Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
THE ROLE OF SPIRITUAL MINDFULNESS THERAPY IN INCREASING SELF-ACCEPTANCE AMONG ADOLESCENT Muhamad Jauhar; Ashri Maulida Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.3063

Abstract

Evaluation of the benefits of spiritual therapies, such as mindfulness, for adolescent mental health is needed. Adolescence is a difficult period for self-adjustment and is particularly vulnerable to decreased self-acceptance. In today's educational environment, adolescents often experience various crises that are largely due to low self-acceptance. Spiritual mindfulness is a strategy that is easy to implement and can help adolescents recognize problems without judgment, thus reducing the cost and time required in the therapeutic process. This study aims to determine the effect of spiritual mindfulness on increasing self-acceptance in adolescents. The research design used was a pre-experiment with pre-test and post-test methods and involved a control group. Through purposive sampling, twenty-six high school students in Kudus were selected as respondents and divided into intervention and control groups. The study used the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). The researcher conducted six sessions of mindfulness therapy, each lasting 30 minutes for two days. The results showed a statistically significant difference in self-acceptance in the intervention group before and after the intervention, with a value of p=0.04 (p0.05). In contrast, in the control group, no significant difference was found with a value of p=0.477 (p0.05). The intervention group showed an increase in self-acceptance of 1.46 higher than the control group. However, the overall effect of mindfulness therapy was less significant in improving self-acceptance in adolescents p=0.332 (p0.05). Changes need to be made in the way spiritual mindfulness therapy is delivered to adolescents to see a more noticeable improvement in self-acceptance.
PERENCANAAN KEHAMILAN MELALUI PERILAKU PERAWATAN PRA KONSEPSI Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Siti Marisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2390

Abstract

Perilaku perawatan pra konsepsi memiliki dampak signifikan pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan mempersiapkan tubuh secara optimal sebelum konsepsi terjadi, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi square. Kuesioner perencanaan kehamilan dan kuesioner perilaku perawatan pra konsepsi merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perencanaan kehamilan dengan perilaku perawatan pra konsepsi didapatkan nilai p value 0,003 dengan nilai OR 11,693. Ada hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi.
MOTHER’S SUPPORT AND FEMALE ADOLESCENT’S READINESS FOR MENARCHE : A CORRELATIVE STUDY Evita Dian Lestari; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Zunia Khairunnisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2548

Abstract

                                                      AbstrakMenarche, permulaan menstruasi, menandai tonggak penting dalam kehidupan seorang anak perempuan, yang sering kali disertai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Dukungan ibu selama periode ini memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan pengalaman anak perempuan tentang menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi korelasi dan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Hasil uji chi-square diperoleh nilai 0,044 (0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. AbstractMenarche, the onset of menstruation, marks a significant milestone in a girl's life, often accompanied by a range of physical and psychological change. Mother’s support during this period play a crucial role in shaping girls' perceptions and experiences of menarche. This study aimed to determine the correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The research used a quantitative approach with a correlation study and cross-sectional design. Result show there is a correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The chi-square test results obtained a value of 0.044(0,05). It can be concluded that there is a significant and positive relationship between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPOUSE PADA WANITA PREMENOPOUSE DIPOSBINDU DESA KAYEN WILAYAH PUSKESMAS KAYEN PATI Edita Pusparatri; Ali Solikin; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo; Kaelah Kaelah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.941

Abstract

Latar Belakang :Premenopause terjadi pada usia dewasa madya, masa dewasa madya dalam terminologi kronologis yaitu tahun-tahun antar usia 45 dan 65 tahun. Pada masa dewasa madya ini seksualitas mengalami penurunan. Masa dewasa madya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mentalPerubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang prmenopause meliputi merasa tua, tidak menarik lagi, tertekan karena takut menjadi tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng, keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasaan (orgasme), merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Di Posbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati tahun 2019 Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini seluruh pasien premenopause diposbindu desa kayen yang berusia 40-45 tahunsebanyak 40 orang sebanyak 36 orang Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil :Ada hubungan ada hubungan penerimaan diridengan kecemasan dalam menghadapi menopause pada wanita premenopausedi posbindu Desa Kayen wilayah Puskesmas Kayen Pati dengan ρ value adalah 0,001 0,05
PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP EFIKASI DIRI IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN Aisha Yulyanticha; Ika Tristanti; Indah Puspitasari; Edita Pusparatri
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i2.2148

Abstract

Salah satu masalah yang berkembang selama kehamilan adalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh perubahan fisik dan psikologis pada wanita hamil. Masalah yang dialami ibu hamil dapat membuat khawatir serta kurang mampu menghadapi persalinan yang berdampak pada efikasi diri ibu hamil. Cara untuk meningkatkan efikasi diri dalam menghadapi persalinan adalah dengan melakukan prenatal yoga. Salah satu jenis adaptasi yoga yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil adalah prenatal gentle yoga (yoga selama kehamilan). Tujuannya adalah untuk memastikan bagaimana prenatal yoga mempengaruhi kepercayaan diri wanita hamil dalam kemampuan mereka untuk melahirkan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one grouf pre-test and post-test design. Dengan teknik pengambilan total sampling yaitu 30 responden. Analisis sampel dan data dengan uji paired sample t- test mencakup semua subjek yang muncul dan memenuhi persyaratan. Hasil uji statistic dengan uji paired sample t- test menunjukan  bahwa  nilai  p-value=0,000 (p0,05). Terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap efikasi diri ibu hamil dalam mengadapi persalinan.
Socio Demographic Factors Related to Father Presence in Parenting Adolescents Edita Pusparatri; Ashri Maulida Rahmawati; Fania Nurul Khoirunnisa; Muhamad Jauhar; Gandi Siwitri; Dwi Febryanto
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.2165

Abstract

Father presence plays a crucial role in the emotional and psychological development of adolescents, yet various socio-demographic factors remain barriers to understanding the significance of fathers' role in parenting. Adolescents who grow up without their fathers are more vulnerable to mental health and social problems, which in turn impact their self-esteem and academic achievement. This study aimed to identify the strongest socio-demographic factors associated with the presence of fathers in the care of adolescents in Kudus District. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach, which was analyzed through the chi-square test and binary logistic regression. The sample consisted of 332 purposively selected high school students. Independent variables included gender difference with the child, parents' marital status, father's education, father's occupation, economic status and family function, while the dependent variable was the level of father’s presence in parenting. The results of the analysis showed that family function in parenting is the strongest social factor that positively influences father presence in adolescent parenting (OR = 6.651, p < 0.05). In addition, the demographic factor of marital status also positively influenced father’s presence in adolescent care (OR = 2.447, p < 0.05). Meanwhile, gender differences between father and child, father's education level, father's occupation, and economic status did not have a significant correlation. The study conclusion emphasizes the importance of integrating family functions in an effort to increase father's participation in parenting, as well as the implications for practice of community health workers, family health programs, and school based family programs.
PEMBERDAYAAN KADER PEDULI DEMENSIA DALAM UPAYA PROMOSI DAN DETEKSI DINI DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TELEPON PINTAR DAN MEDIA AUDIOVISUAL Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2921

Abstract

Demensia menjadi salah satu ancaman Kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Hal ini didukung dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas khususnya pada kelompok usia lanjut. Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama munculnya demensia pada hamper seluruh kelompok usia dan social masyarakat. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas hidup dan terganggungnya aktivitas sehati-hari. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menangani masalah ini. Tujuan kegiatan ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang demensia dan fungsi intelektual pada kelompok risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan berbasis media audiovisual dan skrining demensia berbasis aplikasi telepon pintar.  Kegiatan ini dilakukan di 12 cabang aisyiyah di Kabupaten Kudus pada bulan Januari-Februari 2025. Sasaran kegiatan yaitu anggota aisyiyah di Kabupaten Kudus sebanyak 300 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan kader demensia yang terlatih. Aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang demensia dan fungsi intelektual menggunakan kuesioner dan formulir skrining yang tersedia di telepon pintar. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki fungsi intelektual utuh sebanyak 282 peserta (94%) dan setengahnya peserta memiliki pengetahuan baik tentang demensia sebanyak 162 peserta (54%). Pengetahuan yang baik dan fungsi intelektual utuh menjadi hal penting dalam upaya pencegahan demensia di masyarakat. Model intervensi dan media edukasi ini dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan.
Motivation for Women of Age Fertile to Attitude in Do Screening Cancer Cervix Rieh Firdausi; Fitri Ayatul Azlina; Edita Pusparatri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.1704

Abstract

Cancer cervix is reason main deaths in women , especially in developing countries. Detection early through screening is very important For pressing number incidents and deaths , but participation woman age fertile (WUS) still low. Motivation become influencing factors attitude they to examination. Know connection between WUS motivation with attitude to screening cancer cervix. Method: Study descriptive quantitative with approach cross-sectional. Sample as many as 94 WUS were selected with Purposive sampling in Sungai Rangas Ulu Village. Data collected through questionnaire and analyzed using correlation test. The validity test on both questionnaires is said to be valid because it is > 0.361 (r table) and the reliability value is said to be reliable where the Cronbach's alpha value is > 0.6. Results: Average age respondents 34.70 years old, majority educated basic (54.30%), no working (52.10%), and earning low (87.20%). There is connection weak positive but significant between motivation and attitude to screening cancer cervix (r = 0.308, p = 0.003). Improvement motivation through education and access service can increase WUS participation in detection early cancer cervix.
HUBUNGAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN DAN KESEHATAN FISIK CAREGIVER DENGAN KESIAPAN MERAWAT PASIEN DI RUMAH PADA PASIEN SARAF DI RST Tk. II dr. SOEDJONO MAGELANG Sarwo Edi; Muhamad Jauhar; Umi Faridah; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3457

Abstract

Penyakit neurologis merupakan gangguan pada sistem saraf yang dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan status fungsional pasien. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada keluarga sebagai caregiver, khususnya pada kesehatan fisik dan kesiapan caregiver dalam merawat pasien di rumah setelah masa hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status fungsional pasien dan kesehatan fisik caregiver sebagai variabel independen dengan kesiapan merawat pasien di rumah sebagai variabel dependen pada pasien dengan penyakit neurologis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien saraf di RS Tingkat II dr. Soedjono Magelang dengan rata-rata kunjungan 1.237 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, dengan kriteria caregiver yang merawat anggota keluarga yang terdiagnosis medis penyakit saraf oleh dokter di rawat jalan dengan minimal tingkat pendidikan SD dan mampu membaca dan menulis. Pada kriteria ekslusi adalah caregiver yang tidak mengikuti proses penelitian sampai akhir. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025. Instrumen penelitian meliputi Barthel Indeks, kuesioner Short Form-12 Health Survey (SF-12), serta Kuesioner Kesiapan Merawat Pasien di Rumah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status fungsional pasien dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,469) dan terdapat hubungan antara kesehatan fisik caregiver dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,448), dengan kekuatan korelasi sedang. Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga meningkatkan kesehatan fisik caregiver serta melakukan pemantauan status fungsional pasien secara berkelanjutan guna mendukung kesiapan perawatan pasien di rumah secara optimal.