p-Index From 2021 - 2026
8.096
P-Index
This Author published in this journals
All Journal UIR LAW REVIEW Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) Awang Long Law Review Yustisia Merdeka : Jurnal Ilmiah Hukum Pagaruyuang Law Journal Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Law, Development and Justice Review Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam JURNAL ILMIAH ADVOKASI Al-Adl : Jurnal Hukum Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Analisis Hukum Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Hukum Lex Generalis JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana AMNESTI : Jurnal Hukum Keadilan TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Kolaboratif Sains Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat The International Journal of Politics and Sociology Research Reformasi Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat JUDGE: Jurnal Hukum Cendekia: Journal of Law, Social and Humanities AL-SULTHANIYAH JUSTITIABLE - Jurnal Hukum Universitas Bojonegoro Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Keadilan Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Journal of Law and Nation
Claim Missing Document
Check
Articles

Model of Swamp and Peat Area Protection Policy Based on Justice and Local Community Empowerment Wijoseno, Taufik; Yulianingrum, Aullia Vivi; Elviandri, Elviandri
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v6i2.6239

Abstract

Peatland management in Kutai Kartanegara faces major challenges, especially due to the expansion of the coal mining industry. Regional Regulation No. 1 of 2016 is designed to protect peat swamp ecosystems and support the welfare of local communities, but its effectiveness is questionable amid the rapid exploitation of natural resources. This study aims to evaluate the effectiveness of the 2016 Regional Regulation in maintaining ecological and social balance through normative juridical law analysis that includes related laws and John Rawls' distributive justice theory approach. The Normative Juridical Citation Method and data are collected from primary legal sources, including Law Number 26 of 2007 concerning Spatial Planning, Law Number 3 of 2020 concerning Amendments to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining, as well as Kutai Kartanegara Regional Regulation Number 1 of 2016 itself and secondary legal sources in the form of relevant literature, such as books, journals, articles and internet sources as well as mass media, both print and online and allow data triangulation to be carried out. The study results show that weak supervision and the absence of strict sanctions for mining companies hinder the optimal implementation of the Regional Regulation, causing adverse impacts on the environment and community welfare. The analysis shows that these regulations are not entirely fair to local communities that are vulnerable to the negative impacts of the mining industry. This study recommends the revision of the Regional Regulation to add strict environmental sanctions provisions and strengthen community participation in peatland management to achieve ecological justice that is in line with regional economic development.
Religious Engineering: Analisis Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) di Kabupaten Kutai Kartanegara Haya, Dita Allika Fadia; Yulianingrum, Aulia Vivi
AL-SULTHANIYAH Vol. 14 No. 2 (2025): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v14i2.3800

Abstract

This study aims to examine Regional Regulation Number 4 of 2021 concerning Gerakan Etam Mengaji (GEMA) in Kutai Kartanegara Regency as a legal instrument rooted in local wisdom and Islamic values. Using a normative legal approach and Miles and Huberman’s interactive data analysis model, the research explores the regulation's content, its underlying philosophical values, and its role as a form of conservative religious engineering. The findings indicate that GEMA not only seeks to preserve the community's religious culture but also serves as a legal strategy to strengthen character development and Qur’anic literacy among students. This regulation represents a participatory legal framework supported by a reward system aimed at educational and religious institutions. GEMA exemplifies how local law can function both as a protector and driver of religious cultural values in the face of modernization.
Urgensi Pembentukan Aturan Khusus Ruang Udara Rendah untuk Mobil Terbang: Studi Komprehensif terhadap Sistem Hukum Penerbangan Indonesia Pebrian, Aldi; Yulianingrum, Aullia Vivi; Surahman, Surahman; Hasmiati, Rahmtullah Ayu
Law, Development and Justice Review Vol 8, No 2 (2025): Law, Development & Justice Review
Publisher : Faculty of Law, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ldjr.8.2025.126-145

Abstract

Di beberapa negara, teknologi transportasi udara perkotaan, khususnya mobil terbang (electric vertical take-off and landing/eVTOL), telah menjadi lebih komersil. Namun, tidak ada undang-undang khusus di Indonesia yang mengatur operasi mobil terbang di ruang udara rendah dan darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat betapa pentingnya membuat aturan khusus untuk mobil terbang, serta masalah hukum dan teknis yang terkait dengan memasukkannya ke dalam sistem transportasi Indonesia. Metode normatif, yaitu analisis konseptual, digunakan dalam penelitian ini. Data ini berasal dari sumber primer (UU Penerbangan No. 1/2009 dan UU Lalu Lintas No. 22/2009) dan sumber sekunder (buku, jurnal, dan laporan kebijakan). Analisis dilakukan dengan melakukan penelitian kepustakaan dan meninjau peraturan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan saat ini tidak memenuhi ciri-ciri unik mobil terbang, seperti kemampuan untuk beroperasi baik di udara maupun di darat. Harmonisasi hukum, sertifikasi, infrastruktur (vertiport), manajemen lalu lintas udara, dan keamanan siber adalah masalah utama. Selain itu, untuk menjamin efisiensi dan keselamatan, klasifikasi ruang udara rendah kelas E dan G memerlukan penyesuaian. Untuk menangani masalah teknis, operasional, dan hukum, diperlukan aturan khusus. Ini harus mencakup adaptasi standar internasional (ICAO), membangun lembaga sertifikasi nasional, membangun infrastruktur pendukung, dan memberikan pelatihan sumber daya manusia untuk pengendalian lalu lintas udara (ATC). Studi ini menekankan betapa pentingnya kerangka hukum yang komprehensif di Indonesia untuk mendukung inovasi mobil terbang.
Implikasi Kebijakan Pengelolaan Pertambangan Batubara Terhadap Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Di Samarinda Yulianingrum, Aullia Vivi; Nurfadillah, Mursidah; Riziq, Sayid Muhammad; Novitadiningrum, Adinda
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i1.2826

Abstract

Implementation of Undang-Undang Cipta Kerja and Undang-undang Number 3 of 2020 concerning Amendments to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining is considered by the Government as a form of policy for managing mining business activities which in fact has a significant impact on environmental damage and the existence of indigenous peoples around the coal mining area. This study aims to describe the implications of coal mining management policies for the existence of indigenous peoples in Samarinda. The research method used is legal research with a qualitative non-doctrinal approach, with the research location in Pampang Village, Samarinda. The data collection techniques are in the form of interviews and observations by purposive sampling. The results of the study show that natural resource policies provide too much convenience for investors, thus creating implications for the existence of customary law and management of business licenses that are out of control. In conclusion, the impact of environmental damage is so great that it is necessary to deregulate and de-bureaucratize the granting of mining business permits to prevent the extinction of customary values ​​and the existence of indigenous and tribal peoples.
Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam berdasarkan Kearifan Lokal Pebrian, Aldi; Yulianingrum, Aullia Vivi
Jurnal Analisis Hukum Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jah.v6i2.5014

Abstract

Peran Pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam berlandaskan kearifan lokal selalu menjadi pembahasan yang begitu hangat, di nilai bahwa masyarakat adat merupakan entitas yang diakui oleh Konstitusi Negara Republik Indonesia, serta mereka sudah hidup lama di wilayah yang memanfaatkan alam sebagai sumber mata pencarian. Pemerintah sebagai pihak yang menjamin keberlangsungan masyarakat adat, sering kali dalam hal pengelolaan sumber daya alam pemerintah di awal perencanaan Sudah tidak melibatkan masyarakat adat. Pengelolaan sumber daya alam masyarakat adat selalu mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga masalah yang ingin diteliti adalah bagaimana peran pemerintah dalam mengelola sumber daya alam berdasarkan kearifan lokal. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pemerintah dalam mengelola sumber daya alam yang berdasarkan nilai-nilai kearifan loka. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif sehingga pendekatan yang digunakan adalah Statute Approach and Conceptual Approach, pendekatan yang digunakan mengkaji norma-norma hukum dan konsep-konsep hukum. Hasilnya bahwa pemerintah harus menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal untuk pengelolaan sumber daya yang sesuai dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 Pasal 3 dan Deklarasi Johannesburg di tahun 2022 yang mana mewajibkan setiap negara untuk mengatur mengenai hak berdaulat negara atas sumber daya alam dan tanggungjawab pemerintah.
Sosialisasi Hukum Pencegahan Tindak Kekerasaan dan Perilaku Bullying Pada Anak di TK ABA Samarinda Yulianingrum, Aullia Vivi; Suryaningsi, Suryaningsi; Alfina, Alfina; Kalsela, Wanda Frisilia
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v4i2.4672

Abstract

Mengurangi penindasan (bullying) di sekolah merupakan perhatian utama para pendidik, orang tua, dan legislator. Kekerasan terwujud dalam berbagai cara, dan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kekerasan tingkat rendah atau mendasar mempunyai dampak yang besar terhadap lingkungan belajar di sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan pendampingan penanganan kasus secara face to face yang meliputi identifikasi kasus, sosialisasi, pemberian materi, pendampingan hukum, solusi, diskusi serta mediasi. Tujuan dari pengabdian adalah menyelesaikan sengketa antara orang tua/wali murid terhadap tindakan bullying oleh siswa penyandang pendampingan psikolog serta memberikan solusi damai antar para pihak yang mengalami konflik. Pengabdian ini menghasilkan bahwa pada kenyataannya bentuk perilaku bullying disertai kekerasan paling umum terjadi di sekolah saat ini dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan bentuk kekerasan yang lebih serius. Oleh karena itu, aspek penting dalam pencegahan kekerasan di sekolah adalah identifikasi dan penerapan intervensi ataupun strategi yang dirancang untuk mencegah atau mengurangi intimidasi di sekolah. Strategi pencegahan intimidasi praktis yang menargetkan berbagai tingkat (yaitu, individu, ruang kelas, dan sekolah) disediakan, dan pedoman praktik terbaik untuk menerapkan program pencegahan intimidasi di sekolah dengan banyak melakukan sosialisasi hukum dan parenting.
Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Agraria: Reformasi Eksekusi Putusan yang Berkeadilan Abisha, Dziqry Irga; Surahman, Surahman; Yulianingrum, Aullia Vivi
AL-SULTHANIYAH Vol. 14 No. 2 (2025): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v14i2.4284

Abstract

Agrarian conflicts in Indonesia, particularly those occurring in East Kalimantan, reflect a profound weakness in the system of fair and effective dispute resolution. Although court rulings have obtained permanent legal force—as exemplified by Decision No. 3/Pdt. Eks/2023/PN. Trg—the execution of such rulings still faces significant obstacles. This study aims to identify the causes behind the failure of agrarian dispute executions and to propose a model for more just and effective resolution. Adopting the perspective of Thomas Aquinas’s theory of justice, this research emphasizes three core principles of justice in resolving agrarian disputes: distributive justice, legal justice, and commutative justice. Based on these principles, the article proposes a set of strategic solutions to enhance the effectiveness of agrarian dispute settlements. These include strengthening mediation before execution, reconstructing execution regulations to limit baseless objections, harmonizing land data to prevent overlapping certificates, and applying a social approach to execution that considers the welfare of affected communities. This study is expected to contribute to the reform of agrarian dispute resolution regulations in Indonesia, with the ultimate goal of establishing a more efficient, equitable, and sustainable system.
Analisis Yuridis Terhadap Perbuatan Melawan Hukum Kegiatan Pengangkutan Hasil Tambang Berdasarkan Peraturan Daerah Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2012 Dhea Shaberina Dila; Yulianingrum, Aullia Vivi; Sunariyo, Sunariyo
Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/consensus.v4i2.1580

Abstract

This study discusses the legal analysis of unlawful acts in the transportation of mining products based on East Kalimantan Regional Regulation No. 10 of 2012 concerning the Management of Public Roads and Special Roads for the Transportation of Coal and Palm Oil. The research focuses on identifying elements of unlawful acts, the implementation of regulations by local governments, and criminal provisions imposed on corporations that violate mining transportation regulations. The research uses a normative legal method by examining legislation, legal literature, and field data as supporting evidence. The results of the study show that violations of the obligation to build special roads, the use of public roads without permission, and non-compliance with technical provisions constitute unlawful acts both formally and materially. The implementation of local regulations faces challenges such as weak supervision and compensation practices that are not in accordance with the law, but it still provides a strong normative basis for local governments through administrative and criminal sanctions. The criminal provisions in the local regulation play a significant role as an instrument of deterrence against corporations, while also supporting the application of the principle of good mining practice and the protection of public safety and interests. Thus, this study emphasizes the importance of local law enforcement in maintaining order, public safety, and the sustainability of mining governance in East Kalimantan.
THE DESIGN OF TERM LIMITATIONS FOR THE REPUBLIC OF INDONESIA'S HOUSE OF REPRESENTATIVES MEMBERS: CONSTITUTIONAL ANALYSIS, REPRESENTATIVE DEMOCRACY, AND THE CHECKS AND BALANCES MECHANISM Sulistafando, Ravidan Maheer; Elviandri; Yulianingrum, Aullia Vivi; Hasmiati, Rahmatullah Ayu
Awang Long Law Review Vol. 7 No. 2 (2025): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v7i2.1941

Abstract

The absence of term limits for legislative members has resulted in a pattern of power entrenchment, thus hampering the process of leadership regeneration and strengthening oligarchic tendencies within parliament. The absence of term limits in the Law of MD3 opens up space for power entrenchment, the formation of political dynasties, conflicts of interest, and a decline in the integrity of representation, reflected in the increasing constituency disconnect, the phenomenon of self-serving legislation, and the high number of legislative corruption cases. Therefore, a comprehensive design is needed to formulate a term limit model that aligns with the constitutional mandate. The study uses normative legal methods through legislative and conceptual approaches, examining the 1945 Constitution, the MD3 Law, the Election Law, Constitutional Court decisions, as well as the theories of constitutionalism, Habermas's deliberative democracy, and Madison's theory of power limitations. The analysis is conducted descriptively-analytical and interpretative-normative to build a cohesive legal argument. The results show that constitutionally, term limits can be justified as an integral part of the principle of power limitation and legal certainty; the current absence of norms has been shown to reduce the effectiveness of the representation function and open up opportunities for abuse of authority. From a leadership regeneration perspective, term limits increase the plurality of political actors, reduce incumbency advantage, and encourage policy innovation, while simultaneously breaking patronage networks that hamper oversight functions. Meanwhile, from a checks and balances perspective, term limits can strengthen the collegial independence of the House of Representatives (DPR) and increase the credibility of its oversight function over the executive, but they need to be designed proportionally to avoid creating an expertise gap or disrupting policy continuity.
Kearifan Lokal Sebagai Instrumen Hukum dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Era Industrialisasi Hattu, Muhammad Ikhsan; Harsie, Sutag; Hanafi, Muhammad; Safutra, Ricky Indrawan; Yulianingrum, Aullia Vivi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas kearifan lokal sebagai instrumen hukum dalam pengelolaan lingkungan hidup di era industrialisasi, serta mengkaji strategi harmonisasi antara hukum positif dan hukum lokal untuk memperkuat tata kelola lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum doktrinal yang berfokus pada analisis norma hukum positif dan prinsip-prinsip hukum yang mengatur pengelolaan lingkungan hidup serta kedudukan kearifan lokal di dalamnya. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan normatif untuk menafsirkan hubungan antara hukum nasional dan living law. Validitas temuan dijaga melalui ketelitian penalaran hukum dan konsistensi penggunaan sumber hukum yang otoritatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti Tana’ Ulen di Kalimantan, awig-awig di Bali, dan sasi di Maluku memiliki daya ikat normatif yang berfungsi sebagai living law. Integrasi nilai lokal ke dalam hukum positif dapat meningkatkan efektivitas perlindungan lingkungan dan memperkuat keadilan ekologis, terutama di tengah kebijakan industrialisasi yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Studi ini dapat menjadi rujukan dalam pembentukan kebijakan hukum lingkungan berbasis pluralisme hukum dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan pendekatan konseptual baru yang menempatkan kearifan lokal bukan sekadar entitas budaya, tetapi sebagai instrumen hukum fungsional dalam sistem hukum nasional.
Co-Authors Abisha, Dziqry Irga Absori Adinda Novitadiningrum Aditama, Syachwa Windita Syafitri Agusriansyah Ridwan Aidil Aidil Aidil, Aidil Aidul Fitriciada Azhari Aldi Pebrian Aldi Pebrian Alfina, Alfina Anatasyah, Clerine Clarisa Andreyan Noor Andri Pranata Ardha, Dea Justicia ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arief Budiono Asnah Aswin Aswin Zulfahmi Bayu Prasetyo Bayu Prasetyo, Bayu Demitha Selvira Amellia Dhea Shaberina Dila Dwi Oktareza Elviandri, Elviandri Erliyando Saputra Fajar Alam Fikri Ananta Nur Rasyid Fitriana, Alisa Zahra Hafied Zen Haniff Ahamat Harsie, Sutag Hasmiati, Ayu Hasmiati, Rahmtullah Ayu Hattu, Muhammad Ikhsan Haya, Dita Alika Fadia Haya, Dita Allika Fadia Herdiawan Herliah, Endang Herman, Akhmad Sobyan Ika Handayani Paturu Ikhwanul Muslim Indah Ratnanun Insan Tajali Nur Insan Tajali Nur Iranda Nadya Febianty Isrofil, Muhammad ivanka salsabila Kalsela, Wanda Frisilia Khairunnisa Zain Dzakiyah Khodijah Nur Tsalis Kurnia Jusuf, Jeane Betty Kuswandi Dwi Eri Edisam Marwiah, Marwiah Muhammad Hanafi Muhammad Nurcholis Alhadi Muhammad Taufiq Noor, Andreyan Novitadiningrum, Adinda Nurfadillah, Mursidah Oktareza, Dwi Oktaviani, Yohana Widya Paturu', Reny Oktaviani Paturu, Reni Oktaviani Pratiwi, Maulidha Eka Rahmatullah Ayu Hasmiati Rahmatullah Ayu Hasmiati Rahmatullah Ayu Hasmiati Reny Oktaviani Paturu Riza, Wahyu Friyonanda Riziq, Sayid Muhammad Robin Dana Rosmini Rosmini Safutra, Ricky Indrawan Saputri, Novia Ardana Sariayana, Tiya Manikam Sayid Muhammad Rizieq Suhadi, Nainuri Sulistafando, Ravidan Maheer Sunariyo Sunariyo Sunariyo Sunariyo, Sunariyo Suparno, Achmad Suparno Surahman Surahman Surahman Surahman Suryaningsi Suryaningsi Suryaningsi Suryaningsi Suswadi Taufik Tri Sukma, Ayu Mega Turnip Mega Marta Widyatmike Gede Mulawarman Wijoseno, Taufik Yandi Dwiyandana Yohana Widya Oktaviani Yuli Setiyowati Yulianto Bayu Setiyawan Zahrah Khan