Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Literasi Penggunaan Obat yang Rasional pada Remaja melalui Edukasi Partisipatif Christian, Yulius Evan; Karina, Keysia Rahma; Agustine, Grace Nathania; Mantiri, Naomi Suci
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3155

Abstract

Rendahnya literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja masih menjadi permasalahan penting yang berdampak pada ketidaktepatan dosis dan waktu minum obat, sehingga dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada siswa/i OSIS SMP Negeri 129 Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan latihan membaca label obat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 30 peserta dengan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda dan 2 soal esai yang dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62% pada pretest menjadi 84% pada posttest, disertai perubahan sikap positif di mana sebagian besar peserta menyatakan akan membaca label obat sebelum mengonsumsi dan mematuhi jadwal minum obat sesuai aturan. Secara kualitatif, peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keteraturan waktu minum obat dan penyesuaian dosis berdasarkan usia serta berat badan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi penggunaan obat secara rasional pada remaja. Secara ilmiah, hasil ini memperkuat relevansi pendekatan berbasis sekolah sebagai model intervensi edukatif dalam peningkatan literasi farmasi remaja dan dapat dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.
Sosialisasi Hand Sanitizer Berbahan Alami Mangrove Api-Api untuk Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Wijayanti, Sri Hapsari; Hananta, Linawati; Christian, Yulius Evan
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui sosialisasi kesehatan yang dikaitkan dengan pemanfaatan mangrove api-api sebagai bahan alami hand sanitizer. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nurul Ihsan, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan siswa kelas VIII dan IX serta guru sekolah. Metode kegiatan meliputi penyusunan pretes dan postes berupa 10 soal pilihan ganda, penyampaian materi PHBS dan potensi mangrove api-api, serta evaluasi efektivitas kegiatan menggunakan analisis N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pretes 54 menjadi 83 pada postes dengan nilai N-gain sebesar 0,623 yang termasuk kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi PHBS berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai bagian dari praktik hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan program PHBS yang berkelanjutan dan kontekstual melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat pesisir guna mendorong pembiasaan perilaku sehat dalam jangka panjang.
Quality Evaluation and Phytochemical Screening of Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet Rhizome Extracts Christian, Yulius Evan; Hermawati, Ema; Qodriah, Rahmatul; Efrilia, Mega; Falestin, Senny Listy Kartika; Chandra, Pra Panca Bayu; Whardhani, Sabrina K.
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.651

Abstract

Indonesia has rich biodiversity that provides potential sources of traditional medicine, including Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet rhizomes, which are widely used in ethnomedicine. This study aimed to evaluate the quality parameters and phytochemical constituents of both rhizomes in accordance with pharmacopoeial standards. The research involved simplicia preparation, extraction using 96% ethanol by maceration, and subsequent quality testing, including specific, non-specific, and phytochemical screening. Macroscopic and microscopic examinations confirmed the authenticity of the rhizomes, and purity tests showed that foreign organic matter levels were within the acceptable limits (≤2%). The extractive values demonstrated that K. galanga had a higher water-soluble content, whereas the two species had comparable ethanol fractions. Specific and non-specific quality parameters were quantitatively determined in compliance with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. The water-soluble extractive value was 11.30% for K. galanga and 9.20% for Z. zerumbet, while ethanol-soluble extractive values were both 5.30%. Loss on drying and moisture content remained below 10% for both rhizomes, meeting the required threshold. Specific gravity values of 0.8367 g/mL (K. galanga) and 0.79 g/mL (Z. zerumbet) indicated proper extract concentration. These parameters confirm the extracts' quality, stability, and suitability for further phytopharmaceutical development.
Community Education on Air Pollution–Related Skin Health Integrated with a Micellar Water Workshop in Jakarta Christian, Yulius Evan; Setiawan, Patrycia; Santoso, Vanessa Gracia; Gracia, Venestrata; Laurensia; Alwi, Felisca Emmalyn; Susanto, Sharon
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.8651

Abstract

Jakarta is one of the most polluted cities in Indonesia, which often exceeds safe health standards. Despite growing evidence linking air pollution to dermatological conditions, public knowledge and preventive behavior in urban communities remain limited and poorly addressed in community health programs. The objective of this program is to increase community knowledge about the effects of air pollution on skin health through a community-based education model that integrates pre-test and post-test assessments with practical activities. The program was conducted in three phases: pre-implementation, including material preparation and pretest-posttest assessment design; implementation, including a health education session and a practical workshop on micellar water formulation; and post-implementation, through evaluation and reporting. The activity was held on October 15, 2025, with 30 participants. Results showed a statistically significant improvement in participant knowledge, as measured by a paired t-test (p<0,05), with average scores increasing from 53.0 to 65.67. The assessment was conducted using a 10-question questionnaire before and after the activity. This activity highlights the potential of integrated educational and practical approaches to improve community understanding of environmental health risks and support the adoption of preventive self-care practices.
Evaluasi Aktivitas Antiinflamasi Nanoemulsi Teripang (Stichopus variegatus) Secara In Vitro dengan Metode Denaturasi Bovine Serum Albumin Hermawati, Ema; Ismyama, Dian Farida; Christian, Yulius Evan; Chandra, Pra Panca Bayu
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69257

Abstract

Teripang atau dikenal juga dengan sebutan gamat (Stichopus variegatus) merupakan bahan alam kelautan yang banyak dimanfaatkan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Teripang berpotensi dikembangkan di bidang obat maupun bidang kosmetik, karena mengandung berbagai macam bioaktif.  Salah satu kandungan teripang adalah saponin yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi dan aktibakteri. Tantangan dari pembuatan produk kosmetik yang terbuat dari bahan aktif bahan alam adalah stabilitas dan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit. Teknologi nanopartikel digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavabilitas bahan aktif. Ekstrak teripang diperoleh melalui metode maserasi dengan rendemen 5,3%. Kadar saponin pada ekstrak teripang yang ditetapkan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kadar sebesar 6,14 mg/g sampel. Nanoemulsi ekstrak teripang diformulasikan menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan sebagai polimer pembentuk. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran partikel rata-rata 733,7 nm, polydispersity index (PDI) 0,584, serta zeta potensial +29,14 mV, yang mengindikasikan stabilitas koloid yang baik. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode denaturasi Bovine Serum Albumin (BSA) dan diperoleh nilai IC₅₀ sebesar 144,34 bpj, yang menunjukkan kemampuan penghambatan denaturasi protein.
Pengenalan Ilmu Kosmetik : Bahaya Produk Kosmetik Palsu dan Workshop Pembuatan Parfum Christian, Yulius Evan; Wulandari, Erna; Setiawan, Patrycia; Carissa, Regina; Tanoko, Madeline Keke; Susanto, Sharon
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): (inpress)
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7071

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, meningkat akibat pengaruh tren dan media sosial. Sebagian siswa belum memahami bahwa kosmetik dapat memengaruhi kesehatan dan harus digunakan dengan tepat. Peredaran kosmetik ilegal dan tidak terdaftar di BPOM meningkatkan risiko kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan pengalaman membuat parfum. Kegiatan dilaksanakan di SMAK 6 Penabur Pluit pada 30 Juli 2025. Peserta berjumlah 13 siswa dengan rentang usia 15–16 tahun. Metode pelaksanaan diawali dengan penyusunan materi, pembuatan soal asesmen, dan persiapan alat serta bahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mengintegrasikan diskusi interaktif dan juga praktik langsung. Secara umum, kegiatan terlaksana sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA. Nilai rata-rata pretest yang didapatkan sebesar 66,92 yang termasuk dalam kategori sedang. Terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest menjadi 92,3. Kategori pengetahuan sangat baik meningkat dari 7,7% menjadi 46,2%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan keterampilan membuat parfum
Formulation and Characterization of Gelatin Nanoparticles from Manis Rejo Leaf Extract (Vaccinium variangiaefolium (Bl.) Miq.) with Glutaraldehyde Concentrations Variations as Crosslinker Christian, Yulius Evan
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23706

Abstract

Manis Rejo (Vaccinium variangiaefolium (Bl.) Miq.) is a plant that dominates at the Tangkuban Parahu area and grows in mountainous regions. Its leaves contain flavonoids with various benefits. The ethyl acetate extract of these leaves has demonstrated cytotoxic activity, making it a potential active compound in nanoparticle-based drug delivery systems. This study aimed to investigate the effect of variations in the glutaraldehyde concentration on the characteristics of the gelatination nanoparticles encapsulating the Manis Rejo leaf extract. The organoleptic properties, moisture content, and solubility of the extract were evaluated and then developed into nanoparticles (NPs) using the desolvation method with glutaraldehyde concentrations of 100 µl, 200 µl, and 300 µl. The characterization included the nanoparticle stability, particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, and morphology. The results showed that the extract was green, had a distinctive odor, a dry texture, a moisture content of 4.31%, and was soluble in ethyl acetate (1:10). The nanoparticles remained physically stable for 20 days at room temperature (25 oC), with particle sizes of 343.4±4.4 nm, 226.3±23.1 nm, and 199.7±1.6 nm, and PDIs of 0.381±0.0234, 0.446±0.0895, and 0.177±0.0195, respectively. The zeta potential values ranged from 15.8±1.1 to 17.8±1.1 mV. Transmission Electron Microscopy (TEM) analysis of formula III revealed a spherical morphology supporting the nanoparticle stability. Glutaraldehyde variation significantly influenced the particle size and PDI.