Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial Terhadap Preferensi Makanan Sehat dan Bergizi Pada Remaja: Studi di Kalangan Siswa SMA Jihad, Fikri Faidul; Paradhiba, Meutia; Is, Jun Musnadi; Duana, Maiza; Sriwahyuni, Susy; Darmawan, Darmawan; Oktaria, Yolanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3773

Abstract

ABSTRACTMedia sosial telah menjadi alat penting dalam membentuk pandangan remaja terhadap makanan sehat. Ketersediaan akses yang luas ke berbagai platform media sosial telah meningkatkan upaya siswa untuk mencari preferensi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap preferensi makanan remaja di SMA Negeri 3 Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional, fokus pada frekuensi penggunaan media sosial, jenis konten media sosial, dan interaksi dengan konten. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan rincian 20 orang dari setiap kelas. Analisis data menggunakan Uji Chi-square yaitu mengidentifikasi hubungan signifikan antara variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dan preferensi makanan remaja (p = 0,016 < 0,05), terdapat hubungan signifikan antara jenis konten media sosial dan preferensi makanan remaja (p = 0,005 < 0,05) dan hubungan signifikan antara interaksi dengan konten makanan dan preferensi makanan remaja (p = 0,001 < 0,05). Media sosial secara signifikan mempengaruhi kebiasaan makan remaja. Informasi dan promosi tentang makanan tidak sehat di platform ini mendorong remaja untuk mengonsumsi kalori berlebihan, yang berpotensi merusak kesehatan dan status gizi mereka.Kata kunci: Media Sosial, Preferensi Makanan, Remaja, Siswa SMASocial media has become an important tool in shaping adolescents' views on healthy food. The widespread availability of access to various social media platforms has increased students' efforts to search for food preferences. This study aims to explore the influence of social media on adolescents' food preferences at SMA Negeri 3 West Aceh Regency. The research method used was a quantitative approach with a cross-sectional design, focusing on the frequency of social media use, types of social media content, and interaction with content. The sample involved in this study was 60 people, with details of 20 people from each class. Data analysis used the Chi-square test, which identifies significant relationships between research variables. The results showed that there was a relationship between social media use and adolescents' food preferences (p = 0.016 < 0.05), a significant relationship between types of social media content and adolescents' food preferences (p = 0.005 < 0.05), and a significant relationship between interaction with food content and adolescents' food preferences (p = 0.001 < 0.05). Social media significantly influences adolescents' eating habits. Information and promotions about unhealthy foods on these platforms encourage adolescents to consume excessive calories, potentially damaging their health and nutritional status.Keywords: Social Media, Food Preferences, Adolescents, High School Students.
Faktor Risiko Timbulnya Gejala Dermatitis Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023 Putri, Muda Riska; Fitri Siregar, Siti Maisyaroh; Paradhiba, Meutia; Zakiyyudin, Zakiyyudin; Kiswanto, Kiswanto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3810

Abstract

Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ciri-ciri seperti gatal, kemerahan, mengelupas dan timbul bintil-bintil berisi cairan yang disebabkan oleh substansi yang menempel pada kulit. Berdasarkan data dari puskesmas Meureubo dari bulan Januari hingga September tahun 2023 penyakit dermatitis ini termasuk 10 penyakit terbesar yang pernah dialami balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas Meureubo terdapat sebanyak 110 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor risiko timbulnya gejala dermatitis pada balita di wilayah kerja puskesmas meureubo Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian ini adalah rencangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita yaitu sebanyak 2.266 orang. Sampel sebanyak 96 orang balita, dianalisis dengan menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian bahwa adanya pengaruh lingkungan rumah (Pvalue =0,004 dan PR= 1,680), personal hygiene (Pvalue =0,003 dan PR= 1,826), dan riwayat alergi (pvalue =0,000 dan PR= 2,520) terhadap timbulnya gejala dermatitis pada balita.Kata Kunci: Balita,Dermatitis, Internal, EksternalDermatitis is an inflammation of the skin characterized by characteristics such as itching, redness, peeling and fluid-filled pustules caused by substances that stick to the skin. Based on data from the Meureubo health center from January to September 2023, dermatitis is among the 10 biggest diseases experienced by toddlers who live in the Meureubo health center working area, there are 110 cases. The purpose of this study was to analyze the risk factors for the onset of dermatitis symptoms in toddlers in the working area of the meureubo health center, West Aceh Regency. This research method is an analytic observational plan with a cross sectional approach. This study was conducted at the Meureubo Health Center Work Area, West Aceh Regency. The study population was all mothers who had toddlers as many as 2,266 people. The sample was 96 toddlers, analyzed using Univariate and Bivariate analysis. The results showed that there was an influence of the home environment (pvalue = 0.004 and PR = 1.680), personal hygiene (pvalue = 0.003 and PR = 1.826), and allergic history (pvalue = 0.000 < and PR = 2.520) on the onset of dermatitis symptoms in toddlers. Keywords: Toddler, Dermatitis, Internal, External   
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Minat Wanita Usia Subur dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim di Puskesmas Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022 Paradhiba, Meutia; Kusumawardani, Eva Flourentina; Chandra Siahaan, Perry Boy; Saputra, Firman Firdauz; Fadillah, Mardi; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2515

Abstract

Menurut BKKBN, KB aktif di antara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 63,27%. Sementara target RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019 sebesar 66%. Berdasarkan wawancara, data yang peneliti peroleh dari 10 ibu di puskesmas Kuala Bhee, 3 diantaranya mengatakan  tidak mengetahui dengan baik apa itu IUD keuntungan dan kerugiannya, 3 orang kurangnya dukungan suami dengan alasan karna mengganggu hubungan suami istri, dan 2 orang mengatakan karna baru sekali melahirkan atau baru memiliki satu anak, 2 orang lagi mengatakan agama tidak memperbolehkan menggunakan kontrasepsi, dikarenakan keluarga berencana dianggap menolak rezeki yang diberikan ( anak ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur dalam penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim di wilayah kerja Puskesmas Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik atau survei analitik dengan pendekatan cross sectional, bersifat kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah 96 wanita usia subur, tehnik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin dan cara pengumpulan data dengan membagikan kuisioner, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 s/d 22 September 2022. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan wanita usia subur berada pada kategori cukup sebanyak 16 (21,6%) dengan hasil P value 0,502 >0,05,  paritas berada pada kategori tidak beresiko sebanyak 30 (81,1%) dengan hasil P value 0,341 >0,05, sikap berada pada kategori negatif sebanyak 20 (54,0%) dengan hasil P value 0,200 >0,05, dukungan suami pada kategori positif sebanyak 23 (62,2%) dengan hasil P value 0,000 <0,05, peran petugas kesehatan berada pada kategori negatif sebanyak 19 (51,3%) dengan hasil P value 0,390 >0,05. Dari hasil penelitian menunjukkan yang berhubungan adalah dukungan suami, sedangkan yang tidak berhungan adalah pengetahuan, paritas, sikap, peran petugas kesehatan. Diharapkan sebagai bahan masukan pada petugas kesehatan agar dilibatkan suami dalam memberikan konseling tentang alat kontrasepsi dalam rahim.Kata Kunci : Minat, Pengetahuan, Paritas, Sikap, Dukungan suami, Peran petugas kesehatan.According to the BKKBN, active family planning among PUS in 2019 amounted to 62.5%, a decrease from the previous year of 63.27%. Meanwhile, the RPJMN target to be achieved in 2019 is 66%. Based on the interviews, the data that the researcher obtained from 10 mothers at the Kuala Bhee health center, 3 of them could not speak properly about the advantages and disadvantages of an IUD, 3 people who supported the relationship on the grounds that it disturbed the relationship of the spouse, and 2 people who spoke because it was a new time. gave birth or just had one child, 2 more people said religion does not allow using contraception, because family planning rejects the provision given (children). This study aims to determine the factors related to the interest of women of childbearing age in using intrauterine contraceptives in the working area of the Kuala Bhee Public Health Center, Woyla District, West Aceh Regency, 2022. This type of research is observational analytic or analytic survey with cross sectional approach, quantitative in nature, the sample in this study was 96 women of childbearing age, the sampling technique was using the Slovin formula and the way of collecting data was by distributing questionnaires. This research was conducted on the 16th / d 22 September 2022. Results showed that the knowledge of women of childbearing age was in the sufficient category as much as 16 (21.6%) with a P value of 0.502> 0.05, parity was in the category of not at risk as much as 30 (81.1%) with a P value of 0.341. > 0.05, the attitude was in the negative category as much as 20 (54.0%) with a P value of 0.200> 0.05, husband's support in the positive category was 23 (62.2%) with a P value of 0.000 <0.05 , the role of health workers was in the negative category as many as 19 (51.3%) with a P value of 0.390> 0.05.  The results showed that what was related was husband's support, while what was not related was knowledge, parity, attitudes, and the role of health workers. It is hoped that as input for health workers, husbands will involve them in providing counseling about intrauterine contraceptives.Keywords: interests, knowledge, parity, attitudes, support from husbands, roles of health workers.
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI KERAJINAN EKONOMIS DI SEKOLA DASAR (SD) NEGERI 10 MEULABOH Saputra, Firman Firdauz; Kiswanto; Wintah; Fanany, Irzal; Syam, Nasrianti; Rimonda, Rubi; Duana, Maiza; Paradhiba, Meutia; Siahaan, Perry Boy Chandra; Fadillah, Mardi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Putra, Onetusfifsi
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i1.11654

Abstract

Peningkatan manusia dan aktifitas manusia menimbulkan permasalahan sampah yang semakin kompleks, dimana sampah tersebut dapat berdampak kepada kehidupan manusia termasuk kesehatan. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang baik perlu diajarkan sejak dini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan serta mengajarkan siswa tentang cara mengolah sampah plastik menjadi bentuk kerajinan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 10 Meulaboh dengan sasaran kegiatan yaitu siswa kelas 6 sejumlah 22 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap kegiatan yaitu penyuluhan kesehatan dan pelatihan pembuatan kerajinan dari sampah plastik. Media yang digunakan berupa slide powerpoint dan juga petunjuk teknis pelatihan. Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui evaluasi struktur, proses, dan hasil. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh tim FIK-UTU telah berjalan dengan sangat baik dengan luaran yang cukup optimal yaitu kemampuan siswa dalam mengelola sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Untuk terus meningkatkan kemampuan siswa dan membentuk perilaku siswa tentang pengelolaan sampah maka sekolah dapat terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perilaku siswa serta memberikan penguatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KONSUMSI SUPLEMEN DALAM UPAYA MENCEGAH TERPAPAR COVID- 19 PADA MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN SUMENEP TAHUN 2022 Syam, Nasrianti; Saputra, Firman Firdauz; Paradhiba, Meutia; Kusumawardani, Eva Flourentina; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Pratama, Rifaldi Aditiya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4826

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) disebabkan oleh virus Corona yang penyebarannya meluas keseluruh penjuru dunia dengan kasus terkonfirmasi mencapai > 507 juta jiwa. Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai > 6 juta kasus dan kasus di Provinsi Jawa Timur cukup tinggi yaitu hampir 400 ribu jiwa, diantaranya Kabupaten Sumenep dengan jumlah kasus 6386 jiwa. Salah satu upaya untuk mencegah terpapar atau terinfeksinya Covid-19 dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap konsumsi Suplemen pada mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep. Metode penelitian yaitu menggunakan kuantitatif analitik, studi cross sectional. Populasi mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep, sampel penelitian sebanyak 37 mahasiswa. Variabel independen  yaitu pengetahuan tentang suplemen sedangkan variabel dependen perilaku konsumsi suplemen dianalisis dengan uji Chi Square. Terdapat 12 mahasiswa (32.4 %) yang memiliki pengetahuan cukup akan fungsi Suplemen dan 25 mahasiswa (67.6 %) yang memiliki tingkat pengetahuan baik akan fungsi suplemen. Sedangkan mahasiswa yang mengkonsumsi Suplemen 23 mahasiswa (62.2 %) dan 14 mahasiswa (37.8 %) tidak mengkonsumsi Suplemen. Hasil uji statistik menunjukan ? = 0,012 atau < 0,10. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap konsumsi suplemen. Instansi terkait diharapkan dapat membuat program-program penyuluhan kepada masyarakat luas sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan fungsi suplemen terhadap pencegahan Covid-19
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS SUAK RIBE Alya, Mimi; Farisnih, Teuku Nih; Kusumawardani, Eva Flourentina; Fera, Dian; Paradhiba, Meutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47735

Abstract

Triple eliminasi adalah program nasional yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak di Puskesmas Suak Ribee. Namun, jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan masih tergolong rendah. Pada tahun 2024, hanya 80 dari 272 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan triple eliminasi, atau sekitar 29%. Hal ini menunjukkan adanya masalah terkait kepatuhan para wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai berbagai faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Suak Ribee. Metode yang digunakan dalam Teks ini merujuk pada penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei analitik dan memiliki desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 272 wanita hamil yang mengunjungi Puskesmas Suak Ribee untuk pemeriksaan kehamilan, sebanyak 73 responden dipilih menggunakan metode accidental sampling. Variabel yang diteliti mencakup pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, dukungan dari tenaga kesehatan, dan jarak ke puskesmas. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji untuk mengecek keandalan dan keabsahannya. Dalam analisis data, telah dipakai metode univariat, bivariat (tes chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan, pendidikan, sikap, dan dukungan dari petugas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemeriksaan triple eliminasi.Peran tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh (OR = 12,937; p = 0,002). Oleh karena itu, partisipasi aktif tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan triple eliminasi di kalangan ibu hamil.
ANALISIS BEBAN KERJA PADA STAF BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I BANDA ACEH WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT LABUHAN HAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Zakria, Restu; Marniati, Marniati; Paradhiba, Meutia; Anwar, Sufyan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47952

Abstract

Balai Kekarantinaan Kesehatan Labuhan Haji menghadapi berbagai tantangan, termasuk beban kerja fisik dan mental yang dapat berdampak pada kinerja yang mengakibatkan kelelahan kerja yang memicu kecelakaan kerja. BPS Aceh tahun 2021, 58%, tenaga kerja kesehatan mengalami stres kerja akibat beban kerja yang mengakibatkan rendahnya kualitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja pada staf BKK Wilker Labuhan Haji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian menggunakan 4 informan, terdiri dari kepala wilayah kerja BKK sebagai informan kunci, 2 informan utama yang terdiri dari staf perawat dan sanitarian, dan 1 informan pendukung berperan sebagai staf pengganti. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi BKK Labuhan Haji ada kekurangan SDM yang menyebabkan beban kerja yang berlebih akibat kerja yang merangkap, pelaksanaan kerja malam menimbulkan beban kerja karena jadwal yang diberikan lebih dari jadwal, pelaksanaan sistem kerja bergilir tidak menimbulkan beban kerja karena sudah berjalan dengan efektif dan meringankan beban kerja, dan pelaksanaan jam kerja bertambah menimbulkan beban kerja. Dapat disimpulkan bahwa kerja malam dan jam kerja bertambah menimbulkan beban kerja pada staf BKK Labuhan Haji. Namun, sistem kerja bergilir tidak menimbulkan beban.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PABRIK KARET PTPN 3 KEBUN BANDAR BETSY Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza; Yarmaliza; Paradhiba, Meutia; Fahlevi, Muhammad Iqbal; Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31316

Abstract

Pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai alat untuk melindungi diri dari potensi risiko dan kecelakaan yang bisa terjadi di tempat kerja. Dampak dari tidak menggunakan APD ialah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja baik kecelakaan kerja mayor maupun minor, dan akan berakibat pada produktivitas kerja karyawan. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Pabrik Karet PTPN 3 Kebun Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan metodologi penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy pada bulan Desember 2023. Jumlah populasi yaitu sebanyak 74 responden yang terdiri dari pekerja pabrik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variable bebas ialah pengetahuan dan sikap, dan variable terikat yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD). Mencari hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode uji chi square. Hasil analisis menyatakan tidak diperoleh hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD (P=0,266 > 0,05). Hasil analisis menyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p=1,00 > 0,05). Hasil uji hubungan melalui uji chi square didapatkan tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Perusahaan agar dapat meningkatkan jumlah ketersediaan APD bagi pekerja, sehingga mendorong mereka untuk memakai alat pelindung diri. Selain itu, perusahaan memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dan menjatuhkan hukuman kepada karyawan yang mengabaikan kebutuhan untuk mengenakan APD lengkap.
Analisis Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya Trianisya, Medinda; Darmawan, Darmawan; Paradhiba, Meutia; Duana, Maiza; Anwar, Sufyan
Aceh Sanitation Journal Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the no-smoking area policy within the Nagan Raya District Health Service is currently underway with posters prohibiting no-smoking areas affixed to the walls of every room in the Health Service office and also outside the room such as in the front yard and side yard of the office. Apart from posters, the message about the prohibition of smoking was also conveyed through banner media intended for all employees and visitors at the Nagan Raya Health Service. However, there are still many staff and visitors who smoke in these prohibited areas. The aim of the research is to see how the implementation, influencing factors and obstacles in the smoke-free area policy in Nagan Raya are implemented. The research method used is a qualitative method. Data was obtained from observations, interviews and submitted questionnaires by researchers directly to respondents at the Nagan Raya District Health Service. The results of the research show that the Nagan Raya Regency Government has established regional regulation number 3 of 2015 concerning smoking-free areas, implementation is carried out by spreading advice and outreach to the community. In its implementation, there are still obstacles, namely that there are still many staff who lack discipline by violating or not paying attention to these regulations. There are still visitors who don't know much about Non-Smoking Areas where there are restrictions on smoking areas and don't know the strict sanctions of these regulations. Suggestions to the government are expected to improve KTR regulations, the Health Service can be the spearhead in implementing KTR, the public is expected to be able to comply with government regulations regarding KTR policies.
Analisis Masalah Kesehatan Program Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2018 Febriyanti, Febriyanti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Nugroho, Agung; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3334

Abstract

HIV/AIDS adalah masalah serius di Kabupaten Blitar dengan lonjakan kasus AIDS pada tahun 2017 (120 kasus) dibandingkan 2016 (160 kasus). Meski HIV mengalami penurunan, cakupan pengobatan ARV rendah (33,75% pada 2016 dan 50% pada 2017) karena kejenuhan dan persepsi kesembuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data dari Dinas Kesehatan Blitar (2014-2017) dan wawancara pemegang program HIV. Temuan menunjukkan prioritas kesehatan lain seperti hipertensi, diabetes, gangguan mental, kanker serviks, tuberkulosis dan demam berdarah. Demam berdarah dan HIV/AIDS adalah masalah utama menurut kriteria Urgency, Seriousness, Growth (USG). Diperlukan komitmen dalam memberikan konseling sebelum ARV, melibatkan Pengawas Minum Obat dan tenaga kesehatan untuk memperbaiki pengendalian ARV.Kata kunci: HIV/AIDS, Blitar, ARV, StigmaHIV/AIDS was a significant concern in Blitar District, with a surge in AIDS cases in 2017 (120 cases) compared to 2016 (160 cases). Although HIV experienced a decline, the ARV treatment coverage remained low (33.75% in 2016 and 50% in 2017) due to both treatment fatigue and the perception of recovery. This research utilized a descriptive method with data obtained from Blitar District Health Office (2014-2017) documents and interviews with HIV program managers. Findings revealed other health priorities such as hypertension, diabetes, mental disorders, cervical cancer, tuberculosis, and dengue fever. Dengue fever and HIV/AIDS were identified as the primary concerns based on Urgency, Seriousness, Growth (USG) criteria. Commitment to counseling before ARV treatment is necessary, involving Drug Adherence Supervisors and healthcare professionals to enhance ARV treatment control.Keywords: HIV/AIDS, Blitar, ARV, Stigma