Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW: POTENSI TETRADOTOKSIN SEBAGAI PENGGANTI ANESTESI LOKAL RUTH MICHELLEE PARDEDE; ADE ZUHROTUN
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2071.88 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17766

Abstract

Tetradotoksin adalah neurotoksin yang larut dalam air dan stabil terhadap panas yang belum ada penawarnya. Tetradotoksin dapat ditemukan di biota laut seperti ikan buntal, kepiting, gurita cincin biru. Namun, tetradotoksin tidak disintesis secara langsung oleh hewan-hewan tersebut melainkan berasal dari lingkungan luar seperti bakteri. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tetradotoksin yang dapat digunakan sebagai anestesi lokal. Metode yang digunakan dengan studi literatur berupa buku, jurnal nasional dan jurnal internasional mengenai topik yang terkait. Tetradotoksin memiliki mekanisme sama seperti anestesi lokal yaitu dengan blokade ion natrium (Na+) sehingga tidak ada potensial aksi. Adanya reaksi-reaksi yang tidak diinginkan dari anestesi lokal yang biasa digunakan seperti alergi, mengantuk bahkan seizure membuat penggunaan tetradotoksin menjadi pertimbangansebagai kandidat penggantinya.
REVIEW : PENGGUNAAN METODE ANALISA DALAM PENGUJIAN KANDUNGAN ZAT BERBAHAYA DALAM KOSMETIKA RIZQA NURUL AULIA; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34394

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang produknya paling banyak digunakan oleh masyarakat disemua kalangan mulai dari bayi hingga dewasa. Kosmetik digunakan pada bagian luar tubuh sebagai barang yang dimaksudkan untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan. Namun, tidak jarang ditemukan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik, sehingga perlu dilakukannya pengujian terhadap zat berbahaya dalamnya. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait metode analisa yang tepat untuk mengidentifikasi zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur review artikel. Hasil dari review yang telah dilakukan yaitu masih banyak zat berbahaya yang terdapat dalam kosmetik diantaranya merkuri, timbal, cadmium, arsenic, bismuth, dan titanium, pewarna tekstil, asam retinoat dan alcohol yang ditambahkan berlebih. Zat –zat berbahaya ini dapat diidentifikasi dengan berbagai metode analisa diantaranaya AAS, FAAS, ICP-AES, ICP-MS, LCMS, Spektrofotometri Uv-Vis, KLT, dan Gas chromatography.Kata Kunci : Kosmetik, zat berbahaya, metode analisa
REVIEW ARTIKEL : PERBANDINGAN PENGUJIAN ENDOTOKSIN UNTUK SEDIAAN FARMASI HADAD, NUR DIANA; ZUHROTUN, ADE
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.22076

Abstract

Endotoksin adalah molekul hidrofobik kecil yang merupakan bagian dari kompleks lipopolisakarida (LPS) yang membentuk sebagian besar membran luar bakteri gram negatif. Ketika molekul LPS bersirkulasi dalam tubuh manusia, berbagai sitokin inflamasi yang diekspresikan secara berlebihan oleh aktivasi sistem imun bawaan dan menyebabkan inflamasi sistemik. Artikel ini mengulas mengenai perbandingan pengujian endotoksin yang banyak digunakan untuk sediaan farmasi. Metode yang digunakan pada artikel review ini adalah melalui pencarian data ilmiah yang dilakukan secara online pada database PubMed, Science Direct, Research Gate dan Google Scholar dengan kata kunci yakni “Bacterial Endotoxin Test”, “Endotoxin”, “Gel-clot”, “Turbidimetric” dan “Chromogenic”. Dari hasil penelusuran dan pengumpulan data tersebut diketahui bahwa metode pengujian endotoksin yang banyak digunakan yaitu gel-clot, Turbidimetri, dan kromogenik, setiap metode tersebut memilki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Co-Authors Abdullah, Rizky Afinasari, Auliya Agni Nur Amalia Aliya Nur Hasanah Amatulloh, Asyifa Ami Tjitraresmi, Ami Anastasya, Gracia Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Abdiwijaya Qaromah Apriali, Kirka Dwi Apriani, Elsa Fitria Asep Maulana Ishak Asri Peni Wulandari Aulia, Safira Azzahra, Ratu W. Bagas Adi Prasetya Nugraha Chaniago, Rahadatul Aisy Dede Jihan Oktaviani Desi Harneti Putri Huspa Devani Olivia Winardi Dewi, Sumartini Dian Amalia Maharani Driyanti Rahayu Eli Halimah Ellin Febrina Enny Rohmawaty Farah Mufidah Febriani, Mariska Febriliza, Resti Fikri Nazaruddin Firdaus, Muhammad Fahd FITRIA CITRA AYU Franatalia Sinaga Hadad, Nur Diana Hafidh Beta Arif Putra HARUMI ANANDA Hesti Lina Wiraswati Iyan Rifky Hidayat Iyan Sopyan Jessyca Sirait Jutti Levita Karen Kezia Lolowang LUTHFI HARGO SIWI Maryam Hasymia Ishmatullah MEGANTARA, SANDRA Meiliana Thamrin Mochamad Rizal Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Begawan Bestari Muhammad Rizky Fauzan NATASYA WILONA Neli Neli Nenny Agustanti NIDA ISTI`AZAH Nisa Amalia Nurhanifah Puspitadewi NURUL KARTIKA HANDAYANI OKTAVIANI, DEDE JIHAN Permata, Shinta Putri Nur Fauziyah Raden Ajeng Nursamtari Rahmawati, Adira Rain Kihara Boangmanalu Rania Aisha Nuralisa Resti Febriliza Rezsitta Oknine Husein Rimadani Pratiwi Rini Hendriani Rizky Abdullah RIZQA NURUL AULIA Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rr. Sulistiyaningsih Rumaseuw, Ellen Stephanie RUTH MICHELLEE PARDEDE Saragih, Winda A. M. Savira Ekawardhani Shafa Nurul Fadilah Shella Widiyastuti Sitinjak, Bernap D. P Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Syahla Afaaf Alliyah Tavira, Zulfa Thamrin, Meiliana TINA ROSWATI ROSTINAWATI, TINA ROSWATI Usman, Hermin A. Wensa, Lena Wijaya, Muhammad Palar Wulantresna, Dewi Yasmiwar Susilawati Yoga Windhu Wardhana Yoppi Iskandar