Articles
PENCARIAN CLUSTER OPTIMUM PADA SINGLE LINKAGE, COMPLETE LINKAGE DAN AVERAGE LINKAGE
Nur Asiska;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.33173
Analisis cluster merupakan teknik multivariat yang digunakan untuk mengelompokkan objek/kasus (responden) menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dimana setiap kelompok berisi objek/kasus yang mirip satu sama lain. Dalam analisis cluster dua prosedur yang digunakan untuk pengelompokan yaitu analisis cluster hierarki dan non-hierarki. Penentuan jumlah cluster optimum yang tepat untuk digunakan diperoleh melalui identifikasi pola pergerakan varian pada cluster yang mencapai global optimum. Penemuan posisi cluster yang mencapai global optimum pada pola pergerakan varian diperoleh melalui penerapan metode valley-tracing. Pada penelitian, digunakan penerapan analisis cluster hierarki untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Kalimantan Barat berdasarkan indikator IPM. Dari hasil analisis pembentukan cluster optimum pada metode single linkage diperoleh cluster optimum sebanyak 4 cluster. Pada metode complete linkage diperoleh cluster optimum sebanyak 5 cluster. Metode average linkage menghasilkan cluster optimum sebanyak 5 cluster Kata Kunci : Analisis Multivariat, Analisis Cluster, Cluster Optimum
ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA INDEKS SAHAM LQ-45 MENGGUNAKAN CONSTANT CORRELATION MODEL (CCM)
Ovi Indah Afriani;
Setyo Wira Rizki;
Neva Satyahadewi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 3 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.789 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v9i3.41021
Investasi yang dilakukan oleh seorang investor perlu memperhatikan return dan risiko yang ada. Memaksimalkan return dan meminimalkan risiko dapat dilakukan dengan membentuk suatu portofolio optimal saham. Constant correlation model (CCM) digunakan untuk membentuk portofolio optimal dengan saham diurutkan menggunakan Excess Return to Standard Deviation (ERS) dan dibandingkan dengan Cut-off Rate candidate ( ). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham yang terdaftar dalam indeks saham LQ-45 periode September 2016 sampai dengan Oktober 2019. Pembentukan portofolio optimal dilakukan dengan tiga prosedur utama yaitu, menghitung ERS dan mengurutkan saham, menentukan nilai koefisien korelasi konstan antar saham yang dilanjutkan dengan menentukan Cut-off Rate, dan menentukan bobot optimal setiap saham. Berdasarkan portofolio optimal yang terbentuk, dapat diketahui bahwa empat dari delapan saham yang masuk ke dalam portofolio optimal merupakan saham yang bergerak dibidang real properti dan real estate. Sehingga, dari portofolio optimal yang terbentuk dapat diketahui bahwa pada periode tersebut, saham dibidang real properti dan real estate sedang berada dalam performa yang baik. Berdasarkan bobot yang ada, seorang investor dapat mengetahui besarnya alokasi dana untuk investasi setiap saham yang ada agar mendapatkan return yang maksimal. Kemudian, didapatkan expected return sebesar 0,173% dari dana investasi sebesar Rp100.000.000,00 dan risiko portofolio sebesar1,31%. Kata Kunci: excess return, cut-off rate, bobot saham
PERBANDINGAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA MENGGUNAKAN METODE COMMISSIONERS DAN CANADIAN
Yumna Siska Fitriyani;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.45246
Pada asuransi jiwa, peserta asuransi diharuskan untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan asuransi sebagai premi, dimana premi yang telah dibayarkan akan disisihkan sebagian sebagai cadangan premi yang akan dibayarkan kembali kepada peserta asuransi apabila terjadi klaim. Cadangan premi bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kerugian pada perusahaan asuransi yang disebabkan tidak adanya dana yang cukup untuk membayarkan uang santunan pada saat terjadi klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya cadangan premi dengan menggunakan metode Commissioners dan Canadian yang merupakan perluasan dari cadangan prospektif. Dari metode Commissioners dan Canadian akan ditentukan metode manakah yang lebih efektif digunakan dalam menghitung besarnya cadangan premi. Perhitungan cadangan premi dilakukan dengan mencari nilai asuransi dan nilai anuitas awal, menentukan premi tahunan, menentukan premi modifikasi untuk tahun-tahun berikutnya, dan menghitung besarnya cadangan premi di akhir tahun ke-t. Penelitian ini dilakukan pada seorang laki-laki berusia 25 tahun yang mengikuti program asuransi jiwa dwiguna dengan masa pertanggungan 25 tahun dan jangka waktu pembayaran premi 23 tahun. Hasil analisis yang telah dilakukan dengan tingkat suku bunga 4%, menyatakan bahwa metode yang lebih efektif digunakan untuk menentukan besarnya cadangan premi adalah metode Canadian. Hal ini dikarenakan cadangan premi di awal tahun yang dihasilkan metode Canadian lebih besar dari pada metode Commissioners sehingga keuntungan yang diperoleh pihak perusahaan juga semakin besar. Kata kunci: Polis, metode Commissioners, metode Canadian
MODEL MULTI STATUS DALAM PENENTUAN ASURANSI KESEHATAN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG
Nurmaulia Ningsih;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.59 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.33647
Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan, tetapi bukan bank yang memberikan perlindungan atas kerugian. Asuransi Long Term Care (LTC) merupakan asuransi yang menyediakan santunan (manfaat) bagi tertanggung yang membutuhkan perawatan medis atau para penderita penyakit kronis maupun cacat tubuh yang tidak bisa dijaminkan pada asuransi lain. Penelitian ini membahas tentang perhitungan premi untuk asuransi LTC produk Annuity as A Rider Benefit dengan model multi status (tiga status). Tiga status yang digunakan yaitu status sehat, status sakit dan status meninggal. Perhitungan premi berdasarkan matriks peluang transisi dengan data tingkat prevalensi penyakit jantung di Indonesia tahun 2013. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang pria berusia 30 tahun mengikuti asuransi LTC dengan masa tanggungan 5 tahun. Diketahui bahwa nilai santunan ketika seseorang tersebut mengalami kematian sebesar Rp100.000.000 dan jika seseorang mengalami masa perawatan sebesar Rp20.000.000 setiap tahun masa tertanggung. Suku bunga yang digunakan yaitu 5% berdasarkan BI Rate. Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi LTC dengan produk Annuity as A Rider Benefit adalah Rp6.037.148. Kemudian Nilai suku bunga yang dipilih berpengaruh terhadap nilai pembayaran premi tahunan asuransi. Semakin besar nilai tingkat suku bunga maka semakin kecil nilai premi tunggal asuransi. Kata Kunci: Long Term Care, Model Multi Status.
PENENTUAN CADANGAN PREMI ASURANSI JIWA DWIGUNA MENGGUNAKAN METODE COMMISSIONERS
Grikus Romi;
Neva Satyahadewi;
Naomi Nessyana Debataraja
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v9i4.44079
Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap periode oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan. Penerimaan premi yang diperoleh perusahaan tidak seluruhnya digunakan, sebagian disimpan sebagai cadangan premi, sehingga bila pada masa yang akan datang terjadi klaim maka perusahaan tidak kesulitan membayarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan besarnya premi yang dicadangkan menggunakan metode commissioners. Dalam penelitian ini diamati kasus seorang laki-laki yang berusia 25 tahun mengikuti program asuransi jiwa dwiguna untuk masa pertanggungan selama 25 tahun dengan besarnya santunan Rp100.000.000 dan jangka waktu pembayaran premi selama 20 tahun. Hasil analisis menunjukkan pada tingkat suku bunga sebesar 4,75% diperoleh besarnya cadangan premi pada tahun pertama sebesar Rp1.741.513. Pada lima tingkat suku bunga yang besarnya berbeda-beda, yakni 4%, 4,5%, 5%, 5,5% dan 6% menunjukkan bahwa semakin besar tingkat suku bunga maka diperoleh nilai cadangan premi yang semakin kecil, hal ini dapat terjadi karena nilai suku bunga merupakan variabel faktor diskonto. Pada akhir periode asuransi, besarnya cadangan premi asuransi jiwa dwiguna adalah sama dan cukup untuk membayarkan uang santunan. Kata Kunci: polis, full preliminary term, suku bunga
PERBANDINGAN METODE BAYESIAN SELF DAN BAYESIAN LINEX PADA ESTIMASI PARAMETER MODEL SURVIVAL DISTRIBUSI WEIBULL DATA TERSENSOR
Isra’ Sagita;
Neva Satyahadewi;
Setyo Wira Rizki
