Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.101

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.
Pemenuhan Hak Dasar Perempuan dalam Sistem Pemasyarakatan melalui Penyuluhan Hukum dan Layanan Kesehatan bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Ilham Djaya; Bina Aquari; Intan Sari; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/t9yrkc38

Abstract

Pemenuhan hak dasar perempuan dalam sistem pemasyarakatan merupakan isu mendesak mengingat warga binaan perempuan berada pada posisi rentan akibat keterbatasan akses terhadap layanan hukum dan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kapasitas warga binaan perempuan dalam mengenali serta memperjuangkan hak dasarnya melalui intervensi edukatif yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif berbasis hak dengan integrasi perspektif hukum dan kesehatan, yang diwujudkan melalui penyuluhan hukum partisipatif dan layanan kesehatan terpadu di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dengan melibatkan warga binaan perempuan sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan hukum peserta sebesar 59,5% dan peningkatan pemahaman kesehatan sebesar 47,9% berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 95%, dengan 85% peserta menunjukkan perubahan sikap positif terhadap pemenuhan hak dasar dan 92% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini efektif memperkuat pemenuhan hak dasar perempuan melalui peningkatan literasi hukum dan kesehatan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan praktik pemasyarakatan yang lebih humanis dan berperspektif gender. Model kegiatan ini memiliki nilai manfaat praktis dan potensi replikasi yang tinggi di lapas perempuan lainnya.
Sosialisasi Anti-Bullying Kepada Siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Kayu Agung Indriyana Setyawati; Ela Amalia; Galih Andi Prabowo; Mgs Alfin Kurniawan; Indah Lestari; Karsma Kapur; Nabila Farisya; Kinanti Putri Sysynovani; Fitri Larasati; Shela Maharani; Riski Arya; Mayda Yulistia; Hesty Wulandari; Lastari Apriana; Sabda Wahab
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i2.1258

Abstract

Bullying in elementary schools remains a problem that can impact students' psychosocial development and learning process. Various studies indicate that approximately 20–30% of school-age children have been involved in bullying, either as victims, perpetrators, or witnesses. Initial observations at SDN 16 Kayuagung also identified indications of bullying behavior and the lack of structured anti-bullying outreach activities. This community service activity aimed to provide education on bullying prevention and increase students' understanding of its forms, impacts, and prevention methods. The activity was conducted with 62 fourth, fifth, and sixth grade students using a participatory educational method that included delivering material using PowerPoint presentations, providing case studies, singing anti-bullying songs, and a question-and-answer session. Evaluation was conducted using descriptive qualitative methods through participatory observation of student engagement and responses during the activity. Results showed a positive response from students and identified an increased understanding of the concept of bullying and the importance of maintaining respectful social behavior in the school environment. This outreach activity has the potential to be a preventative measure to support the creation of a safer and more child-friendly school environment.
Membangun Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Sosialisasi di SMPN 2 Penukal Kabupaten Pali Ahmad Arif; Meliana Br Simanungkalit; Sartika; Nandita Alvia; Salsabila Yukofani; Willy Sumantri; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.74

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi melalui program sosialisasi di SMP Negeri 2 Penukal. Kegiatan ini melibatkan 66 siswa kelas IX dan dilaksanakan pada 15 Februari 2025. Metode yang digunakan mencakup pretest, presentasi, diskusi, dan posttest. Materi yang disampaikan meliputi pubertas, tanda-tanda pubertas, serta cara menjaga kesehatan alat reproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 52% pada pretest menjadi 91% pada posttest. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat di kalangan remaja. Edukasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan juga diperlukan untuk memperkuat pengetahuan dan kesadaran remaja tentang isu-isu kesehatan reproduksi. 
Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.101

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.
Pemenuhan Hak Dasar Perempuan dalam Sistem Pemasyarakatan melalui Penyuluhan Hukum dan Layanan Kesehatan bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Ilham Djaya; Bina Aquari; Intan Sari; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/t9yrkc38

Abstract

Pemenuhan hak dasar perempuan dalam sistem pemasyarakatan merupakan isu mendesak mengingat warga binaan perempuan berada pada posisi rentan akibat keterbatasan akses terhadap layanan hukum dan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kapasitas warga binaan perempuan dalam mengenali serta memperjuangkan hak dasarnya melalui intervensi edukatif yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif berbasis hak dengan integrasi perspektif hukum dan kesehatan, yang diwujudkan melalui penyuluhan hukum partisipatif dan layanan kesehatan terpadu di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dengan melibatkan warga binaan perempuan sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan hukum peserta sebesar 59,5% dan peningkatan pemahaman kesehatan sebesar 47,9% berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 95%, dengan 85% peserta menunjukkan perubahan sikap positif terhadap pemenuhan hak dasar dan 92% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini efektif memperkuat pemenuhan hak dasar perempuan melalui peningkatan literasi hukum dan kesehatan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan praktik pemasyarakatan yang lebih humanis dan berperspektif gender. Model kegiatan ini memiliki nilai manfaat praktis dan potensi replikasi yang tinggi di lapas perempuan lainnya.
Analisis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Resep di Puskesmas Lubuk Bintialo Tahun 2025 Hilda Muliana; Gita Sopianti; Sabda Wahab; Yovi Pranata; Nia Azzahra
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2558

Abstract

Pelayanan resep merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang berperan dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien serta pengaruh dimensi kualitas pelayanan resep berdasarkan model SERVQUAL terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menerima pelayanan resep sebanyak 2.542 pasien, dengan sampel 94 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi tangible, assurance, reliability, empathy, dan responsiveness, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SMART PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible (0.002), reliability (0.004), dan responsiveness (0.004) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan assurance (0.843) dan empathy (0.245) berpengaruh positif namun tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien pelayanan resep di Puskesmas Lubuk Bintialo terutama dipengaruhi oleh bukti fisik pelayanan, keandalan, dan daya tanggap petugas, sehingga peningkatan aspek tersebut perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.
Model Edukasi dan Pengawasan Praktik Sangkal Putung Berbasis Kolaborasi Kedokteran Ortopedi dan Hukum Kesehatan di Desa Arisan Buntal Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.105

Abstract

Praktik pengobatan tradisional sangkal putung (patah tulang) masih menjadi pilihan utama masyarakat pedesaan di Indonesia akibat faktor budaya, ekonomi, dan aksesibilitas. Namun, penanganan fraktur tanpa evaluasi medis yang adekuat berisiko tinggi menyebabkan komplikasi muskuloskeletal, keterlambatan rujukan, hingga kecacatan permanen, yang juga memicu sengketa hukum kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model edukasi dan pengawasan praktik sangkal putung berbasis kolaborasi kedokteran ortopedi dan hukum kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif, dilaksanakan di Desa Arisan Buntal, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif mengenai tanda bahaya fraktur, prinsip keselamatan pasien (patient safety), dan batasan kewenangan hukum tenaga kesehatan tradisional. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai risiko komplikasi dan alur rujukan medis. Model ini berhasil membangun kesadaran bahwa praktik tradisional tidak perlu ditiadakan, melainkan harus diawasi dan diintegrasikan ke dalam sistem keselamatan pasien. Kesimpulannya, kolaborasi interdisipliner antara ilmu ortopedi dan hukum kesehatan efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan membentuk sistem pengawasan partisipatif yang melindungi masyarakat dari malapraktik tanpa mendegradasi kearifan lokal.
Membangun Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Sosialisasi di SMPN 2 Penukal Kabupaten Pali Ahmad Arif; Meliana Br Simanungkalit; Sartika; Nandita Alvia; Salsabila Yukofani; Willy Sumantri; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.74

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi melalui program sosialisasi di SMP Negeri 2 Penukal. Kegiatan ini melibatkan 66 siswa kelas IX dan dilaksanakan pada 15 Februari 2025. Metode yang digunakan mencakup pretest, presentasi, diskusi, dan posttest. Materi yang disampaikan meliputi pubertas, tanda-tanda pubertas, serta cara menjaga kesehatan alat reproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 52% pada pretest menjadi 91% pada posttest. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat di kalangan remaja. Edukasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan juga diperlukan untuk memperkuat pengetahuan dan kesadaran remaja tentang isu-isu kesehatan reproduksi. 
Model Edukasi dan Pengawasan Praktik Sangkal Putung Berbasis Kolaborasi Kedokteran Ortopedi dan Hukum Kesehatan di Desa Arisan Buntal Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.105

