Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi retorika yang digunakan oleh para calon Gubernur pada debat Pilgub dan mengkaji relevansinya dengan pembelajaran teks persuasif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan prosedur seperti simak, dokumentasi, dan catat. Teori yang digunakan adalah strategi retorika Gorys Keraf, yang melibatkan analisis diksi dan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat. Temuan penelitian, para kandidat menggunakan diksi ilmiah (26 kali), denotatif (18), konotatif (17), umum (17), khusus (15), dan populer (9) untuk membangun otoritas, kedekatan emosional, dan kejelasan pesan. Dalam hal gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, ditemukan penggunaan paralelisme (20 kali), klimaks (19), antitesis (13), dan repetisi (6) sebagai alat untuk memperkuat argumen dan menciptakan ritme retoris yang kuat. Gaya bahasa antiklimaks tidak ditemukan pada data yang sudah ditranskripsi. Strategi retorika ini memiliki relevansi dalam pembelajaran teks persuasif karena mencakup aspek penting seperti argumen logis, ajakan yang meyakinkan, dan struktur bahasa yang baik. Temuan ini menambah pembelajaran kontekstual dan praktis Bahasa Indonesia di fase E SMA kelas X.