Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model Case Based Learning (CBL) Berbantuan GeoGebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ni Kadek Santiyani; I Nyoman Budayana; I Gusti Ngurah Pujawan
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i2.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Case-Based Learning (CBL) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di SMP 2 Banjarangkan, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL berbantuan GeoGebra lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL maupun pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model CBL berbantuan GeoGebra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis permasalahan kontekstual, mengkonstruksi konsep secara mandiri, serta memvisualisasikan objek geometri secara dinamis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan CBL berbantuan GeoGebra pada materi matematika lainnya serta meninjau pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lain.
Psychometric Validation of an AI-Based Evaluation System for Identifying Discrepancies in Learning Processes Suyasa, P. Wayan Arta; Pujawan, I Gusti Ngurah; Divayana, Dewa Gede Hendra; Budhyani, I Dewa Ayu Made; Sugiarta, I Made; Candiasa, I Made
Journal of Applied Data Sciences Vol 7, No 2: May 2026
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v7i2.1168

Abstract

This research advances the field of educational evaluation by designing and psychometrically validating an artificial intelligence (AI)- based diagnostic tool to detect discrepancies in university learning processes. The main novelty is the integration of the Provus Discrepancy Model combined with a forward-chaining inference engine. This research aims to transform evaluation from an administrative activity to an ongoing process of improvement. The tool was developed and validated through a sequential mixed-methods approach with 400 participants from 3 state universities and 8 evaluation experts. Results from the study provide evidence that the validated system created a substantial range of psychometric characteristics. These psychometric characteristics include strong content validity (SD-CVI/Ave = 0.94); high internal consistency and reliability (Cronbach's α = 0.94); solid construct validity as demonstrated through Confirmatory Factor Analysis (CFA) (CFI = 0.94; RMSEA = 0.054) and a substantial range of predictive analytics (diagnostic learning analytics), which the AI learning analytics engine evaluated learning discrepancies with a 92.4% diagnostic accuracy (47.4% more accurate than manual evaluation methods). The system's validated usefulness is demonstrated through high system usability (SUS = 88.2); high practical utility (85% total score on the Pragmatic Utility Assessment); significant utility (real-world) practical utility (detected 45 discrepancy patterns), cost efficiency (73% cost and 67% analysis time compared to traditional methods), and a range of analytics (predictive and learning discrepancy analytics). The significant contribution of this study is the development of the world's first integrated AI evaluation system that meets high methodological and psychometric standards, along with a set of real-time diagnostic analytics. Ultimately, this study developed the first truly integrated, novel paradigm evaluation system that combined the historically established evaluation construct and mechanisms with the most advanced AI capabilities, providing educators and institutions with evaluation tools to deliver data-driven pedagogical strategies and interventions in higher education. 
Peran Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa: Systematic Literature Review: The Role of the Auditory, Intellectual, and Repetition (AIR) Learning Model in Improving Students’ Mathematical Problem-Solving Skills: A Systematic Literature Review. Evi Marliantini, Made; Sariyasa, Sariyasa; Pujawan, I Gusti Ngurah
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1326

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah melalui Google Scholar, Semantic Scholar, dan GARUDA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi dilakukan dengan menggunakan alur PRISMA sehingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis yang diterbitkan rentang waktu 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran AIR berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran AIR memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Hal ini karena model pembelajaran AIR mendorong siswa untuk aktif mendengarkan, berpikir dalam menganalisis masalah, dan melakukan latihan secara berulang sehingga pemahaman menjadi lebih kuat. Dengan demikian, model pembelajaran AIR dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Systematic Literature Review: Efektivitas Model Reciprocal Teaching dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Yasa, I Putu Arya Swankastika; Pujawan, I Gusti Ngurah; Parwati, Ni Nyoman
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1576

