Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi Hasna Zahro Iftikhonsa; EM Sutrisna; Safari Wahyu Jatmiko; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.678 KB)

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yangutama di negara maju dan berkembang. Staphylococcus epidermidisdan Salmonella typhi merupakan bakteri gram positif dan bakterigram negatif yang masih menjadi penyebab infeksi tersering.Pengobatan dengan antibiotik sering menimbulkan resistensi akibatpemberian yang irasional. Daun salam mengandung senyawa kimiatanin (21,7%), flavonoid (0,4%), dan minyak atsiri (0,05%) yangmemiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahuiaktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcusepidermidis dan Salmonella typhi. Metode: Tiap bakteri dibagimenjadi 5 kelompok, cefazolin sebagai kontrol positif, CMC 1%sebagai kontrol negatif, fraksi etil asetat 5%, 10% dan 20% sebagaikelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukurmenggunakan jangka sorong. Zona hambat terhadapStaphylococcus epidermidis terbentuk pada konsentrasi 5%, 10%dan 20% sebesar 10,8 mm, 13,1 mm dan 14,5 mm sedangkanterhadap Salmonella typhi sebesar 5,6 mm, 7,3 mm, dan 10,9 mm.Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yangsignifikan dengan nilai p=0,000 pada masing-masing bakteri.Dapat disimpulkan fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secarastatistik terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi.
Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Kualitas dan Kuantitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Oktaberika Putri Indah Yasinta; Sulistyani Sulistyani; Anika Candrasari; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.724 KB)

Abstract

idur merupakan kebutuhan yang sangat penting untukmenjaga kesehatan fisik dan mental. Siklus tidur sendiri terdiri darifase NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid EyeMovement). Pada tidur terdapat dua faktor yang harus kitaperhatikan, yaitu kualitas dan kuantitas tidur. Faktor yang dapatmempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur diantaranya yaitupengaruh penggunaan kafein dan substansia simultan lainnya.Kandungan kafein pada kopi dipercaya dapat mempengaruhi kinerjadan keadaan mental. Jika terdapat gangguan pada kualitas dankuantitas tidur bisa berdampak pada aktivitas seseorang. Kuantitasdan kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktorseperti usia, aktifitas fisik, psikologis, dan lain-lain. Gangguan tidurjuga dapat mengganggu sistem kardiovaskular, endokrin, imun, dansistem saraf. Durasi tidur <7 jam dapat meningkatkan faktor-faktorrisiko. Populasi yang berisiko mengalami gangguan kualitas dankuantitas tidur adalah para mahasiswa terutama mahasiswakedokteran karena harus belajar dengan materi yang cukup banyak.Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas dan kuantitas tidur pada mahasiswa FK UMS.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study.Subjek penelitian adalah 234 responden yang diambil dengan teknikpurposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesionergoogle form. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasilpenelitian ini didapatkan tidak terdapat hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas tidur dengan nilai p 0.659 (p>0.05) dan tidakterdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan kuantitas tidurdengan nilai p 0.290 (p>0.05). Penelitian ini didapatkan kesimpulanbahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi kopi baik dengankualitas tidur maupun dengan kuantitas tidur pada mahasiswakedokteran.
INTERAKSI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS, BIOLOGIS, KELUARGA DAN LINGKUNGAN KRONOBIOLOGIS PADA TINGKAT DEPRESI DAN ANSIETAS (SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL DI INDONESIA) Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.869 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan depresi dan kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental di berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Depresi dan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik, lebih lanjut berdampak pada berbagai penyakit degeneratif katastrofik menjadi beban utama masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Analisis lebih komprehensif factor risiko kedua gangguan mental tersebut masih terbatas di Indonesia. Peran factor lingkungan maupun individual berkaitan aspek kronobiologis juga merupakan aspek yang masih terbatas kajiannya dalam konteks Indonesia sebagai factor risiko gangguan depresi dan kecemasan. Tujuan Penelitian: menganalisis factor risiko demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan kronobiologis terhadap tingkat depresi dan ansietas pada populasi orang Indonesia. Metode: Studi observasional analitik berdesain potong lintang pada orang Indonesia dari berbagai wilayah, dengan menganalisis aspek demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan terkait wilayah waktu. Responden direkrut dengan menggunakan broadcasting link google formulir ke berbagai jejaring media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Facebook, Line dan Blogger. Kuesioner yang dibagikan berisi angket demografis (usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan formal, pendapatan keluarga), factor biologis (berat badan [kg], tinggi badan [cm]), factor perilaku (merokok, jam tidur – bangun di hari kerja dan libur), factor psikiatari (depresi dan cemas dengan menggunakan kuesioner DASS 21), factor keluarga (APGAR Family, pencari nafkah, perawat, pembuat keputusan utama dalam keluarga), dan factor kronobiologi lingkungan (jarak waktu fajar dan matahari terbit lokal [dihitung dari jadwal sholat lokal] dengan jam kerja). Hasil: didapatkan 795 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Hasil analisis multivariat didapatkan factor yang berasosiasi secara signifikan pada depresi secara berurutan [odds ratio (p)] meliputi: pendapatan <= Rp. 2.500.000 [2.426(0.013)], pembuat keputusan selain ayah saja [2.449[0.015]), dan APGAR family disfungsional [5.576(0.000)]. Pada kecemasan didapatkan usia < 30 tahun [2.715[0.050]), perempuan [2.020[0.013]), pembuat keputusan selain ayah saja [1.901(0.014)], APGAR Family disfungsional [3.447(0.000), jarak waktu terbit lokal – jam kerja <= 2 jam [3.104(0.005)] merupakan faktor risiko yang secara statistik signifikan. Kesimpulan: tingkat depresi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, pembuat keputusan utama dalam keluarga, dan fungsionalitas keluarga; tingkat kecemasan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pembuat keputusan utama dalam keluarga, fungsionalitas keluarga, dan jarak waktu matahari terbit lokal – jam kerja.
Analisis Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lebih/Obesitas pada Penduduk Indonesia (Sebuah Studi Observasional) Retno Sintowati; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.504 KB)

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini prevalensi angka obesitas cenderung meningkat. Guna berkontribusi dalam penanganan obesitas yang lebih efektif dan efisien, diperlukan pemahaman mengenai faktorfaktor yang menyebabkan obesitas. Penelitian ini menganalisis faktor risiko potensial berat lebih dan obesitas secara multilevel, yakni meliputi lingkungan kronobiologis, keluarga dan perilaku individu dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional potong lintang yang melibatkan 795 sampel dari populasi penduduk dewasa Indonesia dari berbagai zona waktu, yang kemudian dianalisis lebih lanjut faktor-faktor pada level keluarga (status pernikahan, pendapatan keluarga, fungsi keluarga dengan APGAR Family, pencari nafkah utama keluarga, perawat utama keluarga, dan pembuat keputusan utama di keluarga); dan pada level individu (usia, gender, pendidikan formal, status kesehatan mental meliputi tingkat depresi, ansietas dan stress, perilaku ritme sirkadian, serta jetlag sosial). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian berat lebih dan obesitas pada meliputi pendapatan keluarga >Rp2.500.000 pada level keluarga; serta usia >=30 tahun, pendidikan formal >=12 tahun, dan jetlag sosial >=2.5 jam pada level individu, dengan adjusted odds ratio/aOR[p] secara berurutan sebesar 1.646(0.026), 5.553(0.000), 2.367(0.003), dan 2.962(0.027). Sebagai kesimpulan, faktor risiko berat lebih dan obesitas di level keluarga meliputi pendapatan keluarga; dan di level individu meliputi usia, pendidikan formal dan jetlag sosial. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kronobiologi dengan kejadian berat lebih dan obesitas.
Correlation Between Age and Body Mass Index Before and After Covid-19 Pandemic Retno Sintowati; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.123 KB)

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko yang memperburuk kondisi klinis ketika seseorang terinfeksi Covid-19. Bertambahnya usia, terutama pra-lansia dan lansia juga merupakan faktor risiko dari obesitas. Pembatasan mobilitas sosial, secara teori mempunyai pengaruh pada pertambahan indeks masa tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara usia dengan indeks massa tubuh sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Studi potong dilakukan dengan merekrut responden melalui media sosial dengan platform Whatsapp untuk mendapatkan data mengenai usia dan berat badan sebelum masa pandemi Covid-19 dan saat pandemi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2020. Sebanyak 148 responden terlibat dalam penelitian ini, dari hasil uji korelasi spearman didapatkan bahwa usia mempunyai korelasi dengan indeks masa tubuh sebelum dan sesudah pandemi, secara berurutan r=0.299; p=0.000 dan r=0.337; p=0.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya obesitas, dan risiko ini bertambah selama pandemi Covid-19.
Korelasi Selisih Waktu Matahari Terbit Lokal - Jam Kerja Dengan Perubahan Indeks Masa Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Yusuf Alam Romadhon; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.844 KB)

Abstract

Pendahuluan: Indonesia dengan wilayah geografis yang luas, menyebabkan bervariasinya jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja yang umumnya disepakati jam 08.00 pagi. Perubahan berat badan selama pandemi Covid-19, menjadi perhatian banyak peneliti, terkait dengan peningkatan insidensi obesitas dalam populasi. Tujuan: menganalisis korelasi variasi jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja dengan perubahan berat badan selama pandemic Covid-19. Metode: pada semester kedua berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia [Desember 2020] dilakukan penelitian dengan desain potong lintang melibatkan responden yang direkrut melalui platform media sosial Whatapps. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi dan data perubahan berat badan dari sebelum dan saat pandemi berlangsung. Penentuan jam matahari terbit lokal dilakukan dengan menggunakan aplikasi google jadwal sholat lima waktu dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil: didapatkan korelasi yang signifikan antara selisih jam matahari terbit lokal – jam mulai kerja dengan perubahan indeks masa tubuh sebelum dan saat pandemic dengan nilai r=-0.169 dan nilai p=0.040. Simpulan: semakin lama jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja, semakin kecil perubahan indeks masa tubuh yang terjadi.
Perbedaan Status Kesehatan Mental, Tekanan Darah dan Indeks Massa Tubuh antara Pegawai Pemerintah vs Non Pegawai Pemerintah (Sebuah Studi Observasional di Indonesia) Retno Sintowati; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup telah menjadi fenomena utama di negara-negara maju, dengan komposisi penduduk didominasi populasi lanjut usia. Konsekuensinya adalah tingginya beban penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, dan problema kesehatan mental. Pekerjaan ASN mempunyai tekanan untuk menghasilkan kinerja prima, dan dari beberapa penelitian didapatkan bahwa indikator kesehatan seperti overweight/obese, obesitas sentral, perilaku merokok mencapai sepertiga hingga separuh dari populasi instansi yang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kesehatan mental, tekanan darah dan indeks masa tubuh antara ASN vs non ASN. Penelitian berdesain studi potong lintang ini, dilakukan pada periode waktu November 2021. Pengambilan data meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan lingkar pinggang. Subyek penelitian ini merupakan anggota keluarga atau tetangga dekat dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tingkat depresi, anxietas dan stress didapat dari pengisian kuesioner depression, anxiety, stress scale-21 [DASS-21] versi Indonesia. Data dianalisis dengan membandingkan rerata tingkat depresi, anxietas, stress, indeks masa tubuh, rasio lingkar pinggang – panggul, dan diuji menggunakan uji alternative Mann Whitney U test. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa pada aspek kesehatan mental, rerata tingkat depresi, anxietas dan stress dari ASN lebih rendah dibandingkan dengan non ASN, secara berurutan nilai p = 0.002, 0.001, dan 0.001. Rerata tekanan darah ASN baik sistolik maupun diastolic, dan juga indeks masa tubuh lebih tinggi dibandingkan non ASN secara berurutan nilai p = 0.004, 0.009 dan 0.001. Semua nilai p secara statistic signifikan (kurang dari 0.05 dan lebih dari 0.001). Kesimpulan : Kesehatan mental ASN lebih baik dibandingkan dengan non ASN, tetapi tekanan darah dan indeks masa tubuh ASN lebih buruk dibandingkan dengan non ASN
Knowledge and attitudes about COVID-19 are associated with student compliance with health protocols Lian Adhalia; Retno Sintowati
International Journal of Health Science and Technology Vol 4, No 3 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v4i3.2849

Abstract

COVID-19 is a virus that spreads through droplet splashes that can remain active for several hours in the air. The main strategy to overcome the transmission of the covid-19 virus is to implement the COVID-19 protocol as a preventive effort. This study uses a cross-sectional research design with 134 respondents, with a sampling technique using simple random sampling. Data collection using Google form distributed via WhatsApp group. Data were processed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The chi-square test analysis showed a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with compliance with the COVID-19 protocol with p 0.000 0.05. In contrast, the logistic regression test results showed a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with compliance with the COVID-19 protocol with an R-Square value of 0.543. The conclusion that can be drawn from this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with student health protocol compliance with OR values of 9.19 and 9.28, respectively, with an R-square value of 0.543. The contribution of the research is that students are expected to be able to apply health protocols correctly and consistently during covid-19.
The Relationship between anxiety, stress, depression, and insomnia in migrant students during the COVID-19 pandemic Dessy Wahyuni; Sulistyani Sulistyani; Erna Herawati; Retno Sintowati
International Journal of Health Science and Technology Vol 4, No 3 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v4i3.2828

Abstract

Various conditions that occurred during the COVID-19 pandemic in Indonesia had a psychological effect on the community. This is because the COVID-19 pandemic is a severe stressor. Mental health disorders that occur during a pandemic include anxiety, stress, depression, and insomnia. The purpose of the study was to determine the relationship between levels of anxiety, stress, and depression with the degree of insomnia in overseas students during the COVID-19 pandemic. This study used an observational analytic method with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was probability sampling with simple random sampling on overseas students in Yogyakarta. The data obtained were analyzed using the chi-square and logistic regression tests with the SPSS program. Based on the chi-square test, the results showed that there was a relationship between anxiety, stress, depression on insomnia, each having a p-value of 0.012, 0.001, and 0.000. The results of the logistic regression test on the variables of anxiety, stress, and depression obtained an R-Square value of 0.455. This value means that the variables of anxiety, stress, and depression influence 45.5% of insomnia disorders. Thus, the levels of anxiety, stress, and depression affect the degree of insomnia of overseas students during the COVID-19 pandemic. Therefore, positive activities and psychological and physical health consultations are needed by overseas students to reduce levels of anxiety, stress, and depression that lead to insomnia during the pandemic.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PASCA PANDEMI COVID-19 N Juni Triastuti; Retno Sintowati; Erna Herawati; Nurhayani Nurhayani; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Nur Mahmudah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2021-2026

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil tajuk tentang penyuluhan dalam rangka peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic COVID-19 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pandemic COVID-19 terutama dalam hal Kesehatan mental. Seperti diketahui bahwasanya kondisi pandemic COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019 menyisakan permasalahan diantaranya dikarenakan banyaknya penderita yang terkonfirmasi COVID-19 yang sedikit banyak mempengaruhi Kesehatan mental masyarakat.  Kawasan perkotaan termasuk yang terkena dampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh TK Aisyah Bustanul Athfal adalah untuk peningkatan Kesehatan mental ini yaitu: belum adanya pengetahuan tentang peningkatan kesehatan mental pasca pandemic. Usulan yang kami tawarkan berkaitan dengan permasalahan ini, kami sebagai tim yang mengusulkan untuk memberikan penawaran terhadap pemecahan masalah tersebut dengan pemberian pendampingan peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyelenggaraan pendampingan pelatihan peningkatan tentang Kesehatan mental yang meliputi pencegahan kecemasan, stress dan depresi untuk meningkatkan Kesehatan mental pada guru TK, dan walimurid.
Co-Authors Adhimass Wicaksono Adhimass Wicaksono, Adhimass Afif Iqbal Hibatullah Almansyah, Wanda Emdia Ambarwati Angesti Atiqah Ranasatri Anika Candrasari Anindita Putri Handayani Arismar, Fiqi Rahardian Arrantissi, Syauqi Hanif Aryati, Mandarini Dwi Putri Ayustine Winarta, Selly Azmi, Aninditha Syavela Davina, Aifa Putri Dessy Wahyuni Devi Usdiana Rosyidah DIAH RACHMAWATI Diah Rachmawati Dodik Nursanto Em Sutrisna Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fachroni Rahman Fachroni Rahman, Fachroni Fauziah, Nida Faradisa Fithriyah, Saidatul Fithriyah, Sa’idatul Fitriyah, Sa?idatul Geraldo Zikri Azmi Ramadhan Handayani, Alya Nurkinasih Putri Handayani, Anindita Putri Hartia, Nabila Putri Hasna Zahro Iftikhonsa Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Juninda, Larasati Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lestari, Nining Lian Adhalia Listiana Masyita Dewi Muhammad Aji Akbar Muhammad Aji Akbar, Muhammad Aji Muhammad Shoim Dasuki N Nurhayani N. Juni Triastuti Nafasadila, Fatma Nafila, Alfin Nining Lestari Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurhayani nurhayani Nurhayati Nurhayati Oktaberika Putri Indah Yasinta Puspitasari, Metana Ratih Pramuningtyas Riandini Aisyah Rif'aini, Fidhia Nur Rochmadina Suci Bestari Rosyid Prasetyo Sa’idatul Fitriyah, Sa’idatul Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Naura Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sares Daselva Sa’idatul Fitriyah Selly Ayustine Winarta Siti Soekiswati Sri Darnoto Sri Wahyu B Sri Wahyuni Sujono Sujono Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Supraba, Intan Pratiwi Sutopo, Tri Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Tri Agustina Tri Agustina, Tri Tri Sutopo Utami, Indari Wahyu B, Sri Wahyu Jatmiko, Safari Yasinta, Oktaberika Putri Indah Yuni Prastyo Kurniati Yusuf Alam Ramadhan Yusuf Alam Romadhon Zahrani, Ayu Zahro Iftikhonsa, Hasna