Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Video Edukasi ASI Ekslusif Terhadap Pengetahuan Ibu Damayanti, Siti; Apriani, Fitri; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah; Rosita, Rosita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8535

Abstract

Pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI Eklusif dan lebih dari 200.000 bayi atau 5% dari populasi bayi di Indonesia saaf itu tidak diberikan ASI sama sekali. Pencapaian pemberian ASI Aksklusif di Aceh 2022 tercatat 66,6%. Kurangnya pemberian ASI Eksklusif  disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya pengetahuan terkait pentingnya ASI sehingga berdampak pada ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Pemberian edukasi melalui video sangat membantu pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre and post test without control. Penelitian ini dilakukan kepada 69 orang sampel yang dilaksanakan pada tanggal 06 Juni 2023 s/d 16 Juli 2023. Metode analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi ASI melalui media video terhadap pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Serta hasil uji Wilcoxon didapatkan dengan p-value = 0,000 a= 0.05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi video edukasi asi eksklusif yang mengarah kepada keefektifannya terhadap pengetahuan ibu di wilayah kerja uptd puskesmas krueng sabee hal ini dibuktikan dengan hasil nilai Z yaitu -6.535b dan dari nilai p-value = 0,000
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Dispepsia Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Sari, Orita; Damayanti, Siti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.9501

Abstract

Peningkatan jumlah penderita dispepsia ini menimbulkan berbagai masalah karena dapat mempengaruhi  kualitas hidup dan menurunkan aktivitas fungsional. Pola makan yang tepat dan teratur akan mempengaruhi penyembuhan dan penurunan kejadian dispepsia itu sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian dispepsia di Poli Umum UPTD Ujung Padang Rasian Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 74 responden dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α= 0,05 (95%). Hasil penelitian diperoleh pola makan dengan kejadian dispepsia (p = 0,000 α 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur dapat menimbulkan kejadian dispepsia pasien di UPTD Puskemas Ujung Padang Rasian Kecamatan Pasie Raja. Diharapkan kepada Puskesmas melakukan promosi kesehatan terkait pola makan sehat untuk mencegah terjadinya dispepsia pada masyarakat.
Analisis Perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Apriani, Fitri; Satria, Orita; Damayanti, Siti; Harwalis, Harwalis; Fera, Dian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8552

Abstract

Stunting tidak hanya menjadi masalah terganggunya pertumbuhan fisik saja, namun juga menyebabkan balita mudah sakit, selain itu juga terdapat gangguan pada perkembangan otak dan kecerdasan serta terganggunya tumbuh kembang sehingga stunting menjadi ancaman besar terhadap kualitas hidup. sumber daya manusia. Perilaku KADARZI merupakan perilaku keluarga yang sadar akan gizi, dengan kata lain keluarga yang selalu mempraktikkan perilaku gizi yang dilihat dari 5 indikator yaitu: menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI eksklusif, mengkonsumsi makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium dan mengonsumsi suplemen nutrisi sesuai anjuran.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Hasil: Hasil uji Chi-Square pada tabel menunjukkan bahwa 52 responden (32,9%) berperilaku Kardashian dengan kejadian stunting normal dan 55 (34,8%) responden tidak berperilaku Kardashian dan Chi-Square. Uji ini diperoleh nilai signifikan yaitu p-value 0,032 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara perilaku KADARZI dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Perilaku keluarga yang sadar akan gizi yang baik merupakan kunci pencegahan stunting pada balita. Penerapan lima indikator keluarga sadar gizi antara lain menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI eksklusif, mengonsumsi makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium, dan anjuran asupan suplemen gizi dapat mengurangi hambatan pertumbuhan pada bayi dan mengatasi masalah stunting pada balita.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 4 MEULABOH Fahmi, Khairul; Harahap, Ardi Ficri; Damayanti, Siti; Kawati, Salma Merda; Mukhlis, Mukhlis; Rosita, Erlia; Mardiah, Ainon
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5183

Abstract

AbstrakObesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat di kalangan remaja dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikososial, sehingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi, sedangkan rendahnya aktivitas fisik memperburuk kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 71 siswa/siswi yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 16 s/d 19 Januari 2025 menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,009< 0,05, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,015< 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Saran: Pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa/siswi dan orang tua tentang pola makan dan aktivitas yang baik pada remaja agar tidak mengalami obesitas. 
The effect of anemia educational videos on the knowledge and attitudes of adolescent girls at State Junior High School 4, West Aceh Susanti, Ita; Damayanti, Siti; Satria, Orita; Apriani, Fitri; Nasution, Nurromsyah
Journal of Health and Therapy Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Health and Therapy
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jht.v5i1.2311

Abstract

Anemia continues to pose a serious global health concern and is particularly widespread in developing countries such as Indonesia. Adolescent girls face a heightened risk of iron deficiency anemia due to menstrual blood loss, which leads to nearly double the iron depletion experienced by boys. Video-based educational interventions provide an accessible means of improving young people’s knowledge and attitudes toward anemia prevention. This study examined the effect of animated educational videos on the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia. A total of 71 participants were involved, and data collection took place in June 2025 using a structured questionnaire assessing knowledge and attitudes toward anemia. Univariate and bivariate analyses were conducted, and the Wilcoxon test was applied to determine changes before and after the intervention. The results showed significant improvements in both knowledge and attitudes after participants viewed the animated video. These findings indicate that animated video education is an effective strategy for strengthening adolescents’ understanding and fostering positive attitudes toward anemia prevention. Health workers are encouraged to expand the use of video-based health promotion to support anemia prevention initiatives among young people.
KOMIK DIGITAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Andriani, Rika; Apriani, Fitri; Andriani, Rizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35177

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan fase penting pembentukan perilaku hidup sehat termasuk pemahaman kesehatan reproduksi. Namun, literasi kesehatan reproduksi remaja masih rendah akibat terbatasnya akses layanan kesehatan dan dominasi informasi dari media sosial atau teman sebaya yang belum tentu akurat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui media komik digital yang menarik dan sesuai karakteristik remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 50 remaja di sebuah sekolah menengah atas Meulaboh, Aceh Barat melalui tahapan persiapan & sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi melalui komik digital, pendampingan & evaluasi. Peningkatan literasi diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang telah tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan proporsi remaja dengan literasi kategori “baik” naik dari 46% menjadi 86%, sementara kategori “kurang” turun dari 12% menjadi 4%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa komik digital efektif meningkatkan pengetahuan dan keberanian remaja dalam membahas isu kesehatan reproduksi, sekaligus berkontribusi pada upaya promotif kesehatan remaja di sekolah.Abstract: The teenage years are a crucial phase for the development of healthy lifestyle behaviors, including an understanding of reproductive health. However, adolescent reproductive health literacy remains low due to limited access to healthcare services and the dominance of information from social media or peers. This community service program aimed to improve adolescent reproductive health literacy through interactive digital comics tailored to teenagers’ characteristics. Activities involved 50 adolescents at a high school in Meulaboh, West Aceh, through stages of preparation and socialization, training, digital comic implementation, mentorship, and evaluation. Literacy improvement was measured using validated pre-test and post-test questionnaires. Results showed a significant increase in the proportion of adolescents with ‘good’ literacy, rising from 46% to 86%, with the ‘poor’ category decreasing from 12% to 4%. This program demonstrates that interactive digital comics effectively enhance adolescents’ knowledge and confidence in discussing reproductive health issues, while supporting school-based health promotion efforts.