Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KINERJA PEGAWAI PUSDIK INTELKAM POLRI BANDUNG -, Nurdin
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3107

Abstract

Abstract, management Information System (MIS) is important in improving the performance of employess, especially those in the Office of Pusdik Intelkam Polri Bandung. The method used was descriptive with quantitative approach. The data was collected from 83 respondents as sample and used a closed questionnaire. The results of the calculation of general trend using Weighted Means Score (WMS) showed that the computer based management information system was in the excellent category with an average score of 3.23 and the employees’ performance was also in the excellent category with an average score 3.27. Analysis of the correlation between variable X and Y was 0.697 which meant the two variables had strong and positive correlation. The result of test of significance of correlation with the t-test on variable X to Y showed that 𝑡𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (8.738 1.98). It means that the correlation coefficient was significant. The result of determination coefficient test indicated that the effect X variable on Y variable was 48.5% while the rest 51.5% was affected by other factors.Keywords: computer based management information system, performanceAbstrak, sistem Informasi Manajemen (SIM) menjadi penting dalam memperbaiki kinerja pegawai, terutama di Kantor Pusdik Intelkam Polri Bandung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan respondennya pegawai yang berjumlah 83 orang sebagai sampel penelitian. Hasil perhitungan kecenderungan umum menggunakan Weighted Means Score (WMS) menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen berbasis komputer termasuk kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,23 dan kinerja pegawai juga termasuk kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,27. Analisis korelasi antara variabel X terhadap Y sebesar 0,697 artinya kedua variabel pada tingkat hubungan kuat dan terdapat korelasi yang positif. Hasil uji signifikansi korelasi dengan uji-t pada variabel X terhadap Y diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (8,738 1,98) artinya koefisien korelasi yang ditemukan adalah signifikan. Hasil uji koefisien determinasi yaitu variabel X memberikan pengaruh terhadap variabel Y sebesar 48,5% sedangkan sisanya 51,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.Kata Kerja: Sistem Informasi Manajemen, Berbasis Komputer, Kinerja.
ATRIBUT PERGURUAN TINGGI, KEPUASAN INFORMASI, KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI DAN KEPUASAN MEMILIH PERGURUAN TINGGI (STUDI PADA SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU) Buamonabot, Irfandi; Syahdan, Rinto; Arilaha, Muhammad Asril; Fahri, Johan; ., Nurdin
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 5, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.696 KB) | DOI: 10.36549/ijis.v5i2.88

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh atribut perguruan tinggi, kepuasan informasi, kepuasan pengguna sistem informasi terhadap kepuasan memilih perguruan tinggi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 127 responden. Penelitian ini menggunakan metode survei dalam pengambilan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana dan berganda dengan menggunakan aplikasi statistik IBM SPSS versi 24. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dari empat hipotesis yang diajukan terdukung dalam penelitian ini. Pada bagian akhir penelitian ini juga membahas implikasi, keterbatasan dan saran untuk penelitian masa depan akan dibahas dalam penelitian ini.Kata Kunci:   Atribut Perguruan Tinggi, Kepuasan Informasi, Kepuasan Pengguna Sistem Informasi, Kepuasan Memilih Perguruan Tinggi
PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DALAM MENDONGKRAK EKONOMI MASYARAKAT DAERAH TERTINGGAL PADA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Maesar, Alman Rezkiawan; ., Nurdin; Rajab, Muhammad Arhan
Proceeding SENDI_U 2021: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dalam PKMS ini adalah Kelompok Karang Taruna Desa Mallasoro, Kabupaten Jeneponto. Kelompok Karang Taruna Desa Mallasoro juga berkontribusi dalam pengelolaan wisata Pulau Libukang dimana ketuanya adalah Bapak Daeng Miri dengan anggota 10 orang. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, wawancara dan pengamatan terhadap kondisi mitra (Tanggal 11 Oktober 2020) dapat diidentifikasi beberapa permasalahan prioritas yang dihadapi mitra antara lain: 1). Masih minimnya sumberdaya manusia yang berkualitas dalam mengelola objek wisata Pulau Libukang; 2). Belum ada sarana dan prasarana pendukung kawasan wisata; 3). Promosi dan pemasaran wisata belum maksimal. Berdasarkan permasalahan prioritas yang harus ditangani maka solusi yang ditawarkan tim PKMS kepada mitra adalah 1). Pelatihan sumberdaya manusia Pulau Libukang; 2). Pembangunan sarana dan prasarana wisata; 3). Pengelompokkan Klaster Objek Wisata yang akan dikembangkan di Pulau Libukang; 4). Pelatihan promosi dan pemasaran pariwisata. Hasil dan luaran PKMS ini 1). Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam mengelola wisata Pulau Libukang; 2). Terbangunnya 1 unit gazebo wisata; 3). Terbentuk Klaster Objek Wisata serta Promosi Online Template Daftar Destinasi wisata yang dapat dinikmati wisatawan di Pulau Libukang; 4). Peningkatan pengetahuan mitra terkait dengan pemasaran dan promosi wisata.
PENINGKATAN KUALITAS PUPUK ORGANIK PRODUKSI KELOMPOK TANI RUKUN SEJAHTERA DI DESA BUALO KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Baderan, Nurdin; Moonti, Agustinus; Taha, Siswatiana Rahim; Jamin, Fitriah Suryani; Rahman, Rival
PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/peduli.v5i1.269

Abstract

Provision of organic fertilizers was done as an alternative to reduce dependence on inorganic fertilizers, even though they were substantive in nature. Apart from being one of the solutions to the scarcity of subsidized fertilizers, it was also an effort to increase agricultural production, as well as protect the plant environment from pollution and maintain soil fertility. The production of organic fertilizers from local agricultural waste has been proven and successfully carried out by farmer groups based on visual criteria that are fine-textured, black in color and smell of soil. Testing of the nutritional content of organic fertilizers has been carried out and the results prove that the minimum technical requirements for solid organic fertilizers have been met, so that larger scale production can be carried out by farmer groups. To follow up on this activity, suggestions that need to be made include: (a) the potential for agricultural waste from sugarcane and oil palm plantations that has not been used in the manufacture of organic fertilizers can be used as raw material, so that it will enrich the nutritional content and the novelty of this organic fertilizer; (b) the need for licensing for the production of organic fertilizer for farmer groups requires assistance from the instant dan associated with these authority dan regulation; and (c) the need for good and attractive packaging, so that it will market-oriented. Key words: Quality, organic fertilizer, local raw materials.
Growth and Yield of Rice Plant by the Applications of River Sand, Coconut and Banana Coir in Ustic Endoaquert Nurdin, .; Zakaria, Fauzan
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 18, No 1: January 2013
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2013.v18i1.25-32

Abstract

The research aimed to study effect the application of river sand (RS), coconut coir (CC), and banana coir (BC) on growth and yield of rice (Oryza sativa L.) in Ustic Endoaquert. The research was carried out in a green house using 3 × 3 × 3 factorial design. The RS factor consists of three treatment levels which were 0% RS, 25% RS, and 50% RS. Meanwhile, the CC and BC consist of three treatment levels, where each level were 0 Mg ha-1, 10 Mg ha-1 and 20 Mg ha-1. The results showed that RS, CC and BC applications did not have significant effect on plant height. On the other hand, all ameliorant applications had significantly increase leaf length and the highest percentage increasing was in BC (13.49%). The leaf numbers and tiller numbers had relatively similar pattern, except BC that had significantly increased leaf numbers by 77.69% and amount of tiller numbers by 49.45%. Furthermore, for yield components, RS, CC and BC applications had significant increased panicle numbers by 37.76%. It was only RS and BC that increased panicle lenght and the best increasing of 26.82% on RS. Meanwhile, the BC application only increased the rice grain numbers.[How to Cite: Nurdin and F Zakaria. 2013. Growth and Yield of Rice Plant by the Applications of River Sand, Coconut and Banana Coir in Ustic Endoaquert. J Trop Soils, 18 (1): 25-32. doi: 10.5400/jts.2013.18.1.25][Permalink/DOI:www.dx.doi.org/10.5400/jts.2013.18.1.25]
Growth and Yield of Rice Plant by the Applications of River Sand, Coconut and Banana Coir in Ustic Endoaquert Nurdin, .; Zakaria, Fauzan
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 18, No 1: January 2013
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2013.v18i1.25-32

Abstract

The research aimed to study effect the application of river sand (RS), coconut coir (CC), and banana coir (BC) on growth and yield of rice (Oryza sativa L.) in Ustic Endoaquert. The research was carried out in a green house using 3 × 3 × 3 factorial design. The RS factor consists of three treatment levels which were 0% RS, 25% RS, and 50% RS. Meanwhile, the CC and BC consist of three treatment levels, where each level were 0 Mg ha-1, 10 Mg ha-1 and 20 Mg ha-1. The results showed that RS, CC and BC applications did not have significant effect on plant height. On the other hand, all ameliorant applications had significantly increase leaf length and the highest percentage increasing was in BC (13.49%). The leaf numbers and tiller numbers had relatively similar pattern, except BC that had significantly increased leaf numbers by 77.69% and amount of tiller numbers by 49.45%. Furthermore, for yield components, RS, CC and BC applications had significant increased panicle numbers by 37.76%. It was only RS and BC that increased panicle lenght and the best increasing of 26.82% on RS. Meanwhile, the BC application only increased the rice grain numbers.[How to Cite: Nurdin and F Zakaria. 2013. Growth and Yield of Rice Plant by the Applications of River Sand, Coconut and Banana Coir in Ustic Endoaquert. J Trop Soils, 18 (1): 25-32. doi: 10.5400/jts.2013.18.1.25][Permalink/DOI:www.dx.doi.org/10.5400/jts.2013.18.1.25]
Teknologi dan perkembangan Agribisnis cabai di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo ., Nurdin
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n2.2011.p55-65

Abstract

Cabai merupakan komoditas unggulan Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo yang dicanangkan pemerintahdaerah melalui program Gemar Malita. Pembangunan agribisnis cabai di kabupaten ini masih pada tahap subsistemon farm, tetapi pengembangannya mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif. Secara finansial,pengembangan cabai lebih menguntungkan dan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding jagung dan padidengan nilai R/C dan B/C cabai masing-masing 2,15 dan 1,87, lebih tinggi daripada dua komoditas unggulan tersebut.Selain itu, cabai merupakan komoditas basis di Kecamatan Tilamuta, Botumoito, Wonosari, dan PaguyamanPantai. Cabai umumnya dibudidayakan pada tanah Inceptisol, Alfisol, Mollisol, dan Entisol. Namun, lahan iniumumnya telah digunakan untuk komoditas lain atau dikonversi ke penggunaan nonpertanian. Iklim yang keringdan kesuburan tanah yang rendah sampai sedang merupakan faktor pembatas dalam pengembangan cabai di daerahini. Upaya dan strategi yang dapat ditempuh meliputi konservasi tanah dan air, intensifikasi dan diversifikasitanaman, pembinaan kearifan lokal, penyuluhan dan pemberian insentif, serta pemberdayaan kelembagaan perdesaandan penyuluhan. Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan kemitraan dengan pihak swastamelalui pola inti-plasma, contract farming, subkontrak, dagang umum, keagenan, dan kerja sama operasionalagribisnis.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembuatan Eco-Enzym sebagai Alternatif Pemutus Rantai Sampah Organik Rumah Tangga Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Kosasih, Dede; Mulyanto, Age; Maryam, Siti
Empowerment Vol. 5 No. 01 (2022): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v5i01.5037

Abstract

Manajemen pengelolaan sampah dengan pola 3R (reuse, reduce dan recycle) belum berjalan optimal, karena sistem pemilahan sampah belum terlaksana secara terpadu. Sampah yang sudah dipilah sejak level rumah tangga belum tentu akan ditangani secara terpisah ketika telah sampai di tempat pembuangan akhir (TPA). Pemutusan rantai distribusi sampah rumah tanggal menuju TPA melalui pembuatan eco-enzym pada level rumah tangga adalah salah satu solusi alternatif. Eco-enzym kaya akan manfaat, serta mudah dan murah untuk diaplikasikan pada level rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 model pendekatan, yaitu Partisipatory Rural Appraisal (PRA), Entrepreneurship Capacity Building (ECB), dan Teknologi transfer (TT). Ketiga model tersebut diaplikasikan melaui penggalian permasalahan smapah rumah tangga, peningkatan wawasan manfaat ekonomi sampah, dan peningkatan kapasitas pembuatan eco-enzym.
Teknologi dan perkembangan Agribisnis cabai di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Nurdin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n2.2011.p55-65

Abstract

Cabai merupakan komoditas unggulan Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo yang dicanangkan pemerintahdaerah melalui program Gemar Malita. Pembangunan agribisnis cabai di kabupaten ini masih pada tahap subsistemon farm, tetapi pengembangannya mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif. Secara finansial,pengembangan cabai lebih menguntungkan dan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding jagung dan padidengan nilai R/C dan B/C cabai masing-masing 2,15 dan 1,87, lebih tinggi daripada dua komoditas unggulan tersebut.Selain itu, cabai merupakan komoditas basis di Kecamatan Tilamuta, Botumoito, Wonosari, dan PaguyamanPantai. Cabai umumnya dibudidayakan pada tanah Inceptisol, Alfisol, Mollisol, dan Entisol. Namun, lahan iniumumnya telah digunakan untuk komoditas lain atau dikonversi ke penggunaan nonpertanian. Iklim yang keringdan kesuburan tanah yang rendah sampai sedang merupakan faktor pembatas dalam pengembangan cabai di daerahini. Upaya dan strategi yang dapat ditempuh meliputi konservasi tanah dan air, intensifikasi dan diversifikasitanaman, pembinaan kearifan lokal, penyuluhan dan pemberian insentif, serta pemberdayaan kelembagaan perdesaandan penyuluhan. Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan kemitraan dengan pihak swastamelalui pola inti-plasma, contract farming, subkontrak, dagang umum, keagenan, dan kerja sama operasionalagribisnis.
Penggunaan Lahan Kering di DAS Limboto Provinsi Gorontalo untuk Pertanian Berkelanjutan Nurdin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n3.2011.p98-107

Abstract

Lahan kering merupakan salah satu agroekosistem yang berpotensi besar untuk usaha pertanian. Daerah aliransungai (DAS) Limboto mempunyai lahan kering yang sesuai untuk pengembangan pertanian seluas 37.049 ha,sedangkan lahan datar sampai bergelombang yang potensial untuk pertanian 33.144 ha. Untuk memanfaatkanlahan kering tersebut, dapat diterapkan beberapa strategi dan teknologi yang meliputi: 1) pengelolaan sistem budidaya, yang mencakup pengelompokan tanaman dalam suatu bentang lahan mengikuti kebutuhan air yang sama,penentuan pola tanam yang tepat, pemberian mulsa dan bahan organik, pembuatan pemecah angin, dan penerapansistem agroforestry, 2) pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya melalui penyuluhan, penyediaan sarana danprasarana produksi serta permodalan petani, pemberdayaan kelembagaan petani dan penyuluh, serta penerapansistem agribisnis, dan 3) implementasi kebijakan yang berpihak kepada pertanian, yang meliputi pemberian subsidikepada petani di daerah hulu untuk melaksanakan konservasi lahan, pemberian subsidi pajak kepada petani didaerah hulu, penetapan peraturan daerah yang berkaitan dengan pengelolaan lahan berbasis konservasi, danpengelolaan lahan dengan sistem hak guna usaha (HGU). Hal lain yang terpenting dalam pemanfaatan lahan keringadalah sinkronisasi dan koordinasi antarinstitusi pemerintah dengan melibatkan petani untuk menghindari tumpangtindih kepentingan.