Claim Missing Document
Check
Articles

TANTANGAN DAN EFEKTIVITAS GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Said Ashlan; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta tantangan pemanfaatan teknologi digital oleh guru di sekolah dasar dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Transformasi pendidikan berbasis teknologi menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital dan kompetensi pedagogis yang memadai agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, terutama dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas pembelajaran, akses informasi, serta efisiensi proses pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai platform dan media digital seperti Google Classroom, video pembelajaran, aplikasi presentasi interaktif, serta perangkat evaluasi berbasis daring untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, implementasi teknologi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi literasi digital sebagian guru, keterbatasan akses internet, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi digital sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana teknologi. Kata kunci: teknologi digital, efektivitas pembelajaran, guru, tantangan, pendidikan digital. Abstract This research was This study aims to analyze the effectiveness and challenges of digital technology utilization by elementary school teachers to support the learning process in the digital era. Technology-based educational transformation requires teachers to have adequate digital literacy skills and pedagogical competencies to make learning more interactive, adaptive, and oriented to student needs. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and distribution of questionnaires to elementary school teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the use of digital technology has a positive impact on learning effectiveness, especially in increasing student engagement, learning creativity, information access, and learning process efficiency. Teachers utilize various digital platforms and media such as Google Classroom, learning videos, interactive presentation applications, and online-based evaluation tools to support teaching and learning activities. However, the implementation of digital technology still faces various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy competency among some teachers, limited internet access, and resistance to changes to conventional learning methods. The research findings also indicate that the success of digital technology integration is greatly influenced by teachers' pedagogical competency, school support, and the availability of technological facilities and infrastructure. . Keywords: digital technology, learning effectiveness, teachers, challenges, digital education.
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.