Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER PEDULI DEMENSIA DALAM UPAYA PROMOSI DAN DETEKSI DINI DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TELEPON PINTAR DAN MEDIA AUDIOVISUAL Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2921

Abstract

Demensia menjadi salah satu ancaman Kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Hal ini didukung dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas khususnya pada kelompok usia lanjut. Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama munculnya demensia pada hamper seluruh kelompok usia dan social masyarakat. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas hidup dan terganggungnya aktivitas sehati-hari. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menangani masalah ini. Tujuan kegiatan ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang demensia dan fungsi intelektual pada kelompok risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan berbasis media audiovisual dan skrining demensia berbasis aplikasi telepon pintar.  Kegiatan ini dilakukan di 12 cabang aisyiyah di Kabupaten Kudus pada bulan Januari-Februari 2025. Sasaran kegiatan yaitu anggota aisyiyah di Kabupaten Kudus sebanyak 300 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan kader demensia yang terlatih. Aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang demensia dan fungsi intelektual menggunakan kuesioner dan formulir skrining yang tersedia di telepon pintar. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki fungsi intelektual utuh sebanyak 282 peserta (94%) dan setengahnya peserta memiliki pengetahuan baik tentang demensia sebanyak 162 peserta (54%). Pengetahuan yang baik dan fungsi intelektual utuh menjadi hal penting dalam upaya pencegahan demensia di masyarakat. Model intervensi dan media edukasi ini dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan.
DIETARY COMPLIANCE AND WOUND CONDITION IN DIABETIC ULCER PATIENTS Kurniasaria, Intan Endyka; Faridah, Umi; Jauhar, Muhamad; Pusparatri, Edita
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.3156

Abstract

Diabetic ulcers are a complication in patients with uncontrolled diabetes mellitus. Patients with diabetic ulcers feel anxious and burdened economically, socially, and medically. There is an increasing number of diabetic ulcer cases in hospitals globally and nationally. Seeing this fact, it is necessary to know factors that can accelerate wound healing such as diet, medication, and physical activity. The purpose of this study was to analyze the relationship between dietary compliance and wound conditions in diabetic ulcer patients. This study was a quantitative study, correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variable was dietary compliance. The dependent variable was the wound condition of diabetic ulcer patients. The study was conducted at Dr. Rehatta Regional General Hospital in June-July 2025. A total of 66 samples were selected through a purposive sampling technique. 66 samples were obtained using the Slovin formula. The inclusion criteria were patients diagnosed with diabetes mellitus, diabetic ulcer wounds, composmentis, surgical poly patients, able to read or hear and answer questions on the questionnaire. The exclusion criteria were patients with other disease complications. The research instrument used a dietary compliance questionnaire and a Bates Jensen wound assessment tool observation sheet. Data analysis used the Spearman Rho correlation test. The Spearman Rho test results showed a value (p = 0.000; p 0.05). It was concluded that there was a significant relationship between dietary compliance and wound conditions in diabetic ulcer patients. The correlation coefficient value showed a positive correlation direction with a strong category. It is expected that patients with diabetic ulcers can improve compliance in implementing the recommended dietary pattern.Hospitals are expected to always provide motivation and education to diabetes sufferers regarding diabetes, through service activities inside and outside the building such as posbindu, posyandu and home visits.
HUBUNGAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN DAN KESEHATAN FISIK CAREGIVER DENGAN KESIAPAN MERAWAT PASIEN DI RUMAH PADA PASIEN SARAF DI RST Tk. II dr. SOEDJONO MAGELANG Edi, Sarwo; Jauhar, Muhamad; Faridah, Umi; Pusparatri, Edita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3457

Abstract

Penyakit neurologis merupakan gangguan pada sistem saraf yang dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan status fungsional pasien. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada keluarga sebagai caregiver, khususnya pada kesehatan fisik dan kesiapan caregiver dalam merawat pasien di rumah setelah masa hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status fungsional pasien dan kesehatan fisik caregiver sebagai variabel independen dengan kesiapan merawat pasien di rumah sebagai variabel dependen pada pasien dengan penyakit neurologis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien saraf di RS Tingkat II dr. Soedjono Magelang dengan rata-rata kunjungan 1.237 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, dengan kriteria caregiver yang merawat anggota keluarga yang terdiagnosis medis penyakit saraf oleh dokter di rawat jalan dengan minimal tingkat pendidikan SD dan mampu membaca dan menulis. Pada kriteria ekslusi adalah caregiver yang tidak mengikuti proses penelitian sampai akhir. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025. Instrumen penelitian meliputi Barthel Indeks, kuesioner Short Form-12 Health Survey (SF-12), serta Kuesioner Kesiapan Merawat Pasien di Rumah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status fungsional pasien dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,469) dan terdapat hubungan antara kesehatan fisik caregiver dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,448), dengan kekuatan korelasi sedang. Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga meningkatkan kesehatan fisik caregiver serta melakukan pemantauan status fungsional pasien secara berkelanjutan guna mendukung kesiapan perawatan pasien di rumah secara optimal.