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 4 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.23 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v7i4.28619
Data survival adalah data yang menunjukkan waktu suatu objek atau individu dapat bertahan selama dilakukan pengamatan. Penelitian ini membahas perbandingan metode Bayesian SELF dan Linex pada estimasi parameter model survival berdistribusi Weibull data tersensor. Distribusi prior yang dipilih adalah distribusi Gamma. Distribusi prior dan fungsi likelihood digunakan untuk menentukan distribusi posterior yang menjadi dasar untuk memperoleh estimasi Bayesian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penderita kanker paru-paru yang diperoleh dari program R. Berdasarkan nilai MSE yang diperoleh, metode Bayesian SELF lebih baik daripada metode Bayesian Linex pada kasus penderita kanker paru-paru. Berdasarkan hasil estimasi metode Bayesian SELF untuk studi kasus penderita kanker paru-paru dapat diketahui peluang seorang individu untuk bertahan hidup selama 30 hari adalah 96,99% dan selama 200 hari adalah 34,76%, hal ini berarti peluang seorang individu untuk bertahan hidup semakin lama semakin kecil (mendekati nol), hingga akhirnya mengalami kematian. Kata Kunci: Distribusi Weibull, Bayesian SELF, Bayesian Linex
PENENTUAN NILAI PREMI ASURANSI PERTANIAN BERBASIS INDEKS CURAH HUJAN DENGAN METODE BURN ANALYSIS
Feriliani Maria Nani;
Neva Satyahadewi;
Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.44663
Curah hujan merupakan faktor alam yang mempengaruhi produksi padi. Untuk itu, pemerintah perlu melindungi petani dalam meminimalkan risiko kerugian terhadap ancaman tersebut. Asuransi pertanian adalah asuransi di sektor pertanian yang saat ini dikembangkan di Indonesia. Asuransi pertanian berbasis iklim merupakan manajemen risiko terkait iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan dalam menentukan nilai indeks curah hujan pada asuransi pertanian dan menghitung nilai kontrak asuransi pertanian berbasis indeks curah hujan yang harus dibayar dengan menggunakan metode Burn Analysis, dimana asuransi tersebut bersifat tunggal. Hasil dari penelitian ini adalah jika nilai trigger (curah hujan) sebesar 42,8 mm maka premi yang harus dibayar adalah Rp 399.899,00 dan jika nilai trigger (curah hujan) sebesar 43,9 mm maka premi yang harus dibayar adalah Rp 393.323,00. Kata Kunci: Asuransi Pertanian, Metode Burn Analysis, Premi Asuransi, Indeks Curah Hujan
METODE PROJECTED UNIT CREDIT DAN INDIVIDUAL LEVEL PREMIUM DALAM PERHITUNGAN DANA PENSIUN
Muhammad Ahyar;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.44769
Dana pensiun merupakan salah satu bentuk perencanaan masa depan yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup seorang karyawan pada masa pensiun. Besar premi yang harus dibayarkan tiap karyawan dalam dana pensiun disebut dengan iuran normal. Pembayaran iuran normal dilakukan dalam bentuk pemotongan gaji karyawan kemudian diinvestasikan selama masa kerja yang memungkinkan terbentuknya akumulasi dana yang cukup untuk pembayaran manfaat pensiun dalam memelihara kesinambungan penghasilan peserta pada hari tua. Penelitian ini bertujuan menghitung iuran normal, kewajiban aktuaria dan manfaat pensiun dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC) dan metode Individual Level Premium (ILP). Dalam hal ini digunakan kasus penerapan pada karyawan berjenis kelamin laki-laki berusia 31 tahun, dimana menjadi peserta pada usia 25 tahun, dan akan pensiun pada usia 56 tahun. Gaji pokok pada tahun pertama pada tahun 2014 dengan UMK Kota Pontianak sebesar Rp1.425.000/bulan. Berdasarkan perhitungan diperoleh, iuran normal yang harus dibayar tahunan menggunakan metode Projected Unit Credit adalah sebesar Rp108.857,- dengan total nilai akhir pembiayaan sebesar Rp42.584.634,-. Sedangkan metode Individual Level Premium Rp177.855 dengan total nilai akhir pembiayaan sebesar Rp35.595.490,-. Metode PUC diperoleh iuran normal lebih rendah dibandingkan metode ILP, hal ini dikarenakan metode PUC menghitung total manfaat pensiun berdasarkan total masa kerja. Sedangkan metode ILP menghitung pula asumsi kenaikan gaji berdasarkan anuitas yang telah ditentukan berdasar masa kerja.Kata kunci: Dana Pensiun, Iuran Normal, Manfaat Pensiun.
MODEL MULTIPLE DECREMENT DALAM PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA
Dinda Lestari;
Neva Satyahadewi;
Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.439 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.33637
Asuransi jiwa adalah satu diantara produk asuransi yang umum dikenal, biasanya memiliki satu penyebab klaim yaitu kematian. Model produk asuransi jiwa dapat dimodifikasi dengan menambah penyebab-penyebab klaim lainnya, sehingga menjadi model asuransi dengan lebih dari satu penyebab klaim (multiple decrement). Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Penelitian ini menggunakan 3 decrement sebagai penyebab terjadinya klaim yang terdiri dari kematian, cacat permanen dan mengundurkan diri. Data associated single decrement table menggunakan informasi dari Negara Canada Tahun 1968 yang diperoleh dari Software Table Manager 3.01. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang berusia 30 tahun mengikuti suatu asuransi jiwa multiple decrement berjangka selama 34 tahun. Diketahui bahwa nilai santunan ketika seorang tersebut mengalami kematian adalah Rp100.000.000, Rp50.000.000 bila mengalami kondisi cacat permanen, sedangkan Rp10.000.000 bila kondisi mengundurkan diri dari perusahaan. Suku bunga yang digunakan adalah 6% berdasarkan BI Rate. Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi jiwa berjangka multiple decrement ini yaitu sebesar Rp317.946. Kemudian, jika tingkat suku bunga semakin tinggi maka nilai premi yang dibayarkan semakin murah. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga merupakan variabel dari fungsi diskonto, dimana semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin kecil nilai dari fungsi diskonto. Premi akan semakin mahal jika usia nasabah ketika mengikuti asuransi semakin tinggi. Hal ini karena dipengaruhi peluang kematian seseorang yang semakin tinggi dengan bertambahnya usia. Kata Kunci: multiple decrement, associated single decrement.
PENERAPAN METODE K-MEDOIDS PADA PENGELOMPOKAN DAERAH PENGHASIL KELAPA SAWIT DENGAN VALIDASI INDEKS SILHOUETTE
Ewaldus Okta;
Neva Satyahadewi;
Naomi Nessyana Debataraja
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.38 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.36362
K-medoids termasuk metode partitioning clustering untuk mengelompokkan sekumpulan objek menjadi sekumpulan cluster. Penelitian ini dilakukan untuk mengelompokan kabupaten/kota yang memiliki luas lahan dan rata-rata produksi perkebunan kelapa sawit tertinggi sampai terendah. Tahap ini diawali dengan menghitung kemiripan antar objek menggunakan Jarak Euclidean, kemudian memilih k objek untuk menjadi medoids awal. Langkah selanjutnya adalah mengelompokan objek berdasarkan nilai Jarak yang paling mirip dengan medoids, lalu menghitung nilai absolute error dari cluster yang terbentuk. Tahap selanjutnya adalah melakukan hal yang sama terhadap medoids random, kemudian membandingkan nilai absolute error medoids awal dengan medoids random. Langkah selanjutnya adalah mengukur validitas dengan menggunakan validasi indeks silhouette. Cluster kesatu yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang untuk variabel luas lahan dan rata-rata produksi termasuk kedalam kategori rendah. Cluster kedua yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sintang untuk variabel luas lahan dan rata-rata produksi termasuk kedalam kategori sedang. Cluster ketiga yaitu Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Melawi untuk variabel luas lahan termasuk kedalam kategori rendah dan rata-rata produksi termasuk kedalam kategori tinggi. Kata kunci: Analisis Cluster, K-medoids, Validasi Indeks Silhouette