Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PKM Pelatihan Perencanaan Karier untuk Meningkatkan Potensi Diri bagi Siswa SMPN 42 Satap Pampangan Istiqamah, St Hadjar Nurul; Anwar, Hilwa; Ismail, Ismalandari
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan karier merupakan aspek krusial dalam perkembangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun sering kali terabaikan dalam proses pendidikan. Banyak siswa menghadapi kesulitan dalam memahami potensi diri dan membuat keputusan karier yang tepat, seringkali terpengaruh oleh faktor eksternal seperti arahan orang tua atau pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program perencanaan karier yang efektif bagi siswa SMP dengan fokus pada peningkatan pemahaman potensi diri. Metodologi yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, pengembangan modul intervensi, dan implementasi program psikoedukasi. Program ini mencakup serangkaian psikoedukasi interaktif yang dirancang khusus untuk siswa SMP 42 SATAP PAMPANGAN. Materi yang dibahas meliputi pengenalan diri, eksplorasi karier, penetapan tujuan, dan pengenalan diri agar dapat meningkatkan kompetensi diri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa tentang potensi diri dan kesiapan perencanaan karier. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang potensi diri, peningkatan kemampuan pengambilan keputusan karier, dan peningkatan motivasi untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat. Program ini berpotensi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi bimbingan karier yang efektif di tingkat SMP khususnya di SMP 42 SATAP PAMPANGAN. Implikasi praktisnya meliputi penyusunan kurikulum bimbingan karier yang lebih komprehensif dan pelatihan guru BK untuk implementasi program serupa di sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, siswa SMP dapat lebih siap menghadapi tantangan pemilihan jurusan di SMA dan perencanaan karier jangka panjang.
PKM Program Self Awareness dalam Meningkatkan Motivasi Intrinsik Remaja Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Kusuma, Perdana; Gaffar, Syamsul Bakhri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan remaja memunculkan pergolakan yang menyebabkan ketidakmampuan remaja dalam mengendalikan dirinya. Banyak hal yang membuat remaja bingung akan apa yang harus dilakukannya. Remaja cenderung tidak memiliki rencana masa depan dan tujuan dalam hidupnya. Hal tersebut berkaitan dengan motivasi yang dimiliki remaja. Seringkali remaja sudah mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang disekitarnya untuk mendapatkan prestasi, namun kemauan dari diri sendiri untuk mencapai prestasi yang masih kurang. Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap permasalahan yang menyebabkan rendahnya motivasi tersebut terjadi dan kesadaran akan resiko dari perilakunya yaitu dengan menyadari potensi yang dimiliki. Melalui program self awareness diharapkan remaja dapat menerapkan pola pikir yang sehat, mempercayai kemampuan diri sendiri, evaluasi diri sendiri, dan mampu menetapkan tujuan. Program self awareness terdiri dari empat sesi, yaitu sesi mengidentifikasi permasalahan psikologis, psikoedukasi terkait motivasi intrinsik, program self awareness, dan Aplikasi self awareness. Hasil pelaksanaan kemitraan masyarakat yaitu mitra memiliki pengetahuan terkait program self awareness untuk meningkatkan motivasi intrinsik pada remaja, hasil self evaluation menunjukkan terdapat beberapa manfaat yang dirasakan peserta selama mengikuti kegiatan pengabdian dan peserta memiliki rencana dan harapan yang ingin dicapai kedepannya dan hasil self evaluation juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta paham dan merasa tertarik dengan materi yang telah disampaikan.
Deskripsi Perilaku Self Injury pada Mahasiswi di Kota Makassar Ismail, Ismalandari; Istiqamah, St. Hadjar Nurul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 5, No 2 (2024): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v5i2.68699

Abstract

Abstrak. Perilaku self-injury telah menjadi fenomena kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa mahasiswi pernah melakukan self-injury setidaknya satu kali dalam hidupnya, dengan prevalensi dua kali lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, usia onset, dan frekuensi perilaku self-injury pada mahasiswi di Kota Makassar. Studi deskriptif kuantitatif ini melibatkan 11 mahasiswi berusia 17-23 tahun yang pernah melakukan self-injury. Metode pengumpulan data menggunakan survei dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self-injury paling umum adalah cutting dan memukul, dengan rata-rata usia onset 14 tahun, 16 tahun, dan 20 tahun. Frekuensi perilaku bervariasi dari sekali dalam tiga bulan hingga hampir setiap hari, namun mayoritas berada pada kategori rendah hingga sedang. Studi ini memberikan wawasan penting tentang dinamika self-injury pada mahasiswi di wilayah Indonesia Timur dan menekankan perlunya pendekatan komprehensif dalam memahami dan mendukung kesehatan mental perempuan muda. Kata kunci: Mahasiswi, Self Injury, Makassar
Aktivitas Kelompok dengan Pendekatan Reminiscence Pada Pasien Geriatri Di RSKD Dadi Kota Makassar Ma'rifat, Andi Nurafifah; Amalia, Alifia Rissa; Rizqiyani, Amaliyah Nur; Wulandari, Andi Asyrina; Ismail, Ismalandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1850

