Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR BERBASIS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) moench) DAN KACANG METE (Anacardium occidentale) Ana Rifdah Salsabiela; Chairul Anam Afgani; Muhammad Alhajj Dzulfikri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk snack bar telah menjadi makanan yang cukup populer dan mulai berkembang pesat dengan berbagai inovasi bahan yang digunakan. Pesatnya produk snack bar di masyarakat membutuhkan inovasi produk berbasis pangan lokal yang bisa dikembangkan. Sorgum dan kacang mete merupakan salah satu komoditas pangan lokal dengan kandungan gizi dasar yang tinggi, Sehingga bisa dijadikan alternatif bahan pangan dalam inovasi pembuatan snack bar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan sorgum dan kacang mete terhadap mutu kadar air, warna dan mutu organoleptik secara hedonik dan skoring. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium di Universitas Teknologi Sumbawa dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu kombinasi penambahan sorgum dan kacang mete dengan 3 perlakuan, A (80:20), B (50:50), dan C (20:80). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA menggunakan software SPSS dengan taraf nyata 5% serta dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat hasil yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi sorgum dan kacang mete berpengaruh nyata terhadap kadar air, mutu fisik warna dan organoleptik snack Bar. Dengan nilai kadar air berkisar antara 10,97-12,18 %, nilai kecerahan (L*) berkisar antara 42,3–46,0 dan pada ºHue memiliki rata-rata nilai dengan range 62,20-84,13 yang menghasilkan warna yellow red. Pada uji organoleptik menunjukkan mutu warna snack bar yaitu berwarna kuning kecokelatan-cokelat mengkilap, aroma disukai, rasa disukai, serta bertekstur keras dan disukai.
The KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR BERBASIS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) moench) DAN KACANG METE (Anacardium occidentale) Ana Rifdah Salsabiela; Chairul Anam Afgani; Muhammad Alhajj Dzulfikri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk snack bar telah menjadi makanan yang cukup populer dan mulai berkembang pesat dengan berbagai inovasi bahan yang digunakan. Pesatnya produk snack bar di masyarakat membutuhkan inovasi produk berbasis pangan lokal yang bisa dikembangkan. Sorgum dan kacang mete merupakan salah satu komoditas pangan lokal dengan kandungan gizi dasar yang tinggi, Sehingga bisa dijadikan alternatif bahan pangan dalam inovasi pembuatan snack bar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan sorgum dan kacang mete terhadap mutu kadar air, warna dan mutu organoleptik secara hedonik dan skoring. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium di Universitas Teknologi Sumbawa dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu kombinasi penambahan sorgum dan kacang mete dengan 3 perlakuan, A (80:20), B (50:50), dan C (20:80). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA menggunakan software SPSS dengan taraf nyata 5% serta dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat hasil yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi sorgum dan kacang mete berpengaruh nyata terhadap kadar air, mutu fisik warna dan organoleptik snack Bar. Dengan nilai kadar air berkisar antara 10,97-12,18 %, nilai kecerahan (L*) berkisar antara 42,3–46,0 dan pada ºHue memiliki rata-rata nilai dengan range 62,20-84,13 yang menghasilkan warna yellow red. Pada uji organoleptik menunjukkan mutu warna snack bar yaitu berwarna kuning kecokelatan-cokelat mengkilap, aroma disukai, rasa disukai, serta bertekstur keras dan disukai.
BIMBINGAN TEKNOLOGI, PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN SERBUK JAHE DI KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Afgani, Chairul Anam; Nairfana, Ihlana
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.016 KB) | DOI: 10.31764/jadm.v2i2.5802

Abstract

Jahe merupakan salah satu hasil pertanian berupa umbi-ubian yang cukup baik digunakan dalam pembuatan minuman serbuk. Pemanfaatan rimpang jahe di Sumbawa belum secara optimal. Selama ini jahe hanya dijadikan bumbu masakan secara langsung, padahal jahe sangat cocok dijadikan sebagai olahan seperti minuman fungsional. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang potensi pengolahan rimpang jahe sebagai sumber pangan dalam pembuatan serbuk minuman instan dengan mutu yang baik. Pemberian pengetahuan dilakukan secara sosialisasi, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa  masyarakat dapat memahami pentingnya pemanfaatan rimpang jahe sebagai serbuk minuman fungsional dengan mutu yang baik. Pengolahan rimpang jahe menjadi serbuk instan dapat memperpanjang umur simpan bahan baku dan memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan
SOSIALISASI SISTEM PENANGAN PASCAPANEN BAWANG MERAH DI KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i2.19524

Abstract

Bawang merah adalah komoditas penting bagi kebutuhan aneka masakan khas Indonesia dan kegunaan lainnya yang luas pemanfaatannya. Kebutuhan yang terus menerus ini perlu diimbangi dengan persediaan stok bahan yang dapat memenuhi target kebutuhan dalam negeri. Kerusakan pada proses penyimpanan akan menyebabkan menurunya kualitas umbi bawang merah di samping susut bobot yang tinggi. Oleh karena itu, perlu cara penanganan pascapanen yang baik. Pelatihan bimbingan penanganan bawang merah di masyarakat Sumbawa bertujuan untuk melatih masyarakat dalam penanganan pasca panen bawang merah yang memiliki mutu baik dan memperpanjang umur simpannya. Pemberian pengetahuan dilakukan secara sosialisasi, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat di masyarakat Sumbawa menunjukkan bahwa  masyarakat dapat memahami cara penanganan pasca panen bawang merah agar dapat menghasilkan bawang merah dengan kualitas dan mutu yang baik serta memiliki masa simpan yang lama ±1 tahun dengan sistem pengeringan menggunakan ruang terkontrol yang baik dan memenuhi mutu standar nasional Indonesia (SNI) 2013
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG BIJI SORGUM PUTIH DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI RAGI DI DESA BOAK KELURAHAN UNTER IWES KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam; Nairfana, Ihlana; Azis, Lukman; Mikhratunnisa, Mikhratunnisa
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v2i1.4219

Abstract

Sorghum is one of the cereal commodities that is quite well used in the manufacture of flour. In Indonesia, the utilization of sorghum seeds is still not maximally used. At this time, sorghum seeds are used as animal feed and boiled directly for consumption. The aim of manufacture of white sorghum seed flour with the addition of yeast in Boak  Village, Unter Iwes was to extend shelf life and facilitate its use. The provision of knowledge is done by providing socialization, discussion and practice. The results show that the community understood sorghum seeds as flour in the manufacture of food and processed with a good quality. Processing sorghum seeds with the addition of yeast is a way to extend the shelf life of sorghum and make it easier to  be processed into various food products.
SOSIALISASI PENANGANAN PASCAPANEN BUAH CABAI MERAH DI SERNU LABU BADAS KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam; Ariskanopitasari, Ariskanopitasari
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v5i1.23437

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan di kalangan masyarakat Indonesia dengan nilai ekonomis yang tinggi. Cabai termasuk sayuran yang mudah busuk, mudah rusak, dan sulit dipertahankan dalam bentuk segar dan cabai tergolong sebagai produk pertanian klimakterik. Oleh karena itu, perlu cara penanganan pascapanen yang baik. Pelatihan bimbingan penanganan pascapanen cabai merah di masyarakat Sernu Labu Badas Sumbawa bertujuan untuk melatih masyarakat dalam penanganan pasca panen cabai merah yang memiliki mutu baik dan memperpanjang umur simpannya. Pemberian pengetahuan dilakukan secara sosialisasi, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat di masyarakat Sumbawa menunjukkan bahwa  masyarakat dapat memahami cara penanganan pasca panen cabai merah agar dapat menghasilkan hasil dengan kualitas yang baik dan memiliki masa simpan yang lama 4-6 bulan dengan sistem pengemasan yang baik
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG BERAS DI DESA PARATE KECAMATAN SAMAPUIN KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.15227

Abstract

AbstrakBeras  juga merupakan hasil olahan dari tanaman padi yang diperoleh dengan cara digiling. Beras menjadi salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi di Asia khususnya di negara Indonesia, dan beras dapat diolah menjadi tepung beras. Tepung beras merupakan salah satu alternatif bahan dasar dari tepung komposit dan terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Tepung beras adalah produk setengah jadi untuk bahan baku industri lebih lanjut Pembuatan tepung beras dengan di Desa Parate Kecamatan Samapuin bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pembuatan tepung yang memiliki mutu dan memperpanjang umur simpannya. Pemberian pengetahuan dilakukan secara sosialisasi, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat di desa Parate kecamatan Samapuen menunjukkan bahwa  masyarakat dapat memahami cara pengolahan beras menjadi tepung beras dengan penambahan fermipan agar dapat menghasilakn tepung beras dengan kualitas dan mutu yang baik serta memiliki masa simpan yang lama ±6 bulan dengan sistem pengeringan menggunakan oven dan pengemasan yang baik dan memenuhi mutu standar nasional Indonesia (SNI) 3549-2009 adalah putih khas tepung. 
BIMBINGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN KOMBUCHA DARI BUAH NANAS DI DESA BATU BULAN KECAMATAN MOYO HULU KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam; Sari, Ratna Nurmalita; Nairfana, Ihlana; Setiawati, Veni Rori
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i2.10041

Abstract

Pinneaple is one of the major commodity in West Nusa Tenggara. This commodity could be processed into commercial product such as kombucha. Kombucha is fermented tea by using Simbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) which incubated for 14 days. During kombucha processing, fruit juice were diluted then added by sugar which involved as main microorganism nutrition in fermentation. This community development aimed to transfer the knowledge of kombucha making from pine and other domestic fruits. Product processing explanation, disscussion, and practice were conducted to transfer the complete knowledge for the target. The result showed that Batu Bulan community-as the target, could understand the kombucha making and figure its benefit out. 
Identification of dangerous preservative content in shrimp paste (acetes sp.) circulating in the traditional markets of Sumbawa City Sari, Dinda; Afgani, Chairul Anam
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jafp.v4i1.24811

Abstract

Shrimp paste is a processed food product produced by fermenting shrimp or fish through the addition of salt or other permitted ingredients. This research was conducted to determine whether or not there were dangerous preservatives formaldehyde and borax in shrimp paste circulating in the traditional markets of Sumbawa City. This type of research is laboratory-based qualitative and quantitative descriptive using a Completely Randomized Design (CRD). The samples used were 4 solid block dried shrimp paste samples obtained from the Labuan market, Brang seed market, Seketeng market and downstream Moyo market. The test parameters carried out were formalin test, borax test, physical color test, hedonic organoleptic quality test and water content value test. Based on the identification results, the shrimp paste samples that tested negative contained the dangerous preservatives formaldehyde and borax because they did not show any color change. The physical color test results showed that the ◦Hue ranged between 68.11-71.09, which indicated that the shrimp paste was red-yellow. The results of the hedonic organoleptic quality test showed that there was no significant difference in the level of panelists' preference for the color, texture and aroma of shrimp paste. The results of the water content test yielded water content values ranging between 29%-35%. The lowest water content value was obtained in the Labuan market with a water content value of 29% and the highest water content value was in the seed brang market with a water content value of 35%. The water content of shrimp paste circulating in the traditional markets of Sumbawa City is in accordance with the standards set by SNI 2716:2016 concerning the water content of dry solid block shrimp paste, namely a maximum of 35%.
Chitosan and Drying Temperature Optimization on the Quality of Bage Lemuru Fish using RSM Methods Afgani, Chairul Anam; Mikhratunnisa; Hadi, Sofyan; Komarudin, Nurul Amri; Nuraisyah, Anni; Isworo, Rhestu
Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy Vol. 11 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy Network (SAFE Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/apjsafe.v11i1.167

Abstract

Bage is a traditional fermented fish in Sumbawa made from lemuru fish (Sardinella lemuru). The aims of this study were to determine the chemical properties (moisture content and crude protein), microbial properties, and the panellist’s preferences for bage fish products after the addition of chitosan during the process. Optimization analysis using Response Surface Methodology showed that the temperature acquired was 60.93˚C. The chitosan concentration amounted to 3.51%, resulting in a water content of 23.47% and protein content of 49.91%. The number of microbial colonies in all treatments did not exceed the maximum limit of salted fish category product, based on SNI 8273 – 2016, but the fungal growth was found in samples with a temperature of 53 and 55˚C on the 20th day. The highest level of panellist preference for taste and aroma of bage fish was at a treatment temperature of 60 ° C with the addition of chitosan 4.62%, whereas the best texture was obtained by treatment at a temperature of 53˚C with the addition of 4.62% chitosan