p-Index From 2021 - 2026
9.674
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) E-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan Dan Konseling Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Indonesian Journal of Education and Mathematical Science PAKAR Pendidikan Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Family Education Online Learning in Educational Research Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Journal of Education, Cultural, and Politics Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Innovative: Journal Of Social Science Research IWJ : Inland Waterways Journal TOFEDU: The Future of Education Journal Journal of Mandalika Literature International Journal of Educational Narratives IWTJ : International Water Transport Journal Jurnal Literasi Digital
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Multimedia Interaktif Mengunakan Adobe Captivate 7.0 pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Komputer Nofri Hendri; Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.481 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i2.467

Abstract

Prosedur penelitian ini mengacu pada pengembangan model prosedural Borg & Gall yang disederhanakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Mulai dari Identifikasi Kebutuhan, Tujuan Formulasi, Pengembangan Konten, Validasi, dan kemudian melakukan produk Revisi sesuai saran dan komentar ahli materi dan pakar media, tahap terakhir uji coba produk dilakukan terhadap 20 siswa. Analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran Multimedia Interaktif berada dalam kategori sangat baik. Untuk aspek material termasuk dalam kategori unggulan (4.64). Untuk aspek presentasi media termasuk dalam kategori unggulan (4.58). Selanjutnya, hasil uji keterbatasan praktis penggunaan media berada pada kategori sangat baik (4.4). Kata kunci: Multimedia Interaktif; Adobe Captivate 7.0, Dasar-dasar Teknologi Pembelajaran.
ANALISIS DAN REFLEKSI MODEL MODEL PEMBELAJARAN Lisa Candra Sari; Novrianti Novrianti; Supratman Supratman
E-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): E-Tech
Publisher : Kurikulum Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.619 KB) | DOI: 10.24036/et.v9i1.112875

Abstract

Model pembelajaran  tidak dapat disamakan dengan strategi atau  metode. Strategi dan metode adalah bagian yang terkandung di dalam sebuah model pembelajaran. Untuk menjalankan strategi tersebut, seorang pendidik dapat menggunakan beberapa metode sekaligus. Kemampuan untuk dapat melakukan analisis dan refleksi pada model-model pembelajaran tertentu sangat diperlukan oleh guru, dosen, atau perancangan program pembelajaran tertentu guna menemukan solusi. Solusi yang dihasilkan bermanfaat untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Selanjutnya untuk mengukur keakuratan  Dalam artikel ini akan membahas tentang beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pengajarannya. Model yang dikaji adalah model interaksi social, pemrosesan informasi, individual dan model personal. Selain itu juga akan dikaji terkait dengan desain pembelejaran yang paling umum digunakan dalam merancang pembelajaran. Adapun model desain yang dikaji adalah desain sitematik, ASSURE, cycle dan model ADDIE.
Kahoot App as a Digital Evaluation Alternative For Online Learning Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.634 KB) | DOI: 10.30983/educative.v6i1.4646

Abstract

The use of paper tests has created problems for evaluation such as demotivation, psychological burden, and lengthy scoring process and analysis of answers. Kahoot is an application that offers digital evaluation. Examining the effectiveness of its use is therefore necessary. This Research and Development (R&D) study adopts the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research instrument consists of test items and questionnaire sheets. The results of the validation of items in the category of “appropriate to use” include many revisions and recommendations. The results of the test items obtained as many as 46 questions in the valid category. The results of the practicality test in the “adequately practical” category show a score of 3.80. The effectiveness test results in two test classes were 0.068. The research indicates that this product is usable, but the effectiveness test data obtained show that there is no significant difference between digital evaluations using the Kahoot application. However, the norm reference value differs between the two classes. This means that a visually appealing digital evaluation can increase a student’s enthusiasm for learningPenggunaan paper test telah memberikan kesan membosankan, beban psikologis, proses skoring yang lama serta analisis jawaban pada soal essay merupakan permasalahan evaluasi. Pleh sebab itu, pengembangan evaluasi digital dengan menggunakan Kahoot dan melihat keefektifan pengembangan kedalam penggunaannya sangat dibutuhkan. Penelitian pengembangan ini dengan mengadobsi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penelitian meliputi butir tes dan lembaran angket. Analisis data yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Hasil data kualitatif dari validator tentang butir soal serta produk berisi saran dan masukan. Hasil validasi butir soal kategori layak digunakan dengan banyak revisi, hasil uji coba butir soal diperoleh sebanyak 46 soal dalam kategori valid. Hasil uji kepraktisan kategori cukup praktis dengan skor 3.80. Hasil uji efektifitas pada 2 kelas ujicoba, didapat sebesar 0,068. Berdasarkan hasil pengembangan, maka produk ini terkategori layak untuk digunakan, namun dari hasil uji efektifitas didapat data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara evaluasi digital menggunakan aplikasi Kahoot. Hal ini memberikan makna bahwa evaluasi digital yang menarik mampu merubah semangat belajar mahasiswa. Kendala lain juga difaktori oleh kekuatan provider yang digunakan, sehingga kualitas kecepatan dan kepuasan usebilitas tidak terpenuhi.
TEKNIK PENGEMBANGAN DAN EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.763 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i1.123

Abstract

Penelitian pengembangan menjadi suatu metode penelitian yang cukup popular dan banyak dipilih sebagai metode penelitian dalam segala bidang kajian, termasuk dalam dunia pendidikan. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian dan pengembangan bertujuan menghasilkan produk maka sangat jelas produk ini adalah objek yang diteliti pada proses awal penelitian sampai akhir, sedangkan jika dilakukan uji coba dalam kelas peserta didik, maka peserta didik ada lah subjek penelitian (pelaku). Jadi titik fokus penelitian kita sebenarnya ada pada objek penelitian (produk), sehingga dalam mengambil keputusan tidak mengarah kemana-mana yaitu tetap pada produk yang dikembangkan (objek penelitian). Proses evaluasi terhadap produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah rangkaian utama untuk melihat kelayakan suatu produk sebelum dilakukan ujicoba. Evaluasi sering dilihat sebagai proses yang sulit seolah-olah lebih sulit dari kehidupan diluar kemampuan orang pada umumnya, tapi bisa dipecahkan oleh para ahli statistic, dan umumnya tidak mungkin hanya dilakukan oleh orang-orang biasa dalam merancang pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Dalam pengaturan pengembangan pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang berskala besar, teknik evaluasilah yang seharusnya memberikan pengaruh yang kuat terhadap kualitas produk namun ini justru tidak terjadi. Hal ini menimbulkan satu persoalan yang semestinya menjadi perhatian bagi para peneliti pengembangan terutama mahasiswa, sehingga tetap memfokuskan proses validasi dan evaluasi dalam penelitian pengembangan.
Pengembangan Multimedia Interaktif Mengunakan Adobe Captivate 7.0 pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Komputer Nofri Hendri; Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.625 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i2.467

Abstract

Prosedur penelitian ini mengacu pada pengembangan model prosedural Borg & Gall yang disederhanakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Mulai dari Identifikasi Kebutuhan, Tujuan Formulasi, Pengembangan Konten, Validasi, dan kemudian melakukan produk Revisi sesuai saran dan komentar ahli materi dan pakar media, tahap terakhir uji coba produk dilakukan terhadap 20 siswa. Analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran Multimedia Interaktif berada dalam kategori sangat baik. Untuk aspek material termasuk dalam kategori unggulan (4.64). Untuk aspek presentasi media termasuk dalam kategori unggulan (4.58). Selanjutnya, hasil uji keterbatasan praktis penggunaan media berada pada kategori sangat baik (4.4). Kata kunci: Multimedia Interaktif; Adobe Captivate 7.0, Dasar-dasar Teknologi Pembelajaran.
e-MODUL COMPUTER BASED LEARNING SEBAGAI E-RESOURCE DIGITAL LITERACY BAGI MAHASISWA Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1982.488 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.646

Abstract

Abstrak Mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) merupakan salah satu mata kuliah wajib. Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa untuk membekali lulusan program studi Teknologi Pendidikan agar mampu mendesain dan mengembangkan media pembelajaran interaktif baik untuk pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Fenomena yang terjadi pada mata kuliah PBK adalah mahasiswa kesulitan memahami materi ajar sehingga mempengaruhi hasil belajar. Artikel ini akan membahas mengenai masalah-masalah yang mempengaruhi rendahnya daya serap mahasiswa terhadap materi yang dipelajari. Hal tersebut diungkap dengan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Data tersebut dianalisis dan dinterpretasikan untuk menemukan kesimpulan faktor-faktor yang mempengaruhi sulitnya mahasiswa memahami materi. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor penyebab munculnya masalah dalam mata kuliah PBK adalah a) daya tarik mahasiswa terhadap materi cetak, b) motivasi internal dan eksternal, c) kemampuan awal, dan d) kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yang bervariasi. Pembelajaran dengan menggunakan e-Modul dapat mempermudah akses materi yang dibutuhkan mahasiswa dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dikarenakan dukungan berbagai aplikasi dan fitur yang menarik yang akan mudah dipahami mahasiswa. Tujuan penelitian ini berupa produk terapan berupa e-Modul yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah, dan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dibuktikan dengan peningkatan skor hasil belajarnya.Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Model yang digunakan mengadopsi dari model pengembangan Borg dan Gall dengan tahapan yang telah dimodifikasi yaitu (1) Perencanaan, (2) Mengembangkan Produk awal, (3) validasi produk, (4) uji coba terbatas dan (5) Hasil produk akhir. Uji validitas produk dilakukan oleh tiga orang validator yaitu validator media dan validator materi. Uji coba produk dilakukan kepada 30 orang mahasiswa jurusan KTP FIP UNP yang mengambil mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer yang terdaftar dalam mata kuliah.. Instrumen yang digunakan adalah angket, format penilaian dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kualitas multimedia interaktif yang dikembangkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-Modul untuk mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer, dalam aspek materi berada pada kategori “sangat baik”, untuk aspek media berada pada kategori “Sangat Baik”. Selanjutnya, untuk hasil uji kepraktisan produk yang telah dilakukan berada pada kategori “sangat praktis”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-Modul ini praktis digunakan sebagai sumber belajar dan media alternatif dalam perkuliahan Pembelajaran Berbasis Komputer. Kata Kunci : e-modul, sumber belajar, Pembelajaran Berbasis Komputer
Pengembangan dan Efektifitas Penggunaan Computer Based Testing pada Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran pada Program Studi Teknologi Pendidikan Syafril Syafril; Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.985 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i2.470

Abstract

Pelaksanaan evaluasi terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu alat pengukur, evaluator, peserta didik dan situasi yang akhirnya dapat berimbas kepada hasil belajar. Evaluator tidak hanya mendasarkan penilaian secara langsung dari hasil perkuliahan, tapi juga harus memperhatikan faktor-faktor pelaksanaannya. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan produk Computer Based Testing (CBT) yang sesuai dengan kriteria kelayakan media dan materi pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran melalui validasi beberapa ahli dan uji coba produk. Model penelitian pengembangan ini adalah model prosedural dengan subjek penelitian terdiri dari validator ahli media dan validator ahli materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah format penilaian dengan kriteria yang meliputi aspek isi materi berupa Tes Pilihan Ganda dan aspek media, kemudian angket yang digunakan dalam pelaksanaan uji coba untuk melihat kemudahan bagi subjek coba menggunakan produk CBT. CBT dikembangkan dengan 2 tipe yaitu dengan software dan online yang dilaksanakan secara serentak dengan 2 laboratorium komputer yang berbeda. Hasil pengembangan dikategorikan produk CBT mata kuliah evaluasi pembelajaran layak untuk digunakan, sedangkan untuk hasil ujicoba efektifitas penggunaan menghasilkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan tes dengan sistem manual dengan CBT baik secara online maupun software. Namun fungsi utama dari CBT tetap pada kemudahan bagi evaluator untuk melakukan verivikasi dan scoring yang dapat dilakukan dengan segera.. Kata Kunci: evaluasi, computer based testing, evaluator.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE Novrianti Novrianti; Rayendra Rayendra
E-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): E-Tech
Publisher : Kurikulum Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/et.v10i1.119319

Abstract

The background of this research is the reality found in the field, namely at SMP Negeri 12 Padang, that the lack of motivation and concentration of students in learning, only some students dare to ask questions or express opinions in class, while other students only accept what is given by the teacher. Researchers see the conventional way of teaching teachers, where learning is only centered on the teacher, especially in social studies lessons, teachers are only motivated by textbooks, students only listen and take notes, at the end of learning students answer LKS, so there are still many class VII students who get results. low learning. To overcome this problem, one alternative that can be applied is to use a cooperative learning model of the Question Student Have type. This study uses a quantitative approach in the form of a quasi experiment. The population of the study was class VII students. The sampling technique was purposive sampling, namely class VII1 and VII3. The data collection technique used a test, in the form of objective questions and the data collection tool was a test question sheet. The data is processed by test (t-test). The results of the study obtained that the average value of the experimental group was 80.16, while the control group was 66.72. From the analysis of the t-test = 4.905 > t table = 2,000, at a significance of 0.05. There is a significant difference in student learning outcomes. It is concluded that the application of the Question Student Have Cooperative learning model has a high effect on student learning outcomes in social studies subjects.Keywords: Question Student Have; Learning outcomes; IPS.
e-MODUL COMPUTER BASED LEARNING SEBAGAI E-RESOURCE DIGITAL LITERACY BAGI MAHASISWA Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1982.344 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.646

Abstract

Abstrak Mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) merupakan salah satu mata kuliah wajib. Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa untuk membekali lulusan program studi Teknologi Pendidikan agar mampu mendesain dan mengembangkan media pembelajaran interaktif baik untuk pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Fenomena yang terjadi pada mata kuliah PBK adalah mahasiswa kesulitan memahami materi ajar sehingga mempengaruhi hasil belajar. Artikel ini akan membahas mengenai masalah-masalah yang mempengaruhi rendahnya daya serap mahasiswa terhadap materi yang dipelajari. Hal tersebut diungkap dengan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Data tersebut dianalisis dan dinterpretasikan untuk menemukan kesimpulan faktor-faktor yang mempengaruhi sulitnya mahasiswa memahami materi. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor penyebab munculnya masalah dalam mata kuliah PBK adalah a) daya tarik mahasiswa terhadap materi cetak, b) motivasi internal dan eksternal, c) kemampuan awal, dan d) kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yang bervariasi. Pembelajaran dengan menggunakan e-Modul dapat mempermudah akses materi yang dibutuhkan mahasiswa dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dikarenakan dukungan berbagai aplikasi dan fitur yang menarik yang akan mudah dipahami mahasiswa. Tujuan penelitian ini berupa produk terapan berupa e-Modul yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah, dan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dibuktikan dengan peningkatan skor hasil belajarnya.Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Model yang digunakan mengadopsi dari model pengembangan Borg dan Gall dengan tahapan yang telah dimodifikasi yaitu (1) Perencanaan, (2) Mengembangkan Produk awal, (3) validasi produk, (4) uji coba terbatas dan (5) Hasil produk akhir. Uji validitas produk dilakukan oleh tiga orang validator yaitu validator media dan validator materi. Uji coba produk dilakukan kepada 30 orang mahasiswa jurusan KTP FIP UNP yang mengambil mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer yang terdaftar dalam mata kuliah.. Instrumen yang digunakan adalah angket, format penilaian dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kualitas multimedia interaktif yang dikembangkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-Modul untuk mata kuliah Pembelajaran Berbasis Komputer, dalam aspek materi berada pada kategori “sangat baik”, untuk aspek media berada pada kategori “Sangat Baik”. Selanjutnya, untuk hasil uji kepraktisan produk yang telah dilakukan berada pada kategori “sangat praktis”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-Modul ini praktis digunakan sebagai sumber belajar dan media alternatif dalam perkuliahan Pembelajaran Berbasis Komputer. Kata Kunci : e-modul, sumber belajar, Pembelajaran Berbasis Komputer
TEKNIK PENGEMBANGAN DAN EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.619 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i1.123

Abstract

Penelitian pengembangan menjadi suatu metode penelitian yang cukup popular dan banyak dipilih sebagai metode penelitian dalam segala bidang kajian, termasuk dalam dunia pendidikan. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian dan pengembangan bertujuan menghasilkan produk maka sangat jelas produk ini adalah objek yang diteliti pada proses awal penelitian sampai akhir, sedangkan jika dilakukan uji coba dalam kelas peserta didik, maka peserta didik ada lah subjek penelitian (pelaku). Jadi titik fokus penelitian kita sebenarnya ada pada objek penelitian (produk), sehingga dalam mengambil keputusan tidak mengarah kemana-mana yaitu tetap pada produk yang dikembangkan (objek penelitian). Proses evaluasi terhadap produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah rangkaian utama untuk melihat kelayakan suatu produk sebelum dilakukan ujicoba. Evaluasi sering dilihat sebagai proses yang sulit seolah-olah lebih sulit dari kehidupan diluar kemampuan orang pada umumnya, tapi bisa dipecahkan oleh para ahli statistic, dan umumnya tidak mungkin hanya dilakukan oleh orang-orang biasa dalam merancang pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Dalam pengaturan pengembangan pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang berskala besar, teknik evaluasilah yang seharusnya memberikan pengaruh yang kuat terhadap kualitas produk namun ini justru tidak terjadi. Hal ini menimbulkan satu persoalan yang semestinya menjadi perhatian bagi para peneliti pengembangan terutama mahasiswa, sehingga tetap memfokuskan proses validasi dan evaluasi dalam penelitian pengembangan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Fajar, Dimas Abna Hidayati Abrila, Three Suhaimah Ade Meldi Adi Novriansyah, Adi Aditya Permadi Afdhal, Muhammad Abim Aisy, Fira Rahadhatul Alhamdani, Ega Alkadri Masnur Alwiah, Sy. Sarah Andriani, Cesilia Anggreana, Vella Anugrah, Septriyan Aprilia, Nyimas Arnita Arifyanto, Alber Tigor Askia, Fazhira Aspin Aspin, Aspin Asri Febriyanti Asshiddiq, Affan Attifa, Fadlulrahman Bayhaqi, Imam Busro, Fauziah Salsabil Chairul Insani Ilham Chandra Dewi, Diana DARMANSYAH . Dedi Supendra Defsry, Bagus Desi Wahyuni Deswanto, Jefri Dika, Revina Werin Eldarni Fauzi Ahmad Muda Fetri Yeni J Fitri Maiziani fitria ningsih Fitriani, Vina Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Guna, Indra Hanafi, Fachri Handayani, Corry harmiyati, harmiyati Hashifah, Shafarina hendri, nofri Husbani, Ayyi Ilham, Muhammad Rizkho Ira Herawati, Ira Irwan Irwan Iskandar, M. Yakub Kiki Amelia, Kiki Kurnia, Meldi Ade Kurnia, Reni Lili Rahmadani Lisa Candra Sari Lisnaini, Winda Lukas M. Yakub Iskandar Maharani, Cyntia Maifa, Zakia Azzahra Mansah, Julastri Martin Kustati Meisa, Zahra Alvi Meldi Ade Kurnia yusri Melysa, Richa Melysa, Richa Mildawati, Roza Muhammad Ariyon Muhammad Ilwan Al-Asmahi Muntazia, Azhidah Mursyidah Mursyidah Mursyidah Umar Mursyidah Umar, Mursyidah Mutiara Felicita Amsal Nana Sepriyanti Neneng Purnamawati Nofri Hendri Nopriyani, Devi Novia Rita Nurhalizah, Sry Sherly Nurhizrah Gistituati Pandjaitan, M. M Lanny W. Pertiwi, Rahmi Putri, Dinda Aulia Putri, Lidya Indah Putri, Vira Syelvia Rafhie Adrian, Rafhie Rahmad Hidayat Rahmawati, Rahmawati Rahmayanti, Elsa Rahmi Pratiwi, Rahmi Rahmi, Ulfia Ramayanti, Elsa Randhi Lasepdika Kasna Rayendra Rayendra Rayendra, Rayendra Rini Yunita, Rini Rosalia M Taufand, Rosalia M Rosmaria, Rosmaria RR. Ella Evrita Hestiandari Rusdinal Rusdinal Rycha Melisa, Rycha Salsabila Yunitari Salsabila, Viona Salsabilah, Lutfiah Sari, Lisa Candra Sari, Nora Maita Sepria Catur Hadiguna, Sepria Catur Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Nurlaili Triwahyuni Steven, Laurentius Subhan, Muhammad Adam Suci Rahmawati, Suci Sugeng Santoso Supratman Supratman Surnata, Surnata Syafril Syafril Syafril, Syafril Trisa, Wulan Wahyu Fauzan Syahputra Wella Marsita Wisry Dona Ernita Zen, Zelhendri Zuliarni Zuliarni Zuliasmi, Syahra Zuwirna Zuwirna