Abstract

Praktik pengobatan tradisional sangkal putung (patah tulang) masih menjadi pilihan utama masyarakat pedesaan di Indonesia akibat faktor budaya, ekonomi, dan aksesibilitas. Namun, penanganan fraktur tanpa evaluasi medis yang adekuat berisiko tinggi menyebabkan komplikasi muskuloskeletal, keterlambatan rujukan, hingga kecacatan permanen, yang juga memicu sengketa hukum kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model edukasi dan pengawasan praktik sangkal putung berbasis kolaborasi kedokteran ortopedi dan hukum kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif, dilaksanakan di Desa Arisan Buntal, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif mengenai tanda bahaya fraktur, prinsip keselamatan pasien (patient safety), dan batasan kewenangan hukum tenaga kesehatan tradisional. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai risiko komplikasi dan alur rujukan medis. Model ini berhasil membangun kesadaran bahwa praktik tradisional tidak perlu ditiadakan, melainkan harus diawasi dan diintegrasikan ke dalam sistem keselamatan pasien. Kesimpulannya, kolaborasi interdisipliner antara ilmu ortopedi dan hukum kesehatan efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan membentuk sistem pengawasan partisipatif yang melindungi masyarakat dari malapraktik tanpa mendegradasi kearifan lokal.
Co-Authors A. Fitra Nugraha Adellia Patricia Putri AHMAD ARIF Ahmad Dwi Rendika Akbar Ahmad Rifai Amelia Soyata Amelia Surya Anggraini Andi Fitrah Nugraha Anggi Febrianti Anggi Theresia Putri Anggy Utama Putri Annisa Syahrani Apriyani Vusvita Sari Ardiansyah Ardiansyah Arina Putri Zenn Aris Prio Agus Santoso Belrado, Rahmi Nuzula Bina Aquari Burhanuddin Gumay Chatarina Umbul Wahyuni Dahlia Dedek Sutinbuk Deti Ariana Diah Rahmawati Djaya, Ilham Dwiprayogo Wibowo Dzul Asfi Ela Amalia Elsa Indriyani Endang Wahyati Evi Susanti Faisal FERLY OKTRIYEDI Fetrilia Firmansyah, Denis Riski Nur Fitri Larasati Fitri Rizkiah Galih Andi Prabowo Gita Fajrianti Gita Sopianti Hardiyanti, Trirahmi Hariyanti, Novi Harmendo Hatria, Nur Hesty Wulandari Hesty Wulandari Hilda Muliana Hilda Muliana Indah Lestari Indriyana Setyawati Indriyana Setyawati Intan Ria Sari Irdan Irman Idrus Irman Idrus Iwan Hermawan Jason Merari Peranginangin Karsma Kapur Kinanti Putri Sysynovani Lastari Apriana Lastari Apriana Lela Handayani Mardiana Maria Thersia Mayda Yulistia Medy Purwanto Meliana Br Simanungkalit Melsi Emilia Mgs Alfin Kurniawan Miftahul Jannah Muhammad Ikhsa Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Muhammad Irza Satria Putra Mustapa, Faizal Mutiara Sepriani Mutiara Utami Nabila Farisya Nandita Alvia Nasyiah Tri Naurah Nia Azzahra Nova Pitriyanti Novia Wiyanti Indah Sari Novia Zalianty Nugraha, Andi Fitra NUR ASBON Nur Rahmawati Nurfitriyana Rahmat Nurul Itsna Fawzi’ah Opstaria saptarini Poppy Angraeni Wulandari Qori Agusti Rahayu Apriyanti Rahma Dita Rendita Dwibarto resti marsila Ria Wulandari Rifqi Pratama Rika Dwi Safitri Ririn Novianty Putri Riski Arya Rismayanti Ronny S utanto Ronny Sutanto Ronny Sutanto Ronny Sutanto RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabila Yukofani Sartika Sepriana, Evi Septiana Nur Afifah Shela Maharani Shela Maharani Silvia Silvia Siska Lidia Soyata, Amelia Sukendar Sukendar Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Katadi Tiara Bunga Pradini Velanda, Velanda Wati, Indhika Tyas Wibowo, Dwiprayogo Willy Sumantri Y. Budi Sarwo Yeni Indriyani Yovi Pranata Yovi Pranata Yovi Pranata Zaitun Khomariah Zulfa Fitriyah