Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development of Babies Aged 6-9 Months in Siak Hulu District in 2025 Sartika, Wiwi; Sara Herlina; Siti Qomariah
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i1.7132

Abstract

Introduction Motor development in children aged 6-9 months needs to be considered. If stimulation of child growth and development is not carried out, there will be deviations in growth and development that can be delayed in babies. Baby swim is a baby care by swimming in a warm pool with a temperature of 38 to 40 degrees using a float. The function of baby swimming itself is to train body functions, stimulate activity in the baby's muscles safely train the baby's motor system. The purpose of this study is the Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development in Babies Aged 6-9 Months. This research method uses a quasi-experimental with a one group pre-test post-test research design. The sample in this study was babies aged 6-9 months, the sample size used in the study was 30 babies. Data collection was carried out by conducting observations and questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study stated that the effectiveness of baby swimming in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months obtained ap value of 0.000. So it can be concluded that there is effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
Pelatihan Akupresure Untuk Mengurangi Batuk Pilek Pada Anak Di Panti Asuahan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru Herlina, Sara; Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Putri Wulandini. S; Ari Diansyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i1.450

Abstract

Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai bayi dan anak. Bayi yang masih sangat muda akan sangat mudah tertular, penularan masih tetap terjadi karena seseorang yang pilek akan sering memegang hidungnya karena rasa gatal atau membuang ingusnya. Prevalensi batuk pilek di Indonesia sekitar 25% dan hanya 13,8% kasus yang telah terdiagnosis pasti oleh dokter. Prevalensi tertinggi terjadi pada balita yaitu sebesar 25,8% dan bayi 22%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan anak-anak panti dalam mengurangi batuk pilek melalui akupresure. Tapan kegiatan ini dimulai dari Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya tentang batuk pilek dan akupresur , Tahap II Demonstrasi tentang Akupresure dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Akupresure Batuk Pilek pada Anak di Panti Asuhan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan ini adalah mengalami peningkatan pengetahuan sebelum edukasi melalui demonstrasi, mayoritas yaitu 68,7% memiliki ketrampilan kurang. Setelah dilakukan edukasi melalui demonstrasi, kemampuan anak-anak dalam melakukan akupresur untuk mengatasi batuk pilek 62,5% memiliki ketrampilan baik dan 12,5% memiliki ketrampilan sangat baik.
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning Yang Diintegrasikan dengan Model Experiental Learning Berbasis Google Meet untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di UPT SDN 060932 Siti Qomariah; Predi Ari Repi; Misra Nova Dayantri; Radhinal Abdullah; Tri Abdi Syahputra; Wahyuddin Nur Nasution
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 1 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i1.6469

Abstract

The teaching of Fiqh at UPT SDN 060932 still relies on one-way lecture methods, resulting in passive students, low learning motivation, and suboptimal learning outcomes. The lack of technological innovation in learning, especially in online learning, exacerbates this situation. This study employs the Research and Development method according to Sugiyono, using the Borg & Gall model, to develop a Discovery Learning model integrated with Experiential Learning based on Google Meet. The results show that this model is effective in improving student learning outcomes, as evidenced by an average formative test score of 91, which exceeds the minimum passing grade (75). The development of this model is recommended to be continued to encourage more active and skilled students, and further research is needed to explore its potential in enhancing the quality of Fiqh learning.
The Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development of Babies Aged 6-9 Months in Siak Hulu District in 2025 Sartika, Wiwi; Sara Herlina; Siti Qomariah
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i1.7132

Abstract

Introduction Motor development in children aged 6-9 months needs to be considered. If stimulation of child growth and development is not carried out, there will be deviations in growth and development that can be delayed in babies. Baby swim is a baby care by swimming in a warm pool with a temperature of 38 to 40 degrees using a float. The function of baby swimming itself is to train body functions, stimulate activity in the baby's muscles safely train the baby's motor system. The purpose of this study is the Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development in Babies Aged 6-9 Months. This research method uses a quasi-experimental with a one group pre-test post-test research design. The sample in this study was babies aged 6-9 months, the sample size used in the study was 30 babies. Data collection was carried out by conducting observations and questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study stated that the effectiveness of baby swimming in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months obtained ap value of 0.000. So it can be concluded that there is effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months.
Pengaruh Status Gizi Terhadap Disminorea pada Remaja di Kota Pekanbaru Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 2 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i2.248

Abstract

Latar Belakang: Nyeri menstruasi atau dismenore sering dialami oleh beberapa wanita khususnya di usia produktif, bahkan angka kejadian dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dismenore disetiap negaranya. Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menstrusi, adanya keluhan-keluhan selama menstruasi maupun lamanya hari menstruasi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap dismenore. Metedologi: penelitian kuantitatif analitik dengan design cross sectional dimana seluruh variabel diobservasi dalam satu waktu. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 60 orang. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Prosedur pengolaan data dengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden memiliki status gizi tidak normal yaitu 33 orang (55%) dan mayoritas responden tidak mengalami disminorea sebanyak 32 orang (53,33%). mayoritas responden memiliki status gizi tidak normal mengalami disminorea sebanyak 24 orang (72,7%) sedangkan responden yang memiliki status gizi normal mayoritas tidak mengalami disminorea sebanyak 23 (85,2%). Berdasarkan uji chi-square di peroleh nilai P Value 0,000 <0,05 artinya ada pengaruh antara status gizi terhadap disminorea pada remaja di Kota Pekanbaru. Hasil OR 5,3 artinya responden yang memiliki status gizi tidak normal beresiko 5 kali mengalami disminorea dibandingkan responden yang memiliki status gizi normal. Kesimpulan: Terdapat pengaruh status gizi terhadap disminorea pada remaja di Kota Pekanbaru.