Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KERAJINAN BAMBU DAN TANI-TERNAK BERTEKNOLOGI IOT UNTUK MEWUJUDKAN AGROWISATA BALI AGA Abadi, Ida Bagus Gede Surya; Rachmadhani, Rachmadhani; Widayana, Gede; Sarasvananda, Ida Bagus Gede; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Yasa, Gede Darmika; Artha, I Komang Restu Widi; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37998

Abstract

Abstrak: Sebuah desa Bali Aga di Bali Utara memiliki potensi warisan sosial-budaya dan sumber daya alam yang mendukung pengembangan agrowisata berbasis kearifan lokal. Namun, pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi masyarakat dalam manajemen usaha dan penerapan teknologi. Program pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial, produktivitas, dan efisiensi usaha melalui pengembangan sentra kerajinan bambu serta sistem tani-ternak multilayer berbasis IoT. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Penthahelix dan metode Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi pretest–posttest berbasis indikator keberdayaan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: 80% anggota menerapkan pencatatan usaha digital, produksi ternak meningkat hingga 75%, biaya pakan menurun 20%, dan omzet kerajinan bambu naik 40%. Program ini memperkuat integrasi ekonomi lokal berbasis agrowisata berkelanjutan.Abstract: A Bali Aga village in northern Bali possesses rich socio-cultural heritage and natural resources with strong potential for local-based agro-tourism development. However, these resources have not been optimally utilized due to limited community capacity in business management and technology adoption. This empowerment program aimed to enhance managerial capacity, productivity, and business efficiency through the development of a bamboo handicraft center and an IoT-based multilayer crop–livestock system. The program applied a Penthahelix approach combined with the Participatory Action Learning System (PALS), including training, technology implementation, mentoring, and pretest–posttest evaluation based on empowerment indicators. The results indicate significant improvements: 80% of members adopted digital business record-keeping, livestock production increased by up to 75%, feed costs decreased by 20%, and bamboo handicraft turnover rose by 40%. The program strengthened the integration of local economic activities within a sustainable agro-tourism framework.
PENERAPAN POLA IRIGASI DAN SISTEM PERTANIAN-PETERNAKAN ZERO WASTE BERBASIS SMART FARMING PADA LAHAN KERING Adnyana, I Gede; Mulyawan, I Putu Arya; Wijaya, Bagus Kusuma; Mardana, Ida Bagus Putu; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Suarmanayasa, I Nengah; Lutfiyah, Yoni Nur; Putri Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka; Yasa, Gede Darmika; Mahartana, Ida Bagus Putu Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38354

Abstract

Abstrak: Tantangan krisis air, inefisiensi produksi, dan akumulasi limbah ternak menuntut transformasi sistem pertanian menuju model yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Program ini bertujuan meningkatkan hardskill teknis dan softskill manajerial mitra melalui penerapan irigasi hemat air dan sistem pertanian–peternakan terpadu berbasis smart farming dan zero waste. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan, demoplot, instalasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi berkala pada kelompok tani (28 orang) dan kelompok ternak (20 orang). Indikator keberhasilan mencakup peningkatan pemahaman (≥80%), keterampilan operasional (dari ±30% menjadi ±70% anggota), perubahan praktik budidaya (75%), efisiensi pengelolaan (80%), dan pengolahan limbah (85%). Hasil menunjukkan efisiensi air meningkat 70%, produktivitas jeruk bertambah ±6,7 ton/tahun, penghematan pupuk Rp5.000.000 per 0,2 ha, dan pendapatan naik menjadi >Rp3.500.000/bulan. Produksi telur meningkat 20%, limbah diolah ±1 ton/bulan, serta penghematan energi biogas setara Rp20.000/hari. Program terbukti efektif meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan kemandirian mitra secara terukur.Abstract: Water scarcity, production inefficiency, and livestock waste accumulation demand a transformative shift toward smarter and more sustainable agricultural systems. This program aimed to enhance both technical hardskills and managerial softskills of beneficiaries through the implementation of water-efficient irrigation and an integrated smart farming–zero waste agricultural-system. The methods included socialization, training,demonstration plots,technology installation,as well as continuous mentoring and evaluation involving a farmer group(28members) and a livestock group(20members). Success indicators comprised increased conceptual understanding (≥80%), improvement in operational skills (from approximately30%to70% of members), changes in cultivation practices (75%), management efficiency (80%), and waste processing capacity (85%). The results showed a 70% improvement in water-use efficiency, an increase of ±6.7tons/year in citrus productivity, fertilizer cost savings of IDR 5,000,000per0.2 ha, and income growth to>IDR 3,500,000/month. Egg production increased by 20%, ±1ton/month of waste was processed, and biogas utilization generated energy savings equivalent to IDR 20,000perday. The program effectively strengthened beneficiaries’ capacity, efficiency, and economic self-reliance.
PENGEMBANGAN SENTRA AGROTOURISM HORTIKULTURA POLIKULTUR BERTEKNOLOGI SMART FARMING DI KAWASAN GEOPARK Mardana, Ida Bagus Putu; Warpala, I Wayan Sukra; Adnyana, I Gede; Artha, I Komang Restu Widi; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Amerta, Gede Arya; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Febryanti, Putu Vina; Yasa, Gede Darmika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38074

Abstract

Abstrak: Pengembangan pertanian berkelanjutan dan agrowisata menjadi isu global seiring meningkatnya kebutuhan pangan, tekanan terhadap lingkungan, dan tuntutan diversifikasi ekonomi pedesaan. Namun, pada tingkat komunitas, integrasi antara hortikultura dan wisata masih sering berjalan parsial, disertai praktik budidaya konvensional dan pengelolaan limbah yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam pengelolaan hortikultura berwawasan agrowisata, pengolahan hasil, serta pengelolaan limbah berbasis pertanian konservasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penerapan ipteks, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan terdiri atas dua kelompok masyarakat dengan total 40 orang peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket untuk menilai perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra sebesar 75% dalam budidaya hortikultura terpadu, pengolahan produk, dan pengelolaan lingkungan berbasis agrowisata. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan nilai tambah ekonomi, serta mendukung keberlanjutan pengembangan agrowisata berbasis pertanian konservasi.Abstract: The development of sustainable agriculture and agritourism has become a global issue amid rising food demand, environmental pressures, and the need for rural economic diversification. However, at the community level, the integration of horticulture and tourism often remains fragmented, accompanied by conventional farming practices and suboptimal waste management. This initiative aims to enhance partners’ hard and soft skills in agro-tourism-oriented horticulture management, crop processing, and conservation agriculture-based waste management. Implementation methods include outreach, training, hands-on practice, application of science and technology, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The project partners consist of two community groups with a total of 40 participants. Evaluation was conducted through observation, interviews, and questionnaires to assess changes in the partners’ knowledge, skills, and attitudes. The evaluation results showed a 75% improvement in the partners’ skills in integrated horticultural cultivation, product processing, and agrotourism-based environmental management. This activity contributed to strengthening community capacity, increasing economic value-added, and supporting the sustainable development of agrotourism based on conservation agriculture.
TRANSFORMASI PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI INTEGRASI USAHA TANI-TERNAK DAN KERAJINAN SONGKET BERTEKNOLOGI MODERN Paramartha, A. A. Gede Yudha; Adnyana, I Gede; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Artha, I Komang Restu Widi; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Yasa, Gede Darmika; Febryanti, Putu Vina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37971

Abstract

Abstrak: Desa Jinengdalem memiliki potensi sektor tani–ternak dan kerajinan songket, namun belum terkelola optimal akibat ketimpangan irigasi, minimnya penerapan ipteks, lemahnya regulasi desa, serta rendahnya integrasi pengelolaan limbah antar sektor. Program KKN-PMM ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan sistem tani–ternak organik terpadu dan penguatan sentra kerajinan tenun songket. Mitra kegiatan berjumlah 50 orang, terdiri atas 30 petani Kelompok Tani Subak Ketug-Ketug dan 20 pengrajin Kelompok Poni’s Songket. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) berbasis pentahelix melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan ipteks, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan kelembagaan. Program difokuskan pada peningkatan hardskill (teknik produksi, pengelolaan limbah, kualitas produk) dan softskill (manajemen usaha dan kerja sama kelompok). Evaluasi pre–post menunjukkan peningkatan keterampilan teknis petani sebesar 35%, pengrajin 40%, produksi gabah 30%, serta nilai jual songket 25%.Abstract: Jinengdalem Village has potential in the agriculture-livestock and songket craft sectors, but this potential has not been optimally managed due to irrigation imbalances, minimal application of science and technology, weak village regulations, and low integration of waste management between sectors. This KKN-PMM program aims to increase production capacity and economic added value through the development of an integrated organic farming and livestock system and the strengthening of songket weaving centers. There are 50 partners in this activity, consisting of 30 farmers from the Ketug-Ketug Farmers Group and 20 craftsmen from the Poni's Songket Group. The service method uses a pentahelix-based Participatory Action Learning System (PALS) approach through the stages of socialization, training, science and technology application, mentoring and evaluation, as well as institutional strengthening. The program focused on improving hard skills (production techniques, waste management, product quality) and soft skills (business management and group cooperation). Pre-post evaluations showed a 35% increase in farmers' technical skills, a 40% increase in artisans' technical skills, a 30% increase in grain production, and a 25% increase in the selling price of songket.
Co-Authors ., Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni ., Kadek Ayu Meilani Wulandari ., Luh Ari Dwi Jayanti ., Luh Putu Santiaji ., Ni Kadek Aridani Basunari ., Ni Kadek Rahayu ., Ni Luh Heny Agustyari ., Ni Pt Sricandra Dewi ., Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi ., Putu Kirania Andhika Putri A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ade Sintia Wulandari Agung Widiantara, Gusti Kade Agung, Gusti Kade Agung Widiantara Agus Adiarta,ST,MT . Amerta, Gede Arya Anak Agung Gde Ekayana Ari Winata, I Wayan Aristana, I Dewa Gede Artanayasa, Wayan Artha, I Komang Restu Widi Astika, I W. M Chrisinta, Debora Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Erlina, Nia Febryanti, Putu Vina Gede Widayana Gelu, Leonard Peter Gusti Ayu Putu Bakti Mahayuni . I Gede Adnyana I Gede Arjana I Gede Dana Santika . I Gede Dana Santika ., I Gede Dana Santika I Gede Satya Widura . I Gst Lanang Agung Parwata I Komang Januariyasa . I Komang Januariyasa ., I Komang Januariyasa I Komang Nudina I Made Dwi Juliarta Putra . I Nengah Karang Giarta . I Nengah Karang Giarta ., I Nengah Karang Giarta I Nengah Suarmanayasa I Nyoman Putu Suwindra I Nyoman Suardana I Putu Wina Yasa Pramadi I W. M Astika I Wayan Ari Winata I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Sukra Warpala Ida Bagus Gede Sarasvananda Ida Bagus Gede Surya Abadi Ida Bagus Putu Arnyana Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Meilani Wulandari . Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Srie Marhaeni Julyasih Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Lestari, Ni Luh Ayu Ardi Liani, Kadek Delita LUDGARDIS LEDHENG Luh Ari Dwi Jayanti . Luh Putu Santiaji . Lutfiyah, Yoni Nur M.Pd Drs. I Made Wirta . Made Santo Gitakarma Mahartana, Ida Bagus Putu Putra Melkisedik Bukifan Mulyawan, I Putu Arya Ni Kadek Aridani Basunari . Ni Kadek Rahayu . Ni Luh Heny Agustyari . Ni Made Suci Ni Pt Sricandra Dewi . Ni Putu Yuvik Sulistya Dewi . Ni Wayan Sukerti Nur Lutfiyah, Yoni Nyoman Santiyadnya Paramartha, A. A. Gede Yudha Peter Gelu, Leonard priyanka, luh mitha Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Putri Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putu Artawan Putu Dian Pratiwi . Putu Kirania Andhika Putri . Putu Widiarini Putu Yasa Putu Yasa Putu Yasa Rachmadhani Rachmadhani Simarmata, Justin Eduardo Suyoga Wiguna, Anak Agung Gde Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga Wijaya, Bagus Kusuma Wiyata Putra, I Dewa Putu Gede Yasa, Gede Darmika yoni nur lutfiyah