Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN PERSPEKTIF FILSAFAT: KEBIJAKAN EKONOMI BIRU UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR Husni, Syarif; Sarjan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1323

Abstract

Terjadi paradoks dimana kekayaan sumberdaya pesisir yang melimpah namun belum mampu mensejahterakan masyarakat pesisir. Persoalan ini menjadi bahan diskusi yang menarik dalam konteks filsafat. Tujuan penelitian adalah : a) membedah dari perpektif filsafat tentang kemiskinan, b) Tinjauan ontologis: mengapa masyarakat pesisir miskin? c) apakah kebijakan ekonomi biru dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir dan d) bagaimana potensi dan tantangan ekonomi biru dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir?Penelitian ini menggunakan studi literatur ilmiah yang dikaji dari berbagai sumber terutama dari artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional maupun jurnal nasional baik yang yang sudah terindex scopus maupun jurnal yang sudah terakreditasi SINTA. Berdasarkan kajian dan riset dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemiskinan dapat dilihat dari prespektif filsafat yang berbeda, tapi pada intinya kemiskinan dipandang pada ketimpangan struktural dalam cara manusia memanfaatkan sumber daya alam.selain itu. kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan pada keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi dan keterbatasan akses terhadap infrastruktur serta layanan dasar. Kemudian ekonomi biru memberikan ruang bagi masyarakat pesisir untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu potensi ekonomi biru, adalah penciptaan lapangan kerja baru dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi ekonomi biru adalah keterbatasan akses terhadap infrastruktur, teknologi dan perubahan iklim serta ketidakpastian ekosistem laut.
Pemberdayaan Petani Melalui Pemanfaatan Batang Tembakau Virginia Menjadi Biopestisida Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan Di Desa Montong Belae Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur M. Yusuf; Fadli; Aeko Fria Utama F.R; M. Nursan; Syarif Husni; Amry Rakhman; P.K. Suparyana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9831

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilaan masyarakat tani melalui melalui pemanfaatan batang tembakau virginia menjadi biopestisida dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Desa Montong Belae Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pengembangan masyarakat (community development) yang menekankan pembelajaran orang dewasa, dengan melibatkan 30 orang anggota kelompok sasaran Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa: (1) Secara umum pelaksanaan kegiatan telah berlangsung dengan baik dan lancar yang ditunjukkan dengan adanya partisipasi aktif dari kelompok sasaran serta ipteks yang ditawarkan dapat diterima oleh kelompok sasaran; (2) Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terutama yang berkaitan dengan: (a) aspek pemanfaatan batang tembakau virginan sebagai biopestisida dalam menunjang pertanian berkelanjutan; dan (b) kemampuan manajemen kelompok, khusunya petani tembakau viriginiadalam upaya memanfaatkan potensi yang ada; (3) Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini juga telah ikut mendorong semakin intensifnya komunikasi timbal balik antara perguruan tinggi dalam hal ini Fakultas Pertanian, UNRAM dengan masyarakat, khusunya petani tembakau viriginia di Desa Montong Belae Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.
Pendampingan Penyusunan Aturan Lokal (Awiq-Awiq) Penangkapan Rajungan Di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Husni, Syarif; Suparmin; M. Yusuf; Nursan, Muhammad; Utama FR, Aeko Fria; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9841

Abstract

Untuk menjaga kelestarian rajungan dari aktivitas penangkapan yang begitu tinggi intensitasnya, maka perlu disusun aturan lokal (awiq-awiq) untuk mengatur kegiatan penangkapan baik penggunaan alat tangkap, lokasi tamgkap, ukuran rajungan yang boleh ditangkap dan sanksi bagi nelayan yang melanggar. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah mendampingi dalam penyusunan aturan lokal (awiq-awiq) penangkapan rajungan di Desa Pemongkong. Metode kegiatan penyusunan Awiq-Awiq melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dikobinasikan dengan metode sosialisasi. Penyusunan aturan lokal (awiq-awiq) melalui beberapa tahap kegiatan yaitu identifikasi dan perumusan masalah, sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan draf aturan lokal (awiq-awiq). Dalam awiq-awiq mengatur pasal tentang kegiatan yang dilarang, sanksi hukum dan lembaga pengelola Badan Pengelolaan Perikanan Laut Desa (BP2LD)
Tinjauan Filsafat Terhadap Strategi Adaptasi Nelayan Buruh Pada Musim Paceklik Husni, Syarif; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 6 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v6i1.2420

Abstract

Penelitian ini menelaah strategi adaptasi nelayan buruh dalam menghadapi musim paceklik dari sudut pandang filsafat. Menggunakan metode studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal terindeks Scopus dan Sinta, prosiding, dan buku akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nelayan buruh mengembangkan berbagai strategi adaptasi seperti bekerja di luar sektor perikanan, melibatkan anggota keluarga untuk mencari nafkah, serta meminjam dana dari tetangga, juragan, dan koperasi. Dari perspektif filsafat, strategi adaptasi mencerminkan upaya manusia untuk bertahan dalam menghadapi perubahan, serta menunjukkan pentingnya pemikiran reflektif dan kolaboratif dalam merespons tantangan hidup. Kajian ini menekankan bahwa adaptasi merupakan bagian integral dari eksistensi manusia yang dinamis dan terus berkembang. Philosophical Review of Fishermen Laborer Adaptation Strategies in the Lean Season AbstractThis study explores the adaptation strategies of labor fishermen during the lean season from a philosophical perspective. Employing a literature review method, data were gathered from various scientific sources, including Scopus-indexed and Sinta-accredited journals, proceedings, and academic books. The findings reveal that labor fishermen adopt several adaptive strategies such as working outside the fishing sector, involving family members to earn income, and borrowing money from neighbors, middlemen, and cooperatives. Philosophically, these adaptation strategies reflect human efforts to survive amid change and highlight the importance of reflective and collaborative thinking in facing life challenges. The study emphasizes that adaptation is an essential part of human existence that is dynamic and constantly evolving.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Sugian, Lombok Timur, NTB Yusuf, M; Nursan, Muhammad; Asasandi, IGN Aryawan; Fria Utama FR, Aeko; Efendy, Efendy; Anwar, Anwar; Husni, Syarif
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.192

Abstract

Pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos berkontribusi dalam mengurangi volume sampah, meningkatkan kesuburan tanah, dan memperkuat praktik pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pembuatan kompos; (2) memberikan pelatihan langsung melalui praktik pembuatan pupuk kompos; serta (3) membangun sinergi antara Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan masyarakat, khususnya KWT. Pendekatan yang digunakan berbasis community development dengan metode andragogi dan Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan 17 anggota kelompok secara aktif. Hasilnya menunjukkan keberhasilan dalam pencapaian sasaran. Pertama, terjadi peningkatan kapasitas KWT dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi kompos, serta pemahaman mengenai aspek kelembagaan dan ekonomi limbah. Kedua, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam kelembagaan tani sebagai dasar pengelolaan sampah yang efektif. Ketiga, peserta memperoleh pengalaman nyata melalui praktik langsung pembuatan kompos. Keempat, kegiatan ini memperkuat hubungan dan alih pengetahuan antara universitas dan masyarakat, menciptakan model kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan.
Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Simpan Ubi Ungu melalui Pelatihan Pengolahan dan Perhitungan Harga Pokok Produk Ni Made Nike Zeamita Widiyanti; Syarif Husni; Ni Made Wirastika Sari; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Rifani Nur Sindy Setiawan; Anna Apriana Hidayanti
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.194

Abstract

Kegiatan pengolahan dan menghitung harga pokok produk merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan petani sebagai upaya peningkatkan pendapatan. Kelompok wanita tani Maju Mandiri adalah salah satu kelompok wanita tani yang berada di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil ubi ungu, namun hasilnya belum dimanfaatkan secara maksimal melalui proses pengolahan. Kurangnya keterampilan petani dalam menghitung harga pokok produk juga menjadi masalah yang dapat mengurangi keuntungan petani. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita tani Maju Mandiri dalam mengolah ubi ungu dan menghitung harga pokok produk. Kegiatan ini mencakup 4 tahapan dengan masing-masing metode sebagai berikut: tahap 1 melalui metode sosialisasi, tahap 2 melalui metode demonstrasi, tahap 3 melalui metode pelatihan, dan tahap 4 evaluasi. Melalui kegiatan ini peserta kegiatan pengabdian telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah ubi sehingga menghasilkan nilai tambah, serta memahami perhitungan harga pokok produk sebagai upaya mengurangi resiko kerugian dalam menetapkan harga jual produk.
Kontribusi Usaha Tambak Garam Rakyat Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Di Kabupaten Lombok Timur Syahrin, Muhammad Alfi; Husni, Syarif; Amiruddin, Amiruddin
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v11i2.828

Abstract

This study aims to: 1) analyze the costs and income of people's salt businesses in East Lombok Regency. 2) analyze the income of farmer households outside the people's salt business in East Lombok Regency. 3) determine the contribution of people's salt businesses to the income of farmer households in East Lombok Regency. 4) determine the obstacles faced by people's salt businesses in East Lombok Regency. The method used in this study is a descriptive method. The number of respondents was determined as many as 32 farmer households (RTP) by Quota sampling. From this number, using the Proportional Random Sampling method, 28 RTPs in Pemongkong Village and 4 RTPs in Ketapang Raya Village, East Lombok Regency were selected. The results of the study showed that; 1) People's salt businesses in East Lombok Regency spend production costs of Rp. 12,970,016 per year with a total income of Rp. 92,903,125 per year, so that the income of the people's salt business obtained is Rp. 79,933,109 per year per LLG (0.5 Ha). 2) Income outside the community salt business per year in farmer households, namely rice farming income of Rp. 1,032,115, corn farming of Rp. 6,169,344, milkfish pond business of Rp. 292,500, and income from other sources of Rp. 9,216,250 with a total income of Rp. 16,710,209 per year. 3) The contribution of the community salt business to the income of farmer households is worth Rp. 79,933,109 per year from the total income of farmer households of Rp. 96,643,318 per year with a contribution percentage of 78.25% per year. 4) Constraints in the community salt business faced by community salt farmers are unstable selling prices, unpredictable weather, sea water quality, and technology that has not been utilized in the salt production process
PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR BERBASIS MASYARAKAT DI DESA BATU NAMPAR SELATAN KEBUPATEN LOMBOK TIMUR Husni, Syarif; Sukardi, Lalu; Yusuf, Muhammad; Nursan, Muhammad; Utama FR, Aeko Priya
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.126

Abstract

Tujuan pengabdian: a) Mengidentifikasi isu dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir dan b) menyusun Rencana Pengelolaan sumberdaya pesisir pesisir di Desa Batu Nampar Selatan. Metode pelaksanaan penyusunan Rencana Pengelolaan sumberdaya Pesisir berbasis masyarakat ini terdiri Metode Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengabdian: 1) Identifikas isu (a) kondisi lingkungan : sanitasi/kebersihan, abrasi pantai,air bersih, (b) rencana pembangunan di wilayah perencanaan: konflik daerah tangkapan, konflik pembudidaya ikan dengan nelayan, (c) kesejahteraan sosial ekonomi: pendidikan rendah, pemasaran hasil perikanan, kelembagaan masyarakat, pertumbuhan penduduk, produksi perikanan, (d) pemanfaatan sumberdya perikanan:Kerusakan terumbu karang, produksi rumput laut yang rendah, 2) Tersusunnya dokumen pengelolaan sumberdaya pesisir berbassis masyarakat Desa Batu nampar Selatan
Management Plan for Gili Tangkong, Gili Nanggu and Gili Sudak Marine Conservation Area (MCA) West Lombok District Husni, Syarif; Yuniarti, Salnida; Junaidi, Muhammad
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8821

Abstract

Ecologically, conservation areas play an important role in protecting the sustainability of ecosystems, where natural resources are able to maintain their reciprocal relationship and interdependence between marine biota and their physical environment. The purpose of this study is to describe the planning in the management of the Gita Nada Marine Conservation Area by identifying all problems and solutions to achieve them. The method used in this study is a qualitative method. The type of data used is secondary data from literature studies, articles and websites of the NTB Fisheries and Marine Service, the West Lombok Regency Marine and Fisheries Service and the Central Statistics Agency (BPS). Data analysis was carried out using the Zieobjective Oriented Project Planning (ZOOP) Method, a project planning method that is oriented towards goals. Based on the results of the study, it can be concluded that the problems in the management of the Gita Nada Marine Conservation Area (MCA) are over-exploitation of fish resources, degradation of mangroves and coral reefs and limited funding sources for supervision and monitoring. The planning program carried out includes institutional bio-physical and socio-economic surveys, socialization and advocacy for the management of the Gita Nada MCA, preparation of regulations for community-based coastal and marine resource management, rehabilitation of coastal ecosystems, facilitation of facilities and infrastructure, empowerment of coastal communities, and periodic supervision and monitoring.
SRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELUK EKAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husni, Syarif; Yusuf, M; Nursan, Muhammad; FR, Aeko Fria Utama; Widyanti, Ni Made Zea Mita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1365

Abstract

Trend CPUE perikanan rajungan mengalami penurunan yang cukup drastis, mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan rajungan di Teluk Ekas sudah berlebih. Tujuan penelitian adalah 1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam aktivitas penangkapan rajungan, 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan dan 3) menyusun program pemberdayaan nelayan rajungan di Kawasan Teluk Ekas Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan teknik survey. Dipilih sebanyak 30 orang nelayan rajungan, 2 orang aparat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupatn Lombok Timur dan 3 orang tokoh masyarakat setempat secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Faktor internal berupa kekuatan (potensi rajungan yang masih tersedia di Kawasan Teluk Ekas dan kelemahan (pemahaman nelayan terhadap keberlanjutan rajungan masih rendah), dan faktor eksternal berupa peluang (permintaan daging rajungan yang tinggi) dan faktor ancaman (gejala overfishing). 2) Strategi pengelolaan rajungan di Teluk Ekas: a) Strategi S-O (menetapkan standar kualitas dan promosi produk rajungan unggulan dan membangun industri rumah tangga berbasis rajungan dengan menggunakan modal sosial yang kuat, b) strategi W-O (menggunakan dukungan stakeholder untuk meningkatkan regulasi dan pelatihan nelayan, mengembangkan skema pembiayaan dan modal usaha bagi nelayan dengan bantuan pemerintah dan industri rumah tangga, formalitas aturan pengelolaan untuk mendukung pemasaran rajungan yang baik, c) Strategi W-T (meningkatkan regulasi dan pengawasan untuk mengurangi penggunaan alat tangkap tidak selektif), d) Strategi S-T (diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada perikanan rajungan).