Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN DENGAN VISUAL SCAFFOLDING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA MATERI FUNGSI KUADRAT N. L. T Rahmawati; I Nengah Suparta; Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended. Kata-kata kunci: fungsi kuadrat,permasalahan open ended, visual scaffolding AbstractThis research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials. Keywords: quadratic function, open-ended problems, visual scaffolding
ASESMEN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah menjadi persepsi umum diantara pendidik bahwa pembelajaran bisa didorong secara signifikan melalui asesmen. Sebagai akibatnya, adalah wajar jika banyak institusi pendidikan mengalokasikan semester terakhir dari siklus pendidikannya hanya dengan latihan soal-soal, bahkan banyak siswa belajar hanya untuk mengejar skor. Walaupun perilaku seperti ini bukanlah sesuatu yang diharapkan, motivasi dahsyat yang ada dibaliknya rasanya teramat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun demikian, ketersediaan waktu belajar di sekolah biasanya merupakan kendala utama dalam mengimplementasian latihan soal setiap ada jam pelajaran. Makalah ini akan membahas bagaimana asesmen online bisa dikombinasikan dengan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif dan efisien. Karena karakteristik bidang studi matematika yang memerlukan simbol-simbol tertentu yang biasanya tidak terakomodasi pada software pada umumnya, maka makalah ini juga akan membahas free-open-source-software (FOSS) yang secara khusus diperuntukkan untuk asesmen matematika.Kata-kata kunci: asesmen, kualitas pembelajaran, online, matematika, FOSS
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN MASALAH TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Ni Wayan Sunita; Gede Suweken; I Gusti Putu Sudiarta
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.381 KB) | DOI: 10.23887/wms.v11i2.12588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati dengan melibatkan sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner adversity quotient dan tes pemecahan masalah. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava dua jalur. Hasil penelitian ini adalah: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery; (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient tinggi lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient rendah; (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran discovery dan adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, disarankan agar strategi pembelajaran matematika discovery berbantuan masalah terbuka lebih dikembangkan sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran matematika.
CONTRIBUTION OF TEACHERS’ UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT N. M. Aristya Dewi; Gd. Suweken; I G. N. Yudi Hartawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.512 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i1.12643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PoWs TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SINGARAJA N. N. A. Partini; Gede Suweken; I Made Suarsana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2015): OKTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.765 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i2.12647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor(ekor kanan) dengan taraf signfikansi 5% dan dk 77. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs adalah 93,42 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 87,92. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung= 4,0691 dan ttabel = 1,9912. Jika dibandingkan thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRANSFORMASI BERBASIS GEOGEBRA N. W. Karmila Putri; I M. Candiasa; Gede Suweken
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.151 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12661

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancangan(blue print) media pembelajaran transformasi; (2) mendeskripsikan hasilimplementasi media pembelajaran transformasi menggunakan GeoGebra sebagaiaplikasi basis, Visual Basic sebagai layout, Quiz Maker sebagai aplikasi pembuatkuis, dan Windows Movie Maker sebagai aplikasi pembuat video tampilan awalmedia; dan (3) mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran transformasiberbasis GeoGebra. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yangterdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatassampai tahap develop. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisisdata kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediapembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat diterima sebagai mediapembelajaran dengan persentase skor dari ahli isi sebesar 98,46%, dari ahli desainpembelajaran sebesar 80%, dari ahli media sebesar 84,62%, dan dari sembilanorang siswa sebesar 90,77%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan mediapembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai mediadalam mempelajari materi transformasi baik oleh siswa maupun guru
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA I.M.K. Wijaya; Gede Suweken; N.M.S. Mertasari
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 2 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.43 KB) | DOI: 10.23887/wms.v10i2.12662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasiberprestasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, akan diselidiki siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran mana yang memiliki motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika yang paling baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIA non unggulan SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 252 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil kuesioner motivasi berprestasi dan tes prestasi belajar matematika dianalisis menggunakan Uji-t dan MANOVA. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) motivasi berprestasi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (2) prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended learning mempunyai perbedaan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi dan prestasi belajar matematika siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR Ni Putu Eka Trisnayanti; Sariyasa Sariyasa; Gede Suweken
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 3 No 3 (2020): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol. 3 No. 3 November 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Blended Learning berbasis moodle dengan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga ada dua kelas. Data dianalisis menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Blended Learning berbasis moodle lebih baik daripada pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning berbasis moodle berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa.
Pengaruh Pembelajaran TANDUR Berbantuan Mathlet GeoGebra terhadap Pemahaman Konsep Matematika ditinjau dari Kemampuan Visual Ni Made Yuning Sari Parwati; Gede Suweken; I Gusti Putu Sudiarta
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 4 No 2 (2021): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) vol. 4 No. 2 Juli 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/mathedu.v4i2.2469

Abstract

This research aimed to determine the effect of TANDUR learning assisted mathlet Geogebra on students’ mathematical conceptual understanding reviewed of students' visual abilities. The type of this research is a quasi-experimental with treatment by level designs on the topic of the Pythagorean theorems. The population of this research were 393 students spread in 10 classes in grade 8th of SMP N 12 Denpasar. The sample was determined using cluster random sampling technique. There were two data of this research, namely students’s mathematical conceptual understanding and students’ visual ability which were collected by essay and multiple choices test respectively. The data obtained were analyzed using t-test with significance level of 5%. The results showed that the students’ mathematical conseptual understanding who follows TANDUR learning assisted mathlet Geogebra was better than the students who follow the TANDUR learning only. The same results were also obtained for students with higher or lower visual abilities. However, students who have higher levels of visual abilities were easier to understand abstract mathematical concepts. Thus the TANDUR learning assisted mathlet Geogebra affect positively the students’s mathematical conceptual understanding in terms of students' visual abilities. Key words: TANDUR learning assisted mathlet Geogebra, mathematical conceptual understanding, Pythagorean theorems, and visual ability
PENGARUH PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES TERHADAP KECAKAPAN MATEMATIS Gede Suweken; Ni Luh Heni Purnamayanti; I Wayan Puja Astawa
Lentera Sriwijaya : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jls.v4i1.14809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah kecakapan matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kuta yang mengikuti pembelajaran dengan model eliciting activities lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) mengetahui bagaimana model eliciting activities dapat mempengaruhi kecakapan matematis siswa. Metode penelitian ini adalah Mixed Methods dengan menggunakan concurrent embedded design, dengan metode primer berupa penelitian kuantitatif untuk memperoleh data yang utama dan metode sekunder berupa penelitian kualitatif sebagai data pendukung. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kuta tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 372 siswa. Pengambilan sampel untuk data kuantitatif dilakukan dengan teknik cluster random sampling yang menghasilkan kelas VII 1 (33 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII 5 (34 siswa) sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel untuk data kualitatif dilakukan dengan teknik purposive sampling yang memilih 6 perwakilan siswa berdasarkan hasil data kuantitatif. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan penelitian deskriptif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian dan data kualitatif menggunakan lembar observasi, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil tes diperoleh nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen adalah 75,39 dan nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol adalah 44,86. Berdasarkan hasil analisis data penelitian kuantitatif dapat disimpulkan bahwa kecakapan matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model MEAs lebih baik daripada kecakapan matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (t = 7,49: p<0,05). Berdasarkan hasil analisis data penelitian kualitatif berupa lembar observasi, tampak langkah-langkah pembelajaran pada MEAs memberikan pengaruh kepada siswa. Langkah membuat penyelesaian matematis, merevisi solusi dan mempresentasikan solusi melatih siswa untuk menalar dan mengkomunikasikan hasil dari pemecahan masalah. Hasil angket siswa menunjukkan tanggapan yang positif, siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan lembar kerja. Hasil wawancara menunjukkan siswa menyukai pembelajaran matematika menggunakan model MEAs. Hasil analisis data secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memahami permasalahan yang diberikan, dan terlatih mengkomunikasikan hasil dari suatu pemecahan masalah.
Co-Authors - Sariyasa, - ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed. ., Gusti Ngurah Yogi Maha Putra ., I Dewa Gede Wahyu Gitariana ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gusti Ngurah Yatra Pratistha ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S ., I MADE BUDIADNYANA ., I MADE KARIADI ., I Made Putra Juniantara ., I MADE SUDIRMAN ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA ., I PUTU SANCITA ., I Wayan Dipta Samsidim ., IDA AYU AGUNG SULISTIAWATI ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA ., Kurniawan Cahyanto ., Ni Kadek Pipin Asri Udiyani ., Ni Luh Sudiartini ., NI LUH TIA RAHMAWATI ., NI MADE IDA AGUSTINI ., Ni Made Tyagita Viviana ., Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti ., PUTU AGUS EKA MASTIKA YASA ., PUTU EKA DWIPAYANA ., RENDRA PURNAMA PUTRA A. A Gd Putra Arjawa, A. A Gd Putra Ade Prajnawini . Agung Novi Kusuma Dewi Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Apriyanti, Muda Budiarta, I Kadek Dwi Cahyaningrum, Kadek Ayu Kusuma Dewa Ayu Oka Setiawati Dewa Putu Wiadnyana Putra Dewi Astuti . Dewi Astuti ., Dewi Astuti Dewi, Ni Luh Sintya Dian Puspita Putri, Luh Putu Djoko Waluyo Djoko Waluyo, Djoko Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Dwiantara, I Kadek Dyah Maharani Pande Putu Erin Febri Astuti, Ni Putu Ermawati, Ni Made Dewi Evi Dwi Krisna . Gede Indrawan Gusti Agung Wirapathi Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Yogi Maha Putra . I Dewa Gede Wahyu Gitariana . I G. N. Yudi Hartawan I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Eka Artaguna . I Gede Eka Artaguna ., I Gede Eka Artaguna I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Ngurah Yatra Pratistha . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si., M.S . I Gusti Putu Suharta I Ketut Agus Buda Sumiranata . I Ketut Agus Buda Sumiranata ., I Ketut Agus Buda Sumiranata I KETUT SUTAMA . I Made Adi Yasa I Made Ardana I Made Candiasa I Made Dharma Atmaja I Made Hermawan Surya Putra . I Made Hermawan Surya Putra ., I Made Hermawan Surya Putra I Made Putra Juniantara . I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Sukajaya I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Wisna Ariawan I Wayan Dipta Samsidim . I WAYAN EKA ARYASUTA . I WAYAN MULIANA . I Wayan Puja Astawa I Wayan Suardita . I Wayan Suardita ., I Wayan Suardita I Wayan Sumandya I.M.K. Wijaya Kadek Yota Ernanda Aryanto Kurniawan Cahyanto . Kurniawan, Pande Putu Lestari, Werdi Luh Putu Dian Puspita Putri Mahadewi, Ni Kadek Natia Mertasari, N.M.S. MUH. HARAWAN DIMAS JAKARIA . N. K Sri Widya Lestari N. L. T Rahmawati N. M. Aristya Dewi N. N. A. Partini N. W. Karmila Putri N.M.S. Mertasari Ni Kadek Pipin Asri Udiyani . Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Okassandiari, Ni Luh Ni Luh Sintya Dewi Ni Luh Sudiartini . Ni Made Aristya Dewi . Ni Made Aristya Dewi ., Ni Made Aristya Dewi Ni Made Sri Mertasari Ni Made Tyagita Viviana . Ni Made Yuning Sari Parwati Ni Nengah Ari Partini . Ni Nengah Ari Partini ., Ni Nengah Ari Partini Ni Nyoman Parwati Ni Putu Eka Trisnayanti Ni Putu Erin Febri Astuti Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti . Ni Wayan Karmila Putri . Ni Wayan Karmila Putri ., Ni Wayan Karmila Putri Ni Wayan Sri Maeti Ni Wayan Sunita Octamela, Kadek Surya Oktavianiasih, Ni Putu Partini, N. N. A. Payadnya, I Putu Ade Andre Prasanti, Made Cita Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putra, I Kadek Jeki Lesmana Putra, I Komang Adi Putri, N. W. Karmila PUTU DIAN KARLINA DEWI . Putu Mirah Purnama Dewi RAHADI, I WAYAN SELAMET Rahmawati, N. L. T Ratih Ayu Apsari Riani, Ni Made Shinta Teja Sari, Rosalia Made Veny Nidia Sariyasa . Setiawati, Dewa Ayu Oka Sri Widya Lestari, N. K Surya Adi Putra, I Putu Taufik Akbar Taufik Akbar Udani, Ketut Sri Naya Wijaya, I.M.K. Wikasari, Ayu