Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analysis Of Drug Procurement Procedures At RSIA Muhaya Pangkalpinang Pharmaceutical Installation In 2023 Muliana, Hilda; Wahab, Sabda; Azzahra, Nia
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i2.130

Abstract

Drug shortages in every healthcare unit are complex problems that require effective and efficient drug management. It is important to ensure the availability of drugs according to the right type and amount, preventing drug shortages and excesses. The purpose of this study is to analyze drug procurement procedures at RSIA Muhaya Pangkalpinang Pharmaceutical Installation in 2023. This research method is qualitative research with a descriptive analytical approach. Primary data collection was carried out by in-depth interview method with informants selected based on purposive sampling techniques. The information in this study consists of key informants and key informants. The results showed that in the drug procurement stage, there are frequent delays in receiving drugs from providers, drug vacancies occur in the e-catalogue system, and there are still frequent errors in the e-purchasing system. Thus, it has an impact on the availability of drugs at RSIA Muhaya Pangkalpinang.
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan: Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan Velanda, Velanda; Sutinbuk, Dedek; Wahab, Sabda
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.308

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dengan membandingkan apa yang diharapkan sesuai dengan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Berdasarkan data jumlah kunjungan pasien di Puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2020 dan 2021 memperoleh peringkat ke tiga dari sepuluh Puskesmas dan tahun 2022 memperoleh peringkat ke 4 dari sepuluh Puskesmas untuk jumlah kunjungan pasien terendah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui metode survey analitik, sampel sebanyak 150 responden. Hasil: Analisis univariat pada dimensi Tangible 52% menyatakan kurang baik, dimensi Reliability 54% menyatakan baik, dimensi Responsiveness 52,7% menyatakan kurang baik, dimensi Assurance 58% menyatakan baik, dimensi Empathy 56,7% menyatakan baik, dan Kepuasan Pasien 51,3% menyatakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara dimensi Tangible dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,901. Terdapat hubungan antara dimensi Reliability dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,185. Terdapat hubungan antara dimensi Responsiveness dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,448. Terdapat hubungan antara dimensi Assurance dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 4,297 dan terdapat. Terdapat hubungan antara dimensi Assurance dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 8,266. Kesimpulan: Pada Dimensi Tangible sebesar 52% dan Responsiveness sebesar 52,7 menyatakn kurang puas sedangkan pada dimensi Reliability sebesar 54%, Assurance sebesar 58% dan Empathy 56,7% pasien menyatakan puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Serta terdapat hubungan antara aspek Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan dengan nilai p = 0,000 < 0,05.
Analisis Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Belrado, Rahmi Nuzula; Harmendo, Harmendo; Wahab, Sabda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.3039

Abstract

Rumah sakit harus meningkatkan kualitas pelayanan dan bersaing dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini guna mempermudah proses pelayanan pasien serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi kesehatan adalah penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME). Saat ini penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sudah diatur dalam Peraturan Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022, peraturan tersebut menyebutkan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik snawball sampling dan pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap 19 informan utama dan 2 informan pendukung untuk memberikan gambaran tentang penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang. Hasil penelitian menurut informan kunci utama dan pendukung penggunaan RME di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang belum cukup optimal, penggunaan RME baru dioperasikan di rawat jalan dan IGD saja, sistem RME yang digunakan adalah sistem buatan vendor sendiri yaitu sistem SIBATIK, dalam pengoperasiannya ditemukan kendala baik dari SDM, server, maupun jaringan. Penggunaan RME juga banyak memberikan manfaat bagi pengguna maupun pelayanan rumah sakit. Kesimpulan penggunaan RME di RS sudah berjalan tapi belum optimal.
Evaluasi Pengelolaan Obat Program One Gate Policy Silvia, Silvia; Wahab, Sabda; Fajrianti, Gita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3693

