Integrasi media pembelajaran dalam modul ajar merupakan aspek penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Namun, pada praktiknya guru masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana dan perbedaan kompetensi dalam mengintegrasikan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses integrasi media pembelajaran dalam modul ajar, mengidentifikasi jenis media yang digunakan, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampaknya terhadap pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di SD Negeri Panyingkiran II, Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran, yang dianalisis secara tematik dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengintegrasikan media pembelajaran melalui tahapan perencanaan, pemilihan media, implementasi, dan evaluasi. Media yang digunakan berupa media konvensional dan media digital sederhana berbasis offline. Integrasi media didukung oleh kolaborasi guru dan dukungan kepala sekolah, meskipun masih terkendala keterbatasan fasilitas. Temuan ini menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.