Abstract

Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi sejauh mana model Reciprocal Teaching berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Sebanyak delapan artikel yang relevan dari rentang tahun 2021–2026 dikaji secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Temuan kajian mengungkapkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti mampu secara konsisten memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik lintas jenjang pendidikan, dengan fokus utama pada topik aljabar. Karakteristik utama implementasinya meliputi dialog kolaboratif terstruktur melalui empat strategi inti yaitu prediksi, klarifikasi, pertanyaan, dan ringkasan. Keberhasilan penerapan model ini ditopang oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses diskusi, fungsi guru sebagai fasilitator, dan penggunaan konteks masalah nyata yang relevan. Namun, dominasi kebiasaan pembelajaran berpusat pada guru serta tantangan dalam mengelola kelas dengan kemampuan beragam menjadi kendala yang kerap muncul. Disarankan bagi guru untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan model Reciprocal Teaching dalam pembelajaran matematika guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara berkelanjutan dan holistik.
Mathematical critical thinking in ethno-controversial problems: A logical-mathematical intelligence perspective Pujawan, I Gusti Ngurah; Suryawan, I Putu Pasek; Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Suarsana, I Made
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6140

Abstract

Mathematical critical thinking ability is a crucial skill that should be developed in mathematics education, particularly in addressing complex and contextual problems. This study aims to describe the mathematical critical thinking skills of Grade 10 senior high school students in solving ethno-controversial mathematical problems viewed from the level of logical–mathematical intelligence. This study employed a descriptive qualitative approach, with 6 grade 10 students from SMA Negeri 2 Singaraja as subjects, selected based on high, medium, and low levels of logical–mathematical intelligence. Data were collected through a written test based on ethno-controversial problems, a logical–mathematical intelligence questionnaire, semi-structured interviews, and documentation of students' work. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, referring to the indicators of mathematical critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study indicate that students with high logical–mathematical intelligence consistently meet most indicators of mathematical critical thinking, although they still show shortcomings in systematically presenting conclusions. Students with moderate logical–mathematical intelligence demonstrate fairly good mathematical critical thinking abilities in the indicators of interpretation and analysis; however, they still experience difficulties in the indicators of evaluation and inference. Meanwhile, students with low logical–mathematical intelligence show limitations in almost all indicators of mathematical critical thinking. These findings suggest the need for differentiated instructional strategies tailored to students' levels of logical–mathematical intelligence.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Question Card Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sepiani, Ni Komang; Dewi, Putu Kartika; Pujawan, I Gusti Ngurah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5826

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, terutama ketika proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang memiliki kesempatan untuk membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question card terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu berupa post-test only control group design. Seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja pada tahun ajaran 2025/2026 dijadikan sebagai populasi dalam penelitian ini. Melalui penerapan teknik cluster random sampling, pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kelompok, sehingga diperoleh satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes berbentuk uraian, kemudian hasilnya diolah menggunakan analisis statistik, baik secara deskriptif maupun inferensial. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan capaian, di mana nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen mencapai 79,19 dan melampaui rata-rata kelas kontrol yang berada pada angka 67,94. Karena data penelitian telah memenuhi kriteria normalitas dan homogenitas, analisis selanjutnya dapat dilanjutkan ke tahap pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut. Dengan kata lain, meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika tidak terlepas dari penerapan model TGT yang dikombinasikan dengan penggunaan question card sebagai media pendukung pembelajaran. Pada akhirnya, ketika pendekatan kooperatif tipe TGT dipadukan dengan media interaktif berupa question card, proses belajar tidak hanya menjadi lebih hidup dan bermakna, tetapi juga berkontribusi kuat dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika.
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, Putu Kartika Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Evi Marliantini, Made Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Juniantari, Made Mahayukti, Gst. Ayu Mardika Pranata, Kadek N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Ketut Arum . Ni Ketut Widiartini Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nursuhaida, Muhammad Alwan Oktaviani, Ni Putu Ari P. WAYAN ARTA SUYASA Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Santiyani, Ni Kadek Sariyasa . Sepiani, Ni Komang Sinurat, Frisillia Br Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Wargina, I Made Wibawa, Nyoman Arda Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Wulandari, Ida Ayu Dewi Yasa, I Putu Arya Swankastika Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman