Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Teknis Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara di Pit Tutupan HW 3 PT Adaro Indonesia Dhiya Ulhaq Rozani Amir; Suharwanto Suharwanto; Muammar Gomareuzzaman; Wisnu Aji Dwi Kristanto; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11646

Abstract

Kegiatan pertambangan merupakan suatu kegiatan yang berpotensi besar menimbulkan risiko dan dampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan pertambangan yang beroperasi di lokasi penelitian yakni Pit Tutupan HW 3 PT Adaro Indonesia memiliki permasalahan yaitu belum dilakukannya upaya reklamasi pada lahan seluas 25,65 ha. Menurut PP No. 78 Tahun 2010 pasal 5 ayat 1 disebutkan bahwa pemegang IUP dan IUPK yang telah menyelesaikan kegiatan studi kelayakan diharuskan melakukan pengajuan terkait permohonan persetujuan rencana reklamasi dan rencana pascatambang sehingga reklamasi menjadi kewajiban. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan perencanaan teknis kegiatan reklamasi yang sesuai di lokasi penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didalamnya mencakup pengumpulan data dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas area penataan lahan seluas 256.500 m2 dengan volume tanah yang di gali (cut) sebesar 755.054,128 BCM dan volume tanah yang di timbun (fill) sebesar 38.709,307 CCM. Volume tanah pucuk yang ditebar sebagai media pengakaran yaitu 51.300 m3. Saluran drainase yang digunakan berupa 2 jenis saluran yaitu saluran pengelak sebanyak 3 unit dan saluran pembuangan air (SPA) sebanyak 1 unit dengan debit limpasan masing-masing sebesar 0,89 m3/s, 1,45 m3/s, 1,07 m3/s, dan 1,04 m3/s. Rencana kegiatan revegetasi menggunakan tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) sebanyak 16.929 batang, mahoni (Mahogany) sebanyak 8.465 batang, dan durian (Durio zibethinus) sebanyak 2.822 batang dengan jarak tanam 3 m x 3 m
Analisis Kualitas Air Tanah dengan Diagram Piper Kloosterman di Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta Aila Triana Devi; Suharwanto Suharwanto; Andi Renata Ade Yudono; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11668

Abstract

Keterdapatan air payau di Kalurahan Gilangharjo merupakan hal yang tidak lazim mengingat daerah ini memiliki jarak dengan laut cukup jauh (±12 km) serta masih dipergunakannya air tanah payau oleh masyarakat yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan sehingga diperlukan kajian mengenai karakteristik air payau berdasarkan kualitas air tanah, dan genesa air payau. Metode yang digunakan berupa survei dan pemetaan untuk mengetahui karakter geologi fisik dan kimia, metode laboratorium digunakan untuk mengetahui kualitas air payau (TDS, DHL, kekeruhan, salinitas, pH, Na, Ca, Mg, K, Cl, SO4, HCO3, CO3, dan kesadahan) yang disesuaikan dengan baku mutu PerMenKes No 492/menkes/Per/IV/2010 dan Pergub DIY No 20 Tahun 2008, metode matematis dilakukan untuk menghitung nilai meq/L tiap parameter kemudian diplot ke dalam diagram piper Kloosterman. Berdasarkan 4 sampel air tanah yang terindikasi payau terdapat 1 sampel yang merupakan air payau yaitu kode sampel S2, pembentukan air tanah payau di daerah penelitian disebabkan adanya connate water yang berdasarkan diagram piper Klosterman adalah tipe air tanah berjenis air fosil (IV).
Analisis Kualitas Air Permukaan Akibat Limbah Peternakan Menggunakan Metode CCME WQI di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, DIY Sefira Sertiteny; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11634

Abstract

Peternakan memiliki dampak positif bagi masyarakat dalam menunjang perekonomian, tetapi peternakan bisa memiliki dampak negatif jika limbah dari peternakan tidak diolah melainkan langsung dibuang ke lingkungan terutama badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air permukaan akibat limbah peternakan di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu Purposive Sampling dengan teknik Grab Sampling dengan pengambilan sesaat pada 2 titik dan pengambilan sampel sebanyak 4 kali. Perhitungan kualitas air permukaan menggunakan metode Canadian Council of Miniters of The Environment Water Quality Index (CCME). Hasil pengambilan sampel air permukaan didapatkan parameter BOD, COD, dan TSS melebihi baku mutu dengan nilai tertinggi BOD sebesar 209,5 mg/L di titik 1 pada pengambilan ke-4. Nilai COD tertinggi sebesar 304,5 mg/L di titik 1 pada pengambilan ke-3, serta parameter TSS tertinggi dengan nilai 569 mg/L di titik 1 pada pengambilan ke-1. Pada parameter pH dan Amoniak (sebagai Nitrogen) tidak melebihi baku mutu. Nilai kualitas pencemaran pada titik 1 sebesar 33,24 dengan klasifikasi Buruk, dan titik 2 sebesar 50,16 dengan klasifikasi Kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi penelitian lebih lanjut serta menjadi acuan dalam pengolahan limbah peternakan.
Analisis Laju Erosi serta Pengelolaannya Pada Area Reklamasi Pasca Tambang Tahun Tanam 2020 pada Pertambangan Batubara Bramantio Dzaki Wirayuda; Andi Renata Ade Yudono; Johan Danu Prasetya; Aditya Pandu Wicaksono; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11647

Abstract

Perusahaan pertambangan batubara yang menggunakan sistem tambang terbuka (open pit mining) dapat mengakibatkan perubahan fisik sehingga terjadi penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan reklamasi untuk memperbaiki kualitas lingkungan tersebut. Salah satu dampak dari aktifitas pertambangan yaitu tingginya tingkat laju erosi sehingga dapat menurunkan tingkat produktivitas tanah. Analisis laju erosi perlu dilakukan serta pengelolaannya, agar permasalahan penurunan kualitas lingkungan dapat teratasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah survey dan pemetaan lapangan, metode tongkat untuk pengukuran erosi, uji laboratorium, metode matematis, dan metode konservatif. Hasil yang didapat pada lahan pengukuran erosi area reklamasi pasca tambang tahun tanam 2020 yaitu 344,913 Ton/Ha/Tahun dan perlu dilakukan pengelolaan. Pengelolaan yang dilakukan dalam mengurangi laju erosi dengan mengacu pada Permen Kehutanan Nomor P.4/Menhut-II/2011 yaitu membuat guludan bersaluran dan menanam tanaman lokal daur panjang dengan jenis tanaman pulai dengan jarak tanam 4m x 8m dan tanaman cover crop jenis Calopogonium mucunoides.
Environmental Degradation Analysis of Former Bengawan Solo River Lake Ecosystem Ade Yudono, Andi Renata; Suntoro, Suntoro; Danisworo, Conrad; Ikhsan, Cahyono
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 3 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.97906

Abstract

The ecosystem of the former river section lake in the research area formed by the straightening of the river and located in the Sub-Urban area, faces significant environmental degradation such as pollution, erosion, and water shrinkage that threaten its sustainability. The magnitude of environmental degradation that occurs needs to be studied because it can result in a reduction in clean water and shallowing of the lake. Compared with lakes such as Poyang Lake in China, which has experienced a decline in water quantity and quality due to seasonal fluctuations, climate change and waste, this study offers a similar perspective by highlighting the interaction of natural and human factors, and adds a new dimension related to degradation caused by erosion. This study uses a comprehensive approach, namely by combining image analysis, field measurements using measuring sticks, USV, geodetic GPS, laboratory analysis, and interviews. The results of the study indicate that the lake water quality status ranges from "moderately polluted" to "heavily polluted," while the groundwater quality varies from "meets quality standards" to "lightly polluted." The high water quality status is caused by human activities and land conditions, as well as the high rate of erosion around the lake reaching 289.63 tons/ha/year, with an average soil loss of 0.11 tons/year. In addition, the lake in the study area has shrunk by up to 72% due to seasonal fluctuations and climate change. Based on this, effective management is needed to maintain the ecological balance and environmental health of the former river section lake.
Analisis Pengaruh Ketersediaan Air Permukaan Terhadap Debit Mata Air Sukmawati, Anak Agung Nila; Yudono, Andi Renata Ade; Gomareuzzaman, Muammar
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2058

Abstract

Springs are one of the water sources that people can use to meet their clean water needs. The Balinese people in particular, apart from using spring water to fulfill their daily needs, also use it as a means of religious ceremonies so that its sustainability is strictly maintained. One of the springs that can be found in Bali is the Tirta Salaka spring. Tirta Salaka spring is located in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, Bali Province. The purpose of this study was to analyze the effect of surface water availability on Tirta Salaka springs. The method used in the research is a combination of quantitative and analytical methods. Based on calculations, the discharge value of the Tirta Salaka spring is smaller than the general water balance value from November to March. The discharge value of the Tirta Salaka spring from November 2022 to March 2023 is included in class VI with values of 1.111.931 liters/month, 1.196.208 liters/month, 1.413.677 liters/month, 1.036.800 liters/month, and 914.717 liters/month. This shows that the amount of discharge from the Tirta Salaka spring is influenced by rainfall. The higher the rainfall value, the higher the discharge of the Tirta Salaka spring
Pengaruh Intensitas Hujan Terhadap Erosi pada Lahan Sekitar Rawa Singkil di Desa Pondok dan Desa Parangjoro Grogol Sukoharjo Jawa Tengah Romizah, Hafidz; Yudono, Andi Ade Renata; Wicaksono, Aditya Pandu
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2059

Abstract

: Rawa Singkil is a former river-lake formed in Pondok and Parangjoro Village, Grogol District, Sukoharjo Regency, Central Java Province due to the straightening of the Bengawan Solo river. Land use and the buildings construction around Rawa Singkil ignore the regulations and river strips. Erosion around Rawa Singkil has the potential to cause siltation. Siltation can reduce the capacity of Rawa Singkil as a reservoir for rainwater runoff to prevent overflow flooding. This study was conducted to calculate the amount of erosion rate, Erosion Hazard Level (EHL) and the effect of rainfall intensity on erosion in Rawa Singkil. The stick method is used to measure the rate of erosion while the intensity of rainfall is measured actually based on the volume and duration of rain using a simple observatory-type rain measuring device. The results showed the largest erosion and EHL in LP-2, LP-3, LP-8, LP-9, and LP-11 respectively, namely: 438.826 tons / Ha / year Weight EHL (BIII); 62,255 tonnes/Ha/year medium EHL (S II); 447,681 tons/Ha/year weight EHL (B III); 57,025 tons/Ha/year light EHL (R I); 488,628 tonnes/Ha/year Very heavy EHL (SB IV). Correlation and regression tests indicate that rainfall intensity and rain duration specifically affect erosion rates
Arahan Reklamasi Lahan Pascatambang Tanah Liat (Clay) PT X Desa Temandang Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Jawa Timur Jatmiko, Novani Rahayu Ramadhanti; Lukito, Herwin; Suharwanto; Kristanto, Wisnu Aji Dwi; Yudono, Andi Renata Ade
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2060

Abstract

The clay mining activities carried out by PT X have resulted in an excavation pit, if there is no post-mining management that is carried out, it will decrease the productive land of the community along with native flora and fauna. This research aims to provide recommendations for post-mining reclamation direction of clay. The method used is survey and mapping method refers to Matric 17 of the Decree of The Minister of Energy and Mineral Resources of The Republic of Indonesia Number 1827 K/30/MEM/2018 about Reclamation Assessment Guidelines for Production Operation and the things to be analyzed are the stages of reclamation activities that have been carried out and purposive sampling method for soil sampling which will later be tested in the laboratory and then the results obtained will be matched with criteria for soil analysis results. Based on the results the land stewardship that carried out was leveling, stocking top soil, making drainage, and channel repairment. The revegetation carried out was planting of klampis, vetiver, and trembesi around the mine road. The final completion carried out is treatment up to two years of age, fertilization, and checking of reclaimed plants. The recommended clay post-mining land reclamation direction is revegetation with vetiver plants (cover crops) with spacing of (1x1) meter, eucalyptus (fast-growing plant) with spacing of (3x1) meter, and peanut (local plants) with spacing of (30x30) cm, then will be planted with a pot system.
Distribution and Area of Lebak Marsh Based on Hydrotopographic Characteristics in Grogol Subdistrict, Sukoharjo Regency Jwalita, Aliendina; Renata Ade Yudono, Andi; Asrifah, Rr. Dina
Journal of World Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i8.379

Abstract

This research aims to determine the distribution and extent of leaky swamps based on hydrotopographic characteristics. The method used is an empirical approach using the Thornthwaite Mather water balance. The research data comes from both primary and secondary sources. Primary data collection involves field observations, measurements, and mapping, which provide data on soil texture, vegetation, fauna, topography, and aerial photos. Secondary data is obtained from institutions/agencies. Soil texture data is obtained through purposive random sampling. The extent of the leaky swamp is +104,252 m2, and it can hold a maximum volume of +116,028.25 m3 of water. The research results indicate the presence of two types of leaky swamps based on their hydrotopographic characteristics: shallow swamps and deep swamps. Shallow swamps are located on the riverbanks with higher elevations, covering an area of 30,462.54 m2. Meanwhile, deep swamps are situated in the center of the swamp with lower elevations in the form of basins, covering an area of 37,733.08 m2. This research has implications for a better understanding of Lebak swamps in the Grogol District. The findings can be used to develop more effective water resource management strategies. Furthermore, this research can serve as a foundation for further in-depth studies, such as ecological studies of swamps, research on water quality, or analyses of the impact of climate change on hydrotopography and the distribution of Lebak swamps.
Status Mutu Air Sungai Temulawak dan Air Tanah di sekitar PT X Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Yunianto, Muhammad Rizky; Utami, Ayu; Yudono, Andi Renata Ade; Asrifah, Rr. Dina; Muryani, Eni
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11631

Abstract

 Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan manusia karena digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan kegiatan lain. Industri tekstil di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan informasi dari masyarakat limbah yang dibuang ke Sungai Temulawakmenimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan air tanah di selatan industri menjadi lebih keruh. Faktor lain penyebab menurunnya kualitas air sungai dan air tanah adalah jenis penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status mutu air sungai dan air tanah di sekitar industri tekstil. Metode yang digunakan pada penelitian secara umum merupakan metode kuantitatif. Beberapa metode yang digunakan seperti survei dan pengamatan, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, pengolahan data menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil analisis diketahui bahwa selain limbah cair industri tekstil, status mutu air sungai dan air tanah dipengaruhi oleh faktor lain yaitu penggunaan lahan di daerah penelitian. Status mutu air sungai menunjukkan terdapat 1 sampel air sungai yang masuk ke dalam kategori tercemar ringan. Status mutu air tanah menunjukkan terdapat 3 sampel air tanah yang masuk ke dalam kategori tercemar ringan.
Co-Authors Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agra Kurnia Saputra Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Agustin, Rohmatul Risqi Aila Triana Devi Akhmad Pancang Bintang Kusuma Amir, Dhiya Ulhaq Rozani Anasstasia, Titi Tiara Andi Sungkowo Andi Sungkowo Andi Sungkowo Andi Sungkowo, Andi Angger Yasmin Winahyu Siwi Annisa Luthfia Arham Aminush Shidqi Arin Shabira Asrifah, Rr. Dina Ayu Utami Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Bramantio Dzaki Wirayuda Bumi Lloyd Marsha Sugiarto Cahyono Ikhsan Conradus Danisworo Danisworo, Conrad Deni Rahman Saputra Devi, Aila Triana Dheliana Aprila Dwi Lintang Dhiya Ulhaq Rozani Amir Dian Hudawan Santoso Dika Maknalia Prastiwi Dimas Aulia Fadli Distika Pratiwi Eni Muryani Farhan Mahbudin Lathif Gomareuzzaman, Muammar Herwin Lukito Herwin Lukito, Herwin Ika Wahyuning Widiarti Ika Wahyuning Widiarti Iqbal Samusa Ihsan Usama Irfan Yusuf Bachtiar Isma Khan’sa Maulia Isna Rahma Indah Sari Jatmiko, Novani Rahayu Ramadhanti Jwalita, Aliendina Kristanto, Wisnu Aji Dwi Lailiyatun Ni’ma Larasati Damarswasty Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Mufi Bustomi Anam Muhammad Rizky Yunianto Mulyawan, Wahyu Mukti Nandra Eko Nugroho Nandra Eko Nugroho Nugroho, Nandra Eko Partoyo Partoyo Partoyo, Partoyo Perwira Mutaqi Prasetya, Johan Danu Pratiwi, Distika Puji Pratiknyo Purwanta, Jaka Rohmatul Risqi Agustin Romizah, Hafidz RR Dina Asrifah Rr. Dina Asrifah Salma Ayunda Nur Raisa Saputra, Deni Rahman Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sefira Sertiteny Sertiteny, Sefira Shella Angeli Stefani Dian Setyawati Sugiarto, Bumi Lloyd Marsha Sugiman Setyo Wardoyo Suharwanto Suharwanto Sukmawati, Anak Agung Nila Suntoro Suntoro Titi tiara Anasstasia Ulul Albab Veronika Cendi Prameswari Putri Waisnawa, I Putu Gema Bujangga Wicaksono, Ahnaf Nur Majid Wirayuda, Bramantio Dzaki Wisnu Aji Dwi Kristanto Wiwik Wulandari Wiwik Wulandari, Wiwik Yulanda Kurnia Pradani Yunianto, Muhammad Rizky