Claim Missing Document
Check
Articles

Teknologi dan perkembangan Agribisnis cabai di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Nurdin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n2.2011.p55-65

Abstract

Cabai merupakan komoditas unggulan Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo yang dicanangkan pemerintahdaerah melalui program Gemar Malita. Pembangunan agribisnis cabai di kabupaten ini masih pada tahap subsistemon farm, tetapi pengembangannya mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif. Secara finansial,pengembangan cabai lebih menguntungkan dan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding jagung dan padidengan nilai R/C dan B/C cabai masing-masing 2,15 dan 1,87, lebih tinggi daripada dua komoditas unggulan tersebut.Selain itu, cabai merupakan komoditas basis di Kecamatan Tilamuta, Botumoito, Wonosari, dan PaguyamanPantai. Cabai umumnya dibudidayakan pada tanah Inceptisol, Alfisol, Mollisol, dan Entisol. Namun, lahan iniumumnya telah digunakan untuk komoditas lain atau dikonversi ke penggunaan nonpertanian. Iklim yang keringdan kesuburan tanah yang rendah sampai sedang merupakan faktor pembatas dalam pengembangan cabai di daerahini. Upaya dan strategi yang dapat ditempuh meliputi konservasi tanah dan air, intensifikasi dan diversifikasitanaman, pembinaan kearifan lokal, penyuluhan dan pemberian insentif, serta pemberdayaan kelembagaan perdesaandan penyuluhan. Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan kemitraan dengan pihak swastamelalui pola inti-plasma, contract farming, subkontrak, dagang umum, keagenan, dan kerja sama operasionalagribisnis.
Penggunaan Lahan Kering di DAS Limboto Provinsi Gorontalo untuk Pertanian Berkelanjutan Nurdin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n3.2011.p98-107

Abstract

Lahan kering merupakan salah satu agroekosistem yang berpotensi besar untuk usaha pertanian. Daerah aliransungai (DAS) Limboto mempunyai lahan kering yang sesuai untuk pengembangan pertanian seluas 37.049 ha,sedangkan lahan datar sampai bergelombang yang potensial untuk pertanian 33.144 ha. Untuk memanfaatkanlahan kering tersebut, dapat diterapkan beberapa strategi dan teknologi yang meliputi: 1) pengelolaan sistem budidaya, yang mencakup pengelompokan tanaman dalam suatu bentang lahan mengikuti kebutuhan air yang sama,penentuan pola tanam yang tepat, pemberian mulsa dan bahan organik, pembuatan pemecah angin, dan penerapansistem agroforestry, 2) pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya melalui penyuluhan, penyediaan sarana danprasarana produksi serta permodalan petani, pemberdayaan kelembagaan petani dan penyuluh, serta penerapansistem agribisnis, dan 3) implementasi kebijakan yang berpihak kepada pertanian, yang meliputi pemberian subsidikepada petani di daerah hulu untuk melaksanakan konservasi lahan, pemberian subsidi pajak kepada petani didaerah hulu, penetapan peraturan daerah yang berkaitan dengan pengelolaan lahan berbasis konservasi, danpengelolaan lahan dengan sistem hak guna usaha (HGU). Hal lain yang terpenting dalam pemanfaatan lahan keringadalah sinkronisasi dan koordinasi antarinstitusi pemerintah dengan melibatkan petani untuk menghindari tumpangtindih kepentingan.
PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI SUMBER REZEKI DESA BUALO KABUPATEN BOALEMO Nurdin Nurdin; Fitriah S. Jamin; Siswatiana R. Taha; Amelia Murtisari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14403

Abstract

Peningkatan populasi ternak sapi dapat dilakukan melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yang diharapkan juga dapat meningkatkan hasil kotoran ternak (feases) sebagai sumber bahan baku pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan populasi ternak sapi sebagai penghasil bahan baku pupuk organik, dan (2) meningkatkan pengetahuan Kelompok Tani Sumber Rezeki dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dimulai bulan Maret sampai Agustus 2019 di Desa Bualo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini terdiri dari: (1) Kegiatan IB terhadap sapi induk yang sehat dan siap (masa birahi) oleh inseminator., dan (2) Pembuatan pupuk organik yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan tes tingkat pengetahuan tentang pupuk organik kepada 25 orang peserta pelatihan yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Bahan pembuatan pupuk organik meliputi: limbah jagung, bungkil kakao, feases, urin, EM4, gula dan air. Semua bahan dicampur merata dalam bak fermentasi, ditutup dengan terpal dan dibiarkan selama 3 minggu. Selama kegiatan berlangsung, antusias peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan sangat tinggi dengan capaian 100%. Kegiatan IB telah menghasilkan sebanyak 12 ekor sapi bunting. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada petani di Kelompok Tani Sumber Rezeki telah mampu meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dengan capaian sebesar 88,0% dari total peserta pelatihan.Kata kunci: Populasi, Sapi, Inseminasi Buatan, Pengetahuan, Pupuk Organik. Abstract Increasing cattle population can be done through Artificial Insemination (IB) activities which are also expected to increase livestock manure yields (feases) as a source of raw material for organic fertilizer. This activity aims to: (1) increase the population of cattle as a producer of raw materials for organic fertilizer, and (2) increase the knowledge of Sumber Rezeki Farmer Groups in making organic fertilizer. This activity began in March to August 2019 in Bualo Village, Paguyaman District, Boalemo Regency. This activity consists of: (1) IB activities towards healthy and ready mother cows (incubation period) by inseminators, and (2) Making organic fertilizer carried out through training and mentoring activities. Before and after the training, a knowledge level test about organic fertilizer was conducted on 25 trainees who were analyzed using a Likert Scale. Organic fertilizer manufacturing materials include: corn waste, cocoa meal, feases, urine, EM4, sugar and water. All ingredients are mixed evenly in a fermentation tank, covered with tarpaulin and left for 3 weeks. During the activity, participants' enthusiasm in participating in all activities was very high with 100% achievement. IB activities have produced as many as 12 pregnant cows. Training activities and assistance to farmers in the Sumber Rezeki Farmer Group have been able to increase knowledge about making organic fertilizer with an achievement of 88.0% of the total training participants. Keywords: Population, Cow, Artificial Insemination, Knowledge, Organic Fertilizer.
Effect Application of Sea Sand, Coconut and Banana Coir on the Growth and Yield of Rice Planted at Ustic Endoaquert Soil . Nurdin
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 19, No 1: January 2014
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2014.v19i1.17-24

Abstract

The research was aimed to study effect application of sea sand (SS), coconut coir (CC) and banana coir (BC) on the growth and yield of rice (Oryza sativa L.) planted at Ustic Endoaquert soil. The pot experiment was carried out using a factorial design with 3 factors. The first factor was SS consisted of three levels i.e.: 0%, 25%, and 50%. The second and third factors were CC and BC, each consisted of three levels i.e.: 0, 10, and 20 Mg ha-1. Application of SS and BC significantly increased leaf length where the highest increasing  percentage  was  16.47%  which  was  achieved  at  25%  SS  application.  Their  effect  on  leaf numbers and tiller numbers were relatively not similar pattern where leaf number only increased about 65.52% by BC application, while tiller numbers only increased about 10.77% by SS application. Furthermore, the application of CC and BC significantly increased panicle numbers to 29.53% and 29.05%, respectively compared to control. All ameliorants significantly increased panicle numbers, but the best was CC with the increasing up to 46.49% at 20 Mg ha-1 CC compared to SS or BC application. However, only coconut coir significantly increased the rice grain numbers.Keywords: Banana coir, coconut coir, rice plant, sea sand, vertisol [How to Cite: Nurdin. 2014. Effect Application of Sea Sand, Coconut and Banana Coir on the Growth and Yield of Rice Planted at Ustic Endoaquert Soil. J Trop Soils 19: 17-24. Doi: 10.5400/jts.2014.19.1.17] 
Development and Rainfed Paddy Soils Potency Derived from Lacustrine Material in Paguyaman, Gorontalo . Nurdin
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 16, No 3: September 2011
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2011.v16i3.267-278

Abstract

Rainfed paddy soils that are derived from lacustrine and include of E4 agroclimatic zone have many unique properties and potentially for paddy and corn plantations. This sreseach was aimed to: (1) study the soil development of rainfed paddy soils derived from lacustrine and (2) evaluate rainfed paddy soils potency for paddy and corn in Paguyaman. Soil samples were taken from three profiles according to toposequent, and they were analyzed in laboratory. Data were analyzed with descriptive-quantitative analysis. Furthermore, assessment on rainfed paddy soils potency was conducted with land suitability analysis using parametric approach. Results indicate that all pedon had  evolved with B horizons structurization. However, pedon located on the summit slope was more developed and intensely weathered than those of the shoulder and foot slopes.The main pedogenesis in all pedons were through elluviation, illuviation, lessivage, pedoturbation, and gleization processes. The main factors of pedogenesis were climate, age (time) and topography factors. Therefore, P1 pedons are classified as Ustic Endoaquerts, fine, smectitic, isohypertermic; P2 as Vertic Endoaquepts, fine, smectitic, isohypertermic; and P3 as Vertic Epiaquepts, fine, smectitic, isohypertermic. Based on the potentials of the land, the highest of land suitability class (LSC) of land utilization type (LUT) local paddy was highly suitable (S1), while the lowest one was not suitable with nutrient availability as the limiting factor (Nna). The highest LCS of paddy-corn LUT was marginally suitable with water availability as the limiting factor (S3wa), while the lower LSC was not suitable with nutrient availabily as the limiting factor (Nna).
Pertumbuhan dan Hasil Jagung yang Dipupuk N, P, dan K pada Tanah Vertisol Isimu Utara Kabupaten Gorontalo . Nurdin; Purnamaningsuh Maspeke; Zulzain Ilahude; Fauzan Zakaria
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 14, No 1: January 2009
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2009.v14i1.49-56

Abstract

The fertilizer availability as source of N, P, and K nutrient where plant responsif  was difficult found by farmer. Thefore, It was needed information about nutrient availability in soil properties to know nutrient deficiency of its by maize as plant indicator. The  objective of this research was to study the respons of  N, P, and K fertilizers and the best combination of it on the growth and yield of Maize. The research conducted at Udic Pellusterts in North Isimu Tibawa District of Gorontalo Regency. The experi- mental design was following random block design that consist of 5 treatments with 3 replications. The result of this research showing that minus N, P, and K fertilizers have a significantly effect on plant age polination, the percentage of height stem of  an ear of corn to plant height and dry straw weight but did not have significantly effect on plant height and the weigh of one hundred grain of Maize. To improve the growth and yield of Maize using fertilizing without P treatment were 250 kg Urea ha-1 and 75 kg KCl ha-1 or completely dosage were 250 kg Urea ha-1, 100 kg TSP ha-1 and 75 kg KCl ha-1 as the best fertilizers combination.
Penggunaan Lahan Kering di DAS Limboto Provinsi Gorontalo untuk Pertanian Berkelanjutan Nurdin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n3.2011.p98-107

Abstract

Lahan kering merupakan salah satu agroekosistem yang berpotensi besar untuk usaha pertanian. Daerah aliransungai (DAS) Limboto mempunyai lahan kering yang sesuai untuk pengembangan pertanian seluas 37.049 ha,sedangkan lahan datar sampai bergelombang yang potensial untuk pertanian 33.144 ha. Untuk memanfaatkanlahan kering tersebut, dapat diterapkan beberapa strategi dan teknologi yang meliputi: 1) pengelolaan sistem budidaya, yang mencakup pengelompokan tanaman dalam suatu bentang lahan mengikuti kebutuhan air yang sama,penentuan pola tanam yang tepat, pemberian mulsa dan bahan organik, pembuatan pemecah angin, dan penerapansistem agroforestry, 2) pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya melalui penyuluhan, penyediaan sarana danprasarana produksi serta permodalan petani, pemberdayaan kelembagaan petani dan penyuluh, serta penerapansistem agribisnis, dan 3) implementasi kebijakan yang berpihak kepada pertanian, yang meliputi pemberian subsidikepada petani di daerah hulu untuk melaksanakan konservasi lahan, pemberian subsidi pajak kepada petani didaerah hulu, penetapan peraturan daerah yang berkaitan dengan pengelolaan lahan berbasis konservasi, danpengelolaan lahan dengan sistem hak guna usaha (HGU). Hal lain yang terpenting dalam pemanfaatan lahan keringadalah sinkronisasi dan koordinasi antarinstitusi pemerintah dengan melibatkan petani untuk menghindari tumpangtindih kepentingan.
Pola Sebaran Retensi dan Ketersediaan Hara pada Toposekuen Lahan Jagung di Desa Pilolaheya, Kabupaten Bone Bolango: Distribution Patterns of Retention and Nutrition Availability at Maize Land Toposequens in Pilolaheya Village, Bone Bolango Regency Nurdin Kyai Baderan; Nangsi Ismail; Fitriah Suryani Jamin
Jurnal Ecosolum Vol. 11 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v11i1.19556

Abstract

Information on land quality as the basis for land management in maize cultivation at the site level is very important, but generally not always available. Study aimed to determine the distribution pattern of nutrient retention and availability in Pilolaheya Village, Bone Bolango Regency. This study used soil survey and deskwork methods to analyze data of nutrient retention (organic C-OC, pH, base saturation-BS, cation exchange capacity-CEC), total N, P2O5, and K2O for nutrient availability. The result shows that the distribution pattern of nutrient retention in corn topose sequences for soil pH on the lower slopes, base saturation on the lower and middle slopes tended to increase with soil depth, while soil pH on the upper slopes, OC and BS on the upper slopes tended to be the opposite., while the soil pH on the middle slope, OC on the lower and middle slopes, and the CEC of all slopes tended to be irregular with the depth of the soil. The distribution pattern of nutrient availability for Total N on the lower and middle slopes, and P2O5 on all slopes tends to be irregular with soil depth, while the total N on the upper slope tends to decrease with soil depth, while the distribution pattern of K2O on the middle and upper slopes tends to be the same, but inversely proportional to the distribution pattern on the downslope
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN INTERVAL PEMBERIAN AIR DAN PUPUK MAJEMUK DI TILOTE, KABUPATEN GORONTALO Nikmah Musa; Wawan Pembengo; Nurdin Nurdin; Nursiah Oktrizqia Adri Akis
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v5i1.153

Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L.) is a vegetable that has high economic value and beneficial for health but in its cultivation, there are still obstacles, especially related to the plant water needs and dosage of fertilizer. This study aims to examine the growth and yield of lettuce and the interaction between water and fertilizer application time intervals in Tilote Village, Gorontalo District. This research was carried out in an acclimatization room using a randomized block design with two factors, namely the water supply interval factor (interval 2 days-A1, interval 3 days-A2) and the second factor fertilizer dosage (50 kg ha-P1, 100 kg/ha-P2). Growth parameter data (plant height, number of leaves, leaf length and leaf width) as well as plant yield (wet weight, leaf weight and percentage of leaf weight to base weight) were analyzed by ANOVA and further tested with the DMRT test at 50% level. The results showed that the water supply interval and the dosage of fertilizer has significantly affect to growth and yield of lettuce. There were an interaction between the water supply interval and the dose of fertilizer that affects the growth and yields of lettuce with the best combination were interval of 2 days and fertilizer dosage of 100 kg/ha.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PETANI DALAM PEMBUATAN PAKAN SILASE DI KELOMPOK TANI RUKUN SEJAHTERA DESA BUALO KABUPATEN BOALEMO Nurdin Baderan; Fitriah Suryani Jamin; Siswatiana Rahim Taha; Agustinus Moonti; Rival Rahman
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i2.336

Abstract

Limbah pertanian, terutama jerami jagung (tebon) yang sangat melimpah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan silase, tetapi masih banyak petani yang belum tahu dan belum bisa untuk membuat pakan silase tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pembuatan pakan silase di Kelompok Tani Rukun Sejahtera Desa Bualo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Guna mencapai tujuan tersebut, maka metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode pelatihan dengan teknik ceramah dan tanya jawab, metode praktikum dan pendampingan kepada peserta, serta metode survei menggunakan instrumen kuisioner untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pembuatan pakan silase. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan dan praktek pembuatan pakan silase terbukti telah mampu memberikan peningkatan pada pengetahuan dan ketrampilan masyarakat, terutama petani tentang pakan silase dan pembuatannya. Tingkat pengetahuan petani tentang pakan silase sebelum pelatihan dilakukan mayoritas peserta pelatihan (94,4%) tidak tahu dan sangat tidak tahu tentang pakan silase. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan, maka mayoritas peserta pelatihan (99,2%) sudah tahu dan sangat tahu tentang pakan silase. Tingkat ketrampilan petani setelah mengikuti praktek dan pendampingan pembuatan pakan silas, mayoritas (90,4%) sudah bisa dan terampil dalam membuat pakan silase. Guna tindak lanjut dari kegiatan ini, maka perlunya pendampingan terus menerus kepada kelompok tani baik oleh penyuluh pertanian maupun perguruan tinggi agar limbah jagung dan limbah pertanian lainnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan silase; dan (perlunya pengkayaan bahan pakan silase agar kandungan nutrisi pakan silase ini lebih lengkap (komplit)
Co-Authors Adam, Marta Agustinus Moonti Amelia Murtisari Andri Husain Angry Pratama Solihin Annisa Mamonto Arsyad, Silviana Asda Rauf Ayu Rosandi Dg Mansyur Bagu, Fitria S. Bahi, Iin Veronica Bahi, Iin Veronika Basuki, Tony Bochari - Christanti Agustina Dai, Dina Nurdiana Dalle, N. S. Dewa Oka Suparwata Djibran, Moh. Muchlis Djibran, Moh. Rapli Djuna, Ilyas Dude, Suyono Dunggio, Muhadjir Echan Adam Endang Listyarini Ervandi, Mohamad Fatmawati Fatmawati Fauzan Zakaria Febrian F. R. Aluwi Fitriah S. Jamin Gomes, Lucio Marcel Hakiman, Mansor Hariyanto Mayang Hayatiningsih Gubali Hermanuddin . Ika Okhtora Angelia Imam Suprayogi Indriati Husain Irham Irham Ismail Yusuf, Ismail Iswan Dunggio Juni Sumarmono Khumaera, Nur Ifra Konio, Mohamad Arif Koto, Arthur Gani Mahmud Kasim Mayasari Yamin, Mayasari Mobilingo, Sinta Mochtar Lutfi Rayes Mokoginta, Meity M Muhammad Arhan Rajab Muhammad Arief Azis Nangsi Ismail Nelson Pomalingo Nikmah Musa Nurmi Nurmi Nurmi Nurmi Nurmi, Nurmi Nursiah Oktrizqia Adri Akis Pakaya, Moh. Reynaldi Paputungan, Adepto Purnama Ningsih Maspeke Rahmanto, Happy Amanda Delicia Rahmatiah Rahmatiah Rajib, Md. Mijanur Rahman Rida Iswati Risma Neswati, Risma Rival Rahman, Rival Roy Harun Sainong, Darliawan Saprin Sartika, Pipit Satria Wati Pade Sijung, Maria Dortiana Sikone, Hilarius Yosef Silvana Apriliani Siska Irhamnawati Pulogu Siswatiana Rahim Taha Sukarman Sukarman Sutrisno Hadi Purnomo Sutrisno Hadi Purnomo Thaib Yahya Warman Tialo Wawan Pembengo Yayan Poga Yiyi Sulaeman Yulin Sudin Yunnita Rahim Zulzain Ilahude