Articles
EKSISTENSI BELAJAR FI AL QUR’AN DAN FI AL HADITS
Fikri Aulia Rahman;
Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/concept.v1i3.110
Al-Quran and Hadith are the main guideline for Muslim, altrough in islam there are qiyas , Istihsan and others. Al-Quran is the first foundation for mankind, unless after the argument is not found in the Al-Quran should use the Hadith. Then it is the relation to learning that is the process of changing behaviour or the process of developing knowledge for an individual. It makes learning is an obligation for every individual. The goal is to be able adapt in the future and develop self ability. The the relationship of the Al-Quran and Hadith to learning is empesized more in the process of trasfering knowledge between teachers and students or other wise with their environment, in order to make an individuals more devout their relagion and eminent in their knowledge.
TARBIYAH FIL QURAN WAL HADIST
Suharti, Suharti;
Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/concept.v1i3.115
Tarbiyah dapat di artikan sebagai pendidikan, dimana pendididikan sendiri merupakan usaha yang dilakukan untuk merubah seseorang untuk dapat menjadi lebih baik, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ yang berpedoman pada Al-Qur’an dan hadist, dimana dalam Al-Quran selain sebagi sumber pedoman umat islam Al-Qur’an dan hadist juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah akan usang oleh perkembangan jaman. Dalam Al-Qur’an terdapat prinsip-prinsip acuan pendidikan yaitu ketauhidan dan risalah Ilahiyah. Dimana pada dua prinsip tersebut sangat penting dalam pedoman pendidikan baik dari Jaman Nabi Muhammad ﷺ sampai jaman yang akan datang. Manusia pada umumnya sudah Allah SWT berikan anugerah dalam dirinya dengan banyaknya potensi, dimaana potensi tersebut merupakan kesempunaanya manusia yang mempunyai fitrah dari lahir, sehinggan untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadist
Media dan politik dalam pandangan islam
Muhamamd Ikhsan Ramadhan;
Cindy Sri Fuji Lestari;
Muhammad Pandu Dewan Daru Tunas Mahardika;
Dicky Marojahan Manurung;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.957 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.464
Politik dalam Islam adalah sesuatu yang mengacu pada konsep dalam ajaran Islam. Cara pemerintahan periode Nabi muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin, mencontohkan praktik politik didalam Islam. Etika politik tampaknya sudah usang di masa sekarang. Etika politik sudah hilang dan tidak ada lagi. Fakta ini menunjukkan bahwa politik adalah arena atau kontes dalam perebutan kekuasaan dan kepentingan individu, ada kecenderungan umum dan pembenaran dari berbagai pendekatan untuk mencapai satu tujuan yang diinginkan. Salah satu strategi untuk mempertahankan dan menegakkan ajaran Islam adalah melalui gerakan massa politik, yaitu politik Islam. Dalam arti luas, politik dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh agama Islam. Politik dalam Islam bertujuan untuk memajukan seluruh umat, khususnya Muslim di dunia. Faktanya, Islam telah membentuk kehidupan sosial bagi manusia. Kita tidak dapat terus memperjuangkan hak-hak Muslim di masyarakat saat ini tanpa berpolitik. Dapat dikatakan bahwa politik dalam agama Islam adalah salah satu cara untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan konteks dan keadaan yang sudah ada. Politik tanpa Islam akan mengakibatkan terbentuknya umat Islam yang tidak memiliki kebebasan untuk mengamalkan syariat Islam.
Komunikasi Ilmu Sosial Dan Humaniora Dalam Presfektif Islam
Malika Puteri Hendriyani;
Novi Nursya Vika Mogot;
Selviana Dwi Yanti;
Sevhira Eka Putri;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1002.254 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.472
Aturan humaniora menganggap Islam otoriter dan historis dari perspektif disiplin tunggal. Di satu sisi, ini adalah pandangan interdisipliner tentang humaniora. Karena itu akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan lebih lanjut kegiatan penelitian Islam dalam menganalisis unit, metode penelitian, norma, model sejarah terjemahan Islam. Di sisi lain, melalui sudut pandang seatu disiplin ilmu humaniora, ia memiliki beberapa kelemahan karena membatasi dimensi dimensi budaya dan ketidakmampuan untuk secara komprehensif dan lengkap, masalahnya adalah untuk mengeksplorasi kompleksitas itu, menggambarkannya, menjelaskannya, dan menemukan solusi untuknya.
HUBUNGAN PUBLIC RELATIONS DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Mega Aulia;
Dimas Fitriyadi;
Andes Mentari P.R;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1081.223 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.480
Pendidikan kehumasan diberbagai negara masih didominasi oleh negara barat. Pada kenyataannya perspektif barat ini tidak serta merta cocok digunakan, apalagi di negara ataupun wilayah yang notabene memiliki kebudayaan yang berbeda. Salah satu penyebab yang menjadikan perspektif barat banyak digunakan adalah karena sedikitnya kajian tentang humas yang dilakukan oleh negara bukan barat. Akademisi melihat bahwa pengembangan perspektif lain di dalam pendidikan kehumasan memang diperlukan. Perspektif Islam menjadi salah satu perspektif yang dapat dimanfaatkan kesempatannya. Bagian pertama artikel membahas dominasi hubungan masyarakat AS dan kritik terkaitnya. Diskusi berikut menggunakan studi kasus untuk mengeksplorasi cara memasukkan perspektif islam ke dalam kurikulum PR. Bagian akhir dari makalah yakni kesimpulan, menyoroti beberapa tantangan yang muncul dalam mengembangan pendidikan humas dengan perspektif islam.
ETIKA BERINTERAKSI MENURUT PANDANGAN ISLAM
Shohibul Hidayah;
Rahmat Fadillah;
Shidiq Abdul Basith;
Yusuf Surya Fadillah;
Komarudin, Komarudin;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (911.05 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.492
Dalam berkomunikasi diperlukan adanya interaksi. Interaksi merupakan sebuah bentuk timbal balik antar makhluk sosial untuk mengetahui pesan yang disampaikan. Berinteraksi tidak hanya saling berbicara saja melainkan bagaimana bisa menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Didalam islam, setiap perilaku atau perbuatan harus berlandaskan dengan tauhid, sehingga akan tercipta suatu hubungan interaksi sosial yang baik dan bermoral sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Interaksi bukan berarti dapat dilakukan dalam menyampaikan perkataan saja, tapi bagaimana bisa kita terapkan dalam kehidupan. Interaksi tidak akan terjadi apabila tanpa adanya pemicu atau sebab terjadinya interaksi sosial itu sendiri. Dalam berinteraksi tidak ada batasan baik itu suku, ras, agama, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya semua akan saling bernteraksi dan saling membutuhkan. Terlebih lagi berinteraksi bisa dengan menggunakan media sosial, tergantung bagaimana cara kita bisa memanfaatkan media sosial itu dengan sabaik-baiknya. Media sosial bisa menjadi bermanfaat apabila dipergunakan dengan baik dan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada sesuai dengan ajaran islam, namun media sosial juga bisa menjadi penghancur apabila tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Media sosial bisa kita gunakan untuk berinteraksi dari jarak jauh seperti menghubugi kerabat yang ada di kampung atau berinteraksi dengan orang-orang baru untuk menambah koneksi dan lain sebagainya.
ETIKA JURNALISME MENURUT PERSPEKTIF ISLAM
Anti Lailatul Ikhtiar;
Nadya Farah Natasya;
Dinda Sakura Ali;
Mas’udah Mas’udah;
Novita Ramadan;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.868 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.500
In practice, journalism has a great influence on the news that is disseminated, the use of journalistic codes of ethics is used to guide the process of retrieving and disseminating the information collected. In this urnal examines the formulation of Islamic journalistic ethics. The rules in carrying out journalistic duties are inseparable from the teachings of Islam which are guided by the Qur'an. So far, some Journalism has made western press theory a guide to the implementation of journalistic duties rather than press theory in an Islamic perspective. Thus, the purpose of this activity is expected to add insight to readers about the implementation of journalism in accordance with Islamic law and can be applied in journalism activities. This research also used supporting documents from both several existing books and journals. The results showed that the formulation of Journalistic Ethics According to an Islamic Perspective needs to be continuously socialized in various activities, both lectures and journalistic trainings, especially on Islamic campuses.
KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Yulia ulfah nurjanah;
Chairani dwi febri;
Arthiva iska c;
Mustika indah nazwa bachmid;
Yayat suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1075.681 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.501
Mengenai kepemimpinan, komunikasi merupakan peran penting dalam memimpin karena dengan adanya komunikasi saat memimpin dapat terciptanya pemahaman yang sama yang akan dicapai dengan bersama-sama. Keberadaan pemimpin adalah sebuah titik terang dari suatu keberhasilan yang akan tercipta. komunikasi merupakan dasar dalam hidup manusia karena manusia merupakan ciptaan tuhan yang hidupnya juga saling ketergantungan dengan manusia lainnya, dengan terciptanya suatu komunikasi yang baik saat memimpin akan membuahkan kelancaran didalamnya. Didalam penilitian ini dapat ditemukan bahwa : komunikasi merupakan hal yang dasar bagi kehidupan manusia, kepemimpinan sangat penting untuk dapat mempengaruhi atau mengubah perilaku dengan komunikasi seperti yang perintahkan oleh Allah swt dalam Q.s At-thaha;44 kepada nabi musa dan harun ketika berkomunikasi menggunakan gaya bicara Qaulan layina yaitu perkataan lemah lembut dengan fir’aun untuk dapat membuat jiwa dan hatinya tersentuh, begitupun ketika nabi Ibrahim memimpin kaumnya untuk menmpengaruhi kaumnya menyembah Allah swt melalui komunikasi dengan bahasa kaumnya untuk dapat dipahami oleh kaumnya.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Nadila Putri Saharani;
Julia Indah Islami;
Ella Nurul Fauzi;
Citra Dewi Lestari;
Amanda Maharani;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1391.581 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.514
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah satu jenis media sosial memiliki pengaruh yang lebih besar pada kehidupan umat Islam dan masyarakat saat ini. Sementara surat kabar, radio, televisi, telegram, dan alat sederhana lainnya digunakan di masa lalu untuk media sosial, teknologi modern telah menyederhanakan Hasil yang paling mengerikan adalah, sesuai dengan hukum, ajaran, dan norma agama yang berlaku, media sosial kemungkinan akan berkembang menjadi alat untuk memobilisasi berbagai ide yang sangat tidak relevan dan mengganggu tatanan kehidupan. Akibatnya, kita perlu mempelajari lebih lanjut batasan-batasan yang harus ditetapkan media sosial agar umat Islam dan masyarakat tidak semakin terjerumus ke dalam provokasi, ambiguitas, dan segala hal lain yang merusak moralitas dan opini publik.
DIALOG KEISLAMAN DALAM HUBUNGAN MASYARAKAT
Raihan Yuliadi Putra;
M. Ilham Faturrohman;
M. Syahid Albana;
Haikal Raka Putra;
Helmi Fadilla;
Yayat Suharyat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1059.526 KB)
|
DOI: 10.55606/jurrafi.v1i2.517
Allah SWT memberikan banyak keistimewaan kepada hambanya, salah satu keistimewaan tersebut ialah kemampuan berkomunikasi. Keistimewaan tersebut dalam kehidupan manusia sangat membantu kehidupan manusia itu sendiri baik dalam bentuk komunikasi maupun dalam penerapan komunikasi. Dalam masyarakat bentuk komunikasi tersebut dapat berupa mengenai suatu permasalahan yang diselesaikan dalam lingkup kekeluargaan dan dalam penerapannya komunikasi menjadi suatu hubungan sosial antar sesama. Komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan manusia karena tanpa adanya komunikasi tidak adanya pula suatu bentuk kehidupan di muka bumi ini, sebab dari komunikasi diharapkan dapat memberikan suatu kehidupan di dunia ini dengan adanya suatu interaksi yang terjadi didalamnya. Selain makhluk yang beragama manusia termasuk makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu berkerukunan satu sama lain dan perlu ada peran serta bantuan dari masyarakat lain. Sebab dari itu komunikasi dalam masyarakat dapat membuat masyarakat lebih kondusif, terlebih lagi jika berlandaskan ajaran islam. Kata Kunci :