dilaksanakan melalui seminar yang membahas konsep dasar kesadaran komunikasi, elemen komunikasi, hambatan dalam interaksi tim, serta pentingnya komunikasi aktif. Sebanyak lima belas karyawan mengikuti kegiatan ini dan mengisi pre-test serta post-test untuk melihat perubahan pemahaman. Analisis dilakukan dengan membandingkan kejelasan dan kedalaman jawaban sebelum dan sesudah seminar. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana peserta lebih mampu mengenali hambatan komunikasi dan memahami peran keterbukaan, umpan balik, serta mendengar aktif dalam kerja tim. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesadaran komunikasi melalui seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai proses komunikasi yang mendukung kerja tim.