Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN PEMKOT SURABAYA MASA SOENARTO SOEMOPRAWIRO TAHUN 1994 – 2000 ZULFA SANIYYAH, NAILA; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan sistem perekonomian suatu negara pasti tidak terlepas dari kontribusi kemajuan pembangunan infrastruktur, salah satunya yaitu jalan. Surabaya sebagai kota megaurban yang sarat akan kepadatan penduduk serta aktivitas - aktivitasnya, menimbulkan permasalahan khas perkotaan yang kompleks yaitu masalah kemacetan lalu lintas. Banyaknya lahan perumahan baru di berbagai wilayah Surabaya menyebabkan pemekaran wilayah di Surabaya, ditambah lagi dengan bertambah pesatnya jumlah kendaraan pribadi yang digunakan oleh masyarakat Surabaya menambah kerumitan sistem lalu lintas. Sebagai Walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro dalam masa baktinya telah melakukan banyak kebijakan populis bagi masyarakat Surabaya, Khususnya dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas tahap heuristik yaitu pengumpulan sumber baik primer maupun sekunder, kritik yaitu tahap penyaringan sumber yang diperoleh, interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap fakta dari sumber yang diperoleh, historiografi yaitu tahap penulisan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah mengetahui tentang kebijakan pembangunan jalan di Surabaya, implementasi, dan kontribusi pembangunan jalan dari tahun 1994 ? 2000.Kata Kunci : Infrastrktur, Soenarto Soemoprawiro, Surabaya
SLOGAN “FUKOKU KYOHEI” (NEGARA KAYA, MILITER KUAT) DAN KETERLIBATAN JEPANG DALAM PERANG PASIFIK 1942 - 1945 WATI, MUSTIKA; , NASUTION
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika dalam sebuah negara merupakan suatu hal yang wajar, hal ini berkaitan dengan bagaimana negara tersebut memberikan respon atas tantangan dalam kehidupan yang selalu mengalami perubahan. Pertengahan abad ke 19 merupakan titik balik bagi Jepang, pada era ini Jepang mulai berusaha untuk tumbuh menjadi sebuah negara yang modern. Modernisasi dan usaha Jepang untuk dapat menjadi kekuatan dunia dimulai pada masa Meiji, dimana masa ini terjadi setelah era pemerintahan Tokugawa yang memerintah Jepang selama lebih kurang 250 tahun tahun runtuh pada tahun 1868. Muncullah slogan ?fukoku kyohei? yang menjadi dasar bagi negara Jepang untuk melakukan modernisasi. Jepang secara besar-besaran mengimpor dan melaksanakan modernisasi di berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, kebudayaan, politik, pendidikan, telekomunikasi dan kemiliteran. Tahun 1873 pemerintah Jepang mulai melaksanakan kebijakan untuk mengirim tentara, mahasiswa, pegawai negeri dan usahawan pergi ke luar negeri untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi Barat. Dengan harapan dari apa yang mereka telah pelajari tersebut akan dapat dipakai untuk melakukan pembaharuan dalam berbagai bidang kehidupan Jepang, sehingga dikemudian hari Jepang dapat mengejar ketertinggalan mereka dari negara-negara Barat. Dalam penelitian ini membahas mengenai (1) Bagaimana latar belakang lahirnya slogan "fukoku kyohei"; (2) Bagaimana aplikasi slogan "fukoku kyohei" dalam pemerintahan Jepang?; (3) Bagaimana pengaruh slogan "fukoku kyohei" terhadap keikutsertaan Jepang dalam perang Pasifik tahun 1942-1945?. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjawab tentang slogan ?fukoku kyohei? sebagai sebuah pandangan hidup bangsa Jepang, yang menjadi tujuan Jepang untuk melakukan modernisasi besar-besaran. Jepang melakukan modernisasi dalam bidang ekonomi dengan meningkatkan pemasukan dalam negeri dalam sektor industri. Lalu melakukan perubahan dalam sistem pemerintahan Jepang. Dan kemudian dalam bidang militer mendirikan angkatan perang yang terdiri dari masyarakat biasa dan para samurai. Seiring dengan kemajuan yang dilakukan oleh Jepang ini menimbulkan keinginan untuk dapat melakukan ekpansi untuk mencari daerah sebagai tempat pemasaran hasil produksi dan juga mencari bahan-bahan yang dipakai untuk industri. Jepang melakukan serangan ke Cina dan mendapat pertentangan dari Rusia dan Amerika, sehingga kemudian terjadilah peristiwa Amerika mengembargo Jepang. Lalu Jepang kemudian melakukan penyerangan terhadap Amerika. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi awal Perang Pasifik 1942-1945. Akhir dari perang ini adalah kekalahan Jepang, yang ditandai dengan penyerahan Kaisar Jepang pada tahun 1945. Kata Kunci : Fukoku Kyohei, Restorasi Meiji, Perang Pasifik
PERUBAHAN AGAMA BUDHA JAWI WISNU KE AGAMA HINDU DI MOJOKERTO 1952-1967 ANGGI SUHARTONO, WAHYU; , NASUTION
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awalnya, masyarakat di Mojokerto memiliki agama Budha Jawi Wisnu.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan masuk dan berkembangnya Agama Buddha Jawi Wisnu di Kabupaten Mojokerto, mendeskripsikan alasan Buddha Jawi Wisnu dibubarkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, serta mendeskripsikan respon penganut Buddha Jawi Wisnu terhadap pembubaran Buddha Jawi Wisnu di Kabupaten Mojokerto terhadap para pengikut.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Agama Buddha Jawi Wisnu masuk di Kabupaten Mojokerto pada tahun 1952. Agama Buddha Jawi Wisnu di Kabupaten Mojokerto mulai dikenalkan oleh orang bernama Suyadi yang memiliki keinginan untuk mencari agama yang asli dan ingin mengetahui agama bangsa Indonesia terutama di Pulau Jawa.Terkait demikian, Suyadi adalah pelopor Buddha Jawi Wisnu di Kabupaten Mojokerto; 2) Buddha Jawi Wisnu dibubarkan oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto karena dianggap sesat.Hal ini dikarenakan terdapat aturan atau ketentuan bahwa resi harus menikah dengan yang memiliki keturunan resi.Hal ini dilakukan secara berkali-kali sehingga resi terkadang memiliki istri lebih dari satu.Setelah mengetahui tentang hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan peringatan terkait dengan pembubaran Buddha Jawi Wisnu. Selain itu, alasan dibubarkannya Buddha Jawi Wisnu oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto karena diduga memiliki keterkaitan dengan orang-orang komunis dan dianggap melanggar aturan atau norma yang ada; serta 3) Respon penganut Buddha Jawi Wisnu pada pembubaran Buddha Jawi Wisnu di Kabupaten Mojokerto adalah awalnya kecewa karena tidak ada kejelasan mengenai alasan Buddha Jawi Wisnu dibubarkan. Para pengikut menganggap bahwa selama ini, Buddha Jawi Wisnu tidak pernah melakukan pemberontakan dan kesalahan-kesalahan.Kata Kunci: Agama, Budha Jawi Wisnu, Respon.
PENYELESAIAN KONFLIK PILKADA DI KABABUPATEN TUBAN TAHUN 2006 PUSPITASARI, NOVIA; , NASUTION
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, selama manusia masih membutuhkan orang lain selama itu pula konflik akan timbul. Di Indonesia khususnya pada masa peralihan dari orde baru ke reformasi banyak terjadi konflik politik. Salah satunya adalah konflik politik di Kabupaten Tuban. Konflik ini terjadi ketika pertama kali dijalankannya kebijakan pilkada langsung. Konflik pilkada yang terjadi di Kabupaten tuban tersebut menimbulkan kerusuhan yang menyebabkan banyak kerusakan. Dalam menyelesaikan konflik dibutuhkan sebuah penyelesaian konflik yang tepat. Beberapa orang lebih banyak mengatakan bahwa konflik menimbulkan banyak hal negatif, akan tetapi Lewis Coser mengatakan bahwa konflik selain mendatangkan dampak negatif juga akan menciptakan dampak positif. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1) Apa yang melatar belakangi terjadinya konflik pilkada di Kabupaten Tuban tahun 2006? 2) Bagaimana penyelesaian konflik pilkada di Kabupaten Tuban tahun 2006 dari prespektif safety valve Lewis Coser? 3) Bagaimana fungsionalisme konflik yang ditimbulkan oleh konflik pilkada di Kabupaten Tuban tahun 2006? Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah memperoleh penjelasan mengenai latar belakang konflik dan resolusi konflik di Kabupaten Tuban. Penelitian ini juga menjelaskan analisis teori lewis coser terhadap fungsi positif dan negatif yang ditimbulkan konflik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pada tahap heuristik peneliti mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang terkait dengan objek penelitian, sumber primer didapatkan dari majalah atau koran sezaman dan sumber sekunder didapatkan dari buku-buku dan jurnal online. Selanjutnya pada tahap kritik, sumber-sumber yang sudah ada dikelompokkan dalam sumber primer dan sekuder dan juga dicari kerelevan dari sumber dengan objek penelitian. Kemudian pada tahap interpretasi, mencari hubungan fakta satu dengan lainnya untuk ditafsirkan dengan merujuk beberapa referensi yang ada. Dan yang terakhir tahap historiografi adalah tahap penulisan sejarah berdasarkan fakta-fakta yang telah ditafsirkan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa salah satu fungsi negatif konflik pilkada di Kabupaten Tuban berupa kerusakan pada bangunan-bangunan yang telah dibakar oleh para massa sedangkan dari fungsi positifnya yang paling penting adalah adanya beberapa pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran untuk masyarakat kedepannya. Diantara nilai moral yang dapat dipelajari dari konflik pilkada ini adalah; kejujuran, tanggung jawab, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, kerja keras dan demokratis. Kata Kunci: Konflik Pilkada, Pilkada Kabupaten Tuban 2006, Penyelesaian Konflik, Teori Lewis Coser
JAWA POS SEBAGAI SURAT KABAR TERPERCAYA NASIONAL TAHUN 1986-2000 KUSUMA DEWI, NOVIE; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga era reformasi, media massa yang masih diminati dan dicari oleh masyarakat ialah surat kabar. Alasanmengapa surat kabar masih eksis dan dipertahankan karena isi beritanya yang beragam dan lengkap sehingga tidak heranjika masyarakat masih menggemari surat kabar. Salah satu surat kabar yang berhasil berkembang dari lingkuppendistribusian daerah menjadi tingkat nasional ialah Jawa Pos. Oplah Jawa Pos yang terus naik memberikan dampakpositif dan merupakan peluang bagi Jawa Pos untuk mengekspansi daerah-daerah di Indonesia. Penelitian ini fokus padatahun 1986 ketika Jawa Pos mendapatkan Surat Izin Untuk Penerbitan Pers (SIUPP) hingga tahun 2000 ketika Jawa Posberhasil melalui krisis moneter. Penelitian ini merujuk pada rumusan masalah 1) Bagaimana perkembangan Jawa Posmenjadi surat kabar terpercaya Nasional tahun 1986-2000? dan 2) Bagaimana kontribusi harian Jawa Pos bagi Indonesia?.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tahun 1986-2000, Jawa Pos sudah menjadi surat kabar terpercaya Nasionaldibuktikan dengan kontribusi yang diberikan oleh Jawa Pos kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia. Perkembanganteknologi dan SDM juga menjadi faktor pendukung surat kabar Jawa Pos semakin dipercaya oleh masyarakat.Kata kunci: surat kabar, Jawa Pos
EKONOMI KREATIF SEPATU BORDIR DI SIDOARJO TAHUN 1995-2018 YUSVIANA ALFI, AINI; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidoarjo adalah kota dengan berbagai industri kecil yang berkembang. Banyak dari industri tersebut bersumberdari kreativitas masyarakatnya. Saat ini Sidoarjo tengah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayahnya, haltersebut dapat diketahui dengan adanya pengukuhan ?Sidoarjo Kreatif? serta didukung dengan banyaknya industri kreatifyang ada di sana. Salah satu produk ekonomi kreatif yang masih bertahan sampai saat ini di Sidoarjo adalah sepatu bordir,yang ada di tengah-tengah kampung batik Jetis. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yangberjudul ?Ekonomi Kreatif Sepatu Bordir di Sidoarjo Tahun 1995-2018?.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Mengapa muncul usaha sepatu bordir di Jetis Sidoarjo(2) Bagaimana kebijakan pemerintah Sidoarjo untuk mengembangkan usaha kreatif di Sidoarjo (3) mengapa usaha sepatubordir di Jetis Sidoarjo berpengaruh. Terkait dengan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti terdapat langkahlangkahmetode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik, interprestasi dan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Sidoarjo merupakan kota dengan potensi industri kecil kreatif yang cukupbesar. Salah satu potensinya adalah adanya ekonomi kreatif sepatu bordir di Jetis Sidoarjo yang berdiri sejak tahun 1995hingga sampai saat ini masih berpoduksi. Beberapa masalah yang dihadapi oleh pengusaha kreatif adalah modal, tenagakerja, bahan baku, serta peran pemerintah. Adanya usaha kreatif memberikan dampak bagi kehidupan perekonomianmasyarakat sekitar.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Sepatu Bordir, Sidoarjo.
Cybernetic Theory in Improving Students' Higher Order Thinking Skill Nasution; Safirah, Adita Dwi; Wiryanto; Muhimmah, Hitta Alfi; Abdillah, Moh. Irfan
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i1.61986

Abstract

The rapid development of knowledge and technology in the 21st century era, education is very important in facing global challenges. Students are required to have higher order thinking skills. Education plays an important role in shaping students' HOTS in facing challenges in the current era. The purpose of this study was to analyze the effect of implementing cybernetic theory on HOTS. This type of research is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The population of this study were fourth grade elementary school students, totalling 42 students. The sample of this research was class IV A with 20 students and class IV B with 22 students. Class IV A is an experimental class that does learning with cybernetic theory, while class IV B is a control class that does conventional learning. Methods in data collection are interviews and tests. The instruments used in data collection were interview sheets and multiple-choice tests. Data were analyzed with quantitative descriptive and independent sampling t test. The results of the t-test that have been carried out obtained a t-count value of 9.645 with a t-table of 1.684. This means that t-count > t-table so that Ha is accepted and Ho is rejected. So, it can be concluded that there is a significant effect of the application of cybernetic theory on the HOTS of fourth grade elementary school students. Therefore, the use of cybernetic theory can be an effective approach in developing HOTS at the elementary school.
The Role of Organizational Culture on Employee Performance through Job Satisfaction and Work Motivation Maha Putra, Delka; Nasution
Journal of Entrepreneurship and Business Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Entrepreneurship and Business (February)
Publisher : Program MM Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/jeb.v5i1.6099

Abstract

Purpose: This study analyzes the relationship between organizational culture and employee performance. The research also aims to evaluate the roles of job satisfaction and work motivation as mediating variables in the relationship between organizational culture and employee performance. Method: This research adopts a quantitative-explanatory approach with 155 respondents. SEM-PLS was used in this research to examine each variable's relationship and analysis using art-PLS 4. Result: The results indicate that Organizational Culture positively and significantly influences Job Satisfaction, Work Motivation, and Employee Performance. Furthermore, Job Satisfaction and Work Motivation also positively and significantly impact Employee Performance. Mediation analysis reveals that Job Satisfaction and Work Motivation partially mediate between Organizational Culture and Employee Performance.
The Effect of Prior Knowledge on Field Work Learning on Interests and Social Studies Learning Outcomes of Junior High School Students Laili, Shofroul; Sukma Perdana Prasetya; Nasution; Kusnul Khotimah; Mohamed Jefferi bin Haji Mat Lazim
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 1 No. 2 (2023): 1 October 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v1n2.p31-39

Abstract

This research is aimed at knowing the results of the application of field work learning to the interests and social studies learning outcomes in economic activity material. The use of the Nonequivalent Control Group Design design with purposive sampling technique makes class VII E as the experimental class and class VII B as the control class of the entire population of students from class VII A to class VII H. Treatment in the experimental class is in the form of field work learning and the control class in the form of conventional learning obtained research findings indicating that the experimental class gained an increased interest of 40.2% and the learning outcomes of the experimental class experienced an increase of 25.94%. The results of the Mancova test with the initial covariate of students' learning abilities showed a value of F = 95.810 with sig = 0.000, namely the value of sig = 0.000 <0.005. These results are the results of the prerequisite test using the normality test, homogeneity test and hypothesis testing in the form of the mancova test. From the results obtained, it can be assumed that there is an influence between field work learning and the interests and social studies learning outcomes of junior high school students on economic activity material.
Identifikasi Street Furniture dari Perspektif Penggunaan Material, Studi kasus: Taman di wilayah perkotaan Muara Enim Hargianti, Mita; Septiana, Rika; Iskandar, Yandra; Nasution; Insani, Win
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.444

Abstract

Street furniture merupakan sarana pendukung pada lansekap jalan dan taman yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan beraktivitas. Fenomena street furniture taman yaitu terkait dengan masalah ketahanan, seperti; material berkarat, rangkaian lepas, dan mudah rusak. Permasalahan ini seharusnya dapat diminimalisasi karena kerusakan tersebut dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengguna taman. Lokasi penelitian berada pada empat taman di wilayah perkotaan Muara Enim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kondisi material street furniture di area taman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan skala Likert digunakan untuk mengukur persepsi pengguna terhadap kinerja street furniture taman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis material street furniture taman, terdiri dari: plat alumunium, besi galvanis, besi, beton dan kayu. Material plat alumunium, besi galvanis dan beton memiliki ketahanan yang paling baik dibanding material fiber, kayu dan besi yang cenderung mudah rusak dan berkarat. Selain penggunaan jenis material yang kurang tepat, kerusakan yang terjadi juga disebabkan oleh minimnya pemeliharaan sehingga street furniture tidak dapat digunakan secara optimal dan membahayakan aktivitas di taman. Rekomendasi kepada pemerintah daerah, sebaiknya menyediakan street furniture dengan jenis material besi galvanis yang dilapisi cat anti karat karena lebih tahan lama serta melakukan kegiatan perawatan dan pemeliharaan street furniture taman secara berkala.