Claim Missing Document
Check
Articles

Progresivitas Kecerdasan Buatan dalam Perspektif Epistemologi dan Implikasinya bagi Ilmu Pengetahuan Kontemporer Surajiyo Surajiyo
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i1.729

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia memproduksi, mengelola, dan memvalidasi pengetahuan ilmiah. AI tidak lagi berfungsi semata sebagai alat bantu teknis, melainkan berkembang menjadi instrumen epistemik yang mempengaruhi struktur pengetahuan, otoritas kebenaran, serta peran subjek manusia dalam proses ilmiah. Kondisi ini menimbulkan persoalan epistemologis terkait validitas, objektivitas, dan legitimasi pengetahuan berbasis algoritmik. Artikel ini bertujuan menganalisis progresivitas kecerdasan buatan dalam perspektif epistemologi serta implikasinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur epistemologi, filsafat ilmu, dan kajian teknologi yang dianalisis melalui kerangka filosofis-kritis untuk memetakan pergeseran subjek epistemik, otoritas pengetahuan, dan tantangan validitas ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan berkontribusi signifikan dalam mempercepat dan memperluas produksi pengetahuan ilmiah, namun sekaligus menghadirkan tantangan epistemologis berupa pergeseran otoritas pengetahuan, problem transparansi algoritmik, serta risiko reduksi rasionalitas dan refleksi kritis manusia. Oleh karena itu, progresivitas AI perlu ditempatkan secara kritis dalam kerangka epistemologi yang menegaskan peran manusia sebagai subjek pengetahuan utama serta menjamin integritas dan tanggung jawab ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer.
Penerapan Model Machine Learning Terintegrasi CRISP-DM untuk Pemetaan Potensi Kesulitan Belajar Numerasi Anak Bersama Komunitas RAPI Harry Dhika; Fitriana Destiawati; Surajiyo Surajiyo
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi numerasi anak di Literasi numerasi anak di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, sebagaimana tercermin dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA). Pengabdian kepada masyarakat sebelumnya menunjukkan peningkatan nilai dari 60 menjadi 73 melalui pendekatan visual, namun pengajar komunitas kesulitan memetakan kesulitan belajar spesifik setiap anak secara cepat dan akurat mengingat heterogenitas karakteristik belajar. Penelitian ini mengimplementasikan model Machine Learning terintegrasi framework Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) untuk memprediksi potensi kesulitan belajar numerasi anak bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sekretariat Lokal Tajur Halang. Model klasifikasi mengelompokkan anak ke dalam kategori "Paham", "Risiko Kesulitan Ringan", dan "Risiko Kesulitan Tinggi" berdasarkan variabel logika spasial, pengenalan geometri, durasi fokus, nilai matematika dasar, dan gaya belajar. Hasil menunjukkan efisiensi waktu identifikasi anak bermasalah meningkat 80 persen, serta peningkatan kompetensi numerasi siswa di seluruh dimensi, dengan lonjakan tertinggi pada logika spasial dan pemecahan masalah sebesar 21 poin. Pengembangan aplikasi Android di masa depan diharapkan dapat memperluas jangkauan teknologi ini ke komunitas pendidikan akar rumput lainnya.Indonesia masih menghadapi tantangan serius, sebagaimana tercermin dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA). Pengabdian kepada masyarakat sebelumnya menunjukkan peningkatan nilai dari 60 menjadi 73 melalui pendekatan visual, namun pengajar komunitas kesulitan memetakan kesulitan belajar spesifik setiap anak secara cepat dan akurat mengingat heterogenitas karakteristik belajar. Penelitian ini mengimplementasikan model Machine Learning terintegrasi framework Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) untuk memprediksi potensi kesulitan belajar numerasi anak bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sekretariat Lokal Tajur Halang. Model klasifikasi mengelompokkan anak ke dalam kategori "Paham", "Risiko Kesulitan Ringan", dan "Risiko Kesulitan Tinggi" berdasarkan variabel logika spasial, pengenalan geometri, durasi fokus, nilai matematika dasar, dan gaya belajar. Hasil menunjukkan efisiensi waktu identifikasi anak bermasalah meningkat 80 persen, serta peningkatan kompetensi numerasi siswa di seluruh dimensi, dengan lonjakan tertinggi pada logika spasial dan pemecahan masalah sebesar 21 poin. Pengembangan aplikasi Android di masa depan diharapkan dapat memperluas jangkauan teknologi ini ke komunitas pendidikan akar rumput lainnya.
An artificial neural network-based decision support model for early prediction of mathematics learning challenges using the CRISP DM framework Harry Dhika; Surajiyo Surajiyo; Lasia Agustina; Abdul Muchlis
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 43, No 2: August 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v43.i2.pp618-627

Abstract

Identifying mathematics learning difficulties remains a challenge for educators due to the subjectivity and inefficiency of conventional methods in capturing psychological factors. To address this limitation, this study proposes an artificial neural network (ANN)-based decision support model developed within the cross-industry standard process for data mining (CRISP-DM) framework. The model integrates 16 academic indicators (quizzes, exams, remedial frequency, online activity) and psychological factors (motivation, anxiety, self-confidence, interest) from 163 student records at SMA Muhammadiyah 16 Jakarta. Synthetic minority over-sampling technique (SMOTE) and focal loss are applied to handle class imbalance and improve reliability. The proposed model achieves 98% accuracy and a 0.97 F1-score in classifying students into three difficulty levels: Easy, moderate, and difficult. These findings demonstrate the model’s effectiveness in capturing complex relationships between cognitive and affective features. Unlike prior studies that rely solely on academic performance, this work contributes a robust, comprehensive data-driven framework that enhances multiclass classification for early educational intervention within the Indonesian context.