Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya Ilmu Manajemen Dalam Pandangan Islam Lita Saydina; Eky Tiasriski; Nabilla Habibillah; Az Zahra Putri Setyo Wati; Yayat Suharyat
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 3 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v1i3.311

Abstract

The purpose of this study is to study management science in an Islamic perspective. This research method uses qualitative research design and conducts data collection techniques using literature review methods with secondary data from previous research and other available sources. On the other hand, technical data analysis is carried out by drawing conclusions. So that the result that can be concluded is the management of a very important aspect in Muslims. . Islam provides clear guidelines and principles that can be applied in management practice. Good and effective management is a must in the context of Islam. Islam encourages its Ummah to manage resources and time wisely, and to apply the principles of ethics and justice in all aspects of life, including in the field of management.
Peran Manajemen Ekonomi Syariah Dalam Mengatasi Kemiskinan Cattelya Putri Maharani; Nidya Fakhirah; Siti Nurhalimah; Ika Ajeng Febrianti; Yayat Suharyat
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 1 No. 3 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v1i3.312

Abstract

Poverty is a condition where a person is deprived and cannot meet one's essential needs, if one's essential needs are not met then one's life will be disrupted. This failure is generally reflected in real as well as mentally, it can cause mediocre sensations in the person who experiences it. The government has observed that various aspects of life have been significantly affected by the symptoms and effects of poverty. However, poverty in Indonesia continues to increase, as evidenced by the Money Service Monetary Strategy Organization measuring the limit of people's needs, increasing 5.95 percent to Rp535,547 in September 2022. The urban poverty rate increased to 7.53 percent in March 2022. In addition, there are 12.36 percent more poor people living in rural areas. This research aims as a solution to overcome poverty in Islamic economic management, through zakat, infaq, and shadaqah, Islam promotes the cultural cultivation of each individual's role in improving the quality of life and the process of social unity. This study uses a qualitative approach and the process of analysis researchers understand and interpret the meaning of events, interactions, and behavior of subjects in certain situations from the perspective of researchers rather than statistical procedures. As well as additional information or materials that are expected to complete the results of research obtained from different libraries and sources. By implementing zakat, infaq, and sadaqah it is hoped that it can help reduce the poverty rate.
Al Ilmi Fil Qur’an Wal Hadis Roni Rusmana; Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.417 KB) | DOI: 10.55606/concept.v1i4.64

Abstract

Al-Qur'an dan Hadis sebagai pondasi umat Nabi Muhammad saw dan seluruh umat islam, Ilmu pengetahuan juga merupakan komponen utama dari isi Alquran juga hadis. karena keduanya tidak dapat dipisahkan, Al-Qur”an dan Hadis adalah sumber dari segala sumber ilmu. Sedangkan secara substansi, Islam adalah agama penerang dimana semua ilmu pengetahuan bisa berkembang karena islam memiliki al-qur’an dan hadis sebagai pedoman dan setiap manusia diberi hak untuk mengembangkan setiap wawasan ilmu pengetahuan yang mereka miliki karena allah sudah memberikan akal kepada setiap manusia, dan salah satu bukti manusia berakal yaitu berkeyakinan sebagai bentuk rasa syukur atas anugrah allah yang luar biasa, Ilmu yang allah berikanlah yang mebuat manusia bisa berkembang. Dengan ilmu lah manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga manusia lebih terarah dalam menajalani hidup, Allah juga memberikan anugrah emosi kepada manusia untuk manusia bisa semangat dalam menjalankan segala sesuatu, Gabungan ilmu dan emosi lah yang membuat manusia bisa berkembang dan bermanfaat.dan fungsi ilmu pengetahuan dalam proses kehidupan manusia tidak akan pernah berjalan sesuai fitrah tanpa adanya suatu pedoman maka kita selaku umat islam harus meletekan segalal sesuatu berdasakan Al-qur’an dan Hadis.
Eksistensi Lingkungan Belajar Fil Qur’an Wal Hadits Pepen Supendi Setiawan; Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.109

Abstract

The environment is a place where there is a unity between space and all objects, energy, resources and conditions as well as living things including humans, animals, plants and their behavior that influences nature itself. The learning environment in the Qur'an is not clearly stated, but the learning environment can be related to places where education takes place, such as mosques, homes, madrasas, and others. We must be able to understand the learning environment itself because the Qur'an only gives hints about the learning environment, namely the family, community and madrasah. In other words, the learning environment is a place where we can interact to gain useful knowledge, not necessarily looking at the place where we get the knowledge, but how we practice it and apply it in everyday life.
EKSISTENSI BELAJAR FI AL QUR’AN DAN FI AL HADITS Fikri Aulia Rahman; Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.110

Abstract

Al-Quran and Hadith are the main guideline for Muslim, altrough in islam there are qiyas , Istihsan and others. Al-Quran is the first foundation for mankind, unless after the argument is not found in the Al-Quran should use the Hadith. Then it is the relation to learning that is the process of changing behaviour or the process of developing knowledge for an individual. It makes learning is an obligation for every individual. The goal is to be able adapt in the future and develop self ability. The the relationship of the Al-Quran and Hadith to learning is empesized more in the process of trasfering knowledge between teachers and students or other wise with their environment, in order to make an individuals more devout their relagion and eminent in their knowledge.
TARBIYAH FIL QURAN WAL HADIST Suharti, Suharti; Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.115

Abstract

Tarbiyah dapat di artikan sebagai pendidikan, dimana pendididikan sendiri merupakan usaha yang dilakukan untuk merubah seseorang untuk dapat menjadi lebih baik, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ yang berpedoman pada Al-Qur’an dan hadist, dimana dalam Al-Quran selain sebagi sumber pedoman umat islam Al-Qur’an dan hadist juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah akan usang oleh perkembangan jaman. Dalam Al-Qur’an terdapat prinsip-prinsip acuan pendidikan yaitu ketauhidan dan risalah Ilahiyah. Dimana pada dua prinsip tersebut sangat penting dalam pedoman pendidikan baik dari Jaman Nabi Muhammad ﷺ sampai jaman yang akan datang. Manusia pada umumnya sudah Allah SWT berikan anugerah dalam dirinya dengan banyaknya potensi, dimaana potensi tersebut merupakan kesempunaanya manusia yang mempunyai fitrah dari lahir, sehinggan untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadist
Media dan politik dalam pandangan islam Muhamamd Ikhsan Ramadhan; Cindy Sri Fuji Lestari; Muhammad Pandu Dewan Daru Tunas Mahardika; Dicky Marojahan Manurung; Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.957 KB) | DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.464

Abstract

Politik dalam Islam adalah sesuatu yang mengacu pada konsep dalam ajaran Islam. Cara pemerintahan periode Nabi muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin, mencontohkan praktik politik didalam Islam. Etika politik tampaknya sudah usang di masa sekarang. Etika politik sudah hilang dan tidak ada lagi. Fakta ini menunjukkan bahwa politik adalah arena atau kontes dalam perebutan kekuasaan dan kepentingan individu, ada kecenderungan umum dan pembenaran dari berbagai pendekatan untuk mencapai satu tujuan yang diinginkan. Salah satu strategi untuk mempertahankan dan menegakkan ajaran Islam adalah melalui gerakan massa politik, yaitu politik Islam. Dalam arti luas, politik dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh agama Islam. Politik dalam Islam bertujuan untuk memajukan seluruh umat, khususnya Muslim di dunia. Faktanya, Islam telah membentuk kehidupan sosial bagi manusia. Kita tidak dapat terus memperjuangkan hak-hak Muslim di masyarakat saat ini tanpa berpolitik. Dapat dikatakan bahwa politik dalam agama Islam adalah salah satu cara untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan konteks dan keadaan yang sudah ada. Politik tanpa Islam akan mengakibatkan terbentuknya umat Islam yang tidak memiliki kebebasan untuk mengamalkan syariat Islam.
Komunikasi Ilmu Sosial Dan Humaniora Dalam Presfektif Islam Malika Puteri Hendriyani; Novi Nursya Vika Mogot; Selviana Dwi Yanti; Sevhira Eka Putri; Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.254 KB) | DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.472

Abstract

Aturan humaniora menganggap Islam otoriter dan historis dari perspektif disiplin tunggal. Di satu sisi, ini adalah pandangan interdisipliner tentang humaniora. Karena itu akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan lebih lanjut kegiatan penelitian Islam dalam menganalisis unit, metode penelitian, norma, model sejarah terjemahan Islam. Di sisi lain, melalui sudut pandang seatu disiplin ilmu humaniora, ia memiliki beberapa kelemahan karena membatasi dimensi dimensi budaya dan ketidakmampuan untuk secara komprehensif dan lengkap, masalahnya adalah untuk mengeksplorasi kompleksitas itu, menggambarkannya, menjelaskannya, dan menemukan solusi untuknya.
HUBUNGAN PUBLIC RELATIONS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Mega Aulia; Dimas Fitriyadi; Andes Mentari P.R; Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.223 KB) | DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.480

Abstract

Pendidikan kehumasan diberbagai negara masih didominasi oleh negara barat. Pada kenyataannya perspektif barat ini tidak serta merta cocok digunakan, apalagi di negara ataupun wilayah yang notabene memiliki kebudayaan yang berbeda. Salah satu penyebab yang menjadikan perspektif barat banyak digunakan adalah karena sedikitnya kajian tentang humas yang dilakukan oleh negara bukan barat. Akademisi melihat bahwa pengembangan perspektif lain di dalam pendidikan kehumasan memang diperlukan. Perspektif Islam menjadi salah satu perspektif yang dapat dimanfaatkan kesempatannya. Bagian pertama artikel membahas dominasi hubungan masyarakat AS dan kritik terkaitnya. Diskusi berikut menggunakan studi kasus untuk mengeksplorasi cara memasukkan perspektif islam ke dalam kurikulum PR. Bagian akhir dari makalah yakni kesimpulan, menyoroti beberapa tantangan yang muncul dalam mengembangan pendidikan humas dengan perspektif islam.
ETIKA BERINTERAKSI MENURUT PANDANGAN ISLAM Shohibul Hidayah; Rahmat Fadillah; Shidiq Abdul Basith; Yusuf Surya Fadillah; Komarudin, Komarudin; Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.05 KB) | DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.492

Abstract

Dalam berkomunikasi diperlukan adanya interaksi. Interaksi merupakan sebuah bentuk timbal balik antar makhluk sosial untuk mengetahui pesan yang disampaikan. Berinteraksi tidak hanya saling berbicara saja melainkan bagaimana bisa menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Didalam islam, setiap perilaku atau perbuatan harus berlandaskan dengan tauhid, sehingga akan tercipta suatu hubungan interaksi sosial yang baik dan bermoral sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Interaksi bukan berarti dapat dilakukan dalam menyampaikan perkataan saja, tapi bagaimana bisa kita terapkan dalam kehidupan. Interaksi tidak akan terjadi apabila tanpa adanya pemicu atau sebab terjadinya interaksi sosial itu sendiri. Dalam berinteraksi tidak ada batasan baik itu suku, ras, agama, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya semua akan saling bernteraksi dan saling membutuhkan. Terlebih lagi berinteraksi bisa dengan menggunakan media sosial, tergantung bagaimana cara kita bisa memanfaatkan media sosial itu dengan sabaik-baiknya. Media sosial bisa menjadi bermanfaat apabila dipergunakan dengan baik dan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada sesuai dengan ajaran islam, namun media sosial juga bisa menjadi penghancur apabila tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Media sosial bisa kita gunakan untuk berinteraksi dari jarak jauh seperti menghubugi kerabat yang ada di kampung atau berinteraksi dengan orang-orang baru untuk menambah koneksi dan lain sebagainya.
Co-Authors A. Fachrurozi Abdillah Abdillah Abdul Rahman Adinda Siti Mukhlisha Agus Supriyadi Amanda Maharani Andes Mentari P.R Andi Sopandi Anita Listiana Anti Lailatul Ikhtiar Aqilla Muhammad Ramadhan Arindanu Arindanu Arthiva iska c Aulia Sofianora Ayu Oktavia Az Zahra Putri Setyo Wati Bambang Bagus Haryanto Baso Intang Sappaile Bujang . Cattelya Putri Maharani Catur Febri Nusahid Chairani dwi febri Chusnul Rahmawati Cindy Sri Fuji Lestari Citra Dewi Lestari Desmawati Sri Ardi desy desy Devi Virgiana Hermansyah Dicky Marojahan Manurung Dimas Fitriyadi Dinda Sakura Ali Dyah Khairunisa Fadhillah Dyana Dwi Indira Eky Tiasriski Ella Nurul Fauzi Erika Nurhayani Esa Cahaya Purnomo Fauzi Ichsan Nurfadhli Fikri Aulia Rahman Fitri Nur Raihana Futri Amalia Zahara Haikal Raka Putra Halimatussadiyah Helmi Fadilla Hendy Cahya Wiguna Hikmatul Aulia Hilwa Karimah Ichsan Ichsan Iim Imlakiyah Ika Ajeng Febrianti Ilwandri Ilwandri Insania Putri Amanda Intan Cahnia Intan Oktavia Barnasari Irma Nurul Halimah Ismail Mubarok Julia Indah Islami Khodzijah Nur Amalia Komarudin Komarudin Kurniawati Mulyanti Lita Saydina Lucyana Hendrika Lusiana Lusiana M. Arif Budiman M. Backtiar M. Ilham Faturrohman M. Syahid Albana M. Syakhil Afkar R Malika Puteri Hendriyani Mas’udah Mas’udah Mega Aulia Muhalisah Muhalisah Muhamamd Ikhsan Ramadhan Muhammad Edy Nurtamam Muhammad Hisyam Zakariya Muhammad Pandu Dewan Daru Tunas Mahardika Muhammad Resky Muhammad Resky Mustika indah nazwa bachmid Mutiara Madina Nur Aina Nabila Nabila Nabilla Habibillah Nadila Putri Saharani Nadya Artha Joecha Mayvea Nadya Farah Natasya Nanda Ayu Lestari Nidya Fakhirah Novi Nursya Vika Mogot Novita Ramadan Pepen Supendi Setiawan Pranata Acun Sandriya Putri Amanati Putri Ayu Widyaningrum Qois Abdul Hadi Quanita Elisya Rachmitha Widiya Rochman Rafi Alfian Hibrizie Rahmat Fadillah Raihan Eky Wahyudi Raihan Yuliadi Putra Revi Gina Gunawan Rindang Salsabila Ringgo Putra Rizky Fadillah Adrian Rohanah Rohanah Rohmatul Fajri Roni Rusmana Rusham . Salsabila Rahmadini sanju aprilisia Selviana Dwi Yanti Sevhira Eka Putri Shidiq Abdul Basith Shohibul Hidayah Sisi Yulianti Siti Nurhalimah Sonia Silastia Suharti Susi Susyanti Aripin Tomi Apra Santosa Vira Septiani Wise Cahyati Sholihat Wiwid Suryono Yulia ulfah nurjanah Yusuf Surya Fadillah