Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas I Sdn 04 Rasau Jaya Emi Lestariani Emi Lestariani; Yunika Afryaningsih; Riyanti Nurdiana
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v20i1.43049

Abstract

This study aims to determine the effect of using digital-based flashcard media on the early reading achievement of first grade students at SDN 04 Rasau Jaya. This research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. Early reading achievement was the dependent variable (Y), while digital-based flashcard media was the independent variable (X). The research population consisted of first grade students in classes A and B, with 19 students in each class.Class IA and Class IB functioned as the experimental and control groups, respectively. The sampling technique applied in this study was purposive sampling. The instruments used for data collection included observation sheets and tests. Based on the data analysis, differences were found between the posttest scores of the experimental and control groups. The average score of the control group was 77.89, while the experimental group had an average score of 86.77. Hypothesis testing was conducted using an independent sample t-test, as the normality test results indicated that the data were normally distributed. The independent sample t-test yielded a significance value of 0.049, which indicates that Ha is accepted. The results of this study demonstrate that digital-based flashcard learning media has a significant effect on students’ early reading achievement. Keywords: Early Reading Achievement, Digital-Based Flashcard Media
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF PADA MATERI SIKAP DAN PERILAKU YANG MENCERMINKAN PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT KELAS IV SEKOLAH DASAR Indah Suci Oktaviani; Yunika Afryaningsih; Elvani Hertati
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa E-LKPD interaktif pada materi "Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat" untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai pancasila dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik serta tidak interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk E-LKPD dikembangkan menggunakan aplikasi Canva, Wordwall, dan CapCut. Hasil validasi pengembangan E-LKPD interaktif yang dikembangkan oleh penulis dikategorikan sangat layak dengan hasil validasi ahli media 91,2% dengan kategori sangat layak, hasil validasi ahli materi 81,6% dengan kategori layak dan ahli bahasa 95% dengan kategori sangat layak. Penggunaan E-LKPD ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, serta mendorong pembelajaran yang aktif, mandiri, dan kontekstual
Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Kelas II Sekolah Dasar Juniyanti; Yunika Afryaningsih; Suriyana
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i6.2949

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk media pop-up book berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk pengembangan Research And Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang dikembangan oleh Dick dan Carry terdiri atas lima langkah, diantaranya (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Pengembangan media pembelajaran ini divalidasikan kepada ahli materi, ahli media, ahli bahasa. Hasil validasi dari semua ahli menunjukan bahwa pengembangan media pop-up book berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya ini sangat baik/layak untuk digunakan di kelas II Sekolah Dasar. Hal ini dibuktikan dengan validasi dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa serta respon peserta didik dan uji coba keefektifan pada peserta didik (Soal Tes). Hasil riset mengungkapkan bahwa nilai yang diperoleh dari ahli materi menghasilkan rata-rata skor 100% “Sangat Layak”, ahli media menghasilkan rata-rata skor 85% “Sangat Layak”, ahli bahasa menghasilkan rata-rata skor 68,57% “Layak”. Saat pengujian respon kepraktisan awal dari peserta didik pada uji coba perorangan menghasilkan rata-rata skor 100% “Sangat Praktis”, pengujian respon kepraktisan peserta didik pada uji coba kelompok kecil menghasilkan rata-rata skor 89,89% “Sangat Praktis”, serta keefektifan pada pesera didik menghasilkan rata-rata skor 82,5% “Sangat Efektif”.
Bentuk-Bentuk Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 16 Sungai Pinyuh Fattiha Fattiha; Yunika Afryaningsih; Yuni Listiarini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca siswa di sekolah dasar. Penelitian ini didasarkan pada latar belakang proses pembelajaran membaca, yang seringkali ditemukan bahwa siswa mengalami masalah dalam membaca dan jarang mendapat perhatian khusus dari guru, hal ini sangat mengkhawatirkan dan akan berdampak pada pengetahuan membaca siswa sehingga proses pembelajaran juga terganggu. Penelitian ini berfokus pada kesulitan membaca menurut (Muammar 2020), yaitu tidak lancar dalam membaca, banyak kesalahan dalam membaca, kesulitan membedakan huruf yang hampir sama dan kesalahan dalam pengucapan kata/simbol bunyi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca yang dialami siswa kelas 3 SD 16 paling dominan adalah, (1) tidak mampu mengucapkan ritme kata dengan benar dan profesional, (2) intonasi tidak teratur, (3) tidak mampu mengucapkan diftong dan huruf konsonan, dan (4) sering terbalik/keliru dalam membaca kata-kata yang hampir sama. Lebih lanjut, bentuk kesulitan membaca yang dialami sebagian siswa kelas 3 adalah sering terbalik dalam mengenali huruf, tidak memahami isi bacaan, tidak menggunakan tanda baca, membaca lambat dan mengeja.
Kesiapan Teknologi Digital dalam Menunjang Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Dessy Setyowati; Muhammad Aqmal Nurcahyo; Yunika Afryaningsih
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.506

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan integrasi teknologi digital dalam mencapai kedalaman melalui paradigma pembelajaran mendalam di tingkat satuan pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kesiapan teknologi digital dalam menunjang pembelajaran mendalam di Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei terhadap guru di sekolah dasar negeri. Data terkumpul dengan skala Likert yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan variasi kesiapan yang meliputi indikator kompetensi pedagogis guru berada pada kategori "Siap" (75%), sedangkan ketersediaan jaringan internet masuk dalam kategori "Cukup Siap" (58%). Secara keseluruhan, infrastruktur fisik, literasi digital siswa, dan efektivitas deep learning berada pada kategori "Siap". Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan "kesiapan fungsional" daripada sekadar "kesiapan fisik". Kesiapan fisik berkaitan dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur pembelajaran, sedangkan kesiapan fungsional merujuk pada kemampuan guru dan sekolah dalam memanfaatkan sarana tersebut secara efektif melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang bermakna, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PESERTA DIDIK KELAS II SD NEGERI 25 SUNGAI PINYUH Mutimmatus Sa’adeh; Yunika Afryaningsih; Risdiana Andika Fatmawati
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2026): September: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i3.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menulis peserta didik kelas II SD Negeri 25 Sungai Pinyuh. Penelitian ini berfokus pada deskripsi keterampilan menulis peserta didik kelas II SD Negeri 25 Sungai Pinyuh yang mengacu pada beberapa aspek, diantaranya: kerapian tulisan, penggunaan ejaan, kelengkapan kata, dan penggunaan tanda baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen hasil tulisan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar cheklist. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Pengecekan keabsahan temuan data yang digunakan adalah peninjauan kembali, pembandingan pikiran atau tukar pendapat dengan ahli, pemikiran ulang, perpanjangan keterlibatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, adapun hasil analisis keterampilan menulis peserta didik kelas II SD Negeri 25 Sungai Pinyuh menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen lembar cheklist yaitu, terdapat 5 dari 15 peserta didik tidak dapat menggunakan spasi, 6 dari 15 peserta didik menulis huruf keluar garis, 10 dari 15 peserta didik tidak dapat menulis huruf kapital dengan tepat, 9 dari 15 peserta didik tidak dapat menulis kata dengan lengkap, dan 15 dari 15 peserta didik tidak dapat menggunakan tanda baca titik (.) dalam tulisannya.
Elementary School Readiness for Deep Learning Implementation Dessy Setyowati; Elvani Hertati; Yunika Afryaningsih; Iir Nikhmatul Fathonah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5792

Abstract

The implementation of deep learning in elementary schools requires school readiness across various aspects that support learning oriented toward understanding, active engagement, and problem solving. This study aimed to analyze the readiness of elementary schools to implement deep learning in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The study employed a descriptive quantitative approach involving elementary school teachers as respondents. Data were collected using a closed-ended questionnaire with “Appropriate” and “Not Appropriate” response categories and were analyzed using frequencies and percentages. The results indicate that school readiness was multidimensional and uneven across the assessed aspects, with relatively stronger conditions in teachers’ understanding and readiness, curriculum adaptation, active student involvement, project-based and problem-solving learning, and assessment practices. Greater limitations were identified in technological infrastructure and access, technology utilization, the availability of digital learning resources, students’ digital literacy and independent digital learning, as well as perceived technical and financial conditions. These findings indicate that school readiness for implementing deep learning should not be understood simply as “ready” or “not ready,” but as a multidimensional condition that requires gradual strengthening. Such strengthening includes teacher capacity development, improved infrastructure and learning resources, enhanced student digital literacy, and stronger institutional support and collaboration among schools, families, and communities.
Strategi Guru Dalam Membentuk Disiplin Kelas Pada Siswa Kelas IV di SDN 51 Sungai Raya Rahma Fazira; Yunika Afryaningsih; Iir Nikmatul Fathonah
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 3 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i3.1250

Abstract

Kedisiplinan kelas menjadi unsur penting bagi terciptanya pembelajaran yang kondusif. Namun, pergantian guru di awal tahun ajaran menyebabkan munculnya berbagai persoalan disiplin pada siswa kelas IV SDN 51 Sungai Raya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam membangun disiplin kelas, dengan menitikberatkan pada tahap keempat teori disiplin proaktif Colvin (2008), yakni mempertahankan perilaku positif melalui keteladanan informal dan pemberian penghargaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan guru kelas IV, observasi dua kali pertemuan, serta dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Creswell, mencakup pengolahan, koding, kategorisasi, penyajian, dan interpretasi data. Temuan menunjukkan bahwa guru menerapkan dua strategi yang saling menunjang. Pertama, keteladanan informal, tercermin dari kedisiplinan waktu guru, sikap hormat dan perhatian terhadap siswa, penyelesaian masalah secara positif, serta keterlibatan siswa dalam menyusun kesepakatan kelas. Kedua, pemberian penghargaan yang terencana, berupa pujian, tepuk tangan, hadiah kecil, dan tambahan nilai, baik untuk individu maupun kelas secara keseluruhan. Kombinasi kedua strategi ini berhasil membentuk kesadaran disiplin siswa secara bertahap, ditandai dengan peningkatan ketertiban dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua.
Strategi Mengajar Guru dalam Memfasilitasi Gaya Belajar Siswa Kelas III Pitria Nengsih; Yunika Afryaningsih; Jasmin Haris
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 3 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i3.1252

Abstract

Keberagaman gaya belajar siswa sekolah dasar—visual, auditori, dan kinestetik—sering kali belum terakomodasi secara maksimal dalam pembelajaran di kelas, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian adalah guru kelas III SDN 15 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi modul ajar, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil: Guru telah mengakomodasi ketiga gaya belajar tersebut mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Pada tahap perencanaan, guru merumuskan tujuan pembelajaran serta memilih metode, media, dan aktivitas yang sesuai dengan karakteristik siswa. Pada tahap pelaksanaan, guru mengombinasikan ceramah, tanya jawab, diskusi, media visual, benda konkret, dan kegiatan praktik untuk memfasilitasi siswa visual, auditori, dan kinestetik. Keterbatasan media dan sarana pembelajaran masih menjadi kendala, yang diatasi guru melalui diskusi dengan rekan sejawat dan penggunaan media sederhana.Kombinasi metode, media, dan aktivitas yang dirancang secara sengaja pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan responsif terhadap gaya belajar siswa.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin pada Siswa SD Kelas IV Siti Robi Atul Muawenah; Yunika Afryaningsih; Salman Al-farisi
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 3 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i3.1253

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan karakter disiplin pada siswa kelas IV di SDN 8 Sungai Raya. Fokus penelitian meliputi melatih otoritas moral di kelas, penyusunan peraturan, membangun dan menguatkan konsekuensi, serta keterlibatan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data utama diperoleh dari guru kelas IV, sedangkan data pendukung berasal dari dokumen sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penumbuhan karakter disiplin pada siswa kelas IV di SDN 8 Sungai Raya dilaksanakan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku disiplin, penerapan peraturan kelas yang jelas, serta pemberian konsekuensi yang bersifat mendidik dan konsisten. Guru juga memberikan penguatan positif berupa pujian dan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan perilaku disiplin. Selain itu, komunikasi dengan orang tua dilakukan melalui grup WhatsApp dan buku pembinaan untuk memperkuat pembiasaan disiplin di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, peran guru sebagai teladan, pembimbing, pengelola kelas, dan motivator memberikan kontribusi penting dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa sehingga tercipta lingkungan belajar yang tertib, bertanggung jawab, dan kondusif