Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Socio Demographic Factors Related to Father Presence in Parenting Adolescents Pusparatri, Edita; Rahmawati, Ashri Maulida; Khoirunnisa, Fania Nurul; Jauhar, Muhamad; Siwitri, Gandi; Febryanto, Dwi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.2165

Abstract

Father presence plays a crucial role in the emotional and psychological development of adolescents, yet various socio-demographic factors remain barriers to understanding the significance of fathers' role in parenting. Adolescents who grow up without their fathers are more vulnerable to mental health and social problems, which in turn impact their self-esteem and academic achievement. This study aimed to identify the strongest socio-demographic factors associated with the presence of fathers in the care of adolescents in Kudus District. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach, which was analyzed through the chi-square test and binary logistic regression. The sample consisted of 332 purposively selected high school students. Independent variables included gender difference with the child, parents' marital status, father's education, father's occupation, economic status and family function, while the dependent variable was the level of father’s presence in parenting. The results of the analysis showed that family function in parenting is the strongest social factor that positively influences father presence in adolescent parenting (OR = 6.651, p < 0.05). In addition, the demographic factor of marital status also positively influenced father’s presence in adolescent care (OR = 2.447, p < 0.05). Meanwhile, gender differences between father and child, father's education level, father's occupation, and economic status did not have a significant correlation. The study conclusion emphasizes the importance of integrating family functions in an effort to increase father's participation in parenting, as well as the implications for practice of community health workers, family health programs, and school based family programs.
PEMBERDAYAAN KADER PEDULI DEMENSIA DALAM UPAYA PROMOSI DAN DETEKSI DINI DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TELEPON PINTAR DAN MEDIA AUDIOVISUAL Jauhar, Muhamad; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida; Pusparatri, Edita; Kartikasari, Fitriana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2921

Abstract

Demensia menjadi salah satu ancaman Kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Hal ini didukung dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas khususnya pada kelompok usia lanjut. Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama munculnya demensia pada hamper seluruh kelompok usia dan social masyarakat. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas hidup dan terganggungnya aktivitas sehati-hari. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menangani masalah ini. Tujuan kegiatan ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang demensia dan fungsi intelektual pada kelompok risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan berbasis media audiovisual dan skrining demensia berbasis aplikasi telepon pintar.  Kegiatan ini dilakukan di 12 cabang aisyiyah di Kabupaten Kudus pada bulan Januari-Februari 2025. Sasaran kegiatan yaitu anggota aisyiyah di Kabupaten Kudus sebanyak 300 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan kader demensia yang terlatih. Aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang demensia dan fungsi intelektual menggunakan kuesioner dan formulir skrining yang tersedia di telepon pintar. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki fungsi intelektual utuh sebanyak 282 peserta (94%) dan setengahnya peserta memiliki pengetahuan baik tentang demensia sebanyak 162 peserta (54%). Pengetahuan yang baik dan fungsi intelektual utuh menjadi hal penting dalam upaya pencegahan demensia di masyarakat. Model intervensi dan media edukasi ini dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan.