Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK Frisillia Br Sinurat; I Made Candiasa; I Gusti Ngurah Pujawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tdygx435

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian melibatkan 400 siswa SMK Negeri di Kota Singaraja yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian berbasis studi kasus, sedangkan disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis diukur menggunakan kuesioner berdasarkan indikator NCTM dan Wardani. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap disposisi matematis dengan koefisien jalur 0,163, nilai T-Statistic 3,272, dan P-Value 0,001. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan koefisien jalur 0,131, nilai T-Statistic 2,795, dan P-Value 0,005. Kontribusi: Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis berkontribusi dalam memperkuat disposisi serta kualitas komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang dengan strategi yang mendorong aktivitas berpikir kritis, seperti pemecahan masalah kontekstual dan diskusi matematis.
ANALISIS KESULITAN SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI KASTOLAN Ni Made Elin Sri Artini; I Made Candiasa; I Nyoman Sukajaya; I Gusti Ngurah Pujawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qy119b49

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Kastolan, serta mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas IV SD Negeri 4 Temukus (18 siswa) dan SD Negeri 5 Temukus (13 siswa), yang dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan skor tes. Dari setiap kategori dipilih 6 siswa sebagai subjek wawancara mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian 10 soal cerita matematika dan wawancara untuk menggali penyebab kesulitan siswa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dan kesalahan siswa diklasifikasikan ke dalam tiga kategori menurut teori Kastolan, yaitu kesalahan konsep, prosedur, dan teknikal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan prosedur merupakan jenis kesalahan yang paling dominan (53,87%), diikuti kesalahan konsep (11,94%) dan kesalahan teknikal (11,61%). Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kesulitan siswa terjadi akibat pemahaman konsep yang belum optimal, kemampuan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis masih kurang, serta kurang teliti dalam melakukan perhitungan. Selain itu, kemampuan membaca dan memahami soal cerita juga berpengaruh terhadap kesulitan siswa dalam menentukan strategi penyelesaian. Simpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran matematika yang menekankan pengembangan pemahaman konsep, strategi penyelesaian masalah secara sistematis, ketelitian dalam perhitungan, serta kemampuan memahami soal cerita. Temuan ini memberikan informasi praktis bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang dapat mengurangi kesulitan siswa dan meningkatkan efektivitas penyelesaian soal cerita matematika di kelas.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Question Card Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Ni Komang Sepiani; Putu Kartika Dewi; I Gusti Ngurah Pujawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5826

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, terutama ketika proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang memiliki kesempatan untuk membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question card terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu berupa post-test only control group design. Seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja pada tahun ajaran 2025/2026 dijadikan sebagai populasi dalam penelitian ini. Melalui penerapan teknik cluster random sampling, pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kelompok, sehingga diperoleh satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes berbentuk uraian, kemudian hasilnya diolah menggunakan analisis statistik, baik secara deskriptif maupun inferensial. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan capaian, di mana nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen mencapai 79,19 dan melampaui rata-rata kelas kontrol yang berada pada angka 67,94. Karena data penelitian telah memenuhi kriteria normalitas dan homogenitas, analisis selanjutnya dapat dilanjutkan ke tahap pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut. Dengan kata lain, meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika tidak terlepas dari penerapan model TGT yang dikombinasikan dengan penggunaan question card sebagai media pendukung pembelajaran. Pada akhirnya, ketika pendekatan kooperatif tipe TGT dipadukan dengan media interaktif berupa question card, proses belajar tidak hanya menjadi lebih hidup dan bermakna, tetapi juga berkontribusi kuat dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika.
Peran E-LKPD Interaktif untuk Mendukung Model Guided Discovery Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa: Systematic Literature Review Ni Kadek Widya Regina Putri; Raphita Yanisari Silalahi; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6901

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa akibat dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru dan LKPD cetak yang kurang interaktif menjadi permasalahan mendasar yang mendorong perlunya inovasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran E-LKPD interaktif dalam mendukung model Guided Discovery Learning guna meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi alur PRISMA melalui penelusuran literatur pada tiga basis data, yaitu Google Scholar, Semantic Scholar, dan Scopus. Dari 782 artikel yang teridentifikasi, proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 15 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan kajian menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar siswa, sementara model Guided Discovery Learning mendorong siswa untuk secara aktif mengkonstruksi pemahaman konsep melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dan terarah. Lebih dari itu, integrasi keduanya menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa dibandingkan penerapan masing-masing secara terpisah. Dapat disimpulkan bahwa perpaduan E-LKPD interaktif dan Guided Discovery Learning merupakan pendekatan yang potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh kualitas desain media, peran guru, partisipasi siswa, serta ketersediaan sarana teknologi.
Validitas E-Komik Interaktif Bernuansa Kearifan Lokal Bali Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Prosiding SENAMA PGRI Vol. 4 (2026): Volume 4 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/senama.v4.6131

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang valid secara akademik merupakan prasyarat penting untuk mendukung pembelajaran matematika yang bermakna dan kontekstual. Salah satu inovasi media yang relevan dengan karakteristik peserta didik adalah e-komik interaktif yang mengintegrasikan unsur kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil validitas ahli materi dan ahli media terhadap e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE, dengan fokus pada tahap pengembangan dan evaluasi formatif. Subjek validasi terdiri atas dua ahli materi dan dua ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar validasi berbasis skala Likert yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi ahli materi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,8 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek kualitas isi/materi, kesesuaian tujuan pembelajaran, umpan balik dan adaptasi, serta motivasi belajar. Sementara itu, hasil validasi ahli media memperoleh skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,6875 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek desain presentasi, interaksi pengguna, aksesibilitas, penggunaan kembali, dan kepatuhan terhadap standar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar memenuhi kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Mathematical critical thinking in ethno-controversial problems: A logical-mathematical intelligence perspective I Gusti Ngurah Pujawan; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; I Made Suarsana
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6140

Abstract

Mathematical critical thinking ability is a crucial skill that should be developed in mathematics education, particularly in addressing complex and contextual problems. This study aims to describe the mathematical critical thinking skills of Grade 10 senior high school students in solving ethno-controversial mathematical problems viewed from the level of logical–mathematical intelligence. This study employed a descriptive qualitative approach, with 6 grade 10 students from SMA Negeri 2 Singaraja as subjects, selected based on high, medium, and low levels of logical–mathematical intelligence. Data were collected through a written test based on ethno-controversial problems, a logical–mathematical intelligence questionnaire, semi-structured interviews, and documentation of students' work. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, referring to the indicators of mathematical critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study indicate that students with high logical–mathematical intelligence consistently meet most indicators of mathematical critical thinking, although they still show shortcomings in systematically presenting conclusions. Students with moderate logical–mathematical intelligence demonstrate fairly good mathematical critical thinking abilities in the indicators of interpretation and analysis; however, they still experience difficulties in the indicators of evaluation and inference. Meanwhile, students with low logical–mathematical intelligence show limitations in almost all indicators of mathematical critical thinking. These findings suggest the need for differentiated instructional strategies tailored to students' levels of logical–mathematical intelligence.
Analisis Peran Self-Regulated Learning Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis AKM: Tinjauan Sistematis: Analysis of the Role of Self-Regulated Learning on Junior High School Students' Numeracy Literacy Skills in Solving AKM-Based Questions: A Systematic Review Femmi Permata Sari Br Bangun; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1302

Abstract

Self-Regulated Learning terbukti memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, khususnya pada saat menyusun soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Self-Regulated Learning berperan untuk mendorong siswa untuk secara lebih aktif merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajarannya sehingga mampu memahami permasalahan kontekstual secara lebih mendalam lagi dan juga dapat memilih strategi penyelesaian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai temuan terkait dengan analisis peran Self-Regulated Learning terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMP dalam menyelesaikan soal berbasis AKM. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 11 artikel ilmiah yang relevan yang diperoleh dari google scholar dan sudah diseleksi secara sistematis dan juga diambil dari jurnal tahun 2022-2026. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning secara umum memberi kontribusi yang positif kepada kemampuan literasi numerasi siswa, terutama dalam aspek mendalami masalah, merancang strategi, serta mengevaluasi hasil penyelesaian yang dibuat. Siswa dengan tingkat Self-Regulated Learning yang tinggi cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah dibandingkan dengan siswa yang memiliki Self-Regulated Learning rendah. Namun dari beberapa temuan juga menunjukkan bahwa pengaruh Self-Regulated Learning tidak selalu signifikan tanpa didukung dengan kualitas pembelajaran, lingkungan, serta pembiasaan soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Hal tersebut juga dapat menegaskan bahwa integrasi Self-Regulated Learning dalam pembelajaran matematika merupakan pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa secara optimal.
Optimalisasi Pemahaman Konsep Geometri Bangun Datar Pada Siswa SMP Melalui Implementasi E-Modul Flipbook Bermuatan Masalah Kontektual: Tinjauan Sistematis: Optimization of Flat Shape Geometry Concept Understanding in Junior High School Students through the Implementation of Contextual Problem-Filled Flipbook E-Module: A Systematic Review Jelevia Lorenca Br Sinuhaji; I Gusti Ngurah Pujawan; Ni Nyoman Parwati
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1303

Abstract

Pemahaman konsep geometri bangun datar adalah salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP yang menghadapi banyak kendala, seperti rendahnya kemampuan visualisasi, pemahaman konsep, serta kesulitan dalam mengaitkan konsep dengan konteks nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas penggunaan e-modul berbasis flipbook bermuatan masalah kontekstual dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri pada siswa, Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang waktu 2022-2026. Proses pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap identifikasi, seleksi, dan analisis artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul berbasis flipbook secara umum memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mendukung pembelajaran. Penggunaan media ini dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi siswa, dan kemampuan visualisasi siswa. Selain itu, sebagian besar penelitian masih terbatas pada skala kecil dan desain pengembangan, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul flipbook bermuatan masalah kontekstual memiliki potensi sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa SMP.
Peran Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa: Systematic Literature Review: The Role of the Auditory, Intellectual, and Repetition (AIR) Learning Model in Improving Students’ Mathematical Problem-Solving Skills: A Systematic Literature Review. Made Evi Marliantini; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1326

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah melalui Google Scholar, Semantic Scholar, dan GARUDA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi dilakukan dengan menggunakan alur PRISMA sehingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis yang diterbitkan rentang waktu 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran AIR berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran AIR memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung. Hal ini karena model pembelajaran AIR mendorong siswa untuk aktif mendengarkan, berpikir dalam menganalisis masalah, dan melakukan latihan secara berulang sehingga pemahaman menjadi lebih kuat. Dengan demikian, model pembelajaran AIR dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Kontribusi Mathematics Anxiety terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa: Systematic Literature Review Putu Rie Hana; I Putu Wisna Ariawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7593

Abstract

Rasa takut dan ketidaknyamanan terhadap matematika yang kerap dikenal sebagai mathematics anxiety atau kecemasan matematika telah lama diidentifikasi sebagai salah satu hambatan psikologis yang secara nyata berkontribusi pada rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang ini di berbagai jenjang pendidikan. Tulisan ini menyajikan temuan dari kajian literatur sistematis atas berbagai penelitian yang mengulas keterkaitan antara kecemasan matematika dan pencapaian belajar matematika siswa, dengan cakupan studi yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan menggunakan kata kunci “mathematics anxiety”, “math anxiety”, “hasil belajar”, dan “kecemasan matematika”. Sebanyak lima belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dan dianalisis secara mendalam, mencakup penelitian pada siswa sekolah dasar, sekolah menengah, hingga sekolah luar biasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mathematics anxiety memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda, yaitu antara 2,2% hingga 68,1% tergantung pada karakteristik populasi dan konteks penelitian. Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang berperan dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut, seperti kecerdasan emosional, potensi akademik, dan kemampuan numerik siswa. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan intervensi psikopedagogis yang terencana untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan matematika sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia.
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Femmi Permata Sari Br Bangun Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Frisillia Br Sinurat Gede Supanca Widnyana Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Jelevia Lorenca Br Sinuhaji Kadek Cintya Purnama Dewi Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Evi Marliantini Made Juniantari, Made Mahayukti, Gst. Ayu Mardika Pranata, Kadek N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Kadek Widya Regina Putri Ni Ketut Arum . Ni Ketut Junita Ni Ketut Widiartini Ni Komang Sepiani Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Elin Sri Artini Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nursuhaida, Muhammad Alwan Oktaviani, Ni Putu Ari Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Kartika Dewi Putu Rie Hana Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Raphita Yanisari Silalahi Sariyasa . Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Wargina, I Made Wibawa, Nyoman Arda Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Wulandari, Ida Ayu Dewi Yasa, I Putu Arya Swankastika Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman