Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas I Sdn 04 Rasau Jaya Emi Lestariani Emi Lestariani; Yunika Afryaningsih; Riyanti Nurdiana
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v20i1.43049

Abstract

This study aims to determine the effect of using digital-based flashcard media on the early reading achievement of first grade students at SDN 04 Rasau Jaya. This research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. Early reading achievement was the dependent variable (Y), while digital-based flashcard media was the independent variable (X). The research population consisted of first grade students in classes A and B, with 19 students in each class.Class IA and Class IB functioned as the experimental and control groups, respectively. The sampling technique applied in this study was purposive sampling. The instruments used for data collection included observation sheets and tests. Based on the data analysis, differences were found between the posttest scores of the experimental and control groups. The average score of the control group was 77.89, while the experimental group had an average score of 86.77. Hypothesis testing was conducted using an independent sample t-test, as the normality test results indicated that the data were normally distributed. The independent sample t-test yielded a significance value of 0.049, which indicates that Ha is accepted. The results of this study demonstrate that digital-based flashcard learning media has a significant effect on students’ early reading achievement. Keywords: Early Reading Achievement, Digital-Based Flashcard Media
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF PADA MATERI SIKAP DAN PERILAKU YANG MENCERMINKAN PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT KELAS IV SEKOLAH DASAR Indah Suci Oktaviani; Yunika Afryaningsih; Elvani Hertati
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa E-LKPD interaktif pada materi "Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat" untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai pancasila dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik serta tidak interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk E-LKPD dikembangkan menggunakan aplikasi Canva, Wordwall, dan CapCut. Hasil validasi pengembangan E-LKPD interaktif yang dikembangkan oleh penulis dikategorikan sangat layak dengan hasil validasi ahli media 91,2% dengan kategori sangat layak, hasil validasi ahli materi 81,6% dengan kategori layak dan ahli bahasa 95% dengan kategori sangat layak. Penggunaan E-LKPD ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, serta mendorong pembelajaran yang aktif, mandiri, dan kontekstual
Pengembangan Media Pop-Up Book Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Kelas II Sekolah Dasar Juniyanti; Yunika Afryaningsih; Suriyana
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i6.2949

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk media pop-up book berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk pengembangan Research And Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang dikembangan oleh Dick dan Carry terdiri atas lima langkah, diantaranya (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Pengembangan media pembelajaran ini divalidasikan kepada ahli materi, ahli media, ahli bahasa. Hasil validasi dari semua ahli menunjukan bahwa pengembangan media pop-up book berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya ini sangat baik/layak untuk digunakan di kelas II Sekolah Dasar. Hal ini dibuktikan dengan validasi dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa serta respon peserta didik dan uji coba keefektifan pada peserta didik (Soal Tes). Hasil riset mengungkapkan bahwa nilai yang diperoleh dari ahli materi menghasilkan rata-rata skor 100% “Sangat Layak”, ahli media menghasilkan rata-rata skor 85% “Sangat Layak”, ahli bahasa menghasilkan rata-rata skor 68,57% “Layak”. Saat pengujian respon kepraktisan awal dari peserta didik pada uji coba perorangan menghasilkan rata-rata skor 100% “Sangat Praktis”, pengujian respon kepraktisan peserta didik pada uji coba kelompok kecil menghasilkan rata-rata skor 89,89% “Sangat Praktis”, serta keefektifan pada pesera didik menghasilkan rata-rata skor 82,5% “Sangat Efektif”.
Bentuk-Bentuk Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 16 Sungai Pinyuh Fattiha Fattiha; Yunika Afryaningsih; Yuni Listiarini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca siswa di sekolah dasar. Penelitian ini didasarkan pada latar belakang proses pembelajaran membaca, yang seringkali ditemukan bahwa siswa mengalami masalah dalam membaca dan jarang mendapat perhatian khusus dari guru, hal ini sangat mengkhawatirkan dan akan berdampak pada pengetahuan membaca siswa sehingga proses pembelajaran juga terganggu. Penelitian ini berfokus pada kesulitan membaca menurut (Muammar 2020), yaitu tidak lancar dalam membaca, banyak kesalahan dalam membaca, kesulitan membedakan huruf yang hampir sama dan kesalahan dalam pengucapan kata/simbol bunyi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca yang dialami siswa kelas 3 SD 16 paling dominan adalah, (1) tidak mampu mengucapkan ritme kata dengan benar dan profesional, (2) intonasi tidak teratur, (3) tidak mampu mengucapkan diftong dan huruf konsonan, dan (4) sering terbalik/keliru dalam membaca kata-kata yang hampir sama. Lebih lanjut, bentuk kesulitan membaca yang dialami sebagian siswa kelas 3 adalah sering terbalik dalam mengenali huruf, tidak memahami isi bacaan, tidak menggunakan tanda baca, membaca lambat dan mengeja.
Kesiapan Teknologi Digital dalam Menunjang Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Dessy Setyowati; Muhammad Aqmal Nurcahyo; Yunika Afryaningsih
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.506

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan integrasi teknologi digital dalam mencapai kedalaman melalui paradigma pembelajaran mendalam di tingkat satuan pendidikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kesiapan teknologi digital dalam menunjang pembelajaran mendalam di Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei terhadap guru di sekolah dasar negeri. Data terkumpul dengan skala Likert yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan variasi kesiapan yang meliputi indikator kompetensi pedagogis guru berada pada kategori "Siap" (75%), sedangkan ketersediaan jaringan internet masuk dalam kategori "Cukup Siap" (58%). Secara keseluruhan, infrastruktur fisik, literasi digital siswa, dan efektivitas deep learning berada pada kategori "Siap". Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan "kesiapan fungsional" daripada sekadar "kesiapan fisik". Kesiapan fisik berkaitan dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur pembelajaran, sedangkan kesiapan fungsional merujuk pada kemampuan guru dan sekolah dalam memanfaatkan sarana tersebut secara efektif melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang bermakna, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.