Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X TIK SMK NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Putu Wisma Artha Diputra .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4007

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari model Project Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah the posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X TIK semester genap SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 185 orang yang berdistribusi ke dalam 7 kelas dengan 4 kelas keahlian teknik komputer dan jaringan(TKJ) dan 3 kelas multimedia(MM). Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh 2 kelas yaitu X TKJ 2 dan X MM2 satu. Dengan pengundian diperoleh kelas X MM2 Sebagai Kelas Eksperiment dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas Kontrol. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay kemampuan pemecahan masalah matematika. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat Model pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif Model Project Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci : Model Project Based Learning, pemecahan masalah matematika. This research is a quasy experiment which aims at describing the effect of Project Based Learning Model to students' mathematical problem solving ability. This research design used was posttest only control group design. Research population was the second semester students in grade X of SMK Negeri 3 Singaraja that consists of 185 students. This population research was distributed into 7 classes such as 4 classes of computer and network engineering expertise (TKJ) and 3 classes of multimedia (MM). Research sample was determined by simple random sampling technique. Based on the random sampling, it was got two classes; they are Class X MM2 as experiment class and class X TKJ 2 as control class. Data of research was collected using essay tests of mathematical problem solving ability. Furthermore, the data were analyzed using one tailed t-test (right tail) at significance level of 5%. The results shows that the mathematical problem-solving ability of students who learned through Project Based Learning model is higher than those who learned through conventional learning models. In other words, there is a positive effect of Model Project Based Learning on students' mathematical problem solving ability.keyword : Project Based Learning model, problems solving mathematical
THE EFFECT OF MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) LEARNING MODEL TOWARD STUDENT'S MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY Ni Wayan Sanjiwani Utami .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design, dimana jenis penelitian ini adalah penelitian semu (quasi experiment) dengan variabel-variabel lain dianggap memiliki pengaruh yang sama pada penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MS SMAN 1 Ubud Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 214 orang siswa yang tersebar ke dalam lima kelas yang setara secara akademik. Dari lima kelas yang ada diambil dua kelas yang akan digunakan sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling, dimana salah satu kelas tersebut akan menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan koneksi matematis siswa di uji menggunakan t-test. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 4,131 dan nilai ttabel = 1,984. Apabila dibandingkan, nilai thitung lebih dari nilai ttabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran MMP, Model Konvensional, Kemampuan Koneksi Matematis. This study aimed to find out the effect of Missouri Mathematics Project (MMP) learning model toward Mathematical connection ability of students. The students’ Mathematical connection ability who were taught by using MMP learning model was compared with the students’ Mathematical connection ability who were taught by using conventional learning model. In order to reach the purpose of study, the Posttest-Only Control Group Design was implemented. The design of this study was quasi experiment where others variables were assumed have the same effect in this study. The population was the tenth grade mathematics and science students of SMAN 1 Ubud in the academic year 2013/2014, which entirely consist of 214 students and distributed into five equivalent classes. From these five classes only two classes would be selected to be samples of this study by using random sampling technique, in which one class became an experimental group and the other class became a control group. The instruments used in collecting the data of mathematical connection ability were post-test and these were analysed by using one tail t-test. According to the result of data analysed show that tobserved = 4,131 and ttable = 1,984. It concluded that, tobserved is greater than ttable. It means that the mathematical connection ability of students who were taught by using MMP learning model is better than those who were taught by using conventional model.keyword : Missouri Mathematics Project (MMP) Learning Model, Conventional Model, Mathematical Connection Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Wika Purwani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIA2 sebanyak 33 siswa, siswa kelas VIIA3 sebanyak 35 siswa, siswa kelas VIIB4 sebanyak 36 siswa, dan siswa kelas VIIB5 sebanyak 37 siswa. Kelas VIIA2 dan VIIB4 merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIIA3 dan VIIB5 merupakan kelompok kontrol. Kelas-kelas ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika yang diukur menggunakan instrumen berupa tes penalaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas unggulan yaitu kelas VIIA2 dan VIIA3 berturut-turut adalah 22,88 dan 19,74, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas non unggulan yaitu kelas VIIB4 dan VIIB5 berturut-turut adalah 20,50 dan 16,86. Dari hasil analisis data, pada kelas unggulan diperoleh t_hitung=5,6154 dan t_tabel=1,6683, sedangkan pada kelas non unggulan diperoleh t_hitung=4,7172 dan t_tabel=1,6666. Karena t_hitung>t_tabel, H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model CLIS, penalaran matematika This study aimed at investigating whether the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja who were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method. The population of this study were all of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja. The sample of this study were students grade VIIA2 which consists of 33 students, grade VIIA3 which consists of 35 students, grade VIIB4 which consists of 36 students, and grade VIIB5 which consists of 37 students. Students of grade VIIA2 