Claim Missing Document
Check
Articles

INTERAKSI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS, BIOLOGIS, KELUARGA DAN LINGKUNGAN KRONOBIOLOGIS PADA TINGKAT DEPRESI DAN ANSIETAS (SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL DI INDONESIA) Romadhon, Yusuf Alam; Sintowati, Retno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan depresi dan kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental di berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Depresi dan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik, lebih lanjut berdampak pada berbagai penyakit degeneratif katastrofik menjadi beban utama masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Analisis lebih komprehensif factor risiko kedua gangguan mental tersebut masih terbatas di Indonesia. Peran factor lingkungan maupun individual berkaitan aspek kronobiologis juga merupakan aspek yang masih terbatas kajiannya dalam konteks Indonesia sebagai factor risiko gangguan depresi dan kecemasan. Tujuan Penelitian: menganalisis factor risiko demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan kronobiologis terhadap tingkat depresi dan ansietas pada populasi orang Indonesia. Metode: Studi observasional analitik berdesain potong lintang pada orang Indonesia dari berbagai wilayah, dengan menganalisis aspek demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan terkait wilayah waktu. Responden direkrut dengan menggunakan broadcasting link google formulir ke berbagai jejaring media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Facebook, Line dan Blogger. Kuesioner yang dibagikan berisi angket demografis (usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan formal, pendapatan keluarga), factor biologis (berat badan [kg], tinggi badan [cm]), factor perilaku (merokok, jam tidur – bangun di hari kerja dan libur), factor psikiatari (depresi dan cemas dengan menggunakan kuesioner DASS 21), factor keluarga (APGAR Family, pencari nafkah, perawat, pembuat keputusan utama dalam keluarga), dan factor kronobiologi lingkungan (jarak waktu fajar dan matahari terbit lokal [dihitung dari jadwal sholat lokal] dengan jam kerja). Hasil: didapatkan 795 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Hasil analisis multivariat didapatkan factor yang berasosiasi secara signifikan pada depresi secara berurutan [odds ratio (p)] meliputi: pendapatan <= Rp. 2.500.000 [2.426(0.013)], pembuat keputusan selain ayah saja [2.449[0.015]), dan APGAR family disfungsional [5.576(0.000)]. Pada kecemasan didapatkan usia < 30 tahun [2.715[0.050]), perempuan [2.020[0.013]), pembuat keputusan selain ayah saja [1.901(0.014)], APGAR Family disfungsional [3.447(0.000), jarak waktu terbit lokal – jam kerja <= 2 jam [3.104(0.005)] merupakan faktor risiko yang secara statistik signifikan. Kesimpulan: tingkat depresi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, pembuat keputusan utama dalam keluarga, dan fungsionalitas keluarga; tingkat kecemasan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pembuat keputusan utama dalam keluarga, fungsionalitas keluarga, dan jarak waktu matahari terbit lokal – jam kerja.
Analisis Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lebih/Obesitas pada Penduduk Indonesia (Sebuah Studi Observasional) Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini prevalensi angka obesitas cenderung meningkat. Guna berkontribusi dalam penanganan obesitas yang lebih efektif dan efisien, diperlukan pemahaman mengenai faktorfaktor yang menyebabkan obesitas. Penelitian ini menganalisis faktor risiko potensial berat lebih dan obesitas secara multilevel, yakni meliputi lingkungan kronobiologis, keluarga dan perilaku individu dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional potong lintang yang melibatkan 795 sampel dari populasi penduduk dewasa Indonesia dari berbagai zona waktu, yang kemudian dianalisis lebih lanjut faktor-faktor pada level keluarga (status pernikahan, pendapatan keluarga, fungsi keluarga dengan APGAR Family, pencari nafkah utama keluarga, perawat utama keluarga, dan pembuat keputusan utama di keluarga); dan pada level individu (usia, gender, pendidikan formal, status kesehatan mental meliputi tingkat depresi, ansietas dan stress, perilaku ritme sirkadian, serta jetlag sosial). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian berat lebih dan obesitas pada meliputi pendapatan keluarga >Rp2.500.000 pada level keluarga; serta usia >=30 tahun, pendidikan formal >=12 tahun, dan jetlag sosial >=2.5 jam pada level individu, dengan adjusted odds ratio/aOR[p] secara berurutan sebesar 1.646(0.026), 5.553(0.000), 2.367(0.003), dan 2.962(0.027). Sebagai kesimpulan, faktor risiko berat lebih dan obesitas di level keluarga meliputi pendapatan keluarga; dan di level individu meliputi usia, pendidikan formal dan jetlag sosial. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kronobiologi dengan kejadian berat lebih dan obesitas.
Correlation Between Age and Body Mass Index Before and After Covid-19 Pandemic Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko yang memperburuk kondisi klinis ketika seseorang terinfeksi Covid-19. Bertambahnya usia, terutama pra-lansia dan lansia juga merupakan faktor risiko dari obesitas. Pembatasan mobilitas sosial, secara teori mempunyai pengaruh pada pertambahan indeks masa tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara usia dengan indeks massa tubuh sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Studi potong dilakukan dengan merekrut responden melalui media sosial dengan platform Whatsapp untuk mendapatkan data mengenai usia dan berat badan sebelum masa pandemi Covid-19 dan saat pandemi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2020. Sebanyak 148 responden terlibat dalam penelitian ini, dari hasil uji korelasi spearman didapatkan bahwa usia mempunyai korelasi dengan indeks masa tubuh sebelum dan sesudah pandemi, secara berurutan r=0.299; p=0.000 dan r=0.337; p=0.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya obesitas, dan risiko ini bertambah selama pandemi Covid-19.
Korelasi Selisih Waktu Matahari Terbit Lokal - Jam Kerja Dengan Perubahan Indeks Masa Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Romadhon, Yusuf Alam; Sintowati, Retno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Indonesia dengan wilayah geografis yang luas, menyebabkan bervariasinya jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja yang umumnya disepakati jam 08.00 pagi. Perubahan berat badan selama pandemi Covid-19, menjadi perhatian banyak peneliti, terkait dengan peningkatan insidensi obesitas dalam populasi. Tujuan: menganalisis korelasi variasi jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja dengan perubahan berat badan selama pandemic Covid-19. Metode: pada semester kedua berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia [Desember 2020] dilakukan penelitian dengan desain potong lintang melibatkan responden yang direkrut melalui platform media sosial Whatapps. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi dan data perubahan berat badan dari sebelum dan saat pandemi berlangsung. Penentuan jam matahari terbit lokal dilakukan dengan menggunakan aplikasi google jadwal sholat lima waktu dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil: didapatkan korelasi yang signifikan antara selisih jam matahari terbit lokal – jam mulai kerja dengan perubahan indeks masa tubuh sebelum dan saat pandemic dengan nilai r=-0.169 dan nilai p=0.040. Simpulan: semakin lama jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja, semakin kecil perubahan indeks masa tubuh yang terjadi.
Perbedaan Status Kesehatan Mental, Tekanan Darah dan Indeks Massa Tubuh antara Pegawai Pemerintah vs Non Pegawai Pemerintah (Sebuah Studi Observasional di Indonesia) Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup telah menjadi fenomena utama di negara-negara maju, dengan komposisi penduduk didominasi populasi lanjut usia. Konsekuensinya adalah tingginya beban penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, dan problema kesehatan mental. Pekerjaan ASN mempunyai tekanan untuk menghasilkan kinerja prima, dan dari beberapa penelitian didapatkan bahwa indikator kesehatan seperti overweight/obese, obesitas sentral, perilaku merokok mencapai sepertiga hingga separuh dari populasi instansi yang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kesehatan mental, tekanan darah dan indeks masa tubuh antara ASN vs non ASN. Penelitian berdesain studi potong lintang ini, dilakukan pada periode waktu November 2021. Pengambilan data meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan lingkar pinggang. Subyek penelitian ini merupakan anggota keluarga atau tetangga dekat dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tingkat depresi, anxietas dan stress didapat dari pengisian kuesioner depression, anxiety, stress scale-21 [DASS-21] versi Indonesia. Data dianalisis dengan membandingkan rerata tingkat depresi, anxietas, stress, indeks masa tubuh, rasio lingkar pinggang – panggul, dan diuji menggunakan uji alternative Mann Whitney U test. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa pada aspek kesehatan mental, rerata tingkat depresi, anxietas dan stress dari ASN lebih rendah dibandingkan dengan non ASN, secara berurutan nilai p = 0.002, 0.001, dan 0.001. Rerata tekanan darah ASN baik sistolik maupun diastolic, dan juga indeks masa tubuh lebih tinggi dibandingkan non ASN secara berurutan nilai p = 0.004, 0.009 dan 0.001. Semua nilai p secara statistic signifikan (kurang dari 0.05 dan lebih dari 0.001). Kesimpulan : Kesehatan mental ASN lebih baik dibandingkan dengan non ASN, tetapi tekanan darah dan indeks masa tubuh ASN lebih buruk dibandingkan dengan non ASN
PERBANDINGAN UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) DENGAN PENGENCER TWEEN DAN PEG TERHADAP MORTALITAS LARVA Aedes aegypti Geraldo Zikri Azmi Ramadhan; Retno Sintowati; Nurhayani, Nurhayani; Yusuf Alam Romadhon
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7809

Abstract

The Aedes aegypti mosquito is the main vector for transmitting the Dengue virus which causes Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Synthetic larvicide is a method commonly used to break the life cycle of the Aedes aegypti mosquito. Water guava leaves contain phenols (flavonoids), saponins, tannins, alkaloids and polyphenols, which can be used as natural larvicides. The aim of this research was to determine the effectiveness of ethanol extract of water guava leaves (Syzygium aqueum) with TWEEN and PEG diluents on the mortality of Aedes aegypti larvae, as well as a comparison of the effectiveness of the two. This type of research is an experimental laboratory with a posttest only control group design using observation techniques for the control and treatment groups.There were 3 control groups consisting of 1 positive control group (abate) and 2 negative control groups (TWEEN and PEG diluent). There were 4 treatment groups, namely TWEEN and PEG diluents which were added with water guava leaf ethanol extract with concentrations of 1.5% or 2%. The Aedes aegypti larvae used as samples were instars III to IV. Mortality of Aedes aegypti larvae for the 7 groups was recorded every 6 hours for 24 hours. Larval mortality data is not normally distributed and the variance is not homogeneous, so the mean difference test uses non-parametric Kruskal-Wallis statistics. The results of this test showed a real difference (sig.p<0.005), so it was continued with the Post-Hoc Mann Whitney test to determine more specific differences (effectiveness). The results of the Mann Whitney test showed that the ethanol extract of water guava leaves (Syzygium aqueum) with TWEEN and PEG diluent was effective on the mortality of Aedes aegypti larvae (sig.p<0.005), with the same level of effectiveness (sig.p>0.005), so it can be concluded that the ethanol extract of water guava leaves (Syzygium aqueum) with TWEEN and PEG diluents are equally effective against the mortality of Aedes aegypti larvae
PELATIHAN TEKNIK MINDFULNESS UNTUK MENGURANGI STRES DAN DEPRESI DI TK AISYAH KARTASURA Triastuti, N Juni; Herawati, Erna; Sintowati, Retno; Wahyu B, Sri; Nurhayani, Nurhayani; Agustina, Tri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3392-3399

Abstract

Kawasan perkotaan, seperti Kartasura, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gangguan mental, termasuk stres dan depresi, terutama setelah pandemi COVID-19. Taman Bermain Aisyah Bustanul Athfal memiliki permasalahan yaitu terkait pengetahuan dan penerapan teknik penanganan stres di kalangan guru dan walimurid. Pengabdian ini mengidentifikasi dua permasalahan utama: kurangnya pengetahuan tentang manajemen stres dan belum adanya pelatihan teknik mindfulness. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan program pendampingan pelatihan teknik mindfulness berbasis aplikasi. Metode pengabdian ini bertujuan untuk memberikan strategi yang efektif dalam menurunkan tingkat stres dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan mental di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan baik pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen stres serta depresi bagi guru dan walimurid dengan menggunakan teknik mindfulness.
Pendampingan Transformasi Digital dalam Pelaporan Ibu Hamil Risiko Tinggi melalui Aplikasi Elektronik Romadhon, Yusuf Alam; Sintowati, Retno; Rosyidah, Dewi Usdiana; Kurniati, Yunu Prastyo; Wahyuni, Sri; Triwijaya, Dedy; Susanto, Syarafina Ayu Putru; Paramadina, Izzati; Fadhila, Zahra Hayuna; Azenta, Moch. Tabriz; Maulana, Taqwa Ziyan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.660

Abstract

Angka kematian maternal di Indonesia masih masuk dalam kategori tinggi bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Secara khusus di kecamatan GatakKabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, angka kematian maternal di tahun 2022 sebesar 3 kematian dari 628 kelahiran hidup, dan di bulan Juli 2023 sudah terdapat 2 kematian ibu terkait kehamilan. Upaya pencegahan primer telah dilakukan melalui penggunaan skrining keberadaan ibu hamil risiko tinggi dengan skoring Pudji Rochjati, dalam kegiatan SABU- SABU (Satu ibu hamil satu ibu kader). Meskipun demikian, dalam pengumpulan data dilakukan secara manual dan berjenjang membuat data terkumpul secara utuh dalam waktu satu bulan. Waktu satu bulan ini membuat keputusan penting untuk intervensi dini lebih lambat dilakukan. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan aplikasi digital sederhana yang dapat dioperasikan oleh kader kesehatan, tetapi dapat terkoleksi oleh pengelola program kesehatan ibu dan anak di Puskesmas secara real time, sehingga keputusan intervensi yang dilakukan dapat dilakukan secara responsif. Di akhir kegiatan pengabdian telah tersusun aplikasi SI-Bulan (Sistem Informasi Ibu Hamil Lancar Bersalin). Aplikasi SI-Bulan sebagai alat bantu digital, dan waktu yang diperlukan untuk pelaporan bisa didapatkan saat itu juga.
Prevention of Non-Communicable Diseases Education By Monitoring Nutritional Status and Balanced Nutritional Patterns In Students and Migrant Workers in Saudi Arabia Muwakhidah; Hidayati, Listyani; Sintowati, Retno; Adelia Triana Putri; Siti Mulyati; Aulia Setyaningsih; Maulida Khotimah; Farisin Hanif Luthfilhadi; Muhammad Nabil Miqdam; Khayla Febriannisa; Rizkia Nur Ramadhani
Abdi Psikonomi Vol 6, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i3.13924

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus are among the most prevalent non-communicable diseases (NCDs) worldwide, strongly influenced by dietary patterns and environmental factors. The prevalence of these conditions in Saudi Arabia remains notably high. Preventive efforts are essential and can be strengthened through routine anthropometric and biochemical monitoring, alongside education on balanced and healthy diets. A substantial number of Indonesian citizens particularly migrant workers and students reside in Saudi Arabia, making early NCD prevention crucial for sustaining their long-term health and productivity. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of Indonesian workers and students in Saudi Arabia regarding NCD prevention. The activities included anthropometric assessments, biochemical examinations, and educational sessions on infectious diseases and associated risk factors. The program was conducted in collaboration with PCIM Saudi Arabia and study groups consisting of mothers and students in Mecca. A total of 11 sessions were held in both online and offline formats. The webinar series comprised five sessions featuring speakers from PCIM, PPMI, and the PKMKI Team, and attracted 87 participants, including UMS students, university students, and migrant workers in Saudi Arabia. Pre- and post-test results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge following the webinars. Participants showed high enthusiasm, despite sessions being scheduled in the evening. This program is expected to enhance awareness among students and migrant workers about the importance of monitoring their nutritional status and maintaining a healthy diet as key strategies for preventing non-communicable.
Uric Acid as a Significant Risk Factor for Hypertension Severity, Unlike Lipid Profiles Basuki, Sri Wahyu; Triastuti, N Juni; Erna Herawati; Sintowati, Retno; Faizah , Ariyani; Anisa Putri, Dede; Amalia, Raisya; Embiysne , Viamell; Amalia, Regal; Kusuma Ningrum, Sukma
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2026.034.01.5

Abstract

Hypertension remains a global health problem experienced by the world's population, as evidenced by its high prevalence and mortality rate. For 90-95% of hypertension sufferers, the cause of hypertension was reported as unknown. However, there are several risk factors associated with hypertension, notably genetic factors, age, gender, diabetes mellitus, lifestyle and diet, as well as lipid and uric acid profiles. This study aims to analyze uric acid and propyl lipid levels with hypertension severity. The study employed a quantitative research design. Data were collected through purposive sampling, yielding a total sample of 110 participants. The dataset was subsequently analyzed using logistic regression test. Based on the logistic regression statistical test, the following results were obtained: uric acid levels (p-value <0.05; OR >1; CI did not exceed 1); triglyceride levels (p-value >0.05; OR >1; CI exceeded 1); total cholesterol levels (p-value >0.05; OR <1; CI exceeded 1); and low-density lipoprotein levels (p-value >0.05; OR >1; CI exceeded 1). Thus, it can be concluded that abnormal uric acid levels significantly affect the severity of hypertension. Abnormal triglyceride levels and low-density lipoprotein levels show a tendency to increase the risk of hypertension severity but are not yet statistically significant. There is a tendency for abnormal total cholesterol levels to be less risky for severe hypertension compared to normal total cholesterol levels, but this disparity is not significant. Nevertheless, the probability of all variables with abnormal levels possessed a 12% risk of hypertension severity remains.
Co-Authors Adelia Triana Putri Adhimass Wicaksono Adhimass Wicaksono, Adhimass Afif Iqbal Hibatullah Almansyah, Wanda Emdia Amalia, Raisya Amalia, Regal Ambarwati Angesti Atiqah Ranasatri Anika Candrasari Anindita Putri Handayani Anisa Putri, Dede Arismar, Fiqi Rahardian Ariyani Faizah Arrantissi, Syauqi Hanif Aryati, Mandarini Dwi Putri Aulia Setyaningsih Ayustine Winarta, Selly Azenta, Moch. Tabriz Azmi, Aninditha Syavela Davina, Aifa Putri Dessy Wahyuni Devi Usdiana Rosyidah Diah Rachmawati DIAH RACHMAWATI Dodik Nursanto Em Sutrisna Embiysne , Viamell Erna Herawati Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fachroni Rahman Fachroni Rahman, Fachroni Fadhila, Zahra Hayuna Farisin Hanif Luthfilhadi Fauziah, Nida Faradisa Fidhia Nur Rif&#039;aini Fithriyah, Saidatul Fithriyah, Sa’idatul Fitriyah, Sa?idatul Geraldo Zikri Azmi Ramadhan Handayani, Alya Nurkinasih Putri Handayani, Anindita Putri Hartia, Nabila Putri Hasna Zahro Iftikhonsa Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Juninda, Larasati Khayla Febriannisa Kurniati, Yunu Prastyo Kusuma Ningrum, Sukma Lestari, Nining Lian Adhalia Listiana Masyita Dewi Listyani Hidayati Maulana, Taqwa Ziyan Maulida Khotimah Metana Puspitasari Muhammad Aji Akbar Muhammad Aji Akbar, Muhammad Aji Muhammad Nabil Miqdam Muhammad Shoim Dasuki Muwakhidah, Muwakhidah N Nurhayani N. Juni Triastuti Nafasadila, Fatma Nafila, Alfin Nining Lestari Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurhayani nurhayani Nurhayati Nurhayati Oktaberika Putri Indah Yasinta Paramadina, Izzati Ratih Pramuningtyas Riandini Aisyah Rizkia Nur Ramadhani Rochmadina Suci Bestari Rosyid Prasetyo Rosyidah, Dewi Usdiana Sa’idatul Fitriyah, Sa’idatul Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Naura Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sares Daselva Sa’idatul Fitriyah Selly Ayustine Winarta Siti Mulyati Siti Soekiswati Sri Darnoto Sri Wahyu B Sri Wahyu Basuki Sri Wahyuni Sujono Sujono Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Supraba, Intan Pratiwi Susanto, Syarafina Ayu Putru Sutopo, Tri Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Tri Agustina Tri Agustina, Tri Tri Sutopo Triwijaya, Dedy Utami, Indari Wahyu B, Sri Yasinta, Oktaberika Putri Indah Yuni Prastyo Kurniati Yusuf Alam Ramadhan Yusuf Alam Romadhon Zahrani, Ayu Zahro Iftikhonsa, Hasna