Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa ., I Gusti Bagus Gending; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2585

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi kearifan lokal. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 31 orang siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Data motivasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket dan data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu 61,90 (kategori cukup) menjadi 80,32 (kategori tinggi) pada akhir tindakan siklus III. Rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 57,85 (kategori belum tuntas) menjadi 70,19 (kategori tuntas) pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 81,63 (kategori tuntas) pada siklus III.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, kearifan lokal, motivasi, prestasi. This classroom action research aimed at improvement the motivation and achievement of students mathematics learning at class V A SD Negeri 1 Banjar Jawa applied problem solving learning model oriented local genius . This research which involved subjects as many as 31 students at class of V A SD Negeri 1 Banjar Jawa at the first semester of 2013/2014 academic year. This study is carried out in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and evaluation, and reflection. The motivation of students mathematics learning data was collected by using the motivation questionnaire and the achievement of students mathematics learning data was collected by using the test description. Then, the motivation and achievement data were descriptively analyzed. The results showed that the motivation of students mathematics learning average scores improved from the score of 61,90 (enough category) in before action to the score of 80,32 (high category) in the end of action third cycle. The achievement of students mathematics learning average scores improved in the score of 57,85 (not-completed-yet category) in first cycle to the score of 70,19 (completed category) in second cycle, then improved in the score of 81,63 (completed category) in third cycle. keyword : problem solving learning model, local genius, motivation, achievement.
PENGARUH PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta; ., Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain the randomized posttest-only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 167 orang. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Data hasil tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi dari rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian pendekatan scientific berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pendekatan Scientific, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Komunikasi Matematika This study is aimed to know what the student’s mathematics communication ability who learned with scientific approach higher than the student’s mathematics communication ability who learned with conventional learning. This study is quasi experiment by the randomized posttest-only control group design. The population in this study was ten grade students of SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 167 people. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of mathematics communication ability were analyzed by using t-test. The result of this study showed that the students who learned with scientific approach has mean score of student’s mathematics communication ability higher than students who learned with conventional learning. So, the scientific approach has a positive effect on the student’s mathematics communication ability. The conclution of this study is the student’s mathematics communication ability who learned with scientific approach higher than the student’s mathematics communication ability who learned with conventional learning. keyword : Scientific Approach, Conventional Learning, Mathematics Communication Ability
PENGEMBANGAN LKS INTERAKTIF BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., Ni Wayan Eka Sentana Wati; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) interaktif berbasis software GeoGebra pada pokok bahasan lingkaran yang valid, praktis, dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Uji coba produk dalam penelitian ini melibatkan empat orang dosen ahli, dua orang guru matematika, dan 36 siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan 4-D, yang dilaksanakan sampai 3 tahapan saja yaitu define, design, dan develop. Pada tahap define dilaksanakan analisis awal dan analisis kurikulum. Analisis awal bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA, dan analisi kurikulum bertujuan untuk mengetahui kurikulum yang diterapkan di sekolah. Pada tahap design dihasilkan draf awal LKS dan alat evaluasi. Tahap develop bertujuan untuk mengembangkan LKS yang valid, efektif, dan praktis. Data validitas LKS dikumpulkan melalui lembar validasi. Hasil ini menunjukkan bahwa LKS memenuhi kriteria valid, dimana skor validasi LKS adalah 92,54. Melalui uji coba terbatas diketahui bahwa respon siswa dan guru terhadap LKS berada pada katagori sangat positif, dan lebih dari 85% siswa tuntas dalam pembelajaran lingkaran. Sehingga LKS yang dikembangkan dapat dikatakan praktis dan efektif.Kata Kunci : pengembangan, lembar kerja siswa, lingkaran, GeoGebra This research aimed to develop interactive student worksheet based on software GeoGebra on subject circle that valid, practical and effective, and to describe its characteristics. Product trials in this research involved four expert lecturers, two math teachers, and 36 students of class XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. This reseacrh used 4-D development procedure that implemented through 3 stages only such as define, design and develop. In the define stage, conducted a preliminary analysis aimed for identifying the mathematics problems that occurred in class XI, and analysis of curriculum aimed for determining the curriculum that applied in school. In the design stage produced an early draft of worksheet and evaluation tools. The develop stage aimed for developing worksheet that valid, effective, and practical. The data of worksheet validity was collected by validation sheet. This data showed that worksheet is valid, and the validation score is 92.54. Through the limited trial was known that the response of the students and teacher about the worksheet were in the category very positive, and more than 85% of students passed the circle learning. So the worksheet can be said practical and effective.keyword : development, student worksheets, circle, GeoGebra
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BEBANDEM ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 180 orang yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelas sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Data skor tes kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 2,8302 > ttabel = 2,0086. Akibatnya ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif model pembelajaran CORE terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE aktif dalam belajar, melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi, dan mampu mengkomunikasikan masalah matematika yang diberikan.Kata Kunci : Model CORE,Kemampuan Komunikasi Matematis This research was aimed to determine wether mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all tenth grade students of SMA Negeri 1 Bebandem in academic year 2014/2015, as many as 180 students which distributed into seven classes. Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes. Design in this study was Post-test Only Control Design. The score data of mathematical communication ability of students test was analyzed by using t-test with the significant level of 5%. Hypotesis testing results showed that ttest = 2,8302 > ttable = 2,0086. Consecuently rejected. It means mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. In other words, there is positive influence from CORE model to mathematical communication ability of students. This is reasonable because it’s support by the empirical facts that learned with CORE learning model make students active in learning, memory train students about the concept/information, and is able to communicate a given mathematical problem.keyword : CORE Model, Mathematical Communication Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Made Dwi Savitri; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK, MIND MAPPING, DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Ida Ayu Dewi Wulandari; I Made Suarsana; I Gusti Ngurah Pujawan
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6 No 1 (2018): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.451 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n1a8

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran talking stick  berbantuan mind mapping lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII non unggulan semester genap SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah 293 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Data kemampuan komunikasi matematis siswa dikumpulkan dengan tes essay yang terdiri dari 5 butir soal. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran talking stick berbantuan mind mapping lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Abstract:This study aims to determine whether the mathematical communication skills of students who learn by using learning models talking stick with mind mapping is better than the mathematical communication skills of students who learn by using conventional learning. This research type is quasi-experiment with research design Post Test Only Control Group Design. The study population is all students of Non-Superior Class VIII Junior High School 6 Singaraja Academic year 2016/2017 with the number of 293 students. Sampling was done by purposive random sampling technique. Data of students' mathematical communication ability were collected by essay test consisting of 5 items. The collected data is then analyzed using the t-test. The results of data analysis showed that the mathematical communication ability of students who learn by using learning model talking stick with Mind mapping is better than the mathematics communication ability of students who learn by using conventional learning.
Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa I Gusti Bagus Gending .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2585

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi kearifan lokal. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 31 orang siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Data motivasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket dan data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu 61,90 (kategori cukup) menjadi 80,32 (kategori tinggi) pada akhir tindakan siklus III. Rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 57,85 (kategori belum tuntas) menjadi 70,19 (kategori tuntas) pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 81,63 (kategori tuntas) pada siklus III.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, kearifan lokal, motivasi, prestasi. This classroom action research aimed at improvement the motivation and achievement of students mathematics learning at class V A SD Negeri 1 Banjar Jawa applied problem solving learning model oriented local genius . This research which involved subjects as many as 31 students at class of V A SD Negeri 1 Banjar Jawa at the first semester of 2013/2014 academic year. This study is carried out in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and evaluation, and reflection. The motivation of students mathematics learning data was collected by using the motivation questionnaire and the achievement of students mathematics learning data was collected by using the test description. Then, the motivation and achievement data were descriptively analyzed. The results showed that the motivation of students mathematics learning average scores improved from the score of 61,90 (enough category) in before action to the score of 80,32 (high category) in the end of action third cycle. The achievement of students mathematics learning average scores improved in the score of 57,85 (not-completed-yet category) in first cycle to the score of 70,19 (completed category) in second cycle, then improved in the score of 81,63 (completed category) in third cycle. keyword : problem solving learning model, local genius, motivation, achievement.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE ENGAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA A.A. I Ngurah Maya Pradnyani .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2589

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya self efficacy dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan self efficacy dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII 3 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 serta mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran interactive engagement (IE) dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini tergolong dalam Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII 3 berjumlah 40 orang. Objek penelitian meliputi implementasi model pembelajaran interactive engagement, self efficacy, prestasi belajar, dan tanggapan siswa terkait implementasi model pembelajaran interactive engagement (IE). Data self efficacy dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket, sedangkan prestasi belajar dikumpulkan dengan ¬tes jenis uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) terjadi peningkatan self efficacy, pada siklus I rata-rata skor self efficacy 61,8, pada siklus III rata-rata skor self efficacy 77,32. Rata-rata skor self efficacy pada siklus III berada dalam kategori tinggi. 2) Terjadi peningkatan prestasi belajar, pada siklus I rata-rata nilai prestasi 68,78 dengan ketuntasan klasikal 55%, pada siklus II rata-rata nilai prestasi 74,87 dengan ketuntasan klasikal 82,5%, pada siklus III rata-rata nilai prestasi 80,15 dengan ketuntasan klasikal 87,5%. Rata- rata nilai prestasi belajar dan Ketuntasan Klasikal siswa berada dalam kategori tuntas pada siklus III. 3) Tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran interactive engagement berada pada kategori positif dengan rata-rata skor 53,17.Kata Kunci : Interactive engagement, Self efficacy, Prestasi. This research is motivated by the lack of self efficacy and student’s learning achievement. The purposes of this research are improving student’s self efficacy and student’s learning achievement in junior High School 2 Singaraja grade VIII 3 on academic year 2013/2014 and describe the student’s response toward to the implementation of the interactive engagement model in study of mathematic. This research is classroom action research. The subjects of this study were 40 students of class VIII 3. Object research are implementation of the interactive engagement model, student’s self efficacy, student’s learning achievement, describe student’s response toward to the implementation of the interactive engagement model in study of mathematic. Data of self efficacy and student’s response were collected by using questionnaire while the learning achievement were collected by essay test. Data were analised using descriptive statistics. The results of the study showed 1) self efficacy increased, average score in the first cycle is 61,8 and the third cycle is 77,32. The means score of student’s self efficacy in third cycle was at complete category. 2) student’s achievement increased, average value in the first cycle is 68,78 with 55% classical completeness, average value in the second cycle is 74,87 with 82,5% classical completeness, average value in the third cycle is 80,15 with 87,5% classical completeness. The average value and classical completeness were at complete categories in third cycle. 3) The student’s responses to the implementation of interactive engagement model was in positive category with an average score 55,17. keyword : Interactive engagement, Self efficacy, Achievement.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MELAYA I Gede Karya Danu Palguna .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4004

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang belajar menggunakan pembelajaran problem posing lebih baik dari siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperiman semu dengan desain penelitian adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi dari penelitian ini adalah Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Melaya tahun ajaran 2013/2014. Data diperoleh melalui test prestasi belajar yang di berikan ke siswa di akhir penelitian. Test prestasi belajar matematika siswa berbentuk test uraian. . Data yang diperoleh dianlisis menggunakan uji-t. Hasil dari test prestasi belajar matematika siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran problem posing sebesar 83,03. Sedangkan rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 72,93. Dari analisis data diperoleh t_hitung=4,403 dan t_((0,95)(60))= 2,00 . Apabila dibandingkan, nilai t_hit≥t_((1-α)), sehingga H_(0 )ditolak. Hal ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran problem posing lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : problem posing, prestasi belajar The purpose of this research was to determine whether the learning achievement of students who learn with problem posing learning better than students that learning with conventional learning models. This research is a quasi-experiment with Post-test Only Control Group Design. The population of this research were Class XI Science SMAN 1 Melaya academic year 2013/2014. Data were obtained through the essay achievement test given to students at the end of the study and than were analyzed using t-test. The results from student learning achievement tests show that the average students math achievement scores of students learned by using learning problem posing is 83.03. While the average math achievement scores of students with conventional learning is 72.93. From the analysis of the research results obtained t_hitung=4,403 and t_((0,95)(60))= 2,00. So, the value of t_hit≥t_((1-α)). This is means that the learning achievement of students who learned with the problem posing approach better than learning achievement students who learned with conventional learning.keyword : problem posing, learning achievement
PENGARUH PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA I G. P. Habibi Mudi Sucipta .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain the randomized posttest-only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 167 orang. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Data hasil tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi dari rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian pendekatan scientific berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pendekatan Scientific, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Komunikasi Matematika This study is aimed to know what the student’s mathematics communication ability who learned with scientific approach higher than the student’s mathematics communication ability who learned with conventional learning. This study is quasi experiment by the randomized posttest-only control group design. The population in this study was ten grade students of SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 167 people. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of mathematics communication ability were analyzed by using t-test. The result of this study showed that the students who learned with scientific approach has mean score of student’s mathematics communication ability higher than students who learned with conventional learning. So, the scientific approach has a positive effect on the student’s mathematics communication ability. The conclution of this study is the student’s mathematics communication ability who learned with scientific approach higher than the student’s mathematics communication ability who learned with conventional learning. keyword : Scientific Approach, Conventional Learning, Mathematics Communication Ability
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Juniantari, Made Mahayukti, Gst. Ayu Mardika Pranata, Kadek N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Ketut Arum . Ni Ketut Widiartini Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nursuhaida, Muhammad Alwan Oktaviani, Ni Putu Ari Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Santiyani, Ni Kadek Sinurat, Frisillia Br Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Wargina, I Made Wibawa, Nyoman Arda Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Wulandari, Ida Ayu Dewi Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman