Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengalaman Emosional Remaja dalam Kondisi Fatherless Hikmah, Nadiatul; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ath65n63

Abstract

The phenomenon of fatherlessness, or the absence of a father figure, is increasingly common in modern society, particularly due to divorce, death, or the father's emotional absence from the family. This condition has the potential to impact the emotional and personality development of adolescents. This study aims to deeply understand the emotional experiences of adolescents living without a father. This study used a qualitative phenomenological approach, with data obtained through interviews, observation, and documentation of three adolescents aged 15–16 in Banda Aceh. Data analysis employed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which encompasses reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that adolescents experiencing fatherlessness not only experience social and academic impacts but also a variety of emotional impacts, ranging from withdrawal and anger to creative expression. Furthermore, fatherless adolescents rely on environmental protection and individual coping strategies. These findings demonstrate the importance of emotional family support and counseling services for orphaned adolescents to help them develop emotional balance, a positive self-concept, and resilience in facing the challenges of their psychological development.
Pengalaman Mahasiswa dalam Menghadapi Stres Akademik dan Dampaknya terhadap Kualitas Tidur Racsanjani, Akbar; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kdx35b60

Abstract

Mahasiswa adalah kelompok yang sedang mengalami fase peralihan menuju kedewasaan, di mana mereka menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial yang rumit. Tugas yang menumpuk, tekanan saat ujian, dan harapan untuk mencapai prestasi akademik sering kali menyebabkan stres akademik yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan mental. Stres akademik yang berlangsung lama tidak hanya berimbas pada keadaan emosional, tetapi juga memengaruhi aspek fisik seperti kualitas tidur. Masalah tidur yang muncul akibat stres dapat mengurangi konsentrasi, menurunkan daya kerja, dan memperburuk kinerja akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa psikologi, serta mengetahui cara mahasiswa mengelola tekanan akademik agar tidak memberikan dampak negatif pada pola tidur mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga mahasiswa aktif dari Fakultas Psikologi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan tema-tema yang muncul dari pengalaman yang dibagikan oleh partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh cukup besar terhadap kualitas tidur. Semakin tinggi tekanan akademik yang dirasakan, semakin buruk kualitas tidur yang dialami mahasiswa. Masalah tidur yang muncul mencakup kesulitan untuk tidur, tidur yang gelisah, serta rasa kelelahan setelah bangun. Mahasiswa menerapkan strategi koping yang adaptif seperti mendengarkan musik, menulis di jurnal, berbagi cerita dengan teman, dan melakukan meditasi ringan untuk mengatasi tekanan tersebut. Dukungan dari teman dan keluarga juga memiliki peranan penting dalam mengurangi stres akademik. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam mengelola stres dan menerapkan pola tidur yang sehat sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.
Peran Budaya Organisasi Terhadap Kesehatan Mental pada Mahasiswa Putra, Angga Fernanda; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9sqth338

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting dalam dunia pendidikan tinggi karena berkaitan langsung dengan kemampuan akademik, sosial, dan emosional individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi kampus terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana nilai, norma, dan pola interaksi dalam organisasi kampus membentuk kesejahteraan psikologis mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa aktif yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang menekankan solidaritas, komunikasi terbuka, dan kepemimpinan demokratis memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental mahasiswa dengan menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif. Namun, budaya hierarkis dan tekanan akademik sering memicu stres serta kelelahan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana dinamika sosial dalam organisasi mahasiswa dapat berfungsi sebagai faktor pelindung sekaligus risiko bagi kesehatan mental. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak universitas dalam mengembangkan budaya organisasi yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Gambaran Regulasi Emosi pada Mahasiswa yang Mengalami Kecemasan Sosial Nurlina; Selian, Sri Nurhayati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j1datb39

Abstract

College students often face academic and social demands that can trigger social anxiety, making emotion regulation an essential component of their psychological well-being. This study aims to describe students’ experiences in regulating their emotions when dealing with social anxiety, identify the strategies they use, and analyze the factors influencing their emotional regulation processes. This research employed a qualitative phenomenological approach with three participants selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students frequently use emotion regulation strategies such as avoidance, emotional suppression, and cognitive reappraisal, influenced by previous social experiences, environmental support, and emotional self-efficacy. The study concludes that social anxiety shapes a complex dynamic of emotional regulation, where students often struggle between expressing their emotions and avoiding negative evaluation. The novelty of this study lies in its in-depth exploration of students’ subjective emotional experiences, which remains underexplored in previous quantitative research. The implications highlight the need for culturally sensitive and context-based campus interventions to help students develop more adaptive emotion regulation strategies.          
Proses Adaptasi Mahasiswa terhadap Culture shock selama Menempuh Pendidikan Tinggi: Studi Fenomenologis Rifqi, Avif; Selian, Sri Nurhayati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vze36q06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman mahasiswa di wilayah tersebut dengan shock budaya dan proses adaptasi yang mereka alami selama belajar di Universitas Muhammadiyah Aceh. Latar belakang penelitian adalah fakta bahwa mahasiswa semakin banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lain, yang menyebabkan mereka bertemu dengan lingkungan sosial dan budaya baru yang sulit untuk menyesuaikan diri. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif, dan desain studi kasusnya melibatkan teknik pengumpulan data yang melibatkan observasi partisipatif, dokumentasi pendukung, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa siswa di wilayah tersebut mengalami shock budaya dalam tiga aspek: sosial, akademik, dan emosional. Karena perbedaan bahasa dan norma interaksi, siswa menghadapi kesulitan berkomunikasi dalam aspek sosial. Dalam hal akademik, mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran yang lebih terorganisir dan membutuhkan waktu untuk belajar sendiri. Pada awal perkuliahan, mahasiswa mengalami tekanan emosional seperti rindu rumah, kesepian, dan kecemasan. Meskipun demikian, mahasiswa mampu beradaptasi seiring waktu, mulai dari menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, memahaminya, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal, seperti dukungan sosial teman dan lingkungan kampus, mempengaruhi kemampuan adaptasi siswa. Studi ini menunjukkan bahwa orientasi budaya, konseling, dan kegiatan interkultural sangat penting untuk membantu siswa menjadi lebih kuat, mengurangi tekanan psikologis, dan mempercepat adaptasi ke lingkungan pendidikan multikultural. 
Persepsi Karyawan Terhadap Kesejahteraan Psikologi (Psychological Well-Being) di Lingkungan Kerja Namia, Putri; Selian, Sri Nurhayati
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 4 No 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2559

Abstract

Kesejahteraan psikologis di tempat kerja semakin menjadi perhatian utama seiring dengan kesadaran organisasi akan perannya yang vital dalam meningkatkan produktivitas karyawan, kepuasan kerja, dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Karyawan yang memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung menunjukkan tingkat keterlibatan, ketahanan, dan komitmen yang lebih tinggi, sedangkan subjek yang mengalami stres, kurang dukungan, atau beban kerja berlebihan seringkali mengalami penurunan motivasi dan kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi karyawan tentang kesejahteraan psikologis di tempat kerja menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan karyawan Klise Caffe di Banda Aceh sebanyak 3 orang. Subjek telah bekerja selama satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memandang kesejahteraan psikologis berasal dari lingkungan kerja yang nyaman, mendapatkan dukungan dari atasan dan teman kerja, semua tim bertangung jawab dalam melaksanakan tugasnya dan saling menjaga suasana di tempat kerja agar mood tim dalam bekerja baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis karyawan terbentuk melalui lingkungan kerja yang nyaman, adanya dukungan sosial dari atasan maupun rekan kerja, serta tanggung jawab dan kerja sama tim yang baik. Suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung berperan penting dalam menjaga mood positif karyawan, sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kinerja di tempat kerja.
Tantangan dan Adaptasi Orang Tua dalam Membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus Salsabillah, Sany; Selian, Sri Nurhayati
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2025): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i1.331

Abstract

This study aims to thoroughly analyze the various difficulties and coping strategies faced by parents when raising children with special needs (ABK). The primary rationale for this study is the increasing number of children with special needs in Indonesia and the complexity of parents' roles in supporting their development. This study employed a qualitative, descriptive phenomenological method involving three participants: parents of children with special needs in Banda Aceh City. Data were collected through interviews, direct observation, and document review, which were then processed using thematic analysis techniques. The results revealed that parents experience similar challenges, although their intensity varies depending on the age and severity of the child's condition. Furthermore, the parents' adaptations in this study were proactive and based on cultural values, enabling them to persevere despite significant challenges. These findings are expected to serve as a reference for the government, experts, and educational institutions in developing more effective support programs for families with children with special needs.
From Self-Love to Self-Growth: Empowering Students to Recognize Their Potential at Witthayapanya Matthayom School, Thailand Hasmalawati, Nur; Vonna, Rizka Dara; Khafidhoh, Khafidhoh; Isni, Khoiriyah; Selian, Sri Nurhayati; Yanti, Devi; Amalia, Hanna; Farika, Siti; Azra, Shafiana; Mutia, Cut Risa; Zuanny, Iyulen Pebry; Barmawi, Barmawi; Andriyani, Juli; Santoso, Harri; Khairunnisa, Dinda; Putri, Riva Nadia
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.19220

Abstract

This community service program aims to enhance students’ self-awareness and personal development through self-love and self-growth approaches at Witthayapanya Matthayom School, Thailand. The program encourages students to recognize the importance of self-acceptance by identifying their strengths and weaknesses and developing a positive self-concept as a foundation for personal and career development. Students are also guided to foster self-growth through goal setting, self-improvement motivation, and the ability to realistically accept the process of personal change. The program is implemented through the delivery of educational materials and the application of Cognitive Restructuring (CR) techniques within a Cognitive Behavioral Therapy (CBT) framework. Program effectiveness is evaluated using a 10-item questionnaire measuring self-concept, self-love, and self-growth, administered on a 4-point Likert scale and developed through an Item Response Theory (IRT)–based adaptation of the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Descriptive statistical analyses, including frequencies, percentages, and means, are used to summarize students’ responses and are complemented by qualitative observations from discussions and reflective activities. The results indicate high levels of student engagement, as evidenced by enthusiasm, active participation, and experience sharing throughout the sessions. These positive responses reflect increased awareness of self-love, contributing to enhanced self-confidence, motivation, and engagement in positive daily activities. Furthermore, the program strengthens students’ self-growth, as demonstrated by increased motivation for self-improvement, clearer future-oriented goals, and a stronger commitment to becoming the best version of themselves. Overall, this education- and CBT-based program is empirically relevant to students’ developmental needs, strengthens self-concept, and supports sustainable personal development for future readiness.