Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Junk Food dan Kaitannya dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja Nadya Ulfa Tanjung; Annisa Puti Amira; Nur Muthmainah; Shinta Rahma
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.343

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas gizi pada remaja menjadi hal yang perlu diperhatikan karena pertumbuhan dan perkembangan gizi pada remaja erat kaitannya dengan kualitas gizi masyarakat. Pada masa sekarang banyak remaja yang menggemari makanan cepat saji yang diketahui rendah nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja sehingga mengganggu proses tumbuh kembang pada remaja. Junk food memiliki kandungan kalori, lemak, gula, dan sodium yang tinggi, namun sangat rendah serat, vitamin A, dan kalsium, hal ini dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan pada tubuh. Metode: Penulisan jurnal ini menggunakan metode literature review, yang datanya diperoleh dari database Google scholar yang dimulai dari tahun 2016 sampai dengan 2022 dengan jumlah bacaan sebanyak 14 referensi. Selain itu, penulis juga memakai referensi buku. Pada kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi usia ≥ 12 tahun. Hasil: Dari literature review ini diperoleh hasil yang menunjukkan dampak dari konsumsi junk food secara berlebihan ialah munculnya gangguan gizi di usia dini yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food secara berlebih dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja seperti overweight dan obesitas. Kata kunci: Junk food, Kualitas gizi, Remaja Abstract Background: Adolescents nutrition need to be considered and directly related to the quality of community nutrition. Adolescent today prefer to fast foods which are not only contains low nutrients but also interfere their growth and development process. Junk foods contains high calories, fat, sugar and sodium but less fiber, vitamin A, and calcium, which may cause many health problems. Methods: This journal writing used the literature review method, obtained from the Google scholar database starting from 2016 to 2022 with a total of 14 reading references. In addition, the author also uses book references. The inclusion criteria in this study included ages 12 years and over. Result: Result showed that the impact of consuming junk food in excess will cause early nutrition problems that eventually lead to non-communicable diseases. Conclusion: Then it can be concluded that excessive consumption of junk food can cause nutritional problems in adolescents such as overweight and obesity. Keywords: Adolescents, Junk food, Nutritional quality
Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi Dengan Malnutrisi Pada Balita di Puskesmas Lotu Nadya Ulfa Tanjung; Erwin Nofianti Nazara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.431

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Gizi kurang merupakan satu bentuk gangguan kesehatan yang terjadi karena kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan didalam tubuh. Anak dengan kondisi stunting lebih mudah mengalami sakit, baik penyakit yang tergolong menular maupun penyakit yang tidak menular juga disertai dengan peningkatan risiko gizi lebih. Dalam proses tumbuh kembang, pemenuhan nutrisi pada balita mutlak harus dilakukan untuk mendukung maksimalnya pertumbuhan anak serta memastikan mereka terhindar dari stunting. Penyakit infeksi dapat menghambat proses metabolisme, yang dalam jangka waktu tertentu menimbulkan gangguan pertumbuhan pada anak dalam bentuk malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dari asupan dan riwayat infeksi dengan malnutrisi pada balita. Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional yang dilaksanakan di wilayah otoritas Puskesmas Lotu dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam, sedangkan untuk menggali riwayat penyakit diperoleh melalui kuesioner yang berisi pertanyaan tentang riwayat infeksi balita. Seluruh balita dilibatkan dalam penelitian ini sebagai sampel yang berjumlah 30 orang (total sampling). Penelitian menggunakan analisis statistic bivariate untuk membuktikan hubungan. Hasil : Terbukti bahwa ada hubungan yang signifikan yang dibuktikan secara statistik (p-value = 0,001) antara asupan total energi, karbohidrat, protein dan lemak dan penyakit infeksi dengan malnutrisi pada balita. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara asupan gizi makro dan riwayat penyakit infeksi pada balita dengan malnutrisi Kata Kunci : Asupan makro, Malnutrisi, Riwayat penyakit Abstract Background: Malnutrition is a condition due to lack of intake of nutrients needed. Stunted children will be susceptible, both infectious and non-infectoius diseases as well as higher risk of being overweight or obese. During growth and development stage, the fulfillment of nutritional intake in toddlers is very influential in supporting children's growth. Infectious diseases can inhibit metabolic processes, which in periods of time leads to growth disorders in children through malnutrition. This research aimed to determine the association of macronutrients intake and infectious diseases with the incidence of malnutrition in children under five. Methods: This descriptive quantitative research used cross-sectional study design in Puskesmas Lotu region using 3x24 hour food recall, the history infection obtained through a questionnaire. There were 30 children in total under five in the Lotu Health Center working area and and all of them became sample in this research. This study uses bivariate statistical analysis to prove the correlation between variables. Results: Results showed that statistically (p-value = 0,001) the intake of total energy, carbohydrates, protein and fat plus infectious diseases had a significant relationship with malnutrition. Conclusion: This research showed relationships between macronutrients intake and infectious diseases with malnutrition Keywords: Infectious disease, Macronutrients intake, Malnutrition