Abstract

Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, menghadirkan tantangan kesehatan mental seperti rasa kesepian akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial. Kegiatan ini bertujuan reminiscence mengurangi rasa kesepian pada lansia di RSK`D Dadi Kota Makassar. Terapi ini melibatkan kegiatan mengenang dan berbagi pengalaman masa lalu untuk meningkatkan kesejahteraan emosional. Kegiatan ini dilakukan dengan lima sesi terapi yang dilaksanakan di Instalasi Rehabilitas Psikososial RSKD Dadi. Partisipan dalam kegiatan ini sebanyak empat orang pasien geriatri. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terapi reminiscence efektif dalam mengurangi rasa kesepian pada lansia dan dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang bermanfaat untuk meningkat kualitas hidup lansia.
Hubungan Regulasi Emosi Terhadap Career Resilience Pada Karyawan Generasi Z Istiqamah, St Hadjar Nurul; Ismail, Ismalandari; Syam, Rahmawati
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.74226

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi emosi dan career resilience pada karyawan Generasi Z dalam konteks dunia kerja yang terus berubah dan penuh tekanan. Generasi Z dikenal memiliki tantangan psikologis yang khas, termasuk tingkat kecemasan dan stres yang tinggi, serta kesulitan dalam regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan dari 85 responden karyawan Generasi Z menggunakan dua instrumen yang telah disesuaikan, yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan skala career resilience berbasis penelitian terbaru. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan career resilience (r = 0,685, p < 0,01) yang berarti semakin baik kemampuan individu dalam mengelola emosi, semakin tinggi pula ketahanan karier yang dimilikinya. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur psikologi kerja lintas generasi dan menunjukkan pentingnya pengembangan keterampilan emosional sebagai strategi adaptif dalam mendukung keberlanjutan karier Generasi Z. Penelitian ini merekomendasikan intervensi berbasis regulasi emosi dalam pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya tahan karier karyawan Generasi Z di era kerja modern. Kata kunci: regulasi emosi, career resilience, karyawan generasi Z
Hubungan Attachment dengan Regulasi Emosi pada Remaja yang Melakukan Self Injury Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Sulastri, Tri; Istiqamah, St. Hadjar Nurul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 1 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i1.74227

Abstract

Abstrak. Masa remaja merupakan periode rentan dengan tingginya prevalensi perilaku self injury yang mencapai 36,9-50%, yang sering kali merupakan strategi maladaptif dalam mengatasi masalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment dengan regulasi emosi pada remaja yang melakukan perilaku self injury menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan 14 partisipan remaja berusia 17-23 tahun (78,6% perempuan, 21,4% laki-laki). Instrumen penelitian menggunakan skala attachment berdasarkan aspek Collins (close, depend, anxiety) dan skala regulasi emosi berdasarkan teori Gross (cognitive reappraisal dan expressive suppression), dengan analisis data menggunakan korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara dimensi close dengan expressive suppression (r = -0,534, p < 0,05) dan korelasi positif yang signifikan antara dimensi anxiety dengan expressive suppression (r = 0,482, p < 0,05), namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara dimensi-dimensi kelekatan dengan cognitive reappraisal. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas kelekatan, khususnya dimensi kedekatan dan kecemasan, berpengaruh signifikan terhadap strategi regulasi emosi pada remaja yang melakukan self injury, sehingga penting untuk membangun kelekatan yang aman dalam mencegah penggunaan strategi regulasi emosi yang maladaptif. Kata Kunci: Remaja, Attachment, Regulasi Emosi, Self Injury
Kesehatan Mental Emosional dan Self-compassion pada Remaja Awal Murdiana, Sitti; Ismail, Ismalandari; Ahmad, Nurul Fitriana
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v10i2.73532

Abstract

Remaja awal mengalami perubahan fisiologis dan psikologis yang kompleks. Mereka menghadapi sejumlah hal baru yang membuat mereka bingung mengenai diri mereka sendiri dan juga tanggapan lingkungan sekitar terhadap dirinya. Kondisi ini menyebabkan banyak dari remaja awal mencoba mengeksplorasi lingkungannya dengan alas an mencari jati diri. Dalam pencarian jati diri ini mereka menemukan banyak ketidaksesuaian yang membuatnya frustrasi. Frustrasi yang dialami oleh remaja awal ini memunculkan berbagai gejala antara lain; gejala emosional, hiperaktivitas, penyimpangan perilaku, masalah dengan teman sebaya dan perilaku prososial. Gejala tersebut digolongkan ke dalam kesehatan mental emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kesehatan mental emosional dengan self compassion pada remaja awal di Kota Makassar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 44 remaja di Kota Makassar. Data dianalisis dengan teknik statistic korelasi pearson. Responden dalam penelitian ini sebanyak 44 remaja di Kota Makassar. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self compassion dengan kesehatan mental emosional pada remaja di Kota Makassar (0,584 > r tabel 0,2907, p < 0,000).
Body Image and Body Dysmorphic Disorder Tendency of Women Social Media Users Islamiyah, Nurul; Murdiana, Sitti; Ismail, Ismalandari
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11969

Abstract

Body image is a psychological factor that causes body dysmorphic disorder tendencies. Where, individuals feel satisfied or dissatisfied with the shape of the body so that they try to achieve the desired body. The purpose of the study was to determine the relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. The survey of this study was 202 subjects. The study used quantitative methods using Spearman rho correlation data analysis techniques with a coefficient of -0.469 with p=0.00 (p<0.05). The results show that there is a very significant negative relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. This means that the lower the body image, the higher the tendency of body dysmorphic disorder and vice versa, the higher the body image, the lower the tendency of body dysmorphic disorder in social media users. So, a female social media user may feel satisfied with herself. However, she can also unconsciously develop an obsession to be better, cover up flaws and continue to change her appearance.Body image merupakan faktor psikologi penyebab terjadinya kecenderungan body dysmorphic disorder. Dimana, individu merasa puas ataupun kurang puas dengan bentuk tubuh sehingga mengusahakan tercapaianya tubuh yang di inginkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Survei penelitian ini adalah 202 subjek. Penelitian menggunakan metode kuantitatif menggunakan teknik analisis data korelasi Spearman rho dengan hasil koefisien sebesar -0,469 dengan p=0,00 (p<0,05). Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Hal ini berarti bahwa semakin rendah body image, semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder begitupun sebaliknya, semakin tinggi body image, semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disorder pada pengguna media sosial. Jadi, perempuan pengguna media sosial bisa saja merasakan kepuasan terhadap dirinya. Tetapi, dia juga bisa tidak sadar mengembangkan obsesi untuk menjadi lebih baik, menutupi kekurangan dan terus mengubah penampilan dirinya.
SEMINAR KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SEHAT DI RUMAH SAKIT DAERAH DADI Ismail, Ismalandari; Mukhlis, Andi Mukrim; Ayu, Annisa Putri; Ramadhani, Aulia Zahrah; Azzahra, Chici Firdha; Ramadhana, Muhammad Ismul Azham
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 1 No. 2 (2022): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.767 KB) | DOI: 10.55681/devote.v1i2.358

Abstract

Communication is important to maintain relationships, especially in the work environment. However, based on preliminary data conducted at the Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi (RSKD) in South Sulawesi Province, there is still a lack of knowledge about communication and how to make communication more effective. The purpose of this activity is to provide knowledge and effective communication skills to the staff and employees at Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi. The methods used are lecturing and sharing sessions. The participants consist of 41 participants, 9 of whom were male, while 32 participants were female registered. The result of the seminar shows that the activity runs well. It can be known from the improvement of the post-test conducted by the participants after following the seminar.
Relationship of Self-Control with Intensity of Tiktok Social Media Use in Universitas Negeri Makassar Studens Puspita P, RR Atika; Tetteng, Basti; Ismail, Ismalandari
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 6 (2024): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10556891

Abstract

. Intensity of tiktok social media use means that how often individuals access so as to produce a behavior or response. One factor that can affect intensity is self-control. The study was conducted to determine the relationship between self-control and the intensity of tiktok social media use in Universitas Negeri Makassar students. This research uses a quantitative approach with person correlation product moment technique. The respondents of study were 381 students of Universitas Negeri Makassar obtained by random sampling.  The results showed that there was a negative relationship between self-control and the intensity of tiktok social media use in Makassar State University students. This is evidenced by a pearson correlation coefficient of -0,311 and the significance value of 0,000 (0,000 0,05), so it can be concluded that the hypothesis is accepted. The implication in the research is that understanding is related to the need for students to have self-control so that they can use their time better and for other useful things.