Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Junk Food dan Kaitannya dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja Tanjung, Nadya Ulfa; Amira, Annisa Puti; Muthmainah, Nur; Rahma, Shinta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.343

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas gizi pada remaja menjadi hal yang perlu diperhatikan karena pertumbuhan dan perkembangan gizi pada remaja erat kaitannya dengan kualitas gizi masyarakat. Pada masa sekarang banyak remaja yang menggemari makanan cepat saji yang diketahui rendah nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja sehingga mengganggu proses tumbuh kembang pada remaja. Junk food memiliki kandungan kalori, lemak, gula, dan sodium yang tinggi, namun sangat rendah serat, vitamin A, dan kalsium, hal ini dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan pada tubuh. Metode: Penulisan jurnal ini menggunakan metode literature review, yang datanya diperoleh dari database Google scholar yang dimulai dari tahun 2016 sampai dengan 2022 dengan jumlah bacaan sebanyak 14 referensi. Selain itu, penulis juga memakai referensi buku. Pada kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi usia ≥ 12 tahun. Hasil: Dari literature review ini diperoleh hasil yang menunjukkan dampak dari konsumsi junk food secara berlebihan ialah munculnya gangguan gizi di usia dini yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food secara berlebih dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja seperti overweight dan obesitas. Kata kunci: Junk food, Kualitas gizi, Remaja Abstract Background: Adolescents nutrition need to be considered and directly related to the quality of community nutrition. Adolescent today prefer to fast foods which are not only contains low nutrients but also interfere their growth and development process. Junk foods contains high calories, fat, sugar and sodium but less fiber, vitamin A, and calcium, which may cause many health problems. Methods: This journal writing used the literature review method, obtained from the Google scholar database starting from 2016 to 2022 with a total of 14 reading references. In addition, the author also uses book references. The inclusion criteria in this study included ages 12 years and over. Result: Result showed that the impact of consuming junk food in excess will cause early nutrition problems that eventually lead to non-communicable diseases. Conclusion: Then it can be concluded that excessive consumption of junk food can cause nutritional problems in adolescents such as overweight and obesity. Keywords: Adolescents, Junk food, Nutritional quality
Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi Dengan Malnutrisi Pada Balita di Puskesmas Lotu Tanjung, Nadya Ulfa; Nazara, Erwin Nofianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.431

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Gizi kurang merupakan satu bentuk gangguan kesehatan yang terjadi karena kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan didalam tubuh. Anak dengan kondisi stunting lebih mudah mengalami sakit, baik penyakit yang tergolong menular maupun penyakit yang tidak menular juga disertai dengan peningkatan risiko gizi lebih. Dalam proses tumbuh kembang, pemenuhan nutrisi pada balita mutlak harus dilakukan untuk mendukung maksimalnya pertumbuhan anak serta memastikan mereka terhindar dari stunting. Penyakit infeksi dapat menghambat proses metabolisme, yang dalam jangka waktu tertentu menimbulkan gangguan pertumbuhan pada anak dalam bentuk malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dari asupan dan riwayat infeksi dengan malnutrisi pada balita. Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional yang dilaksanakan di wilayah otoritas Puskesmas Lotu dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam, sedangkan untuk menggali riwayat penyakit diperoleh melalui kuesioner yang berisi pertanyaan tentang riwayat infeksi balita. Seluruh balita dilibatkan dalam penelitian ini sebagai sampel yang berjumlah 30 orang (total sampling). Penelitian menggunakan analisis statistic bivariate untuk membuktikan hubungan. Hasil : Terbukti bahwa ada hubungan yang signifikan yang dibuktikan secara statistik (p-value = 0,001) antara asupan total energi, karbohidrat, protein dan lemak dan penyakit infeksi dengan malnutrisi pada balita. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara asupan gizi makro dan riwayat penyakit infeksi pada balita dengan malnutrisi Kata Kunci : Asupan makro, Malnutrisi, Riwayat penyakit Abstract Background: Malnutrition is a condition due to lack of intake of nutrients needed. Stunted children will be susceptible, both infectious and non-infectoius diseases as well as higher risk of being overweight or obese. During growth and development stage, the fulfillment of nutritional intake in toddlers is very influential in supporting children's growth. Infectious diseases can inhibit metabolic processes, which in periods of time leads to growth disorders in children through malnutrition. This research aimed to determine the association of macronutrients intake and infectious diseases with the incidence of malnutrition in children under five. Methods: This descriptive quantitative research used cross-sectional study design in Puskesmas Lotu region using 3x24 hour food recall, the history infection obtained through a questionnaire. There were 30 children in total under five in the Lotu Health Center working area and and all of them became sample in this research. This study uses bivariate statistical analysis to prove the correlation between variables. Results: Results showed that statistically (p-value = 0,001) the intake of total energy, carbohydrates, protein and fat plus infectious diseases had a significant relationship with malnutrition. Conclusion: This research showed relationships between macronutrients intake and infectious diseases with malnutrition Keywords: Infectious disease, Macronutrients intake, Malnutrition
Analisis Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Jaring Halus Kec. Secanggang Kab. Langkat Khoirunnisa, Ulfa; Tanjung, Nadya Ulfa; Maulana, Arfan Zidni; Wijaya, Arini Aisyahfira; Dini, Rahma; Purba, Fadila Syahrani; Mauliyand, Sarda
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i1.3505

Abstract

Jaring Halus Village experiences serious sanitation problems, including itching due to unclean water and an unhealthy environment. This research aims to identify major public health problems, design interventions to reduce the prevalence of these diseases. The aspect used is quantitative with a participatory approach and is carried out as part of a form of community service program. This program not only aims to identify and resolve health problems, but also integrates research to support the sustainability of the interventions that have been designed by providing education regarding PHBS and providing KUJARAI herbal drinks. Data was collected through village consultations involving 924 family heads. Participants were selected purposively. Measurements were carried out using the USG (Urgency Seriousness Growth) method. Data were analyzed descriptively and statistically. Itching is the main health problem with the highest score (U=99, S=101, G=105; total 305). This program has succeeded in increasing public awareness of sanitation and personal hygiene. Community-based interventions such as simple water filtration and hygiene education have proven effective in reducing skin diseases in Jaring Halus Village. Future research needs to assess the sustainability of intervention programs to prevent the return of sanitation-related diseases. Keywords: Behavior; Coast; Environment; Health; Sanitation.  Abstrak:  Desa Jaring Halus mengalami masalah sanitasi yang serius, termasuk penyakit gatal-gatal akibat air yang tidak bersih dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah utama kesehatan masyarakat,  merancang intervensi untuk mengurangi prevalensi penyakit tersebut. Aspek yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan partisipatif dan dilakukan sebagai bagian dari bentuk program pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan riset untuk mendukung bagaimana keberlanjutan dari intervensi yang sudah dirancang dengan melakukan penyuluhan mengenai PHBS dan memberikan minuman herbal KUJARAI. Data dikumpulkan melalui rembuk desa yang melibatkan 924 kepala keluarga. Partisipan dipilih secara purposive. Pengukuran dilakukan dengan metode USG (Urgency Seriousness Growth). Data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Penyakit gatal-gatal menjadi masalah kesehatan utama dengan skor tertinggi (U=99, S=101, G=105; total 305). Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi dan kebersihan pribadi. Intervensi berbasis komunitas seperti penyaringan air sederhana dan penyuluhan kebersihan terbukti efektif dalam mengurangi penyakit kulit di Desa Jaring Halus. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji keberlanjutan program intervensi untuk mencegah kembalinya penyakit terkait sanitasi.Kata kunci: Kesehatan; Lingkungan; Perilaku; Pesisir Sanitasi.
Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Masyarakat Di Desa Kutalimbaru Purba, Dwi Syahputri; Panggabean, Diani Sari; Tanjung, Nadya Ulfa; Pane, Jihan Mawaddah; Sa'adah, Naila; Amanda, Dea
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1874

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi nasional di Indonesia mencapai 33,4%. Di Puskesmas Kutalimbaru tercatat 685 kasus hipertensi pada periode Januari hingga Juli 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah masyarakat Desa Kutalimbaru. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan model pre-test dan post-test pada 20 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengukuran dilakukan 30 menit sebelum dan sesudah senam menggunakan tensi digital, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan seluruh responden berjenis kelamin perempuan dengan usia dominan 46–55 tahun (65%). Senam hipertensi menurunkan tekanan darah sistolik dari 135 mmHg menjadi 121,7 mmHg dan diastolik dari 85,4 mmHg menjadi 75,1 mmHg (p = 0,001). Senam hipertensi terbukti efektif menurunkan tekanan darah, sehingga direkomendasikan sebagai kegiatan rutin masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis.
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Stress Kerja Pada Pekerja Depo Lokomotif PT X: pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan saran, kekurangan kajian, pernyataan (ucapan terima kasih, pendanaan, kontribusi setiap penulis, pernyataan konflik kepentingan) daftar pustaka Sari, Novita; Tanjung, Nadya Ulfa; Utami, Tri Niswati
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1761

Abstract

Latar Belakang: Kebisingan okupasional di depo lokomotif yang melebihi nilai ambang batas 85 dBA berpotensi memicu stres kerja psikofisiologis melalui mekanisme neuroendokrin yang kompleks. Tujuan: Menganalisis hubungan intensitas kebisingan dengan risiko stres kerja pada teknisi depo lokomotif. Metode: Penelitian cross-sectional observasional dengan total sampling pada 40 teknisi di Depo Lokomotif. Intensitas kebisingan diukur menggunakan sound level meter tipe II pada 5 titik area kerja dengan metode time-weighted average, dikategorikan ?85 dBA dan >85 dBA. Stres kerja diukur dengan kuesioner tervalidasi 30 item (?=0,89). Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Cramer's V. Hasil: Sebanyak 62,5% area kerja memiliki intensitas kebisingan >85 dBA (rata-rata 88,4±3,1 dBA) dan 72,5% pekerja mengalami stres kerja. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara paparan kebisingan >85 dBA dengan stres kerja (p=0,030, OR=3,8; 95%CI: 1,4-9,9, Cramer's V=0,34). Usia dan masa kerja tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Simpulan: Paparan kebisingan okupasional di atas nilai ambang batas meningkatkan risiko stres kerja psikofisiologis secara signifikan pada teknisi depo lokomotif. Saran: Intervensi pengendalian kebisingan berbasis hierarki kontrol dan penelitian longitudinal dengan sampel yang lebih besar serta desain kohort prospektif diperlukan untuk memvalidasi temuan dan menguji efektivitas intervensi berbasis bukti
Analisis Epidemiologi Komorbiditas Tuberkulosis Diabetes Mellitus Di Kota Medan Tahun 2022–2024 Mawandri, Dwi; Manurung, Revina Aulia; Komaruddin, Niswah Zhafira; Syafitri, Najla Rifda; Yasmin, Wan Yara; Kudadiri, Nazli Ba’iah; Tanjung, Nadya Ulfa
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2024

Abstract

Komorbiditas Tuberkulosis–Diabetes Mellitus (TB–DM) menjadi isu penting kesehatan publik yang tengah meningkat, khususnya di wilayah urban. Kompleksitas tumpang tindih kedua penyakit ini meningkatkan beban pengobatan, risiko komplikasi, dan tantangan dalam penanggulangan penyakit menular. Tujuan penelitian ini menganalisis epidemiologi TB–DM berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di Kota Medan, 2022–2024. Metode Studi deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, proporsi, dan tren tahunan kasus. Hasil penelitian menunjukan kasus TB–DM didominasi oleh laki-laki dan kelompok usia >46 tahun. Secara temporal, jumlah kasus menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan dari 1.485 (2022) menjadi 2.225 (2024), dengan kenaikan tajam sebesar 45,3% terjadi antara tahun 2022 dan 2023. Kesimpulan bahwa Tren peningkatan TB–DM ini menegaskan perlunya integrasi skrining ganda TB–DM di layanan primer untuk menekan beban penyakit ganda dan mendorong intervensi kesehatan berbasis wilayah.
Hubungan Faktor Individu Dan Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Pengolahan PTPN IV Kota Tebing Tinggi : The Relationship Between Individual Factors and Work Posture with Musculoskeletal Disorder Complaints in Processing Workers at PTPN IV, Tebing Tinggi City Sri Damayanti; Nadya Ulfa Tanjung
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10221

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang kerap terjadi secara tiba-tiba dan sering kali diabaikan oleh sebagian besar pekerja formal. Gangguan ini menyerang sistem otot dan rangka tubuh, dan umum dijumpai pada pekerja di sektor industri, terutama mereka yang bekerja dengan postur tidak ergonomis, memiliki masa kerja panjang, serta melakukan aktivitas fisik yang tinggi. MSDs berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu (umur, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja) dan postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja bagian pengolahan di PTPN IV Regional I PKS Rambutan Kota Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 56 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map serta observasi postur kerja dengan metode REBA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur (p=0,012), masa kerja (p=0,000), dan postur kerja (p=0,001) dengan keluhan MSDs. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p=0,543) dan lama kerja (p=0,653) dengan keluhan MSDs. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar perusahaan melakukan perbaikan kondisi ergonomis, memberikan edukasi terkait kesehatan kerja, serta mengatur pola kerja yang lebih sehat guna menekan risiko terjadinya keluhan MSDs pada pekerja
Ektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Rengas Pulau Wulandari, Nabila; Tanjung, Nadya Ulfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37122

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan sebagai upaya intervensi gizi bagi ibu hamil KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Rengas Pulau tahun 2024, menggunakan pendekatan sistem (input, proses, output, dan outcome). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan petugas gizi, kader posyandu, dan ibu hamil, serta dokumentasi data sekunder seperti laporan kohort dan hasil monitoring PMT. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PMT telah didukung oleh sumber daya yang cukup, distribusi PMT yang terstruktur, serta pengawasan dan pelaporan yang dilakukan secara berkala. Terdapat peningkatan status gizi pada seluruh ibu hamil KEK yang menjadi sasaran, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 7,1 kg dan peningkatan LILA sebesar 1,5 cm dalam periode tiga bulan. Kesimpulan Penelitian Program PMT pangan lokal di Puskesmas Rengas Pulau terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi ibu hamil KEK. Pelaksanaan program ini juga mencerminkan integrasi nilai-nilai Islam dalam upaya menjaga kesehatan dan keturunan, sebagaimana tercermin dalam prinsip Maqashid Syariah