and grade VIIB4 were groups of experiment and students of grade VIIA3 and grade VIIB5 were groups of sample. These grade were determined by cluster sampling teknique. Mathematical reasoning skills was dependent variable of this study that was measured by mathematical reasoning skills test. Data that were obtained then analyzed using t-test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ mathematical reasoning skills of special grade VIIA2 and grade VIIA3 were 22,88 and 19,74. The mean scores of students’ mathematical reasoning skills of non special grade VIIB4 and grade VIIB5 were 20,50 and 16,86. From the data analyzed of special grade, obtained t_observed=5,6154 and t_(critical value)=1,6683. The data analyzed of non special grade, obtained t_observed=4,7172 and t_(critical value)=1,6666. Then t_observed>t_(critical value) so that was rejected. Therefore, we can conclude that the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method.keyword : CLIS Model, mathematical reasoning
PENGEMBANGAN LKS INTERAKTIF BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI Ni Wayan Eka Sentana Wati .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) interaktif berbasis software GeoGebra pada pokok bahasan lingkaran yang valid, praktis, dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Uji coba produk dalam penelitian ini melibatkan empat orang dosen ahli, dua orang guru matematika, dan 36 siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan 4-D, yang dilaksanakan sampai 3 tahapan saja yaitu define, design, dan develop. Pada tahap define dilaksanakan analisis awal dan analisis kurikulum. Analisis awal bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA, dan analisi kurikulum bertujuan untuk mengetahui kurikulum yang diterapkan di sekolah. Pada tahap design dihasilkan draf awal LKS dan alat evaluasi. Tahap develop bertujuan untuk mengembangkan LKS yang valid, efektif, dan praktis. Data validitas LKS dikumpulkan melalui lembar validasi. Hasil ini menunjukkan bahwa LKS memenuhi kriteria valid, dimana skor validasi LKS adalah 92,54. Melalui uji coba terbatas diketahui bahwa respon siswa dan guru terhadap LKS berada pada katagori sangat positif, dan lebih dari 85% siswa tuntas dalam pembelajaran lingkaran. Sehingga LKS yang dikembangkan dapat dikatakan praktis dan efektif.Kata Kunci : pengembangan, lembar kerja siswa, lingkaran, GeoGebra This research aimed to develop interactive student worksheet based on software GeoGebra on subject circle that valid, practical and effective, and to describe its characteristics. Product trials in this research involved four expert lecturers, two math teachers, and 36 students of class XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. This reseacrh used 4-D development procedure that implemented through 3 stages only such as define, design and develop. In the define stage, conducted a preliminary analysis aimed for identifying the mathematics problems that occurred in class XI, and analysis of curriculum aimed for determining the curriculum that applied in school. In the design stage produced an early draft of worksheet and evaluation tools. The develop stage aimed for developing worksheet that valid, effective, and practical. The data of worksheet validity was collected by validation sheet. This data showed that worksheet is valid, and the validation score is 92.54. Through the limited trial was known that the response of the students and teacher about the worksheet were in the category very positive, and more than 85% of students passed the circle learning. So the worksheet can be said practical and effective.keyword : development, student worksheets, circle, GeoGebra
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Arri Sudani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 dan sampel dari penelitian ini adalah semua siswa Kelas VIII yang diambil menggunakan teknik sampel sampling jenuh. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan uji analisis varians dua jalur. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran (model Treffinger dan konvensional) dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah.Kata Kunci : Model pembelajaran Treffinger, berpikir kritis, pemecahan masalah matematika This research aimed to investigate whether affect of Treffinger learning model to the way of mathematical problem solving ability from the critical thinking ability of the student. The research design which used in this research was the post-test only control group design. The population in this study was all students of Class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015 and sample was chosen by using saturated sample sampling technique. Critical thinking ability data were collected from critical thinking ability test and problem solving ability data were collected from problem solving ability test that given to students in the form of essay test. Data of mathematical problem solving ability were analyzed by using two way variant analyses. The results of hypothesis testing showed that: (1) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning, (2) there is the effect of the interaction between learning (Treffinger model and conventional) with critical thinking ability of students to the mathematical problem solving abilities, (3) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with high critical thinking ability, and (4) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with low critical thinking ability.keyword : Treffinger learning model, critical thinking ability, mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BEBANDEM I Dewa Gede Agung Pratama Putra .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 180 orang yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelas sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Data skor tes kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 2,8302 > ttabel = 2,0086. Akibatnya ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif model pembelajaran CORE terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE aktif dalam belajar, melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi, dan mampu mengkomunikasikan masalah matematika yang diberikan.Kata Kunci : Model CORE,Kemampuan Komunikasi Matematis This research was aimed to determine wether mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all tenth grade students of SMA Negeri 1 Bebandem in academic year 2014/2015, as many as 180 students which distributed into seven classes. Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes. Design in this study was Post-test Only Control Design. The score data of mathematical communication ability of students test was analyzed by using t-test with the significant level of 5%. Hypotesis testing results showed that ttest = 2,8302 > ttable = 2,0086. Consecuently rejected. It means mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. In other words, there is positive influence from CORE model to mathematical communication ability of students. This is reasonable because it’s support by the empirical facts that learned with CORE learning model make students active in learning, memory train students about the concept/information, and is able to communicate a given mathematical problem.keyword : CORE Model, Mathematical Communication Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA Made Dwi Savitri .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA Made Dwi Savitri .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBENTUK GAME EDUKASI PADA SUB POKOK BAHASAN REFLEKSI DAN TRANSLASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA I Nengah Adi Mahendra .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6884

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain produk multimedia berbentuk game edukasi yang dikembangkan sebagai multimedia pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama; dan (2) mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia yang dikembangkan pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor dari ahli perangkat pembelajaran dan ahli materi adalah 2,6 dan 2,83 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Guru dan para siswa memberikan tanggapan terhadap penggunaan multimedia yang dikembangkan dengan skor 4,5 dan 4,73 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan sangat prkatis. Analisis hasil belajar siswa menunjukan 80% siswa memperoleh hasil belajar di atas KKM yang menunjukan multimedia yang dikembangkan efektif sebagai multimedia pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia yang dikembangkan dapat diterima sebagai multimedia pembelajaran dan diharapkan dapat digunakan sebagai multimedia pembelajaran pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : multimedia, game edukasi, refleksi, translasi This developmental research was aimed to: (1) describe the design of multimedia product in form of educational game which was developed as multimedia of mathematic learning especially in the sub-topic reflection and translation in junior high school; and (2) determine the validity, practicability and effectiveness of the multimedia which was developed in the sub-topic reflection and translation in junior high school. 4-D model was used in this developmental research which consists of define, design, develop and disseminate, but this research was conducted until the development stage only. Descriptive qualitative and quantitative data analyses were used in this research. Based on the result of validity test, the average score of the learning tools’ expert and materials’ expert were 2.6 and 2.83 which showed that the developed multimedia was valid. The score of teacher’s and students’ response to the use of developed multimedia was 4.5 and 4.37 which showed that it was highly practical. The analysis of students’ achievement showed that 80% students could pass the passing grade. Based on the result of this research, it can be concluded that the developed multimedia can be accepted as learning multimedia and expected to be used as learning multimedia in the sub-topic reflection and translation by both students and teachers.keyword : multimedia, educational games, reflection, translation
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Index Card Match (ICM) terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha I Komang Wahyu Wiguna .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Index Card Match lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2015/2016 dimana seluruh kelas memiliki kemampuan yang setara dengan total populasi 202 siswa pada 7 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang mana sebanyak 2 kelas terpilih sebagai sampel dengan total sampel 58 siswa. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian post-test only control group. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan harga thitung = 2,4780 sedangkan harga t(0,05;56) = 1,6725. Jadi , yang berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Index Card Match lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Index Card Match berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, model pembelajaran kooperatif Index Card Match, matematika. This study aims to determine whether students' mathematical achievement that learned by cooperative learning Index Card Match is better than mathematical achievement of students that learned by conventional learning. The population in this study is all of tenth grades students of SMA Laboratorium Undiksha in the academic year 2015/2016 which all of class already be equal on ability with the total of population is 202 students on 7 classes. Sample was determined by random sampling technique which 2 classes was chosen as samples with the total of sample is 58 students. One class as an experimental group and the other one as the control group. This study classified as quasi experiment study with uses Post Test Only Control Group Design. Data mathematical achievement of students collected through test students' mathematical achievement. Next, data were analyzed using t-test. From the analysis of the data obtained, the value of t is 2,4780 and from the table the value of t is 1,6725. So the value of t from the analysis is greater than the value of t table. This means that students' mathematical achievement that learned by cooperative learning Index Card Match is higher than mathematical achievement of students that learned by conventional learning. So it can be concluded that cooperative learning Index Card Match gives positive effect toward mathematical achievement of tenth grade of SMA Laboratorium Undiksha.keyword : Mathematical achievement, cooperative learning Index Card Match, math.
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Juniantari, Made Mahayukti, Gst. Ayu Mardika Pranata, Kadek N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Ketut Arum . Ni Ketut Widiartini Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nursuhaida, Muhammad Alwan Oktaviani, Ni Putu Ari Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Santiyani, Ni Kadek Sinurat, Frisillia Br Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Wargina, I Made Wibawa, Nyoman Arda Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Wulandari, Ida Ayu Dewi Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman