Claim Missing Document
Check
Articles

Stabilitas antioksidan ekstrak teripang hitam (Holothuria atra) terhadap suhu dan lama pemanasan Nurhamzah, Lutfi Yulmiftiyanto; Agustini, Tri Winarni; Fahmi, A. Suhaeli
Nutrition Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v1i1.5897

Abstract

Holothuria atra merupakan salah satu biota laut yang mempunyai kandungan senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dalam proses pengolahannya dapat mengalami degenerasi karena beberapa faktor, yaitu suhu dan pH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa antioksidan dan potensi teripang hitam sebagai sumber pangan sehat. Proses ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan suhu pemanasan (60⁰C dan 90⁰C) dan lama pemanasan (30 menit, 60 menit, 90 menit). Stabilitas senyawa antioksidan dilihat melalui uji DPPH (IC50), Fenol, dan Flavonoid. Data parametrik dianalisis dengan ANOVA. Hasil uji metabolit sekunder H. atra yaitu, antioksidan dengan nilai IC50 97,63±2,78, fenolik 3,13±0,096 mgGAE/g, flavonoid 1,72±0,091 mg/g. Nilai IC50 turun melebihi 50% pada perlakuan suhu 90⁰C selama 30 menit yaitu sebesar 321,84±11,82 ppm, nilai fenol turun melebihi 50% pada perlakuan suhu 90⁰C selama 30 menit yaitu sebesar 1,21±0,006 ppm, nilai flavonoid turun melebihi 50% pada perlakuan suhu 60⁰C selama 90 menit yaitu sebesar 0,67±0,008. Kandungan antioksidan pada teripang hitam memiliki potensi sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.
KARAKTERISTIK BROWNIES PANGGANG IKAN TERI (Stolephorus spp.) DENGAN PENGGUNAAN TEPUNG MANGROVE API-API (Avicennia marina) DAN TEPUNG MOCAF Manik, Gheta Olivia; Agustini, Tri Winarni; Romadhon, Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.10679

Abstract

Brownies merupakan makanan jajanan yang disukai anak-anak dan masyarakat. Penambahan tepung ikan teri bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi brownies terutama protein dan kalsium. Selain itu penggunaan tepung mangrove api-api dan tepung mocaf dapat dijadikan sebagai pengganti tepung terigu pada brownies karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan tepung mocaf merupakan produk bebas gluten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung buah mangrove api-api (Avicennia marina) dan tepung mocaf terhadap karakteristik brownies ikan teri dan formulasi terbaik penggunaan tepung buah mangrove api-api (Avicennia marina) dan tepung mocaf terhadap karakteristik brownies ikan teri. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yaitu konsentrasi tepung buah mangrove api-api 0% (K), konsentrasi tepung buah mangrove api-api 10% (A), konsentrasi tepung buah mangrove api-api 15% (B), dan konsentrasi tepung buah mangrove api-api 20% (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung buah mangrove api-api (Avicennia marina) dan tepung mocaf berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap karakteristik brownies ikan teri pada uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar kalsium. Perlakuan rasio 20%:80% merupakan formulasi terbaik pada substitusi tepung mangrove api-api (Avicennia marina) terhadap karakteristik brownies ikan teri dengan nilai hedonik sebesar 7,62<µ<7,86, kadar air 10,58%, kadar abu 3,22%, kadar lemak 26,18%, kadar protein 15,66%, kadar karbohidrat 54,91% dan kadar kalsium 301,81 mg/100 g.
Functional Properties of Protein Hydrolysates from Skipjack Tuna Byproducts Using Response Surface Methodology Prasetyo, Dwi Yanuar Budi; Agustini, Tri Winarni; Anjani, Gemala; Riyadi, Putut Har
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 3 (2024): December 2024
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.929

Abstract

Protein hydrolysates from skipjack tuna by-products are rich in protein and excellent in functional properties, making them a valuable source of nutrients for humans. This research sought to determine the optimal pH, temperature, and hydrolysis time for producing protein hydrolysates from skipjack tuna byproducts (PHST) using Response Surface Methodology (RSM). A total of 20 g of PHST was prepared from frames and trimmings, samples were hydrolyzed under the following conditions: pH of 6 (P1) and 7 (P2), temperatures of 50°C (S1), 60°C (S2), and 70°C (S3), and hydrolysis times of 90 minutes (T1), 180 minutes (T2), and 270 minutes (T3). The hydrolysis process was terminated by inactivating the enzyme at 80°C for 30 minutes. The filtrate was ready for further analysis in the laboratory. Data and design experiments were analyzed using Box-Behnken Design (BBD) with the Design-Expert (DX) 13® software (Stat-Ease Inc. Minneapolis) to determine the optimum conditions for higher PHST production. A quadratic model was developed to predict the production of PHST. The RSM recommendation was to perform hydrolysis at pH 6.386 and a temperature of 61.190°C for a hydrolysis time of 228.540 minutes to result in a desirability of 0.906 in producing PHST with 85.680% DH, a protein solubility of 51.538%, and a viscosity of 3.587%. The study results showed that PHST can be used as a promising food ingredient and protein source in the food system.
PENGARUH FORTIFIKASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI GIZI SNACK BAR PISANG Nadhiroh, Alfia; Fahmi, A Suhaeli; Agustini, Tri Winarni; Rusyanto, Widya
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.145-154

Abstract

Snack bar merupakan camilan praktis dan bergizi, biasanya dibuat dari kacang-kacangan, buah kering, dan oatmeal. Penambahan protein ikan, yang memiliki kualitas tinggi dan asam amino esensial lengkap, dapat meningkatkan kandungan gizi produk. HPI (Hidrolisat Protein Ikan) juga memiliki sifat fungsional yang mendukung peningkatan rasa, tekstur, dan nilai gizi produk. Dalam penelitian ini, HPI yang digunakan telah melalui proses mikroenkapsulasi untuk mengurangi rasa pahit dan meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini menggunakan buah pisang kepok matang sebagai bahan dasar, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh fortifikasi HPI terhadap karakteristik dan komposisi gizi snack bar pisang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan: K (0%), A (5%), B (8%), dan C (10%), masing-masing dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan SPSS 16; uji ANOVA dan Duncan untuk data parametrik, serta Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney untuk data non-parametrik. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi HPI menurunkan kekerasan dan kecerahan warna, serta menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap kenampakan. Namun, fortifikasi HPI meningkatkan kadar protein, abu, dan beberapa asam amino. Perlakuan terbaik diperoleh pada fortifikasi 8% (B), dengan kekerasan 712,8 gf, warna L* = 40,48; a* = 9,45; b* = 44,13, serta karakteristik produk berwarna kuning kecoklatan, tekstur padat-lembut, rasa manis sedikit asam, dan aroma ikan tipis. Kandungan gizinya meliputi protein 7,72%, air 18,51%, lemak 15,83%, karbohidrat 56,89%, abu 1,05%, dan peningkatan asam amino seperti tirosin, asam aspartat, glisin, dan lisin.
Kondisi Optimum Hidrolisis Menggunakan Asam Sitrat pada Gracilaria sp. dengan Metode Response Surface Methodology (RSM) untuk Produksi Biosugar Wulansari, Devi; Dewi, Eko Nurcahya; Agustini, Tri Winarni; Riyadi, Putut Har; Napitupulu, Romauli Juliana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v20i1.1140

Abstract

Biosugar merupakan salah satu sumber nutrisi untuk fermentasi. Gracilaria sp. diketahui sebagai biomassa dengan kandungan polisakarida yang tinggi sehingga berpotensi untuk menghasilkan biosugar. Biosugar dapat diperoleh dari proses hidrolisis dengan katalisator asam, salah satunya asam sitrat. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi kondisi optimum dari konsentrasi asam sitrat dan durasi hidrolisis dalam proses produksi biosugar dari Gracilaria sp. yang dihidrolisis menggunakan asam sitrat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan model Box Behken. Variabel yang diuji yaitu waktu hidrolisis (10-20 menit), konsentrasi asam sitrat (0,05-1 N), dan massa Gracilaria sp. yang digunakan (1-3 g). Respon hidrolisis yang diamati meliputi kadar gula reduksi dan pH, sedangkan evaluasi bahan baku meliputi kandungan proksimat, komponen fitokimia dan pengamatan mikroskopik. Model yang direkomendasikan dalam RSM adalah model 2FI (Two-Factor Interaction) dengan hasil optimal yang direkomendasikan dengan menggunakan konsentrasi asam sitrat 0,584 N, jumlah substrat 3,0 g dan waktu hidrolisis 20 menit. Validasi model menggunakan pengujian triplikat pada kondisi hidrolisis optimum yang direkomendasikan, menunjukkan hasil kadar gula reduksi sebesar 16,34 mg/mL dan pH hidrolisat sebesar 1,96. Hasil uji proksimat menunjukkan Gracilaria sp. mengandung karbohidrat sebesar 42,01-71,87 %, protein 3,26-6,03%, lemak 0,13-0,19%, kadar abu 4,66-35,15% dan kadar air 17,25-19,45%. Komponen fitokimia yang terdeteksi pada Gracilaria sp. sebelum hidrolisis meliputi alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, fenolik, steroid dan terpenoid, sedangkan setelah proses hidrolisis terdeteksi alkaloid, saponin, steroid dan terpenoid. Model matematis pada respon kadar gula reduksi telah valid, namun perlu dievaluasi lebih lanjut untuk mendapatkan nilai pH yang memenuhi kriteria.KATA KUNCI: ABSTRACTBiosugar is a potential nutritional source for fermentation process. Gracilaria sp. is known for its high polysaccharide content, making it promising biomass for biosugar production. Biosugar can be obtained from the hydrolysis process using acid catalysts, one of which is citric acid. The study aimed to optimize the concentration of citric acid and hydrolysis duration for biosugar production from Gracilaria sp. using citric acid as the hydrolizing agent. The experimental design was based on Response Surface Methodology (RSM) with Box Behken model. The independent variables examined were hydrolysis time (10 and 20 minutes), citric acid concentration (0.05 to 1 N), and the biomass of Gracilaria sp. used (1 to 3 g). The responses observed were reducing sugar concentration and pH of the hydrolysate, while the raw material was evaluated through proximate analysis, phytochemical screening and microscopic observations. The recommended model from RSM was the 2FI (Two-Factor Interaction) model, with optimal achieved at 0.584 N citric acid, 3.0 g of substrate and a hydrolysis time of 20 minutes. Model validation through triplicate testing under optimal hydrolysis conditions, yielded a reducing sugar concentration of 16.34 mg/mL and a hydrolysate pH of 1.96. The proximate analysis revealed that Gracilaria sp. contained carbohydrate ranging from 42.01-71.87%, protein 3.26-6.03%, fat 0.13-0.19%, ash 4.66-35.15% and moisture content 17.25-19.45%. Phytochemical screening detected alkaloids, tannins, flavonoids, saponins, phenolics, steroids and terpenoids in the raw biomass, whereas only alkaloids, saponins, steroids and terpenoids remained after hydrolysis. The mathematical model for reducing sugar concentration was validated, but further optimization is needed to achieve desirable pH levels.
THE EFFECT OF SEAWEED FLOUR (Gracilaria verrucosa) SUBSTITUTION ON THE QUALITY CHARACTERISTICS AND FIBER CONTENT OF BISCUITS Cahya, Ira Cindy Dwi; Agustini, Tri Winarni; Anggo, Apri Dwi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.223-230

Abstract

Biscuits with specific treatments can become functional foods made from wheat flour and are often consumed as snacks. Biscuits usually contain high carbohydrates and fats, but low protein and fiber. G. verrucosa is a red algae rich in dietary fiber (53.57%). Adding G. verrucosa flour to biscuits can increase the natural fiber content, and be an alternative nutritious and affordable product. This study aims to determine the effect of seaweed flour substitution as a reference for high-fiber biscuits, quality characteristics and nutritional content, and the best concentration based on sensory tests. The research method for this biscuit was carried out experimentally in the Laboratory using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications of RL (0%), RL (2%), RL (4%) and RL (6%). Research parameters observed include : protein content, fat content, moisture content, ash content, food fibre, texture, color test and sensory analysis. Data analysis were carried out using SPSS 16 software. Parametric data were analyzed using ANOVA, Duncan and Independent Sample T-test (food fibre, while non-parametric data were analyzed using Kruskall-Wallis and Mann-Whitney tests. The results of the study showed that the higher the concentration of G. verrucosa flour substituted into biscuits, the more it would increase the nutritional content, such as protein, fat, moisture, ash, fiber and texture that met the requirements of SNI 2973:2022. In addition, it reduces the carbohydrate value and sensory characteristics such as a darker color and distinctive odor. The best results were the RL (4%) treatment with dietary fiber (3.52%), protein (8.58%), water (3.54%), fat (22.34%), ash (1.71%), carbohydrates (63.84%), crispness (629.42 gf - more cryspy), and color with L* values 53.28, a* (-10.35), b* 19.21, and panelist sensory had a 95% confidence interval of 7.83 <µ <8.26.
The Effect of Catfish (Pangasius sp.) Skin Gelatine Addition on the Physical Characteristics of Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) Jelly Candy Aditiara, Aqilla; Agustini, Tri Winarni; Wijayanti, Ima
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.72311

Abstract

Gelatine, derived from fish skin collagen hydrolysis.  The hydrocolloid properties of gelatine make it used as a gelling agent in making jelly candy. Butterfly pea flowers contain antioxidants and produce a purplish blue color so that it can be used as a natural coloring in jelly candy. The purpose of this study was to determine the physicochemical characteristics of butterfly pea flower jelly candy with different concentrations of catfish skin gelatine. Catfish skin gelatine is obtained from the process of protein hydrolysis using citric acid solution (C6H8O7). The treatments were different concentrations of 4%, 8%, and 12% catfish skin gelatine in butterfly pea flower jelly candy. The results showed that increasing the concentration of catfish skin gelatine had a significant effect (p<0.05) on texture profile, moisture content, ash content, protein content, antioxidants, and hedonic parameters, but did not have a significant effect (p>0.05) on color parameters. The addition of 8% gelatinee produced the best jelly candy characteristics with a hardness of 3.7 kgf, cohesiveness of 0.41, springiness of 10.9 mm, gumminess of 1.42 kgf, and chewiness of 15.62 kgf.mm-1, fracture force of 3.17 kgf, adhesiveness of -0.3 kgf.mm, moisture content of 15.65%, protein of 9.03%, ash content of 2.26%, IC50 of 85.14 ppm, L*-value of 19.51, a*-value of 0.44, b*-value of 0.63, and hedonic of 7.30<µ<7.76. The addition of gelatine with proper concentration in butterfly pea flower jelly candy produces the best texture, moisture content, ash content, protein content, antioxidants, and hedonic characteristics, but does not affect color.
Pengaruh Penggunaan Karagenan Terhadap Sifat Fisikokimia Otak-otak Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) SAPUTRO, DWIYANTO; Agustini, Tri Winarni; Rianingsih, Laras
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2262

Abstract

Otak-otak ikan merupakan salah satu produk diversifikasi hasil perikanan yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Beberapa metode yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk otak-otak ikan , salah satunya adalah dengan penambahan karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karagenan terhadap sifat fisikokimia otak-otak ikan lele dumbo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 4 perlakuan konsentrasi berbeda penambahan  karagenan  yaitu 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%) dengan 3 kali pengulangan. Data nilai sensori dianalisis dengan Kruskal-Wallis test dilanjutkan dengan uji Mann –Whitney untuk data non parametrik, sedangkan  kekuatan gel, kadar air, kadar lemak, kadar abu dan kadar protein dianalisis menggunakan sidik ragam. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan  berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kekuatan gel, kadar air, kadar protein dan kadar abu. Otak-otak ikan lele dumbo dengan penambahan konsentrasi 1% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: kekuatan gel 8155 g.cm; kadar air 54,38%; kadar protein 14,33%; kadar abu 2,12%; dan kadar lemak 3,59%. Nilai proksimat ikan tersebut memenuhi persyaratan mutu SNI. Kata Kunci: karagenan, kekuatan gel, Otak-otak Ikan
PENGARUH KONSENTRASI RUMPUT LAUT DAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS MASKER GEL Yordhania, Framita; Agustini, Tri Winarni; Susanto, Eko
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.87-99

Abstract

Beberapa jenis rumput laut dan tumbuhan tertentu merupakan sumber antioksidan bagi industri kosmetik. Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik kecantikan perawatan kulit wajah. Bahan utama masker gel peel off adalah senyawa antioksidan yang berasal dari rumput laut T. conoides dan daun kelor M. oleifera L. Senyawa antioksidan dapat menghambat radikal bebas pada kulit serta mampu merawat dan meremajakan kulit wajah. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh penambahan rasio yang berbeda antara bubuk rumput laut T. conoides dan bubuk M. oleifera L terhadap kualitas fisik dan kimia masker gel peel off serta untuk mengetahui rasio terbaik. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan model RAL satu faktor. Perlakuan penelitian ini menggunakan perbedaan rasio T. conoides: M. oleifera L yaitu R0 (0:0), R1 (1:3), R2 (1:1), dan R3 (3:1) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian didapatkan uji iritasi 2,6-3,8 menunjukkan bahwa tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit; nilai pH 5,28-6,09; nilai viskositas 8.193,33-29.416,66 cps; nilai lama waktu pengering 9-23,33 menit; nilai aktivitas antioksidan IC50 9.514,35-99.683,20 mg/L; dan hedonik 4,73-8,20. Data tersebut menunjukkan bahwa penambahan perbedaan rasio antara T. conoides dan M. oleifera L mempunyai pengaruh terhadap penurunan pH, nilai viskositas, meningkatkan nilai aktivitas senyawa antioksidan masker gel peel off, nilai iritasi, hedonik, dan lama pengeringan. Rasio terbaik yaitu pada perlakuan R1 (T. conoides 5% dan M. oleifera L 15%).
Optimization of Catfish (Pangasius sp) Bone Bio-calcium Production with Different Concentrations of Citric Acid and Stirring Time Using the Response Surface Method (RSM) Approach Wijayanti, Ph.D, Ima; Agustini, Tri Winarni; Swastawati, Fronthea; Anggo, Apri Dwi; Afifah, Diana Nur
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 2 (2024): August 2024
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.867

Abstract

Calcium is an important macro-mineral that is really needed by the body.Calcium from fish bones can be an alternative source of calcium for thosewho are allergic to milk lactose which is usually used as calcium source. Theweakness of fish bone calcium is that it still has a fishy odor, which reducesthe hedonic value of products fortified with fish bone calcium. This researchaims to determine the optimization of concentration and stirring time in citricacid to produce bio-calcium from catfish (Pangasius sp) bones with the bestcalcium content and hedonic characteristics using Response SurfaceMethodology (RSM). The citric acid concentration tested was a minimum of0.25% and a maximum of 1% with stirring times of 30, 60 and 90 min. Dataprocessing was carried out with the help of Design Expert 11 software. Therecommended model is the quadratic model. The recommended optimizationresults for the bio-calcium production solution are a citric acid concentrationof 0.25% and a soaking time of 30 min. Verification was carried out accordingto the optimization solution and gave yield results of 88.9%, particle size of51.07 µm, calcium content 24.05; with a color hedonic value of 4.115, aroma4.059 and overall 4.090 out of a maximum value of 5. XRD pattern showed nodifference between fishbone powder and bio-calcium with degree crystallinity57 and 56.2%, respectively. FTIR spectra showed that both fishbone powder andbio-calcium powder contained hydroxyapatite, however citric acid slightly removedprotein due to absence of amide 1 peaks in bio-calcium powder. Citric acid at0.25% for 30 min helped to increase the yield and reduced some organiccompound to obtain bio-calcium powder. The proper concentration of citric acidand stirring time yielded catfish bone bio-calcium with higher calcium contentand hedonic value.  
Co-Authors - Sumardianto . Widayat A Suhaeli Fahmi Abdul Majid Adhitya Wahyu Darmawan Adinda Gadis Sukmawijaya Putri Aditiara, Aqilla Agus Sarwono Agus Setiadi Agus Trianto Ajeng Nayasari Kusumastuti Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anjani, Gemala apri dwi anggo Ardila Prasinta Devi Ardini Ria Oktora Aziz Nur Bambang Bambang Cahyono Bernadeta Vina Anggritasari Bidari Mara Dewi Cahya, Ira Cindy Dwi Cahyo, Septian Dwi Choirul Anam AM Diponegoro Dhania Adhi Puspita Diana Nur Afifah, Diana Nur Dianita Cahyaningrum, Dianita Dimas Ahmad Priangga Putra, Dimas Ahmad Priangga Dyah Arianti Edita Meliana Edy Subiyanto Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Susanto Endah Saivira Mauliasari Endang Kusdiyantini Fahmi, A. Suhaeli Fahmi, Akhmad Suhaeli Fajar Bayu Senoaji Faya Charla Wicaksana Fiya Firdiyani Fronthea Swastawati Gunawan Wibisono Haeruddin Haeruddin Hafni Rahmawati Hindaryani, Nurul Ibnu Bachtiar Ida Harjuno Ikfi Rahmahidayati Ima Wijayanti Indah Susilowati Iqbal Mubarak Ita Widowati Jannah, Nabila Tsarwatul Jeri Srinur Eka Saputra Johannes Hutabarat Kurdianto Kurdianto Lailatul Umah Laras Rianingsih Lestari Lakhsmi Widowati Lintang Ayu Sekar Pangestuti Lukita Purnamayati Ma'ruf, Widodo Farid Manik, Gheta Olivia Maria Dwi Ratnasari, Maria Dwi Maria Indera Rosari Markus Prima Kurniawan Meiny Suzery Moh Rustom Najibullah Mohammad Ainun Najih Muchlis Achsan Udji Sofro Muchlis Arie S Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Arkham Mukarima Rismandari Nadhiroh, Alfia Nanda Radithia Prasetiawan Napitupulu, Romauli Juliana Nuansa, Muhammad Fadly Nurhamzah, Lutfi Yulmiftiyanto Prasetyo, Dwi Yanuar Budi Priyosetyoko Priyosetyoko, Priyosetyoko Putut Har Riyadi Rani Tri Mustika Novitasari Ratna Ibrahim Restiana Wisnu Ariyati Retno Ayu Kurniasih Riant Adam Gusmawan Riyadi, Putut Hai Rizki Utami Rizky Ika Dewi Romadhon Romadhon RR. Ella Evrita Hestiandari Rusyanto, Widya Ruth Nurmasari Sudjatmika SAPUTRO, DWIYANTO Sasti Nuriza Ramandhani Selamet Suharto Setyastuti, Aryanti Indah Slamet Suharto, Slamet Sri Rejeki Sriwati Sriwati Sumartini Sumartini Sylvia Rahmi Putri Tika Novia Anggraini Ulfah Amalia Widodo Farid Ma'ruf Widodo Farid Ma’ruf Widodo Farid Ma’ruf Wijayanti, Ph.D, Ima Wulandari, Erina Wulansari, Devi y S Darmanto Y.S. Darmanto Y.S. Darmanto Yordhania, Framita YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yuliani Yuliani