Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IDENTIFIKASI RISIKO DAN POTENSI BAHAYA KECELAKAAN KERJA TERHADAP PENGGUNAAN APD MENGGUNAKAN METODE JSA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MEDAN TAHUN 2024 Tarigan, Abdul Rahim; Ridho, Alwi; Br.SK, Dea Ananda; Siregar, Nur Asiyah; Satyo, Rizq Arya; Tanjung, Sofyan Alri Ansyah; Tanjung, Nadya Ulfa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37376

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bahaya yang disebabkan oleh ancaman potensial seperti percikan api, penjalaran api, asap, hingga gas berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan potensi bahaya kecelakaan kerja terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan Job Safety Analysis (JSA).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman utama yang dihadapi petugas meliputi bahaya fisik, kimia, listrik, dan mekanik, yang terjadi dari tahap persiapan keberangkatan hingga proses pemadaman kebakaran. Analisis JSA mengidentifikasi 10 risiko kerja, yang dikategorikan ke dalam tingkat risiko rendah, sedang, bermakna, dan tinggi. Risiko tertinggi ditemukan pada tahap pemadaman akibat paparan suhu ekstrem dan potensi ledakan bahan kimia. Penggunaan APD yang tepat dan penerapan prosedur keselamatan kerja merupakan langkah penting untuk mengurangi potensi kecelakaan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan ketersediaan APD yang sesuai standar serta konsistensi dalam penerapan SOP untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Analisis Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Jaring Halus Kec. Secanggang Kab. Langkat Khoirunnisa, Ulfa; Tanjung, Nadya Ulfa; Maulana, Arfan Zidni; Wijaya, Arini Aisyahfira; Dini, Rahma; Purba, Fadila Syahrani; Mauliyand, Sarda
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i1.3505

Abstract

Jaring Halus Village experiences serious sanitation problems, including itching due to unclean water and an unhealthy environment. This research aims to identify major public health problems, design interventions to reduce the prevalence of these diseases. The aspect used is quantitative with a participatory approach and is carried out as part of a form of community service program. This program not only aims to identify and resolve health problems, but also integrates research to support the sustainability of the interventions that have been designed by providing education regarding PHBS and providing KUJARAI herbal drinks. Data was collected through village consultations involving 924 family heads. Participants were selected purposively. Measurements were carried out using the USG (Urgency Seriousness Growth) method. Data were analyzed descriptively and statistically. Itching is the main health problem with the highest score (U=99, S=101, G=105; total 305). This program has succeeded in increasing public awareness of sanitation and personal hygiene. Community-based interventions such as simple water filtration and hygiene education have proven effective in reducing skin diseases in Jaring Halus Village. Future research needs to assess the sustainability of intervention programs to prevent the return of sanitation-related diseases. Keywords: Behavior; Coast; Environment; Health; Sanitation.  Abstrak:  Desa Jaring Halus mengalami masalah sanitasi yang serius, termasuk penyakit gatal-gatal akibat air yang tidak bersih dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah utama kesehatan masyarakat,  merancang intervensi untuk mengurangi prevalensi penyakit tersebut. Aspek yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan partisipatif dan dilakukan sebagai bagian dari bentuk program pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan riset untuk mendukung bagaimana keberlanjutan dari intervensi yang sudah dirancang dengan melakukan penyuluhan mengenai PHBS dan memberikan minuman herbal KUJARAI. Data dikumpulkan melalui rembuk desa yang melibatkan 924 kepala keluarga. Partisipan dipilih secara purposive. Pengukuran dilakukan dengan metode USG (Urgency Seriousness Growth). Data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Penyakit gatal-gatal menjadi masalah kesehatan utama dengan skor tertinggi (U=99, S=101, G=105; total 305). Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi dan kebersihan pribadi. Intervensi berbasis komunitas seperti penyaringan air sederhana dan penyuluhan kebersihan terbukti efektif dalam mengurangi penyakit kulit di Desa Jaring Halus. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji keberlanjutan program intervensi untuk mencegah kembalinya penyakit terkait sanitasi.Kata kunci: Kesehatan; Lingkungan; Perilaku; Pesisir Sanitasi.
Influence of Energy Intake and Nutritional Status on Work Productivity Among Construction Workers: A Case Study of the Merdeka Square Revitalization Project, Medan Mila Zahara; Rani Suraya; Nadya Ulfa Tanjung
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 4 No. 02 (2025): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v4i02.1010

Abstract

Workers involved in revitalization projects are vulnerable to reduced productivity due to physically demanding tasks, time constraints, and challenging environmental conditions such as heat, noise, and long hours. These factors can lead to fatigue, stress, metabolic disorders, and poor nutritional intake, which in turn reduce endurance and focus. This study examines the influence of energy intake and nutritional status on work productivity among workers at the Merdeka Square Revitalization Project in Medan City. A quantitative cross-sectional design was used, involving 77 respondents. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression tests. After controlling for confounders, both energy intake and nutritional status significantly affected work productivity (p < 0.05). Although excess energy intake was not statistically significant (Exp(B) = 1.319; 95% CI: 0.375–4.642), it still posed a 1.3 times greater risk of reduced productivity compared to adequate intake. In contrast, insufficient energy intake was significant (p = 0.030; Exp(B) = 5.375), with a 5.4 times greater risk of lower productivity. Nutritional status, both overnutrition (p = 0.009; Exp(B) = 10.039) and undernutrition (p = 0.002; Exp(B) = 14.898), significantly affected productivity. The Nagelkerke R² value of 0.354 indicates that these variables explain 35.4% of the variance in work productivity.
Factors Affecting Community Participation in the Use of Health Services in Primary Care Oktapianti, Wanda Aulia; Tanjung, Nadya Ulfa; Hasibuan, Rapotan
PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS Vol. 4 No. 3 (2025): JULY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/comorbid.v4i3.1823

Abstract

The main problem in this study is the low participation of the community in utilizing health services at the Bandar Baru Health Center, Deli Serdang Regency, even though facilities and programs are available. Barriers such as difficult access to transportation, low ownership of health insurance, and inappropriate perceptions of the disease are the main inhibiting factors. The purpose of this research is to examine the various factors that impact the involvement of the community in utilizing health services at the health center. Utilizing a quantitative approach with a cross-sectional framework, the study gathered a sample of 96 participants using accidental sampling methods. The collected data underwent analysis through the chi-square test to determine the association between independent and dependent variables. The findings indicated a notable correlation between accessibility (p=0.001), ownership of health insurance (p=0.031), and perception of diseases (p=0.014) with the utilization of health services. Conversely, factors such as age, gender, education, occupation, and the presence of health professionals did not display a significant relationship (p>0.05). The implications of this study indicate the importance of community-based interventions to improve physical and financial access to health services and public health education. These interventions need to involve cross-sectors and consider local cultural factors so that the use of health services becomes more equitable and sustainable.
Hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tenaga kesehatan di Puskesmas X Hilmi, Taufik; Tanjung, Nadya Ulfa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1758

Abstract

Tenaga Kesehatan pada Puskesmas X memiliki peluang bahaya terkena keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang cukup tinggi karena bekerja dalam posisi tubuh yang tidak nyaman, seperti saat membantu mengangkat pasien, berdiri terlalu lama, memeriksa pasien posisi membungkuk dan posisi duduk yang terlalu lama. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada tenaga kesehatan Puskesmas X. Variabel Independen penelitian ini adalah (postur kerja) diukur menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan (durasi kerja) menggunakan kuisoner serta Variabel Dependen pada penelitian ini adalah keluhan (Musculoskeletal Disorder) yang diukur menggunakan NBM (Nordic Body Map). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 62 orang terdiri dari Dokter Umum, Kesehatan Masyarakat, Perawat Gigi, Bidan dan Perawat. Hasil uji statistik Chi-Square postur kerja dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menunjukkan angka (p = 0,007). Hasil uji statistik Chi-square durasi kerja dengan Musculoskeletal Disorders menunjukkan angka (p = 0,004). Terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Tenaga Kesehatan Puskesmas X dan terdapat hubungan antara durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Tenaga Kesehatan Puskesmas X.
The Triple Burden Phenomenon and Eating Behaviors of Generation Z: A Phenomenological Study among Health Students Ramadhani, Lutfiah; Tanjung, Nadya Ulfa
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1720

Abstract

The digital era has transformed dietary behaviors among Generation Z, contributing to the triple burden of malnutrition. This study explored the experiences of health students at the Faculty of Public Health, State Islamic University of North Sumatra, focusing on the relationship between social media exposure, eating patterns, and self-efficacy. A qualitative phenomenological approach was applied with ten participants. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and 3x24-hour food recalls, then analyzed using Miles and Huberman’s framework. Findings revealed that seven participants consumed excessive calories, averaging 2,102 kcal/day, above recommended levels. Social media food content, particularly simulacra and mukbang, triggered increased appetite and grazing patterns, with frequent snacking episodes accounting for more than half of daily intake. Low self-efficacy in portion control further reinforced overeating behaviors, even among students with adequate nutrition knowledge. These patterns illustrate overnutrition within the broader triple burden of malnutrition. Social media creates a hyperreality that shapes consumption beyond biological needs, complicating nutritional challenges in the digital age. Strengthening digital literacy and enhancing self-efficacy are essential strategies to mitigate the risks of overeating and address the triple burden among Generation Z.
Factors Related to Complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDS) in Cleaning Service Workers Dalimunthe, Azila Rahimah; Tanjung, Nadya Ulfa; Astuty, Delfriana Ayu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3436

Abstract

One of the jobs that has the potential to experience MSDs complaints is Cleaning Service workers who perform work repeatedly for a long time so that it can potentially damage the Musculoskeletal system. This study aims to determine the factors associated with MSDs complaints in Cleaning Service officers at RSUP Haji Adam Malik Medan. This study used quantitative analytical methods with Cross Sectional design, where the population amounted to 262 people. Determination of samples using the Lemeshow formula with stratified random sampling techniques with an error rate of 5%, obtained a sample of 150 people. Data results through statistical analysis using Chi square test. It is known that there is a relationship between age (pvalue = 0.039), gender (pvalue = 0.030), length of work (pvalue = 0.038), sports activities (0.028) with complaints of MSDs. With the existence of factors related to complaints of MSDs that are at risk of occurring in Cleaning Service workers of RSUP Haji Adam Malik Medan, it is expected for every worker to do adequate rest, by stretching if they start to feel sore in the joints or when do a job that can cause with complaints MSDs in order to still be able to do the job effectively.
GAMBARAN PENGUKURAN ANGKA STUNTING DI KOTA MEDAN TAHUN 2022 Aisyah, Siti; Putri, Karina Aulia; Amalia, Amanda; Carera, Dwi Rafi; Halizah, Nur; Pranita, Mayang; Ardana, Nisa; Syahfitri, Wulan; Pasaribu, Fathya Saharani; Tanjung, Nadya Ulfa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27729

Abstract

Stunting pada anak yang berumur dibawah lima tahun harus mendapat perhatian khusus sebab bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik, status kesehatan pada anak dan perkembangan mental. Di Kota Medan pada tahun 2020 terdapat jumlah balita stunting sebesar 491 orang, pada tahun 2021 turun menjadi 368 orang dan pada tahun 2022 turun menjadi 364 orang. Makanan yang memiliki zat gizi yang seimbang dan penerapan hidup sehat. Metode penelitian ini memakai metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini di laksanakan pada 3 tahun terakhir yakni dimulai tahun 2020-2022. Populasi penelitian ini semua balita di kota medan. Sampel penelitian ini balita stunting di kota Medan yang tinggal di 21 kecamatan. Penelitian ini di lakukan di 21 kecamatan di kota Medan yang tersebar di 41 puskesmas. Dengan kasus stunting terbanyak di tahun 2022 adalah Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini menunjukkan hasil adanya penurunan angka stunting dari tahun ke tahun. Dengan dukungan program yang di buat oleh dinas kesehatan Kota Medan. Jumlah balita stunting pada tahun 2020 sebanyak 491 (0.88%)  dari total balita yang diukur 55.753 balita. Hal ini mengalami penurunan pada tahun 2021, jumlah balita stunting sebanyak 368 (0.38) dari total balita yang diukur  94.753. Dan pada tahun 2022 kembali mengalami penurunan jumlah balita stunting sebanyak 364 (0.30%) dari total balita yang diukur 119.225 balita. Kesimpulan penelitian ini adalah Jumlah balita stunting pada tahun 2020-2022 mengalami penurunan. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Medan mengadakan beberapa program untuk penanganan dalam penurunan prevalensi stunting.
PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI SUMATERA UTARA Asnawi, Arifatul Aini; Maziaturrahmah, Maziaturrahmah; Handayani, Wulan; Tanjung, Nadya Ulfa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22679

Abstract

Kejadian Stunting menjadi perhatian penting di Indonesia. Stunting ialah masalah gizi kurang yang berlangsung saat anak masih didalam kandungan diketahui dengan tinggi badan anak lebih pendek daripada anak seumurannya, kondisi Stunting ditandai dengan panjang badan ataupun tinggi badan anak dibawah dari -3 SD sampai dengan <-2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberhasilan program pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dalam pencegahan stunting di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskiptif dengan metode kualitatif dengan menggunakan rancangan document study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,  Fokus penelitian dalam penelitian ini untuk melihat tingkat keberhasilan program pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dalam pencegahan stunting di Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian Berdasarkan data SSGI, prediksi Prevalensi Stunting Balita di Sumatera Utara mengalami Penurunan setiap tahunnya. Dapat dilihat data SSGBI 2019 sebesar 30,11 menurun 9,01% menjadi 21,1% pada tahun 2022, diikuti dengan meningkatnya cakupan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil. Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil menjadi salah satu upaya dalam penurunan angka stunting di Indonesia, Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) paling sedikit 90 butir semasa kehamilan menjadi salah satu usaha dalam mencegah masalah stunting. Secara nasional berdasarkan data SSGI 2022 menunjukkan prevalensi stunting 21,6% mengalami penurunan sebanyak 2,8% yang sebelumnya di tahun 2021 sebanyak 24,4%.
The utilization of mackarel tuna as Nutrient-Dense Complementary Food (MPASI) Tanjung, Tiara Nanda Puspita; Eliska, Eliska; Tanjung, Nadya Ulfa
Science Midwifery Vol 12 No 3 (2024): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i3.1611

Abstract

This study explores the potential of mackerel tuna as a nutritious complementary food source (MPASI) due to its rich protein content and high availability, which could play a crucial role in a balanced diet for toddlers. The aim of this research is to investigate the potential of mackerel tuna as a protein source in nutritious complementary foods for breastfeeding infants. This study employs experimental and observational methods to evaluate the potential of mackerel tuna as a complementary food. The results are analyzed descriptively, and protein content analysis is conducted on mackerel tuna nuggets. The research is carried out in three stages: recipe creation, recipe modification trials, and protein content testing. Protein content analysis, conducted at the Biochemistry Laboratory of FMIPA, Universitas Sumatera Utara, using spectrophotometry on mackerel tuna nugget samples, showed a protein content of 0.35 grams per gram, indicating 35 grams of protein in 100 grams of nuggets. Processed mackerel tuna in the form of nuggets represents a promising variation of MPASI menu rich in protein content. Protein is crucial for supporting the growth and development of toddlers as it is a primary nutrient essential for physical growth, including bone and muscle development. Additionally, protein plays a role in brain development, enhancing cognitive function in toddlers.