Abstract

Instalasi Farmasi adalah sarana tempat penyimpanan dan penyaluran sediaan farmasi dan alat Kesehatan. Pengelolaan obat yang tidak efisien menyebabkan tingkat ketersediaan obat menjadi berkurang, terjadi kekosongan obat, banyaknya obat yang menumpuk akibat tidak sesuainya perencanaan obat di instalasi farmasi.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengevaluasi Pengelolaan Obat Program One Gate Policy Guna Menjamin Mutu dan Ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap satu informan kunci, 5 informan utama dan 2 informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat masih kurang efektif, terlihat dari beberapa variabel input, proses, dan output yang belum optimal. Faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya manusia yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta perencanaan kebutuhan obat program yang belum terpadu menjadi penyebab utama. Selain itu, sistem penyimpanan dan distribusi obat yang belum terpusat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat juga menjadi kendala, menyebabkan penumpukan atau kekurangan obat program karena perencanaan masih dikelola secara terpisah oleh pengelola program. Kesimpulannya bahwa pengelolaan obat program di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat belum efektif dan efisien. Hal ini terlihat dari berbagai variabel. Diperlukan dukungan dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat terkait penerapan kebijakan pengelolaan obat satu pintu yang telah diatur dalam surat keputusan kepala dinas terkait dengan perencanaan obat terpadu. Keterlibatan pengelola program, farmasi, dokter, dan perawat dalam pelayanan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat program tersebut.
Pengenalan Dan Penyuluhan Hukum Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Kesehatan Tentang Malpraktik Muliana, Hilda; Wahab, Sabda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): JUPENGMAS UNABA
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jpm.v1i2.131

Abstract

Pemahaman hukum kesehatan terhadap mahasiswa kesehatan sebagai calon tenaga kesehatan di Indonesia masih lemah. Kenyataan tersebut menyebabkan banyak kasus malpraktek tidak sampai ke meja pengadilan dan selesai dengan jalur mediasi. Dalam beberapa situasi, masyarakat sering mengalami kesulitan dalam membedakan antara kasus malpraktek dan kasus kelalaian. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi khusus bagi kaum milenial untuk mencegah terjadinya malpraktek. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa kesehatan. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan bantuan power point kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Manfaat dari pengabdian kepada masyarakat telah tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Ini mencakup peningkatan pengetahuan mahasiswa kesehatan masyarakat tentang malpraktek, pemahaman tentang manfaat mengetahui hukum kesehatan dan hak serta kewajiban pasien, serta pemahaman dasar hukum kesehatan. Rekomendasi untuk tindak lanjut adalah melaksanakan kegiatan ini pada skala yang lebih luas di masyarakat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Apoteker Dalam Pemberian Deksametason Tablet Tanpa Resep Dokter Di Apotek Kota Tegal Firmansyah, Denis Riski Nur; Ikhsan, Muhammad; Wahab, Sabda
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.109 KB) | DOI: 10.54816/jk.v9i1.505

Abstract

Obat memiliki manfaat untuk mengurangi, memperbaiki dan menyembuhkan penyakit, disisi lain obat juga dapat menimbulkan reaksi negatif baik pada pasien maupun masyarakat pada umumnya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan apoteker dalam pemberian deksametason tablet tanpa resep dokter di apotek Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif non-eksperimental. Pemilihan sampel apotek menggunakan metode simple random sampling di Kota Tegal. Pengambilan data akan dilakukan dengan dua tahap yaitu menggunakan wawancara dan dilanjutkan dengan pasien simulasi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan apoteker dalam pemberian deksametason tablet tanpa resep dokter di apotek Kota Tegal diantaranya terdapat beberapa faktor, yaitu faktor pengetahuan sebanyak 59,6%, faktor attitude 53,3%, faktor pendapatan 34,5% dan faktor pengalaman sebanyak 51,5%. Kata Kunci: Apotek, Apoteker, Kortikosteroid, Kota Tegal, Swamedikasi
Larvicidal Activity of Red Betel Leaves (Piper ornatum) Ethanolic Extract Against Mosquito Larvae Soyata, Amelia; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Wahab, Sabda
Sciences of Pharmacy Volume 3 Issue 2
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0302213

Abstract

Larvae are the initial carriers of dengue hemorrhagic fever (DHF) and culex, making them significant in disease transmission. Excessive chemical larvicides pose serious risks to human health, thus driving the development of biological alternatives like red betel leaf extract. This study aimed to assess the efficacy of red betel leaf extract in larval control. Using 300 larvae, concentrations of 5%, 6%, and 7% were tested with three replicates over 24 h. The bioassay involved placing the larvae into a plastic container filled with the extract. It was found that ethanol extract from Piper ornatum leaves contained alkaloids, tannins, saponins, flavonoids, and terpenoids. After 24 h, results revealed 83% mortality at 5%, 98% at 6%, and 100% at 7% of extract concentration. Consequently, the 7% concentration showed the fastest efficacy in killing mosquito larvae (100% in 50 min). The LC50 value, representing the concentration at which 50% of larvae are killed, was determined to be 0.04%. Additionally, the LT50 value, indicating the time required to kill 50% of larvae (based on the LC50 value), was found to be 3.34 hours. In conclusion, red betel leaf extract demonstrated promising larvicidal activity against mosquito larvae. Future research is anticipated to prove its safety via in vitro and in vivo test.
Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Pitriyanti, Nova; Gumay, Burhanuddin; Wahab, Sabda; Azzahra, Nia; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.124

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral di Puskesmas Pangkalan Balai Tahun 2025 Putra, Muhammad Irza Satria; Pranata, Yovi; Wahab, Sabda; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.126

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik oral sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antidiabetik oral di Puskesmas Pangkalan Balai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,708). Analisis menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebagian besar responden perempuan (53,2%) dan memiliki kepatuhan rendah (57,4%), dengan hanya 22,3% yang patuh. Sebagian menilai fasilitas kesehatan baik (55,3%), namun 68,1% memiliki pola hidup tidak sehat. Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan (p = 0,958) maupun pola hidup (p = 0,518) dengan kepatuhan. Kesimpulannya, kepatuhan minum obat antidiabetik oral masih rendah dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh fasilitas kesehatan dan pola hidup, sehingga faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga kemungkinan lebih berperan.
Co-Authors A. Fitra Nugraha Agusti, Qori Ahmad Arif Ahmad Rifai Alvia, Nandita Andi Fitrah Nugraha Anggraini, Amelia Surya Apriana, Lastari Ardiansyah Ardiansyah Ariana , Deti Aris Prio Agus Santoso Belrado, Rahmi Nuzula Br Simanungkalit, Meliana Chatarina Umbul Wahyuni Dahlia Dedek Sutinbuk Diah Rahmawati Dita, Rahma Dwiprayogo Wibowo Dzul Asfi Emilia, Melsi Endang Wahyati Evi Susanti Fachry Abda El Rahman Faisal Febrianti, Anggi FERLY OKTRIYEDI Fetrilia Firmansyah, Denis Riski Nur Fitri Rizkiah Fitriyah, Zulfa Gita Fajrianti Gumay, Burhanuddin Hardiyanti, Trirahmi Harmendo Hatria, Nur Hilda Muliana Indriyani, Elsa Irdan Irman Idrus Iwan Hermawan Jason Merari Peranginangin Lela Handayani Lidia, Siska Maharani, Shela MARDIANA Maria Thersia Marsila, Resti Medy Purwanto Miftahul Jannah Muhammad Ikhsa Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Mustapa, Faizal Nia Azzahra Nugraha, Andi Fitra Nur Afifah, Septiana NUR ASBON Nur Rahmawati Nurfitriyana Rahmat Nurul Itsna Fawzi’ah Opstaria saptarini Pitriyanti, Nova Pradini, Tiara Bunga Pratama, Rifqi Putra, Muhammad Irza Satria Putri , Adellia Patricia Rahayu Apriyanti Rendita Dwibarto Ririn Novianty Putri Rismayanti Ronny S utanto Ronny Sutanto RR. Ella Evrita Hestiandari Safitri, Rika Dwi Sartika Sepriana, Evi Sepriani, Mutiara Setyawati, Indriyana Silvia Silvia Soyata, Amelia Sukendar Sukendar Sumantri, Willy Syahrani, Annisa Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Katadi Syamsiar, Syamsiar Theresia Putri, Anggi Tri Naurah, Nasyiah Utami, Mutiara Velanda, Velanda Vusvita Sari, Apriyani Wibowo, Dwiprayogo Wiyanti Indah Sari, Novia Y. Budi Sarwo Yeni Indriyani Yovi Pranata Yukofani, Salsabila Zaitun Khomariah Zalianty, Novia Zenn, Arina Putri