Claim Missing Document
Check
Articles

Jejak Sunnah di Zaman Modern: Transformasi Spiritual dan Revitalisasi Cinta kepada Nabi Muhammad di Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan: Jejak Sunnah, Transformasi Spiritual, Revitalisasi Cinta Rozi Mohammad Fahrur; Syaiful Anam; Suhaimi Suhaimi; Noer Dini Camelia; Sapto Wahyono; Firman Sjah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1648

Abstract

Di era modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai keislaman di kalangan masyarakat pedesaan mulai mengalami pergeseran, termasuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, sebagai desa yang memiliki tradisi keagamaan kuat, juga merasakan dampak dari modernisasi ini, terutama di kalangan generasi muda yang lebih terpapar teknologi dan budaya global. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan sosial yang relevan dengan tantangan zaman. Program ini dirancang untuk mencakup kajian sunnah, pelatihan akhlak berdasarkan sirah Nabi, dan dakwah digital sebagai sarana penyebaran pesan kebajikan. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif masyarakat melalui kajian dan pelatihan yang dilaksanakan secara mingguan selama satu bulan penuh. Penggunaan media digital juga menjadi salah satu strategi untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kajian sunnah dan pelatihan akhlak yang diadakan secara berkala berhasil memperkuat nilai-nilai moralitas dan spiritualitas, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, penggunaan dakwah digital terbukti efektif dalam memperluas jangkauan program dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kembali jati diri keislaman di tengah modernisasi yang semakin mendominasi.
Implementation of Imam Al-Shaṭibi’s Maqaṣid al-Shariah in the Development of Intellectual Property Rights Waqf Policies Syaiful Anam
Et-Tijarie Vol 10, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ete.v10i2.32429

Abstract

This study aims to elaborate the implementation of Imam al-Shaṭibi’s maqaṣid al-shariah in formulating policies related to the waqf of Intellectual Property Rights (IPR). Although Law Number 41 of 2004 on Waqf recognizes IPR as a legitimate waqf object, no technical regulations have been established to ensure its implementation. As a result, the potential of IPR waqf has not been optimally realized as an instrument for empowering the Muslim community. This research employs a qualitative normative method through a comprehensive literature review. The findings reveal that IPR waqf policies must be grounded in the principles of ḥifẓ al-māl, ḥifẓ al-ʿaql, and ḥifẓ al-dīn in order to ensure sustainability of benefits, legal certainty, and long-term public welfare. Thus, al-Shaṭibi’s maqaṣid al-shariah serves as a pivotal paradigm in designing IPR-based waqf policies within the contemporary legal framework.Keywords: Maqāṣid al-sharīʿah, al-Shāṭibī, intellectual property rights, policy development