Claim Missing Document
Check
Articles

Validitas E-Komik Interaktif Bernuansa Kearifan Lokal Bali Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Prosiding SENAMA PGRI Vol. 4 (2026): Volume 4 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/senama.v4.6131

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang valid secara akademik merupakan prasyarat penting untuk mendukung pembelajaran matematika yang bermakna dan kontekstual. Salah satu inovasi media yang relevan dengan karakteristik peserta didik adalah e-komik interaktif yang mengintegrasikan unsur kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil validitas ahli materi dan ahli media terhadap e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE, dengan fokus pada tahap pengembangan dan evaluasi formatif. Subjek validasi terdiri atas dua ahli materi dan dua ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar validasi berbasis skala Likert yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi ahli materi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,8 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek kualitas isi/materi, kesesuaian tujuan pembelajaran, umpan balik dan adaptasi, serta motivasi belajar. Sementara itu, hasil validasi ahli media memperoleh skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,6875 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek desain presentasi, interaksi pengguna, aksesibilitas, penggunaan kembali, dan kepatuhan terhadap standar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar memenuhi kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Mathematical critical thinking in ethno-controversial problems: A logical-mathematical intelligence perspective I Gusti Ngurah Pujawan; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; I Made Suarsana
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6140

Abstract

Mathematical critical thinking ability is a crucial skill that should be developed in mathematics education, particularly in addressing complex and contextual problems. This study aims to describe the mathematical critical thinking skills of Grade 10 senior high school students in solving ethno-controversial mathematical problems viewed from the level of logical–mathematical intelligence. This study employed a descriptive qualitative approach, with 6 grade 10 students from SMA Negeri 2 Singaraja as subjects, selected based on high, medium, and low levels of logical–mathematical intelligence. Data were collected through a written test based on ethno-controversial problems, a logical–mathematical intelligence questionnaire, semi-structured interviews, and documentation of students' work. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, referring to the indicators of mathematical critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study indicate that students with high logical–mathematical intelligence consistently meet most indicators of mathematical critical thinking, although they still show shortcomings in systematically presenting conclusions. Students with moderate logical–mathematical intelligence demonstrate fairly good mathematical critical thinking abilities in the indicators of interpretation and analysis; however, they still experience difficulties in the indicators of evaluation and inference. Meanwhile, students with low logical–mathematical intelligence show limitations in almost all indicators of mathematical critical thinking. These findings suggest the need for differentiated instructional strategies tailored to students' levels of logical–mathematical intelligence.
Analisis Peran Self-Regulated Learning Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis AKM: Tinjauan Sistematis: Analysis of the Role of Self-Regulated Learning on Junior High School Students' Numeracy Literacy Skills in Solving AKM-Based Questions: A Systematic Review Femmi Permata Sari Br Bangun; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1302

Abstract

Self-Regulated Learning terbukti memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, khususnya pada saat menyusun soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Self-Regulated Learning berperan untuk mendorong siswa untuk secara lebih aktif merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajarannya sehingga mampu memahami permasalahan kontekstual secara lebih mendalam lagi dan juga dapat memilih strategi penyelesaian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai temuan terkait dengan analisis peran Self-Regulated Learning terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMP dalam menyelesaikan soal berbasis AKM. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 11 artikel ilmiah yang relevan yang diperoleh dari google scholar dan sudah diseleksi secara sistematis dan juga diambil dari jurnal tahun 2022-2026. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning secara umum memberi kontribusi yang positif kepada kemampuan literasi numerasi siswa, terutama dalam aspek mendalami masalah, merancang strategi, serta mengevaluasi hasil penyelesaian yang dibuat. Siswa dengan tingkat Self-Regulated Learning yang tinggi cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah dibandingkan dengan siswa yang memiliki Self-Regulated Learning rendah. Namun dari beberapa temuan juga menunjukkan bahwa pengaruh Self-Regulated Learning tidak selalu signifikan tanpa didukung dengan kualitas pembelajaran, lingkungan, serta pembiasaan soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Hal tersebut juga dapat menegaskan bahwa integrasi Self-Regulated Learning dalam pembelajaran matematika merupakan pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa secara optimal.
Optimalisasi Pemahaman Konsep Geometri Bangun Datar Pada Siswa SMP Melalui Implementasi E-Modul Flipbook Bermuatan Masalah Kontektual: Tinjauan Sistematis: Optimization of Flat Shape Geometry Concept Understanding in Junior High School Students through the Implementation of Contextual Problem-Filled Flipbook E-Module: A Systematic Review Jelevia Lorenca Br Sinuhaji; I Gusti Ngurah Pujawan; Ni Nyoman Parwati
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1303

Abstract

Pemahaman konsep geometri bangun datar adalah salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP yang menghadapi banyak kendala, seperti rendahnya kemampuan visualisasi, pemahaman konsep, serta kesulitan dalam mengaitkan konsep dengan konteks nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas penggunaan e-modul berbasis flipbook bermuatan masalah kontekstual dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri pada siswa, Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang waktu 2022-2026. Proses pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap identifikasi, seleksi, dan analisis artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul berbasis flipbook secara umum memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mendukung pembelajaran. Penggunaan media ini dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi siswa, dan kemampuan visualisasi siswa. Selain itu, sebagian besar penelitian masih terbatas pada skala kecil dan desain pengembangan, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul flipbook bermuatan masalah kontekstual memiliki potensi sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa SMP.
Peran Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa: Systematic Literature Review: The Role of the Auditory, Intellectual, and Repetition (AIR) Learning Model in Improving Students’ Mathematical Problem-Solving Skills: A Systematic Literature Review. Made Evi Marliantini; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1326

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah melalui Google Scholar, Semantic Scholar, dan GARUDA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi dilakukan dengan menggunakan alur PRISMA sehingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis yang diterbitkan rentang waktu 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran AIR berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran AIR memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Hal ini karena model pembelajaran AIR mendorong siswa untuk aktif mendengarkan, berpikir dalam menganalisis masalah, dan melakukan latihan secara berulang sehingga pemahaman menjadi lebih kuat. Dengan demikian, model pembelajaran AIR dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Kontribusi Mathematics Anxiety terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa: Systematic Literature Review Putu Rie Hana; I Putu Wisna Ariawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7593

Abstract

Rasa takut dan ketidaknyamanan terhadap matematika yang kerap dikenal sebagai mathematics anxiety atau kecemasan matematika telah lama diidentifikasi sebagai salah satu hambatan psikologis yang secara nyata berkontribusi pada rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang ini di berbagai jenjang pendidikan. Tulisan ini menyajikan temuan dari kajian literatur sistematis atas berbagai penelitian yang mengulas keterkaitan antara kecemasan matematika dan pencapaian belajar matematika siswa, dengan cakupan studi yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan menggunakan kata kunci “mathematics anxiety”, “math anxiety”, “hasil belajar”, dan “kecemasan matematika”. Sebanyak lima belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dan dianalisis secara mendalam, mencakup penelitian pada siswa sekolah dasar, sekolah menengah, hingga sekolah luar biasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mathematics anxiety memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda, yaitu antara 2,2% hingga 68,1% tergantung pada karakteristik populasi dan konteks penelitian. Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang berperan dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut, seperti kecerdasan emosional, potensi akademik, dan kemampuan numerik siswa. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan intervensi psikopedagogis yang terencana untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan matematika sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia.
Analisis Efektivitas Berdasarkan Kajian Sistematik Meaningful Instructional Design (MID) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ni Putu Risma Sastra Heni; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v7i1.72570

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan capaian matematika siswa Indonesia masih rendah, sehingga dibutuhkan inovasi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Meaningful Instructional Design (MID) berbantuan e-modul bermuatan masalah kontekstual dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan menelusuri publikasi tahun 2018–2025 dan menyaring artikel berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi yang ditetapkan. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan teknik ekstraksi data dan analisis isi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model MID efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui tahapan Lead-In, Reconstruction, dan Production. E-modul mendukung kemandirian belajar dan pemahaman konsep, sedangkan masalah kontekstual membuat pembelajaran lebih bermakna. Namun, bukti empiris mengenai integrasi simultan ketiganya masih terbatas. Dengan demikian, integrasi MID, e-modul, dan masalah kontekstual berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif, tetapi memerlukan penelitian lanjutan untuk pengujiannya secara komprehensif.
STEM SERIES: PEMANFAATAN STEM TERINTEGRASI MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILL ANAK LKSA WIDHYA ASIH I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v7i1.13424

Abstract

Kurangnya minat dalam pembelajaran menyebabkan susahnya pemahaman anak-anak terhadap matematika dan IPA yang nantinya mempengaruhi tingkat life skill, khususnya di LKSA Widhya Asih Singaraja. Selain itu, media yang mampu dimanfaatkan oleh anak-anak juga masih sangat minim, yang berdampak pada rendahnya life skill anak-anak. Atas dasar itu, diperlukan program pelatihan dalam meningkatkan life skill anak-anak dengan memanfaatkan media interaktif berbasis STEM melalui Proper STEM. Metode pelaksanaan Proper STEM meliputi Proper STEM Trailer, Proper STEM Prolog, Proper STEM Dialog, dan Proper STEM Epilog, dengan melibatkan 54 anak. Hasil pelaksanaan Proper STEM, yakni (1) mampu mengajak anak-anak dalam membuat media interaktif berbasis STEM, (2) mampu meningkatkan minat dalam mempelajari matematika dan IPA, (3) meningkatkan life skill anak-anak LKSA Widhya Asih Singaraja. Keberlanjutan Proper STEM dilakukan               oleh kelompok mentor, tim PKM, dan mitra di bawah koordinasi dinas pendidikan kabupaten Buleleng.
Kesulitan Belajar Matematika Siswa Slow Learner Di Kelas Inklusi SMP: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) Nirwana Dwiyanti; I Nyoman Budayana; I Gusti Ngurah Pujawan; I Made Ardana; Gusti Ayu Mahayukti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.570

Abstract

Siswa dengan kategori lamban belajar (slow learner) di kelas inklusi SMP kerap menghadapi hambatan yang berlapis dalam mempelajari matematika, namun kajian menyeluruh yang memetakan hambatan tersebut secara terintegrasi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bentuk-bentuk hambatan belajar matematika yang spesifik pada siswa slow learner di kelas inklusi SMP, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta pola intervensi yang menunjukkan efektivitas nyata berdasarkan bukti empiris. Kajian dilaksanakan menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis dengan panduan PRISMA, melibatkan penelusuran pada tiga basis data (Google Scholar, ERIC, dan Garuda Kemdikbud) dalam rentang 2015–2025. Dari 247 referensi yang ditemukan, delapan artikel memenuhi seluruh standar seleksi dan menjadi sumber analisis utama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hambatan terbesar bukan pada kemampuan berhitung, melainkan pada tahap memahami makna soal (68%) dan mengubah soal ke bentuk matematika (74%). Rasa percaya diri yang rendah memperparah hambatan kognitif tersebut, sementara rencana belajar individual (IEP) hampir tidak tersedia di sekolah inklusi Indonesia. Pendampingan bertahap, IEP yang disesuaikan, dan pendekatan yang memadukan dimensi pikiran dan perasaan terbukti paling efektif. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan guru inklusi yang komprehensif dan sistem penilaian yang lebih berpihak pada keberagaman kemampuan siswa.
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Asesmen Nasional Pada SMP Negeri Di Kecamatan Baturiti Tahun 2024 I Made Wargina; I Made Candiasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.4661

Abstract

Based on regarding policies in Curriculum Merdeka, the National Assessment (AN), Character Survey, and Learning Environment Survey (Sulingjar) are conducted as forms of education system evaluation. Since there are still several aspects in Junior High School in Baturiti belong to low categories that need improvement, it is significant to evaluate the effectiveness of the implementation of AN for Junior High School in Baturiti, as no evaluation of the effectiveness of AN has ever been conducted at Junior High School in Baturiti. Following this explanation, how effective is the implementation of AN at Junior High School in Baturiti? This study aims to describe the effectiveness of AN implementation at SMP Negeri Baturiti in terms of content, input, process, and product (CIPP). This study is expected to provide can contribute to education field, particularly regarding AN implementation, as well as for further research development. This study is evaluative and uses a mixed-method approach. The results of this study show the effectiveness of the implementation of AN in junior high schools in Baturiti in the components of context, input, process, and product. The principal group showed effective results, the technician group showed effective results, the proctor group showed effective results, and the teacher group showed effective results, while the student group showed fairly effective results. In addition to technical problem in implementing the National Assessment, there were also several other challenges, such as the large number of instruments answered by teachers and students and insufficient time to complete the instruments. The types of instruments were diverse,teachers and students were not yet accustomed to the variety of instruments.
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dewi, Kadek Cintya Purnama Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Femmi Permata Sari Br Bangun Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Frisillia Br Sinurat Gede Suweken Gst. Ayu Mahayukti Gusti Ayu Komang Pipin Suartania Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Wargina I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana I Wayan Widya Adi Nugraha Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Jelevia Lorenca Br Sinuhaji Junita, Ni Ketut Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Evi Marliantini Made Juniantari, Made Mardika Pranata, Kadek Muhammad Alwan Nursuhaida N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Kadek Widya Regina Putri Ni Ketut Arum . Ni Ketut Widiartini Ni Komang Sepiani Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Elin Sri Artini Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Putu Risma Sastra Heni Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nirwana Dwiyanti Nyoman Arda Wibawa Nyoman Maesha Bramanda Oktaviani, Ni Putu Ari Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Kartika Dewi Putu Rie Hana Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Raphita Yanisari Silalahi Sariyasa . Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Widnyana, Gede Supanca Wulandari, Ida Ayu Dewi Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman