Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Evolution of Mathematical Communication Research in Mathematics Education: A Bibliometric Analysis Miftakhul Jannah; Arif Abdul Haqq; Raman Kumar; Muhammad Hafeez
Indonesian Journal of Teaching and Learning (INTEL) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v5i2.2388

Abstract

Purpose – Mathematical communication is a fundamental component of mathematics education that supports conceptual understanding, reasoning, and collaborative learning. Despite the rapid growth of related studies, the field remains fragmented, limiting a comprehensive understanding of its scientific development, intellectual structure, and emerging research directions. This study aimed to map the global research landscape of mathematical communication through bibliometric analysis. Methodology – A bibliometric analysis was conducted on 9,574 English-language journal articles indexed in Scopus. Following the PRISMA guidelines, the study employed VOSviewer to analyse publication trends, co-authorship networks, keyword co-occurrence, Total Link Strength (TLS), overlay visualization, and density visualization. Findings – Publication output has increased markedly since 2015, reflecting the growing importance of mathematical communication in mathematics education. Scientific production remains concentrated in a few countries, while collaboration networks are fragmented. The field is intellectually structured around mathematical communication, collaborative learning, self-regulated learning, cognitive engagement, and higher-order thinking skills. Recent research has shifted towards digital pedagogy and technology-enhanced communication, whereas technology-integrated communication, co-regulated learning, longitudinal studies, and cross-cultural research remain underexplored. Novelty – This study presents the first comprehensive bibliometric mapping that integrates scientific development, intellectual structure, thematic evolution, and research frontiers of mathematical communication research. Significance – The findings provide an evidence-based foundation for future research, instructional innovation, and international collaboration in mathematics education.
Mapping the Intellectual Landscape of Mathematical Literacy in Mathematics Education: Thematic Evolution, Collaboration Networks, and Emerging Research Frontiers Siti Nurfadillah; Arif Abdul Haqq; Ebenezer Bonyah
Indonesian Journal of Teaching and Learning (INTEL) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v5i2.2399

Abstract

Purpose – Mathematical literacy has expanded beyond its traditional association with large-scale assessment toward a broader domain encompassing pedagogical, technological, and contextual dimensions. This study maps the development, collaboration structure, thematic evolution, underexplored areas, and emerging research frontiers of mathematical literacy research in mathematics education. Methodology – A systematic literature review integrated with bibliometric analysis was conducted using 281 English-language journal articles indexed in Scopus and published between 2016 and March 2026. Following systematic screening procedures, publication trends and geographical distribution were examined alongside co-authorship, keyword co-occurrence, Total Link Strength, overlay and density visualization, and bibliographic coupling using VOSviewer. Findings – The field shows accelerated publication growth, with the United States and Indonesia as the leading contributors, although international and author collaboration remains uneven and fragmented. Six thematic clusters reveal diversification from assessment-oriented foundations toward pedagogy, digital technology, teacher education, STEM, numeracy, and broader quantitative literacy contexts. Ethnomathematics, gender, early childhood education, and several digital and contextual intersections remain comparatively underexplored. Novelty – This study integrates collaborative, intellectual, temporal, and bibliographic structures to demonstrate that mathematical literacy research is undergoing simultaneous quantitative expansion and intellectual reorganization, rather than merely increasing in publication volume. Significance – The findings provide researchers, mathematics educators, and policymakers with an evidence-based map for strengthening cross-context collaboration, connecting fragmented research themes, and developing culturally responsive, technology-supported, and context-sensitive mathematical literacy research.
Kecemasan Matematika dan Prestasi: Tinjauan Bibliometrik dan Sistematis tentang Peran Motivasi Belajar sebagai Variabel Mediasi Hanny Habibah Olansya Iyanuarinka; Arif Abdul Haqq
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i1.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap penelitian tentang hubungan antara kecemasan matematika, motivasi belajar, dan prestasi akademik melalui pendekatan bibliometrik dan tinjauan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dan tinjauan sistematis. Sebanyak 686 artikel yang terindeks dalam basis data Scopus untuk periode 1970 hingga 2025 dianalisis menggunakan protokol PRISMA untuk seleksi literatur, serta perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometric untuk analisis co-occurrence, overlay visualization, density visualization, dan pemetaan kolaborasi internasional. Temuan utama menunjukkan bahwa volume publikasi dalam bidang ini meningkat secara eksponensial dengan puncak tertinggi pada tahun 2025, didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai pusat produktivitas dan kolaborasi global. Analisis tematik mengungkap tiga orientasi utama, yakni kecemasan prestasi, motivasi, self-efficacy pemecahan masalah, serta pendidikan matematika dalam konteks spesifik, yang secara kolektif menegaskan bahwa motivasi belajar, khususnya self-efficacy dan self-regulated learning, berfungsi sebagai mediator kunci antara kecemasan matematika dan prestasi. Temuan kontraintuitif menunjukkan bahwa kecemasan tidak selalu berujung pada penghindaran, tetapi dapat memicu upaya kompensasi jika motivasi siswa cukup tinggi. Penguatan perceived competence dan otonomi belajar merupakan strategi yang lebih efektif dalam menurunkan kecemasan matematika dibandingkan sekadar meyakinkan siswa tentang kegunaan matematika. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong guru dan perancang kurikulum untuk mengintegrasikan keterampilan self-regulated learning serta memanfaatkan teknologi adaptif secara bijak dalam pembelajaran matematika.
Integrasi Scratch dalam Pendidikan Matematika: Tinjauan Literatur Sistematis dan Analisis Bibliometrik dalam Pembelajaran Geometri Tiga Dimensi Siti Nurhalizah; Arif Abdul Haqq
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i1.2458

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif lanskap penelitian tentang integrasi Scratch dalam pendidikan matematika, dengan fokus khusus pada visualisasi geometri tiga dimensi dan pemahaman konseptual siswa. Metodologi – Penelitian ini Menggunakan pendekatan systematic literature review yang dipadukan dengan analisis bibliometrik, penelitian ini mengikuti protokol PRISMA dan menganalisis 46 artikel terindeks Scopus menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk pemetaan co-authorship, co-occurrence, overlay visualization, density visualization, dan bibliographic coupling. Temuan – Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama. Pertama, penelitian didominasi oleh negara maju (Amerika Serikat, Inggris, Australia) dengan jaringan kolaborasi penulis yang terpusat. Kedua, tema dominan masih bersifat teknis-komputasional (mathematical modeling, computer simulation), sementara aspek pedagogis seperti integrasi Scratch untuk geometri 3D berada pada area kepadatan rendah. Ketiga, visualisasi densitas dan bibliographic coupling mengkonfirmasi adanya kesenjangan penelitian yang signifikan, yaitu belum adanya kajian empiris yang secara spesifik mengintegrasikan Scratch untuk visualisasi geometri tiga dimensi dan mengukur dampaknya terhadap pemahaman konseptual siswa. Signifikansi – Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan peta jalan penelitian yang tervisualisasi dan terarah bagi pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch di masa depan.
Kemampuan Komunikasi Matematis, Tinjauan Sistematis dan Analisis  Bibliometrik Global Reva Salma Adhany; Arif Abdul Haqq
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i3.2460

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi, distribusi geografis, pola kolaborasi penulis, evolusi tema, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan arah riset masa depan dalam kajian kemampuan komunikasi matematis. Metodologi – Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi antara tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dan analisis bibliometrik. Proses seleksi literatur mengikuti protokol PRISMA melalui empat tahapan: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus dengan kata kunci "Mathematical Communication" yang menghasilkan 3.091 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terbit pada periode 2020–2025. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan co‑occurrence kata kunci, kolaborasi antarnegara dan antarpenulis, overlay visualization, density visualization, serta bibliographic coupling. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat secara konsisten dari tahun 2020 hingga 2024, dengan puncak tertinggi pada tahun 2024. China, India, dan Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar, sementara Amerika Serikat berperan sebagai simpul strategis dalam jaringan kolaborasi internasional. Analisis co‑occurrence mengungkapkan bahwa topik komunikasi matematis telah terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan teknik modulasi lanjutan, yang mengindikasikan pergeseran menuju pendekatan interdisipliner. Overlay visualization menunjukkan bahwa sebagian besar tema berada dalam fase emerging (berkembang pesat). Density visualization dan bibliographic coupling mengidentifikasi kesenjangan penelitian utama, yaitu rendahnya integrasi antara model pedagogi dengan teknologi cerdas, belum berkembangnya asesmen digital real‑time, serta terbatasnya kolaborasi lintas disiplin. Kebaruan  – Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis merupakan bidang yang terus berkembang dengan peluang riset yang luas, khususnya pada integrasi kecerdasan buatan, pengembangan asesmen adaptif, serta penguatan kolaborasi multidisiplin dan internasional. Signifikansi – Temuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi peneliti selanjutnya dalam menentukan arah riset yang inovatif dan aplikatif.