Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMBINAAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN MOTIVASIBELAJARSISWA PADAMATAPELAJARANIPS Said Ashlan; Samsul Bahri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam upaya memajukan kehidupan bangsa. Oleh karena itu perlunya perhatian khusus dalam penggunaan model pembelajaran untuk menunjang jalannya pembelajaran. Quantum teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan pada jalannya pembelajaran. Pada artikel kali ini kita akan membahas dampak yang diberikan oleh penggunaan quantum teaching pada mata pelajaran IPS di sekolah menengah pertama. Penulisan artikel menggunakan metode article review dengan memaparkan isi dari berbagai penelitian terdahulu untuk mengetahui bagaimana dampak yang diberikan dengan penggunaan quantum teaching. Quantum teaching memberikan dampak positif terhadap sistem pembelajaran yang mempengaruhi beberapa hal. Mulai dari hasil belajar, bagaimana siswa dapat termotivasi untuk belajar, dan juga munculnya berbagai macam potensi yang diberikan hingga penerapan gaya belajar yang lebih menarik untuk diberikan kepada siswa. Kata Kunci: Quantum Teaching, IPS, Pendidikan
SOSIALISASI POTENSI WISATA HUTAN KOTA DESA TIBANG MELALUI STRATEGI BRANDING DAN DIGITAL MARKETING Said Ashlan; Nurul Hamdi; Mahendar Dwi Payana; Junidar Junidar; Putri Serianti; Juanda Nargaza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan Mensosialisasikan Potensi Wisata Hutan Kota di Desa Tibang, Kota Banda Aceh, melalui penerapan strategi branding dan digital marketing. Hutan Kota Desa Tibang memiliki potensi alam dan aspek edukatif yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai destinasi wisata. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, kegiatan sosialisasi dilakukan dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, serta pembuatan konten promosi digital yang melibatkan masyarakat setempat. Strategi branding difokuskan pada pembentukan citra destinasi wisata berbasis ekowisata dan edukasi lingkungan, sementara digital marketing dilakukan melalui media sosial, website, dan platform digital lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya promosi digital serta mulai terbentuknya identitas visual destinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi branding yang tepat dan pemanfaatan media digital secara efektif dapat meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri ke Hutan Kota Desa Tibang.
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka The Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka
PELATIHAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA SDIT NURUL ISHLAH BANDA ACEH Rafni Fajriati; Said Ashlan; Murnia Suri; Annisa Qadrunnada; Kurnia Rahmayanti; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan aplikasi Canva sebaga upaya untuk memperkuat literasi digital di Sekolah Dasar guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Pelatihannya ini dapat menstimulasi siswa untuk menggunakan aplikasi untuk menarik perhatian agar membaca tulisan yang ia tulis dengan desain sesuai dengan apa yang siswa sukai. Siswa dapat bereksperimen dan selama pelatihan siswa juga akan mendapat bimbingan dan umpan balik dari guru dan temannya agar dapat memperbaiki desainnya. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk memberikan pelatihan aplikasi Canva bagi siswa SD di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh untuk meningkatkan literasi digital siswa. Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. hasil pelaksanaan dan evaluasi serta berbagai upaya refleksi yang telah dilakukan dapat disimpulkan (1) Adanya sikap atau keinginan untuk menghasilkan karya tulis yang dilakukan di lingkup sekolah. (2) Para siswa antusias mengikuti Pelatihan Canva untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Siswa SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh (3) Peningkatan wawasan dan pola pikir siswa dalam mengembangkan keterampilan akan ditindak lanjuti dengan menghasilkan karya tulis.
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum MerdekaThe Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka 
SOSIALISASI PERENCANAAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Said Ashlan; Nurul Hamdi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia Adalah: sosialisasi perencanaan karir siswa sekolah menengah atas negeri 1 Krueng Barona Jaya, Layanan informasi karier adalah serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang diberikan oleh konselor kepada konseli yang berlangsung dalam kelas melalui komunikasi langsung, yang bertujuan agar konseli dapat memperoleh informasi atau keterangan-keterangan tentang karier, Dari kegiatan pengabdian ini , nantinyaa pada SMAN 1 Krueng Barona Jaya diharapkan bahwa layanan informasi harus bisa disosialisasikan kepada siswa, dimana nantinya layanan Informasi Karir membantu siswa memilih serta (1) menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru (sekolah, guru, mata pelajaran, jurusan) sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya , 2) siswa mampu membuat dan mengambil keputusan yang tepat mengenai karier, 3) siswa mampu mengembangkan dirinya dengan sebaik mungkin sesuai dengan perkembangan yang terjadi.Kata Kunci: Pengetahuan, Karir, SiswaIn Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by Ubudiyah University Indonesia periodically in one semester or per academic year. As a form of community service that can be carried out by Ubudiyah University of Indonesia, namely: socialization of career planning for students at state high school 1 Krueng Barona Jaya. Career information services are a series of guidance and counseling activities provided by counselors to counselors which take place in class through communication. directly, which aims to enable counselees to obtain information or information about careers. From this service activity, later at SMAN 1 Krueng Barona Jaya it is hoped that information services can be disseminated to students, where later Career Information services will help students choose and (1) adapting to a new environment (school, teacher, subject, department) according to their interests, talents and abilities, 2) students are able to make and take the right decisions regarding careers, 3) students are able to develop themselves as best as possible in accordance with current developments happen. Keywords: Knowledge, Career, Students
SOSIALISASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMAN 4 BANDA ACEH MELALUI PEMAHAMAN MINAT DAN BAKAT Said Ashlan; Chairanisa Anwar; Fatimah Zainab
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMAN 4 Banda Aceh melalui kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pemahaman minat dan bakat. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar sebagian siswa yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap potensi diri. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pengisian instrumen sederhana untuk mengidentifikasi minat dan bakat siswa. Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai peserta utama dengan pendekatan partisipatif agar mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap minat dan bakat pribadi, yang berdampak pada meningkatnya kesadaran akan pentingnya belajar sesuai dengan potensi yang dimiliki. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap kegiatan belajar, seperti meningkatnya keaktifan dalam diskusi dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung dan angket respon siswa, yang menunjukkan tingkat kepuasan dan kebermanfaatan program yang tinggi. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengenali potensi diri dan meningkatkan motivasi belajar. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah lain untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: motivasi belajar, minat dan bakat, sosialisasi pendidikan, siswa SMA, pengembangan potensi diri
KIAT MEMBANGUN KESADARAN KARIR SEJAK DINI MELALUI SOSIALISASI PERENCANAAN KARIR SISWA SMK NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH Said Ashlan; Chairanisa Anwar; Radela Radela
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran karier sejak dini merupakan aspek penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. Namun, masih banyak siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai bakat, minat, serta perencanaan karier yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karier siswa melalui sosialisasi kiat membangun perencanaan karier di SMK Negeri 2 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta kegiatan refleksi diri untuk membantu siswa mengenali potensi dan minat mereka. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menetapkan tujuan karier, mengenali peluang pendidikan lanjutan, serta memahami kebutuhan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep perencanaan karier dan pentingnya kesadaran karier sejak dini. Siswa menjadi lebih mampu mengidentifikasi potensi diri serta lebih termotivasi dalam merencanakan masa depan mereka. Pendekatan interaktif yang digunakan juga mendorong partisipasi aktif siswa sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran karier dan memberikan bekal awal bagi siswa dalam menyusun perencanaan karier yang matang. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi masa depan. Kata Kunci: kesadaran karier, perencanaan karier, siswa SMK, sosialisasi, motivasi belajar
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.
PENGUATAN BUDAYA ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN MELALUI PEMBELAJARAN ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KESEHATAN Husaini Husaini; Said Ashlan
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5914

Abstract

Korupsi di sektor kesehatan merupakan persoalan serius karena berdampak langsung terhadap mutu layanan, keselamatan pasien, distribusi sumber daya, dan kepercayaan publik. Pendidikan tenaga kesehatan memiliki posisi strategis dalam membentuk calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berintegritas secara moral dan profesional. Artikel ini bertujuan menganalisis model penguatan budaya anti korupsi dalam pendidikan tenaga kesehatan melalui pembelajaran etika profesi dan tata kelola kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ajar Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi Kementerian Kesehatan, dokumen Komisi Pemberantasan Korupsi, publikasi World Health Organization, Transparency International, serta artikel ilmiah tentang korupsi sektor kesehatan, etika profesi, dan tata kelola layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya anti korupsi dalam pendidikan tenaga kesehatan dapat diperkuat melalui tiga strategi utama, yaitu integrasi nilai anti korupsi dalam kurikulum, penguatan etika profesi berbasis kasus kesehatan, dan pembentukan tata kelola pendidikan kesehatan yang transparan serta akuntabel. Nilai utama yang perlu diinternalisasikan meliputi kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, disiplin, keberanian moral, dan amanah. Kebaruan artikel ini terletak pada pengembangan model integratif yang menghubungkan pendidikan anti korupsi, etika profesi kesehatan, keselamatan pasien, dan tata kelola kesehatan. Artikel ini merekomendasikan agar institusi pendidikan tenaga kesehatan menjadikan pendidikan anti korupsi sebagai budaya akademik, bukan sekadar materi pembelajaran normatif. Kata kunci: anti korupsi; pendidikan tenaga kesehatan; etika profesi; tata kelola kesehatan; integritas